Secret of Love Part 10

Secret Of Love

Part 10

Author                       : Kim Sang Eun

Main Cast                 : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                            : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, Eun Jung, Kim Soo Hyun, Park Ji Yeon, Yoo Seungho, Yoo Ah In, Kim Jo Kyung (fiction)

Genre                                    : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type                           : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

***

            “apa yang ia bicarakan” gumam Hye Sun sambil memegangi kepalanya atau lebih tepatnya rambutnya

            “Hye Sun-ah.. kau baik-baik saja?” tanya So Eun dengan cemas

            “tadi nenek sihir itu bilang apa?” tanya Hye Sun tanpa mengindahkan pertanyaan So Eun, wajahnya pun masih terlihat seperti orang ling-lung

            “ckckckck” gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

Part 10

“Hye Sun-ah, apa kau baik-baik saja?” tanya Suzy sambil menghampiri Hye Sun yang terlihat kebingungan. Eun Jung hanya diam ditempat. Ia juga ikut merasa bingung dengan keadaan ini. Sementara murid-murid yang berada di kantin masih sibuk berbisik-bisik.

“heh, temanmu tadi bicara apa?” tanya Hye Sun pada Suzy

“ckckck… aku tidak percaya” lanjutnya. Kemudian Eun Jung menghampiri Suzy, So Eun, dan Eun Jung

“kau tau dari mana kalau Jessica itu hanya anak angkat?” tanya Eun Jung dengan intonasi kasar yang sudah menjadi ciri khasnya. Hye Sun menggelengkan kepalanya

“aku tak tau sama sekali. Kan yang mengucapkan dia, bukan aku. Kau tanyakan saja padanya” jawab Hye Sun

“jadi tadi apa yang mau kau ungkapkan Hye Sun-ah?” tanya So Eun dengan wajah heran yang sangat imut

“aku mau mengungkap tentang dia dan kakakmu” kata Hye Sun dengan jari telunjuk yang mengarah pada Suzy

“aku?” tanya Suzy sambil menunjuk dirinya sendiri

“iya, kau! Tentang kau berpacaran dengan Soo Hyun oppa” ucap Hye Sun dengan entengnya. Eun Jung yang mendengarnya sangat terkejut. Entahlah, sepertinya hari ini kedua sahabatnya akan membuatnya pusing

“kau tau dari mana?” tanya Suzy dengan wajah yang santai. Sepertinya ia tidak keberatan jika seisi sekolah tau kalau ia berpacaran dengan kakaknya So Eun.

“aku tau dari So Eun” jawab Hye Sun sambil menunjuk So Eun yang sedari tadi hanya diam

“So Eun-ah, Soo Hyun oppa memberitahumu?” tanya Suzy

“aniya, aku membaca pesan di poselnya” jawab So Eun

“Suzy-ah.. jadi ini benar? Kau berpacaran dengan kakaknya So Eun?” tanya Eun Jung dengan mata membulat

“ne” jawab Suzy sambil tersenyum senang

“mungkin aku dan So Eun akan jadi saudara” kata Suzy sambil merangkul So Eun. sementara So Eun hanya diam

“hah?! Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua. Heuh.. kalian membuatku pusing” akta Eun Jung sambil mengacak-acak rambutnya. Kemudian ia pergi meninggalkan Suzy, So Eun, dan Hye Sun. Sepertinya ia ingin mencari tempat untuk menjernihkan pikirannya

“So Eun-ah, ayo kita pergi” ajak Suzy yang masih merangkul bahu So Eun

“eh?” So Eun terbengong melihat Suzy

“yya! So Eun temanku. Sembarangan saja kau mengambilnya” protes Hye Sun sambil menarik lengan So Eun

“kau ini, biarkan kami pergi. Aku dan So Eun ingin mengakrabkan diri dulu. Iya kan’ So Eun?” ucap Suzy sambil menatap So Eun dengan manisnya. Belum sempat So Eun menjawab, Hye Sun sudah menyambarnya

“enak saja. Kau itukan punya teman yang lain, sedangkan aku hanya punya So Eun. Kalau So Eun pergi, aku dengan siapa? Enak saja kau ini” kata Hye Sun sambil terus menarik tangan So Eun. Dari kejauhan nampak Kim Bum dan Min Ho yang sedang berjalan di arena kantin. Tak sengaja Kim Bum melihat So Eun yang sedang ditarik-tarik (?). Ia pun berniat menghampirinya

“kau kan ada kekasih, pergilah bersama kekasihmu. Kekasihku kan sedang tidak ada disini. Sudah sana” usir Suzy sambil melepaskan tarikan tangan Hye Sun terhadap tangan So Eun. Sudah Suzy coba berkali-kali tetapi Hye Sun tak mau melepaskannya juga. Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang memisahkan mereka.

“kalian ini apa-apaan, hah?” ucap pria itu sambil melepaskan So Eun dari rangkulan Suzy dan tarikan Hye Sun

“So Eun-ah, gwaenchanayo?” tanya orang itu yang tak lain adalah Kim Bum. So Eun menganggukan kepalanya

“kalian pikir So Eun boneka yang bisa direbutkan sana sini” omel Kim Bum kepada Suzy dan Hye Sun

“dia yang mulai, dia membawa So Eun seenaknya. Bagaimana jika ia berbuat jahat kepada So Eun? selama ini dia kan selalu jahat terhadap So Eun” ucap Hye Sun. Kim Bum menatap Suzy seolah meminta penjelasan darinya. Suzy pun mengerti.

“aku hanya ingin mengakrabkan diri kepada So Eun. Karena dia ini akan menjadi saudara iparku” jawab Suzy

“oh seperti itu” ucap Kim Bum sambil mengangguk-angguk

“kau tidak terkejut?” tanya Suzy yang heran melihat Kim Bum hanya mengangguk-angguk. Orang lain yang mengetahuinya pasti terkejut, tapi mengapa Kim Bum tidak? Jawabannya adalah..

“karena aku sudah tau sejak pagi tadi” jawab Kim Bum

“okey.. supaya adil, begini saja.. hmm.. Min Ho!” panggil Kim Bum kepada Min Ho yang sedang membeli softdrink. Kemudian ia pun menggerakan tangannya mengisyaratkan Min Ho untuk menghampirinya. Tak butuh waktu lama, Min Ho pun sudah ada di hadapannya

“kekasihmu ini tak ada temannya, kau bawa pergilah sana” ucap Kim Bum kepada Min Ho

“bukan hal berat. Sayang, kau kesepian? Apa karena tak ada aku maka kau menjadi kesepian?” tanya Min Ho sambil merangkul Hye Sun dan membawanya pergi

“menjijikan” komentar Hye Sun sambil terus melangkah

“kau ini tak bisa dirayu sama sekali” cibir Min Ho

“naah…sekarang So Eun-ah, ayo ikut aku” kata Kim Bum sambil merangkul So Eun lalu membawanya pergi

“lalu aku dengan siapa?!” tanya Suzy setengah berteriak

“terserah kau saja..bye~~” ucap Kim Bum sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh ke orang yang dituju

****

Sepulang sekolah So Eun menyempatkan waktu untuk datang ke rumah Kim Bum. Sebenarnya Kim Bum yang meminta So Eun untuk menemaninya sampai malam nanti. Kebetulan besok adalah hari sabtu, jadi mereka libur. Dan kebetulan, malam ini So Eun sedang libur bekerja di caffe. Jadi So Eun tak masalah jika harus pulang malam. Toh, ia sudah menghubungi kakaknya saat diperjalanan menuju rumah Kim Bum tadi.

“lekaslah mandi, aku akan siapkan minum untukmu” kata So Eun sambil melepaskan sepatunya

“ne” jawab Kim Bum sambil berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah mengganti sepatu dengan sadal karet yang tersedia, So Eun segera bergegas menuju dapur untuk menyiapkan minum untuknya dan untuk Kim Bum. Setelahnya, ia pun membereskan ruang tv dan ruang makan yang berantakan, Mungkin Jo Kyung ahjussi tidak sempat membereskannya tadi pagi, pikir So Eun. Maklumlah, dirumah Kim Bum yang bisa dibilang besar ini tak ada pelayan satu orangpun. Sejak Kim Bum kembali dari German Ayah Kim Bum sengaja memberhentikan semua pelayan dan pengurus di rumah ini dan tidak menyewa pelayan lagi, ia ingin dirumah ini hanya ada ia, Kim Bum, istri Kim Bum kelak, dan beberapa cucunya. Bahkan ia tak berniat menikah lagi. Selama Kim Bum belum menikah, ia ingin mengisi rumah ini dengan kehangatan bersama Kim Bum. Hitung-hitung ini untuk membayar kebersamaan yang hilang antara dirinya dengan Kim Bum beberapa tahun terakhir. So Eun sempat terharu saat ayah Kim Bum menjelaskan alasan mengapa ia tak menyewa pelayan ataupun pengurus di rumah ini. Tak disangkanya, bahwa ayah Kim Bum sangat menyayangi Kim Bum. Ia begitu terharu saat merasakan kasih sayang antara Kim Bum dan ayahnya. Saat sedang membereskan buku-buku di depan televisi, tak sengaja ada secarik foto yang terjatuh dari buku bacaan ayah Kim Bum.

“siapa ini?” tanya So Eun sambil mengambil foto itu

“wajahnya mirip seperti Kim Bum. Ah.. tapi apakah ini Kim Bum?” tanya So Eun pada dirinya sendiri

“kau sedang apa?” tanya Kim Bum sambil berjalan menuruni tangga

“ini. Apa ini fotomu saat bayi?” tanya So Eun sambil menunjukkan foto itu kepada Kim Bum. Kim Bum menghampirinya dan mengambil foto itu dari tangan So Eun

“hmm.. tunggu sebentar, aku akan berusaha mengingatnya. Hmm…. aku punya foto seperti ini atau tidak yaaa??” gumam Kim Bum dengan mata yang terpejam, berusaha untuk mengingat ‘apakah ia mempunyai foto masa kecil seperti itu atau tidak’. Sepertinya memori itu ikut hilang juga. So Eun yang takut akan terjadi hal buruk pada Kim Bum apabila Kim Bum terus berusaha mengingat pun segera menghentikannya.

“aish.. sudah..sudah.. tak perlu sekeras itu memikirkannya. Mungkin saja ini kau” kata So Eun sambil merebut foto itu

“tapi lihatlah, dagunya lebih pendek daripada dagu ku” ucap Kim Bum sambil menunjuk foto itu

“yaa.. itukan masih bayi. Mungkin saja dulu dagu mu itu pendek. Lalu setelah mengalami masa pertumbuhan dagumu bertambah panjang” jawab So Eun dengan asal

“anak itu terlihat tidak tampan. Wajahnya biasa saja” kata Kim Bum dengan PD-nya

“kau pikir kau tampan, hah?!” kata So Eun sambil mengetukkan foto itu ke dahi Kim Bum. lalu iapun melanjutkan kegiatan berberesnya

“yya! Kalau aku tidak tampan mana mungkin Kim So Eun mau berpacaran denganku” kata Kim Bum sambil memeluk So Eun dari belakang

“kau pikir aku melihat seseorang hanya dari luarnya hah?” kata So Eun sambil menyelipkan foto itu di buku berwarna biru

“yaa.. selain tampan kan aku baik, pintar, kaya, berbakat.. banyak sekali kelebihan yang kau punya” ucap Kim Bum dengan narsisnya

“cih,,sombong” cibir So Eun

“itu memang benar, sayangku” kata Kim Bum sambil menarik So Eun ke pangkuannya

“ya..ya..ya… kau tampan, sehingga kau memanfaatkan ketampananmu untuk menjadi seorang playboy. Kau baik hanya kepada wanita-wanita cantik dan sexy saja. Kau pintar mengelabuhi wanita. Kau kaya dan selalu menunjukkan kekayaanmu supaya semua wanita cantik dan sexy datang kepadamu dan menggodamu. Dan kau berbakat untuk menyakiti hati wanita” sahut So Eun. Kim Bum merebahkan tubuh So Eun di atas So Eun dengan kepala yang menyandar ke handel sofa

“kenapa semuanya buruk? Ckckck… Itu masa lalu” kata Kim Bum sambil mendekatkan wajahnya kepada So Eun

“masa lalu tentang wanita kau selalu ingat. Kenapa kau tak ingat sahabat-sahabatmu,hah?” kata So Eun. sementara Kim Bum terkekeh mendengarnya. Tangannya mulai mengelus pipi mulus So Eun

“aku tampan. Aku berusaha untuk menjadi setampan mungkin supaya bisa bersanding dengan wanita secantik Kim So Eun. Aku baik, dan semua kebaikanku bersumber kepada seorang wanita bernama Kim So Eun. Aku pintar, kalau aku bodoh mana mungkin Kim So Eun mau menjadi kekasihku. Aku kaya karena aku ingin melihat Kim So Eun serta anak-anakku bahagia. Harta memang tidak akan dibawa mati, namun aku sangat membutuhkan uang dalam hidupku. Karena aku tidak sanggup melihat Kim So Eun istriku serta anak-anakku kelaparan dihari esok. Aku berbakat, namun bakatku kalah terang dibandingkan bakat seorang Kim So Eun yang bisa menaklukan harimau buas dan mengubahnya menjadi anak kucing yang selalu menurut kepada majikannya” ucap Kim Bum sambil terus menjalankan jari-jarinya di wajah So Eun

“kau menyebut dirimu harimau dan anak kucing?” tanya So Eun yang sedari tadi menatap dalam kedua mata Kim Bum. Kim Bum tersenyum. Kemudian iapun menarik So Eun untuk bangun dan kembali duduk di pangkuannya

“aku sangat mencintaimu” kata Kim Bum sambil merangkul pinggang So Eun

“nado” ucap So Eun setengah berbisik. Kemudian Kim Bum mendekatkan wajahnya ke wajah So Eun..semakin dekat..dan…

“ah, aku harus membereskan ini semua” kata So Eun sambil berdiri

“kenapa kau menghancurkan moment indah ini?” tanya Kim Bum yang sepertinya sedikit kesal

“jangan banyak protes. Lebih baik kau bantu aku untuk membereskan ini semua” kata So Eun. Dengan wajah kusut, Kim Bum pun menuruti ucapan So Eun.

***

Jessica masih berdiam diri di atap sekolah. Ia masih memikirkan kejadian tadi. Tega sekali Jiyeon menceritakan hal ini kepada Hye Sun dan So Eun, pikirnya. Kepalanya sangat pusing saat ini. Ia tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia yakin, seluruh murid pasti sudah mengetahui hal ini. Untuk kesekian kalinya, ia menghapus air mata yang mengalir di pipi nya.

“kau belum pulang?” tanya seseorang di belakang Jessica. Ia pun membalikan badannya

“kau? Untuk apa kau disini?” tanya Jessica dengan juteknya

“ini tempatku. Kau yang sedang apa?” tanya orang itu yang ternyata adalah Hyun Joong

“kalau kau mau meledekku. Silahkan, langsung saja. Aku akan mendengarkan semua ejekanmu” kata Jessica sambil menundukan kepalanya

“meledek apa? Siapa yang mau meledekmu, hah? Untuk apa juga, seperti tak ada pekerjaan lain” kata Hyun Joong sambil duduk berselonjor

“kau? Apa kau tidak mengetahuinya?” tanya Jessica. Ia heran mengapa Hyun Joong tak tau berita itu. Padahal ia yakin kalau berita itu sudah tersebar seantero sekolah

“mengetahui apa?” tanya Hyun Joong dengan santainya. Jessica memandang Hyun Joong sejenak

“lupakanlah” kata Jessica lalu meninggalkan Hyun Joong sendiri di atap sekolah

“mana mungkin aku tak tau berita itu. Aku hanya tak ingin menyakiti orang lain saja” gumam Hyun Joong setelah Jessica menjauh. Kemudian iapun memejamkan matanya.

***

“ah lelah sekali” ucap So Eun sambil mendudukan dirinya di sofa

“aku kan sudah bilang, kau tak usah bersih-bersih dirumahku. Kau itu bukan pengurus di rumahku. Lihat, sekarang kau kelelahan” kata Kim Bum sambil membukakan sebuah minuman kaleng untuk So Eun lalu ikut duduk di sampingnya.

“bagaimana bisa aku diam melihat rumah ini berantakan seperti ini. Apa kau tak pernah membantu ayahmu membereskan rumah? Kau ini tega sekali membiarkan ayahmu membereskan rumah sebesar ini seorang diri” ucap So Eun sambil menerima minuman kaleng dari Kim Bum.

“aku sudah menyuruh ayah untuk menyewa pengurus, tapi ayah tetap saja tidak mau. Orang tua itu sangat keras kepala. Benar-benar tak mau mengeluarkan uang untuk menyewa seorang pengurus” ucap Kim Bum. So Eun sontak menepuk paha Kim Bum dengan kerasnya membuat Kim Bum mengaduh kesakitan.

“seenaknya kau bicara seperti itu. Apa kau tidak tau alasan mengapa Jo Kyung ahjussi tidak menyewa pelayan ataupun pengurus dirumah ini,hah?” tanya So Eun yang merasa tidak suka dengan ucapan Kim Bum barusan.

“tentu saja karena ayah tidak ingin membuang-buang uang untuk menyewa pengurus lagi. Mungkin ia merasa bangkrut dengan keberadaan pengurus dan pelayan sebelumnya” jawab Kim Bum dengan asal. So Eun menggebuk kepala Kim Bum dengan bantal kecil yang ada di pangkuannya

“bicara seenaknya saja!” ucap So Eun. Kemudian ia menggenggam kedua tangan Kim Bum. Membuat Kim Bum memperhatikannya.

“Jo Kyung ahjussi melakukannya karena ia sangat menyayangimu. Beberapa hari lalu aku sempat bertanya kepadanya soal ini, lalu ia menjawab bahwa ia sengaja memberhentikan semua pelayan dan pengurus di rumah ini dan tidak menyewa pelayan lagi, ia ingin dirumah ini hanya ada ia, kau, istrimu kelak, dan beberapa cucunya. Bahkan ia tak berniat menikah lagi. Selama kau belum menikah, ia ingin mengisi rumah ini dengan kehangatan bersamamu. Hitung-hitung ini untuk membayar kebersamaan yang hilang antara dirinya dengan kau beberapa tahun terakhir” ucap So Eun sambil tersenyum dan menatap dalam kedua bola mata Kim Bum. Namun beberapa saat kemudian ia melepaskan genggaman tangannya dengan kasar. Lalu kembali memukul kepala Kim Bum dengan bantal tadi.

“makanya kalau bicara jangan asal saja” ucap So Eun.

“ah, iya iya aku mengerti. Tapi tak perlu memukul kepalaku juga kan’?” protes Kim Bum. Bukannya berhenti, So Eun malah semakin menjadi.

“biar saja, biar ingatanmu kembali lagi” kata So Eun sambil memukul kepala Kim Bum.

“kau benar-benar minta dihukum!” ucap Kim Bum sambil memeluk pinggang lalu menggelitiknya.

“hahaha.. yya! Kim Bum hentikan! Hahaha” tawa So Eun saat Kim Bum menggelitik pinggangnya.

“haha.. rasakan balasanku. Ayo So Eun sayang.. memohonlah” ledek Kim Bum tanpa menghentikan kegiatannya. Sementara So Eun sudah terbaring di sofa bergerak kesana kesini layaknya cacing kepanasan.

“hahaha… iyaa ampun.. hentikan Bum-ah hahaha” tawa So Eun yang mencoba menahan tangan Kim Bum. Saat sedang asyik bercanda, tiba-tiba terdengar bunyi pintu yang terbuka. Kim Bum pun menghentikan aktivitasnya.

“apakah itu Jo Kyung ahjussi?” tanya So Eun sambil mendudukan dirinya.

“mungkin saja. Ini sudah jam 06.00 p.m sudah waktunya ayah pulang” sahut Kim Bum sambil berdiri.

“Kim Bum. Na wasseo” seru ayah Kim Bum dari ruang tamu. Ah, ternyata benar, yang datang adalah ayah Kim Bum.

“ayah sudah pulang” ucap Kim Bum sambil berjalan menghampiri ayahnya diikuti dengan So Eun.

“oh ada So Eun juga disini. Yya, Kim Bum, ayah punya hadiah untukmu” ucap ayah Kim Bum sambil memakai sandal lalu berjalan menuju kamarnya.

“hadiah apa?” tanya Kim Bum kepada ayahnya yang sedang berjalan di tangga.

“tunggu sesaat lagi” jawab ayah Kim Bum sambil tersenyum.

“apakah hari ini hari penting untukku? Ini bukan hari ulang tahunku kan’?” tanya Kim Bum kepada So Eun. So Eun mengangkat bahunya.

“setahuku ini bukan hari penting. Ulang tahunmu itu kan bulan Juli, sekarang bulan Desember” sahut So Eun.

***

Soo Hyun memandangi ponselnya. Ia sedang penunggu panggilan dari So Eun. Apakah So Eun belum pulang, pikirnya. Kalau So Eun sudah pulang dan tidak menemukan Soo Hyun dirumah pasti adiknya itu langsung menelponnya. Tapi sampai saat ini tak ada panggilan masuk dari So Eun.

“oppa, kenapa kau terus memandangi ponselmu?” tanya seorang gadis sambil memasukkan potongan steak ke dalam mulutnya.

“So Eun belum menghubungiku” kata Soo Hyun sambil memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya.

“biasanya kalau ia pulang terlambat dan tidak menemukan aku didalam rumah, dia pasti langsung menelponku” lanjut Soo Hyun.

“memangnya So Eun belum pulang?” tanya gadis itu yang ternyata adalah Suzy.

“sepertinya belum. Tadi ia minta izin padaku untuk pergi ke rumah Kim Bum. Entahlah, sepertinya ia betah sekali sampai-sampai ia tak menghubungiku, bahkan untuk sekedar mengingatkan untuk makan malam” ucap Soo Hyun dengan wajah cemberut.

“oppa, kau merasa iri pada Kim Bum? Ckckck.. kau menunjukkan kecemburuanmu atas wanita lain didepan kekasihmu sendiri? Sungguh tak berperasaan” timpal Suzy dengna wajah yang pura-pura marah.

“bukan begitu maksudku. Ngomong-ngomong, apa kau kenal Kim Bum dengan baik?” tanya Soo Hyun.

“kau lucu sekali, kami satu sekolah mana mungkin aku tak mengenalnya” jawab Suzy sambil terkekeh.

“memangnya ia orang seperti apa?” tanya Soo Hyun dengan wajah penasarannya.

“hmm.. dia tampan, tinggi, menawan, pintar, berbakat, senyumannya manis sekali, dia ramah, dia jago segala jenis olahraga, ah.. pokoknya ia lelaki sempura. Beruntung sekali So Eun bisa mendapatkan lelaki seperti Kim Bum” kata Suzy dengan senyum senangnya. Sepertinya ia belum menyadari wajah Soo Hyun yang mulai kusut.

“oppa, kau kenapa?” tanya Suzy dengan polosnya. Soo Hyun tak menjawab pertanyaan Suzy. Suzy berfikir sejenak. Lalu ia pun menyadari sesuatu.

“ah oppa.. ah.. tapi oppa, walaupun begitu, dia playboy. Hobinya itu ke bar setiap malam, naah.. kalau di bar, ia suka menggoda wanita-wanita jalang. Ia suka sekali mempermainkan wanita, mungkin baginya wanita itu boneka. Disekolah saja ia selalu menggoda murid-murid perempuan, apalagi yang penampilannya sexy, ckck.. pasti akan langsung ia kejar” ucap Suzy dengan wajah yang dibuat sesinis mungkin. Seketika raut wajah Soo Hyun berubah.

“benarkah seperti itu? Bagaimana ia bisa masuk bar sedangkan ia masih siswa SMA?” tanya Soo Hyun dengan antusias, seolah lupa bahwa beberapa detik lalu ia kesal kepada Suzy.

“kebanyakan bar yang ia datangi itu milik temannya, Kim Joon yang juga anggota F4. Jadi ia bebas keluar masuk bar sesuka hatinya” jawab Suzy lalu menyeruput jus alpukatnya

“benar-benar lelaki kurang ajar. So Eun tidak boleh dekat-dekat dengannya. Mereka harus mengakhiri hubungan mereka sekarang juga” marah Soo Hyun membuat Suzy yang sedang minum menjadi tersedak.

“uhuk..uhuk.. eh, oppa jangan!” ucap Suzy.

“jangan bagaimana? Sebelum adikku merasa sakit hati yang mendalam. Ah anak itu, selama ini ia bercerita bahwa Kim Bum adalah lelaki yang baik padanya, perhatian, dan pastinya sangat menyayanginya. Tapi ternyata, itu semua bertolak belakang dengan kenyataannya” ucap Soo Hyun dengan kesalnya.

“ah oppa, aku belum selesai bercerita. Itu semua sifat Kim Bum sebelum bertemu Kim So Eun” ucap Suzy yang memulai ceritanya kembali.

“maksudmu?” tanya Soo Hyun tak mengerti.

“iya, setelah bertemu So Eun, Kim Bum berubah menjadi ‘jinak’. So Eun sungguh hebat menaklukan playboy ulung macam Kim Bum. Semenjak mengenal So Eun dan mereka berpacaran, kudengar Kim Bum tak pernah ke bar lagi. Dan ia juga tak pernah menggoda murid-murid perempuan di sekolah kami lagi. Dan hmm.. oppa.. kau taukan sebelumnya hubungan aku, teman-temanku, dengan So Eun dan Hye Sun tak terlalu baik. Itu sebenarnya karena kami iri kepada So Eun dan Hye Sun. Kami berpikir, mereka murid baru, tidak kaya, tidak populer, dan hanya mengandalakan beasiswa. Tapi mengapa dia bisa dekat dengan FB4? Lalu mengapa kami yang sudah lama disitu tak bisa dekat dengan FB4? Itu salah satu penyebab kami selalu bertengkar. Tapi itu masa lalu oppa, sekarang hubunganku dengan So Eun dan Hye Sun sudah baik” kata Suzy sambil merangkul lengan Soo Hyun dan bersandar di dada bidang Soo Hyun.

“benarkah seperti itu?” tanya Soo Hyun yang masih meragukan Kim Bum.

“ne. Bahkan tadi saja dia melerai perdebatanku dengan Hye Sun untuk melindungi So Eun” ucap Suzy yang masih bersandar di dada Soo Hyun.

“apa maksudmu?” tanya Soo Hyun yang tak mengerti ucapan Suzy.

“begini oppa, tadi di kantin sempat terjadi keganduhan” ucap Suzy. Kemudian iapun menceritakan tentang pengakuan Jessica yang mengejutkan itu. Soo Hyun terkejut mendengarnya. Tak disangkanya jika ternyata Jessica hanyalah anak angkat.

“setelah itu, dia pergi meninggalkan kantin. Lalu Eun Jung juga pergi. Aku juga berniat pergi dari kantin, saat aku ingin pergi membawa So Eun, Hye Sun menghalangiku. Ia menarik tangan So Eun, dan terjadilah aksi rebutan antara aku dan Hye Sun. Padahal maksudku aku ingin lebih mendekatkan diri dengan So Eun, tapi Hye Sun malah menghalangi niatanku. Tiba-tiba Kim Bum datang dan langsung melepaskan So Eun dari kami. Terlihat wajah So Eun yang kesakitan. Kemudian ia membawa So Eun pergi. Hmm.. oppa, aku minta maaf membuat So Eun menjadi sulit” cerita Suzy.

“hm.. kau yakin Kim Bum sudah berubah?” tanya Soo Hyun yang rupanya masih ragu dengan sifat Kim Bum.

“ckckck.. oppa.. harus berapa kali aku menjelaskannya. Kim Bum itu sekarang sudah benar-benar baik. Apalagi saat ini, sejak ia amnesia sikapnya sedikit berubah. Ia sangat protective terhadap So Eun. Ada lelaki yang mendekati So Eun sedikit, pasti langsung mendapatkan tatapan tajam darinya. Jika ia mengetahui ada murid perempuan yang membully So Eun, pasti ia langsung meminta kepada kepala yayasan untuk mengeluarkan murid itu atas tuduhan bullying. Pernah suatu ketika, aku menghampiri So Eun yang sedang sendiri. Aku berniat ingin berbincang dengan So Eun. tiba-tiba dia muncul dan langsung menjauhkan So Eun dariku. Ia bilang, ia khawatir jika So Eun dekat-dekat denganku, ia takut aku akan berbuat hal buruk pada So Eun. Sudah yaa oppa, jangan bertanya lagi” jelas Suzy panjang lebar.

“hm.. baiklah. Aku tak kan bertanya lagi. Aku minta tolong padamu, tolong awasi Kim Bum selama di sekolah” pesan Soo Hyun.

“siap boss!” seru Suzy sambil hormat kepada Soo Hyun.

“Suzy-ah.. sekarangkan kau sudah tau bahwa Jessica seperti itu, apakah kau akan menjadi temannya?” tanya Soo Hyun sambil menatap Suzy dengan intens.

“molla oppa” jawab Suzy sambil menundukkan kepalanya.

“kenapa? Apa karena dia anak angkat dan orang tua kandungnya miskin maka kau tak mau berteman dengannya? Kenapa kau seperti itu? Kalau kau seperti itu, lalu mengapa kau berpacaran denganku? Aku tak ada bedanya dengan dia. Kami sama-sama berasal dari keluarga menengah kebawah. Mengapa kau menjadi begini? Bukankah aku sudah memberitahukanmu bahwa jangan hanya melihat orang lain dari latar belakang dan kasta belaka?” rentetan pertanyaan Soo Hyun berikan untuk Suzy.

“bukan oppa. Bukan begitu. Oppa kan sudah pernah bilang padaku bahwa aku tidak boleh melihat orang dari kekayaannya saja. Sejak oppa berkata seperti itu, aku tak pernah melakukannya lagi. Dia anak angkat, itu tak masalah bagiku. Yang membuatku kecewa adalah dia lebih memilih harta daripada orang tua kandungnya. Oppa, apakah kau berpikir bagaimana sakitnya kedua orang tua kandung Jessica? Mereka pasti sangat kecewa kepada Jessica karena Jessica lebih memilih meninggalkan mereka demi limpahan harta. Apalagi ibunya, dia pasti sangat sakit hati terhadap Jessica. Bagaimana bisa seorang anak yang dikandungnya selama 9 bulan bisa berbuat seperti itu kepadanya. Bagaimana bisa ia mempertaruhkan nyawanya untuk sebuah kehidupan bagi anak yang meninggalkannya saat ini. Betapa sakitnya hati kedua orang tua Jessica, oppa. Aku sungguh tak menyangka bahwa Jessica sangat dibutakan oleh harta” ucap Suzy dengan wajah prihatinnya. Soo Hyun menatap Suzy tak percaya, ia tak menyangka bahwa wanita manja ini bisa bicara begitu bijaknya.

“Suzy-ah, apakah yang barusan bicara itu kau?” tanya Soo Hyun dengan terpukaunya.

“ne, memangnya siapa lagi?” tanya Suzy dengan wajah polosnya. Kemudian Soo Hyun pun memeluk Suzy dan mengelus rambutnya.

“ne, benar. Dia keterlaluan karena memperlakukan orang tua kandungnya seperti itu. Tapi disaat seperti ini, disaat semua orang memandang benci kepadanya, ia membutuhkan tempat sandaran. Datanglah padanya, berikan pundakmu untuknya menangis. Dan segeralah sadarkan dia” pesan Soo Hyun. Suzy menatap Soo Hyun sejenak. Lalu ia pun menganggukan kepalanya tanda setuju.

***

wild card?” tanya Kim Bum sambil memandang aneh keping kartu di tangannya.

“ne” jawab ayah Kim Bum sambil tersenyum. Kim Bum dan So Eun memandang ayah Kim Bum dan keping kartu itu secara bergantian.

“ini apa?” tanya Kim Bum.

“itu wild card apartmen mu. Kau pasti sangat jenuhkan tinggal di rumah ini, maka dari itu, mulai saat ini ayah mengizinkanmu untuk tinggal di apartmen mu” ucap ayah Kim Bum.

“mulai lusa kau boleh pindah ke apartmen mu. Bagaimana? Kau senang bukan? Ah, baiklah, ayah ingin beristirahat dulu. Nanti kau antarkan So Eun pulang ya” kata ayah Kim Bum lalu bergegas menuju kamarnya.

“kenapa kau diam saja? Kau tidak senang akan tinggal di apartmen mu kembali?” tanya So Eun yang melihat Kim Bum hanya diam saja. Kim Bum belum merespon ucapan So Eun, ia masih berkutat pada pikirannya.

‘Ia sengaja memberhentikan semua pelayan dan pengurus di rumah ini dan tidak menyewa pelayan lagi, ia ingin dirumah ini hanya ada ia, kau, istrimu kelak, dan beberapa cucunya. Bahkan ia tak berniat menikah lagi. Selama kau belum menikah, ia ingin mengisi rumah ini dengan kehangatan bersamamu. Hitung-hitung ini untuk membayar kebersamaan yang hilang antara dirinya dengan kau beberapa tahun terakhir’

“kalau aku pergi, maka ayah akan kesepian” lirih Kim Bum dengan pandangan kosong. Awalnya So Eun sedikit bingung dengan maksud ucapan Kim Bum. namun beberapa detik kemudian nampaknya ia mengerti. Ia pun mengelus punggung Kim Bum, bermaksud untuk membuat Kim Bum tenang.

“bukankah ia bilang ia ingin  mengisi rumah ini dengan kehangatan bersamaku. Tapi mengapa ia malah menyuruhku pergi? Dasar lelaki tua yang bodoh, mengapa dia membiarkan dirinya merasa dingin dan kesepian demi kesenangan anak tak tau diri sepertiku” ucap Kim Bum sambil mengusap setetes air mata yang menetesnya dari mata indahnya. So Eun merasa tersentuh dengan ucapan Kim Bum, ia tak menyangka bisa melihat Kim Bum menangis lagi. Rasanya sudah lama ia tak melihat Kim Bum menangis. Ia pun memeluk bahu Kim Bum.

“dia sangat menyayangimu. Balaslah kasih sayangnya” bisik So Eun.

***

“ah ya..ya.. akan aku usahakan untuk mengajak mereka juga. Tapi itu kalau mereka mau yaa.. aku tak menjamin mereka mau ikut”

“………………..”

“iya.. kau ini cerewet sekali”

“………………..”

“baiklah, sampai bertemu besok malam”

“siapa?” tanya So Eun yang sedang bersandar di lengan Kim Bum yang dibentangkan di belakangnya.

“ji yeon, dia ingin mengajak aku dan kau untuk hadir di apartmen kekasihnya besok malam. Mereka sedang merayakan month anniversary mereka” jawab Hye Sun sambil memasukkan ponsel ke dalam saku kemejanya.

“hanya kau dan So Eun? lalu kami tidak?” tanya Kim Joon yang sedang bertengger diatas meja.

“itu terserah kalian, silahkan kalau kalian mau ikut. Dia pasti akan senang” kata Hye Sun.

“apartmennya dimana?” tanya Min Ho yang duduk di samping Hye Sun.

“di daerah apgujeong” jawab Hye Sun.

“apa itu dekat dengan apartmen Kim Bum?” tanya So Eun

“memangnya apartmen ku di daerah apgujeong?” tanya Kim Bum. So Eun menggetokkan gulungan kertas yang ia pegang ke kepala Kim Bum.

“bagaimana kau bisa lupa dengan alamat apartmenmu Kim Sang Bum” ucap So Eun

“ingatan itu hilang” jawab Kim Bum sambil mengambil gulungan kertas itu dari tangan So Eun. Bermaksud supaya So Eun tidak memukul kepalanya lagi.

“entah, aku tak tau persisnya” jawab Hye Sun.

***

“ayah, aku tak ingin tinggal di apartmen. Aku ingin disini saja” kata Kim Bum sambil tiduran di sofabad yang terdapat di ruang tv.

“mengapa? Bukankah kau suka tinggal di apartmen?” tanya ayah Kim Bum sambil duduk di dekat Kim Bum. Kim Bum membangunkan tubuhnya.

“disini tak ada pengurus. Paman, bibi, dan Willy sudah kembali ke Jerman. Jika aku pergi, lalu ayah dengan siapa disini?” ucap Kim Bum.

“kau tenang saja, ayah sudah biasa seperti itu. Itu bukan masalah besar” kata ayah Kim Bum sambil menepuk bahu Kim Bum.

“tapi ayah…” belum selesai Kim Bum bicara. Ayah Kim Bum langsung memotongnya.

“kau hanya perlu tinggal beberapa waktu disana. Mungkin saja kau mempunyai beberapa memori indah disana, dan kau akan mulai mengingat kembali. Ayah ingin kau bisa mengingat lagi, menurutlah Kim Bum” kata ayah Kim Bum. sementara Kim Bum masih menundukkan kepalanya.

***

Kim Bum dan So Eun sedang berjalan di lorong kamar menuju kamar apartmen Kim Bum.

“aku tidak ingat aku mempunyai apartmen disini. Tapi aku ingat telah membuatmu menangis disitu” kata Kim Bum sambil menunjuk sebuah pintu kamar apartmen.

“ne, kau pernah membuatku menangis di depan kamar apartmenmu” sahut So Eun sambil menghentikan langkahnya di depan kamar itu.

“ini kamar apartmenku?” tanya Kim Bum. So Eun mengangguk. Lalu Kim Bum pun mengarahkan wild card nya ke sensor yang tersedia. Tak menunggu lama, kunci pun terbuka.

“tidak banyak berubah” ucap So Eun sambil menutup pintu kembali.

“sepertinya aku mengingat sesuatu” ucap Kim Bum sambil memejamkan mata dan memegangi kepalanya.

“jangan dipaksakan jika itu sulit” ucap So Eun sambil menarik tangan Kim Bum untuk masuk.

“aku rasa ini suatu hal yang penting. Aku harus mengingatnya” kekeh Kim Bum.

“jangan dipaksakan atau nanti akan terjadi hal buruk kepadamu. Sudahlah..” ucap So Eun. Kim Bum pun menurutinya. Ia tidak ingin ia pingsan lalu merepotkan So Eun.

***

“apa katanya?” tanya Kim Bum setelah So Eun menutup sambungan telephone-nya.

“dia bilang dia tinggal di apartmen ini juga. Hanya berbeda lantai aja. Kajja, ikut aku” kata So Eun sambil berjalan keluar kamar apartmen Kim Bum. Kim Bum mengikuti di belakang So Eun. Beberapa menit kemudian, sampailah mereka pada sebuah kamar apartmen.

“yang ini?” tanya Kim Bum.

“ne, 89G. Persis seperti yang di katakan Hye Sun” kata So Eun.

“hm.. baiklah, sepertinya mereka sudah berkumpul. Kajja, tekan bel-nya” kata Kim Bum. So Eun pun menekan bel nya.

“nuguseyo?” tanya seseorang dari dalam melalui intercom.

“So Eun ieyo” jawab So Eun.

“oh, eonni, aku akan bukakan pintunya” balas orang itu yang ternyata adalah Jiyeon.

Tak lama kemudian pintu pun terbuka. Kim Bum dan So Eun pun masuk.

“hyung!” seru Seungho ketika melihat Kim Bum.

“kau mengenalnya?” tanya Hye Sun pada Seungho.

“ne, Kim Bum hyung. Ternyata kau sudah kembali. Mengapa kau tak mengabarkanku?” tanya Seungho dengan antusiasnya.

“kau mengenalku?” tanya Kim Bum kepada Seungho.

“tentu saja. Kita pernah berkenalan sebelumnya. Apa kau lupa?” tanya Seungho sambil berdiri dan menghampiri Kim Bum.

“kau siapa? Aku tak mengingatmu” kata Kim Bum sambil menatap Seungho dengan aneh.

“aku Seungho. Yoo Seungho” ucap Seungho dengan wajah riangnya.

“Seu….Seung..Ho?” ucap Kim Bum dengan terbata-bata. Tiba-tiba saja pandangannya menjadi buram. Tetapi ia masih bisa mendengar suara So Eun yang meneriaki namanya.

TBC

Gimana? Makin gaje kah? Banyak typo? Mianhae -_- Oh ya.. maaf yaa kalo aku ngepost ff ini kelamaan. BTW, kenapa sih banyak yang gak ninggalin komen? Kalau emang ff-nya jelek, ya gak usah di kunjungin. Jumlah visitor dan jumlah komentar itu sama sekali gak imbang. Maaf, bukan maksud marah-marah, Cuma aku agak kecewa aja sama siders. Okey, kalau komentarnya di part 10 ini masih dibawah 25, maka aku akan STOP ff ini. Dan.. makasih untuk yang udah mau ninggalin komentar🙂 komentar kalian berharga banget untukku🙂 semoga Tuhan membalas kebaikan kalian *amiiin* sekali lagi, gomawo😀

33 thoughts on “Secret of Love Part 10

  1. hhhhhhwwwaa daebbbaakkkk kekekekekekek kasian bumppa gak dapet kisse dari sso onni omo kasian yoo sengho gak di enget ma bumppa apa jangan jangan yoo sengho adik bumppa ???? ah molla
    lllaannjjuuttt chigu🙂 figthing

  2. akhirnya di post juga wah suzy sama sso udah mulai deket hehe daebak chingu keren penasaran banget sama kelanjutan hubungan bumsso dan next part nya lanjutttt chingu ditunggu secepatnya ya hehe🙂

  3. wah …
    bumsso makin romantis aja nih
    cie cie suzy sama so hyun pun tak kalah romantis

    ditunggu ya next partnya
    semangat author!!!!

  4. wah penasaran nih sama lanjutan nya
    bumsso makin romantis aja
    dan so hyun suzy juga ngak kalah romantis nya
    keren….

    ditunggu yah net partnya
    semangat author!!!

  5. hai aku pendatang baru disini
    kebetulan pas nyari ff baru bumsso di google
    ada halaman ini.
    cerita’ny menarik chigu
    i like it.
    ditunggu ya part 11
    aja aja.. figthing

  6. hai aku pendatang baru disini
    kebetulan pas nyari ff baru bumsso di google
    ada halaman ini.
    cerita’ny menarik chigu
    i like it.
    ditunggu ya part 11
    aja aja.. figthing

  7. anyoung ….
    aku pendatng baru disini slam kenal,
    crta’ny menarik bngt
    saya suka .. saya suka…

    ayo lanjut………
    SEMANGAT

  8. anyoung ….
    aku pendatng baru disini slam kenal,
    crta’ny menarik bngt
    saya suka .. saya suka…

    ayo lanjut………
    SEMANGAT

    • anyoung ….
      aku pendatng baru disini slam kenal,
      crta’ny menarik bngt
      saya suka .. saya suka…

      ayo lanjut………
      SEMANGAT

  9. Omo!! Bum ktemu seung ho..:3 seungho itu kan adiknya kimbum..:/
    Lahh, kim bum isi pingsan lagi..:( jangan smpk terjadi apa* sma kimbum..:(
    What??? Suzy berubah 180°.. ini semua berkat so hyun..:D prok prok..:D
    Kasian jga sih jessica.. tpi smoga suzy dan eunjung bisa nyadarin dia..^^
    Ditunggu saeng part slnjtnya..^^
    Fighting!!! ‘-‘)9

  10. waa akirnya ff favorit mncul jg
    ceritanya mkin seru apalgijesica yg slah duga tuh, jdi ketauan deh dia
    waa hbungan bumsso mkin mesra
    tpi kmbum lpa dgn seungho pdhl kanseungho adeknya
    thor jgn dhentiin dong ff ini, ceritanya seru soalnya konfliknya bnyk tpi bsaseimbang dgn ceritanya
    jdi smngt ya thor buat nglnjutin ff nya hhe

  11. Bumppa msh sulit utk mdngingat masa lalu nya. Kasiann juga
    smga nanti bumppa bsa sgera ingat dan bsa sgera mndpatkn kebahagiaan brsama keluarga utuhnya.. nexxtt thor

  12. Omooooo bumppa pingsan lagiii… Akhhh jgn pngsan bumppa….😦
    Eonni d tnggu next part ny… Jgn lama ya eonni.. Akhh sdih ni liat oppa pingsan mulu….

  13. aigooo part ini bumsso romantis bnget.. suka bnget liatnya.. so sweet.. ♡
    keke suzy lucu jg.. kirain ceritanya ttg bum yg negatif2 bakal berhenti disitu aj.. untung aja ada kelanjutanx. loq gk soo hyun oppa pasti bakal nyuruh sso buat putus sm bum..
    aigoo jangn2 bum pingsan.. omoo😦
    smg aja ingatan bumppa cepet kembali lgi..🙂
    next partnya di tnggu ya.. fighting🙂

  14. hubungan bumsso makin sweet ya
    soeun hebat banget bisa ngerubah kimbum yang dulunya playboy sekarang jdi cowok yang sayang banget sama soeun

    protektif banget ya so hyun ke soeun smpek gak mau soeun disakitin sama kimbum , sohyun emang oppa yang sayang banget ke adeknya

    jangan distop dong auyhor ff nya
    ff nya suka banget
    ditunggu nextpartnya

  15. Salam kenal…
    Ternyata bener kata temen aku ,,
    cerita ff disini bagus, tapi maaf ya kalau komennya di part ini aja
    karena aku gk tau ingin komen apa , mianhe …

  16. oy gmbr yg d tmukan soeun i2 gmbr cpa y,,q pnsaran…n suzy dah brubah y n dah baik ma soeun jd soeun udah g ad msuh donk,oy kimbun npa time jmpa ma soeungho,ap ia dah ingat?
    d tnggu next partx thor

  17. Kim Bum ga inget sama seungho,padahal dia udah tau siapa adiknya..
    Moga aja setelah kim bum bangun dari pingsannya dia bisa inget seung ho,
    Ditunggu kelanjutannya ^.^

  18. Smoga ingatan kim bum cpt kmbali dan dia ingat klu myungso itu sbnarnya adiknya😀 bikin bumsso lebih romantis dong:D hehe🙂 trus jgn di stop ya ff nya soalnya critanya keren dan bkin pnasaran buat bca part selanjutnya:D semangat terusin ff nya ya , , ,

  19. Whuaa bum pingsaaaan, berarti dah mulai inget lagi duuunk…
    Apakah bakal benci ma ayahnya yah?
    Mau tau gimana seungho bs tahuuu, hhe

  20. Emm di tnggu eon next part ny jgn lama” ya udha g’ sbar nihh🙂

  21. Ommo!! Suzy makin dewasa & bijaksana ajah ..
    Soohyun smpe rada bengong -gak prcya- gtuh🙂
    Jessica ,, Jessica !! Pikiran jelek banget sih ..
    kebiasaan jahat sama org sih ! Jd , bawaan’x negativ jg sama org laen .
    Ahh ,, Hyunjoong emng jjang ! Hnya gak mau nyakitin org lain ? Emng malaikat banget dehh ..
    Trnyata , Bum emng inget banget memori ttg Sso . Smpe pas dy bkin nangis Sso ajah msh nempel ..
    Suka banget part yg BumSso lg dorumah’x Bum . Pas debat ttg Bum yg kata’x Sso kalo Bum ituh tampan , kaya , menawan , bla bla bla .. bt disangkal sama Bum dgn kalimat” manis yg gak kalah keren . Hhe~
    Dann ,, ohh !! Bum ky’x inget Seungho deh ?!
    Ommonaaa ,, knpa TBC’x gak ngerti banget ? Nongol pas lg tegang”x .. Ckckk ..
    Baiklah , ditunggu kelanjutan’x yaa ? Keep spirit buatmu .🙂

  22. Eonni mna next part nya….. Udah lama bnget ni eon…. Jebaalllllllllllll next nya d tnggu oke….. Hoohhooo d tnggu scpat nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s