Secret of Love Part 9

Secret Of Love

Part 9

Author                       : Kim Sang Eun

Main Cast                 : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                            : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, Eun Jung, Kim Soo Hyun, Park Ji Yeon, Yoo Seung Ho, Yoo Ah In, Kim Jo Kwang (fiction), Elisha Melville (fiction), William Ville Kim / Kim Woon Ha (fiction)

Genre                                    : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type                           : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Part 9 nya dateeenggg🙂 Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!😉

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa😀
happy reading ****

¤¤¤

Dikamar bibi Kim Bum…

Terlihat So Eun yang baru saja keluar dari kamar mandi.

            “bibi belum tidur?” tanya So Eun sambil menyikap selimut lalu berbaring di samping bibi Kim Bum

            “bibi menunggumu” jawab bibi Kim Bum

            “menungguku?” heran So Eun

            “ada yang ingin bibi katakan padamu” kata bibi Kim Bum sambil menatap So Eun dengan intens

Part 9

“ada apa?” tanya So Eun

“ini tentang Hyo In eonni, ibu Kim Bum” jawab bibi Kim Bum

“ibu Kim Bum?” So Eun mengulang

“Jo Kyung oppa memintaku untuk menceritakan ini padamu, ia percaya bahwa kau bisa membantu Kim Bum” ucap bibi Kim Bum

“sebenarnya apa maksud bibi? Aku benar-benar tidak mengerti” ucap So Eun

“kau pernah mendengar tentang Hyo In eonni?” tanya bibi Kim Bum

“aku sedikit merasa tidak enak menceritakannya, tapi yang kudengar saat ini ibu Kim Bum sakit-sakitan karena Jo Kyung ahjussi sering bermain perempuan” jawab So Eun dengan pengucapan ‘bermain perempuan’ yang di pelankan

“namun aku yakin, Jo Kyung ahjussi tidak seperti itu. Aku bisa melihat bahwa Jo Kyung ahjussi sangat menyayangi Kim Bum. Jadi tidak mungkin berbuat hal yang bisa menyakiti Kim Bum” sambungnya

“ya, kau benar. Berita yang tersebar selama ini memang seperti itu. Namun kenyataannya tidak seperti itu” ucap bibi Kim Bum

“mwo?” bingung So Eun

“saat Kim Bum berusia sekitar 1 – 2 tahunan, Jo Kyung oppa dan Hyo In eonni bercerai” ucap bibi Kim Bum

“jadi, Jo Kyung ahjussi dan ibu Kim Bum itu sudah bercerai?” sahut So Eun dengan sedikit terkejut

“ne, mereka bercerai karena Hyo In eonni tertangkap basah sedang berselingkuh kepada seorang pengusaha kaya di sebuah restoran” cerita bibi Kim Bum sambil menghela nafas panjangnya

“beberapa bulan kemudian, Hyo In eonni menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki satu orang putra itu. Jo Kyung oppa dan juga Kim Bum menghadiri pernikahan itu. saat itu Kim Bum masih terlalu kecil untuk mengetahui sebuah perceraian, Jo Kyung oppa sengaja hanya melihat dari jauh, karena ia takut Kim Bum akan menyadari jika wanita yang berada di altar adalah ibunya. Saat dalam perjalanan pulang….

Flashback

            “appa, mengapa ibu tidak ikut kita ke pernikahan ahjussi tadi?” tanya Kim Bum kecil

            “ibumu sedang berada di rumah nenekmu di JeonJu” dusta ayah Kim Bum

Drrttt drrrtt .. Terdengar sebuah getaran ponsel, ayah Kim Bum segera menepikan mobilnya lalu mengambil ponsel di saku jasnya. Terlihat sebuah pesan masuk, ayah Kim Bum segera membukanya

From : Kim Bum Eomma

Wasseo Gomawoyo (terimakasih atas kedatangannya). Tak ingin bertele-tele, aku punya satu berita penting. Aku mengandung, dan kurasa itu adalah anak kita, adik Kim Bum. Karena aku bersumpah bahwa aku tidak pernah berbuat di luar batas bersama Ok Joo oppa yang sekarang sudah menjadi suamiku. Walau begitu, kuminta kau percayakan anak ini padaku, aku sudah berbicara pada Ok Joo oppa tentang hal ini, dan ia menyetujui jika kami yang merawat anak ini. Hanbeon, wasseo gomawoyo

~Jang Hyo In~

Dada ayah Kim Bum terasa seperti dilempar batuan besar. Dalam benaknya, bagaimana bisa ibu Kim Bum menikah dengan lelaki lain padahal saat ini ibu Kim Bum sedang mengandung anak mereka. Ia bingung apakah harus menceritakan hal ini pada Kim Bum atau tidak, akhirnya ia memutuskan untuk menutup rapat-rapat hal ini pada Kim Bum.Ia berjanji akan memberitahukan ini pada Kim Bum ketika Kim Bum sudah mulai dewasa dan bisa mengerti semua ini

End Flashback

“mwo?!” So Eun dibuat ternganga mendengar cerita bibi Kim Bum

“benar, Jo Kyung oppa sengaja berbohong kepada Kim Bum. Ia lebih memilih jika Kim Bum membencinya, daripada Kim Bum membenci ibunya” ujar bibi Kim Bum

“dimana adik Kim Bum sekarang?” tanya So Eun

“kami semua tidak tahu. Semenjak pernikahan itu, kami putus komunikasi dengan Hyo In eonni” jawab bibi Kim Bum dengan mata sayu

“mungkinkah penyebab amnesia sebagian Kim Bum karena memori tentang ibunya? Dan apa ini berarti Kim Joon tau tentang ibu Kim Bum?” tanya So Eun

“apa maksudmu?” tanya bibi Kim Bum balik

“tadi ketika Kim Joon menyinggung tentang ‘ibu’ Kim Bum langsung pingsan” jawab So Eun

“ohh.. yaa mungkin saja” ucap bibi Kim Bum dengan mimik menerawang

“lalu, apa yang bisa kubantu, bi?” tanya So Eun

“Jo Kyung oppa ingin kau membantu Kim Bum untuk bisa mengingat bahwa dia masih memiliki seorang ibu dan adik” ucap bibi Kim Bum

“ne. Aku akan membantunya secara perlahan. Tapi aku tidak mungkin sendirian, aku juga pasti akan membutuhkan 3 anggota FB4. Karena bagaimanapun Kim Bum sudah berteman lama dengan mereka dan mereka pasti tau banyak tentang Kim Bum” balas So Eun dengan senyum manisnya

“gomawo, So Eun-ah” kata bibi Kim Bum kemudian memeluk So Eun. dan So Eun pun membalas pelukan bibi Kim Bum

###

Sore ini, So Eun, Kim Bum, dan hyun sedang berada di pinggir kolam renang rumah Kim Bum. Ia sedang membantu Kim Bum untuk bisa mengingat orang-orang sekitarnya dengan sebuah buku tebal yang berada di hadapan mereka. So Eun dan Hyun Joong sengaja tidak mengajak Min Ho, Hye Sun, dan Kim Joon karena takut kejadian kemarin terjadi lagi.

“ini aku, kau, dan dua orang yang kemarin?” tanya Kim Bum pada Hyun Joong

“ne, kita berempat adalah sahabat sejak kecil. Ini kau, ini aku, ini namanya Kim Joon, dan ini Min Ho. Kita sangat populer di sekolah Shinhwa, kita adalah sebuah geng bernama FB4” jelas Hyun Joong

“FB4?” tanya Kim Bum

“ne, FB4. Flower Boys 4. Itu sudah terbentuk sejak kita berusia sekitar 7 tahun-an, dan yang memberikan nama Flower Boys 4 adalah ayah Min Ho. Karena ayah Min Ho bilang wajah kita semua sangat tampan, bahkan bisa disandingkan dengan keindahan bunga di musim semi” jelas Hyun Joong sementara Kim Bum dan So Eun hanya mendengarkannya dengan baik

“Hmm..untuk pertama, Kim Joon” kata Hyun Joong sambil menunjuk foto Kim Joon yang sengaja sudah ditempel di buku itu

“orang ini yang ‘menoyol’ kepala ku kemarin. Sungguh tidak sopan” gumam Kim Bum

“isshh, kau ini semenjak hilang ingatan, perilakumu itu sangat mirip Min Ho. Mudah sekali terpancing emosi” sahut Hyun Joong

“aahhh sudahlah, abaikan saja. Kembali ke topik utama, Kim Joon. Namanya adalah Hyung Joon……”Hyun Joong dan So Eun masih terus membantu Kim Bum untuk mengingat orang-orang sekitarnya

###

“kenapa belakangan ini dia suka sekali mengajak kita ke caffe kecil seperti ini?” ucap Eun Jung yang lebih mirip dengan sebuah rengekan

“geuraesso. Apa uangnya sudah habis sehingga mengajak kita ke caffe murahan seperti ini?” setuju Jessica sambil memperhatikan setiap sudut di caffe itu

“ini pesanana kalian” kata Suzy sambil memberikan kopi ke Jessica dan Eun Jung. Kemudian ia duduk di kursi di depan Eun Jung

“yya! Kau sedang berhemat atau kekurangan uang, sehingga mengajak kami ke caffe seperti ini, hah?” tanya Eun Jung

“apa yang salah dari caffe ini? Interiornya lumayan bagus, kopi disini juga enak” kata Suzy sambil tersenyum

“ada yang aneh denganmu” kata Jessica sambil memandang Suzy

“yya, tidak ada salahnyakan jika sesekali kita bersantai di caffe kecil seperti ini. Apa kalian tidak bosan menghabiskan waktu di mall-mall besar? Sesekali kita harus melihat dunia luar yang jauh dari kehidupan kita yang bergelimang harta” ucap Suzy

“Suzy-ya, ada apa denganmu? Kata-katamu sangat berbeda dari biasanya” ucap Jessica dengan heran

“kita tidak punya harta benda apapun, jadi kita harus belajar hidup mandiri mulai dari sekarang” ujar Suzy yang masih menunjukkan senyumannya

“tidak punya harta benda apapun? Matamu rabun, hah?” tanya Eun Jung

“semua yang kita miliki itu punya orang tua kita. Mobil, ponsel, tas mahal, sepatu bahkan sikat gigi yang kita gunakan sehari-hari itu dibeli dengan uang orang tua kita, bukan uang kita. Kita harus mencontoh orang-orang diluar sana, mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang. Harusnya kita malu pada diri kita sendiri, karena kita hanya bisa menghabisi uang tanpa bisa menghasilkannya. Apa yang bisa kita banggakan? Bahkan kita lebih miskin daripada penjual baso ikan seperti Hye Sun. Sudahlah… jangan bersombong-sombong diri lagi, semua ini bukan milik kita” ucap Suzy panjang lebar. Eun Jung hanya mendengarkannya dengan malas dan heran. Sedangkan Jessica, entah mengapa, ia menjadi gugup dan cemas ketika mendengar Suzy berkata ‘bahkan kita lebih miskin daripada penjual baso ikan’ secara tiba-tiba ia langsung terpikirkan kehidupan lampaunya.

“ah… aku ada urusan mendadak. Aku pergi dulu yaa.. Annyeong” kata Jessica lalu pergi dari hadapan Suzy dan Eun Jung dengan cepatnya

“ada apa dengannya?” gumam Suzy sambil melihat Jessica yang sedang membuka pintu cafe itu

“urusan mendadak apa?” sahut Eun Jung yang kini melihat Jessica semakin menjauh

###

Setelah sekitar 10 hari Kim Bum berada di korea, akhirnya ayah Kim Bum memutuskan untuk menyekolahkan Kim Bum kembali di Shinhwa. Dan ini adalah hari pertama Kim Bum kembali bersekolah setelah peristiwa tidak mengenakkan itu. Ia bersama So Eun di sampingnya dan Hyun Joong yang berada di belakangnya.

“tidak banyak yang berubah” gumam Kim Bum saat tiba di pintu masuk

“kau mengingat sekolAh Ini?” tanya So Eun heran

“tentu. Ayo kita masuk” kata Kim Bum sambil menarik tangan So Eun. Sementara Hyun Joong hanya mengikuti Kim Bum dan So Eun bagaikan ekor. Saat masih berjalan menuju kelas, tiba-tiba saja Kim Bum, So Eun, dan Hyun Joong dihadang 3 orang gadis. Siapa lagi kalau bukan Sweet Girl.

“annyeong Kim Bum!! Selamat kembali ke sekolah” ucap 3 gadis itu berbarengan

“kau ingat mereka?” bisik Hyun Joong dari belakang

“issh.. mana bisa aku lupa pada 3 yeoja tidak tau diri seperti mereka” kata Kim Bum sambil memandang Sweet Girl dengan tatapan sinis

“Bum-ah… akhirnya kau kembali juga” kata Jessica yang langsung merangkul lengan kanan Kim Bum

“yya! Kau ini apa-apaan” kata Kim Bum sambil menyingkirkan tangan Jessica dari lengan kanannya

“jangan pernah dekat-dekat denganku lagi. Kau tau, aku ini sudah memiliki kekasih. Apa kau tidak lihat, hah?!” kesal Kim Bum. Sweet Girl menatap So Eun yang sedang tersenyum di gandengan Kim Bum

“mwo!” kejut Jessica dan Eun Jung, tidak dengan Suzy

“bukankah kau dan So Eun sudah putus?” ucap Jessica tidak percaya

“tidak. So Eun masih kekasihku” kata Kim Bum sambil mengeratkan gandengannya dengan So Eun

“mwo! Aissh… kenapa kau kembali lagi, hah?!” kesal Eun Jung dengan menunjukkan wajah sebal pada So Eun

“yya! Yya! Yya! Kalian ini… sudahlah… apa salahnya jika So Eun kembali pada Kim Bum, hah?! Yang pentingkan mereka bahagia, ya kan So Eun?” ucap Suzy dengan senyumnya yang tertuju untuk So Eun. Jessica, Eun Jung, hyunjoong, Kim Bum, bahkan So Eun terkejut mendengarnya.

“y..ya! Suzy-a.. apa otakmu bergeser?” heran Eun Jung

“aissh… sudah..sudah,, ayo kita pergi” kata Suzy sambil menarik kedua temannya itu pergi

“apa telingaku sedang bermasalah?” tanya Hyun Joong sambil menatap kosong kearah depan

“atau kepalanya itu baru saja terbentur batu marmer besar?” Kim Bum memandang heran ke Sweet Girl yang melenggang pergi

“sejak kapan dia menjadi baik seperti itu padaku?” tanya So Eun pada dirinya sendiri

###

Dua minggu sudah Paman, Bibi serta William menetap di korea. Hari ini adalah waktunya mereka pulang ke Berlin-Jerman. Kim Bum, So Eun, serta ayah Kim Bum turut mengantarkan mereka sampai ke bandara.

“Hyung… aku pulang, lain kali pasti aku akan berlibur ke sini” kata paman Kim Bum sambil merangkul ayah Kim Bum

“ne, kalau liburan nanti jangan lupa ke korea” kata ayah Kim Bum sambil menepuk bahu paman Kim Bum yang merupakan adik kandungnya itu

“hyung.. aku akan kembali ke Jerman, jangan rindukan aku yaa” kata William sambil memeluk Kim Bum yang berjongkok di hadapannya

“siapa juga yang akan merindukanmu, hah? Aku tidak akan merindukanmu” ucap Kim Bum dengan nada yang pura-pura ketus. Namun sebenarnya Kim Bum sangatlah menyayangi adik sepupunya itu. Ia mengelus rambut William dengan penuh kasih sayang

“Noona.. tolong jangan lupakan aku” kata William sambil berganti memeluk So Eun

“ne, aku pasti tak akan melupakanmu. Aku pasti akan merindukanmu” kata So Eun sambil membalas pelukan William

“So Eun..tolong kau ingat pesanku baik-baik” kata bibi Kim Bum sambil memeluk Kim Bum

“tentu bi” bisik So Eun. Beberapa detik kemudian terdengar pengumuman untuk penumpang tujuan Berlin agar segera menuju ke pintu penerbangan luar negri karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Paman dan bibi Kim Bum serta William pun segera menuju ke pesawat.

###

“tak seharusnya kau ucapkan kata yang begitu ketus pada William seperti tadi” tegur ayah Kim Bum yang duduk di samping supir pribadinya. Saat ini ayah Kim Bum, Kim Bum, dan So Eun sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Kim Bum.

“tidak, ayah. Aku hanya berpura-pura saja” kata Kim Bum sambil menyandarkan kepalanya ke jendela

“kau harus menyayanginya sepenuh hati” kata ayah Kim Bum lagi

“tentu saja. Aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri. Karena aku tidak mempunyai adik, maka mudah bagiku untuk menganggapnya seperti adik kandungku” kata Kim Bum yang membuat ayah Kim Bum dan So Eun menjadi saling pandang

“ne, kau benar” kata So Eun menimpali

            “kau mempunyai adik Kim Bum” batin ayah Kim Bum yang mengalihkan pandangannya ke jalanan lurus di depannya

###

Sore ini, So Eun ditemani Hye Sun dan Ji Yeon sedang berkeliling di salah satu mall terkemuka di Seoul. Hye Sun dan Ji Yeon menemani So Eun yang berniat untuk membelikan Kim Bum sebuah hadiah untuk memperingati 6 bulan mereka menjadi sepasang kekasih setelah sempat putus.

“kenapa kau harus membeli barang di tempat semahal ini?” tanya Hye Sun sambil memperhatikan setiap sudut mall ini

“tak apa lah.. sekali-kali aku juga ingin memberikan dia hadiah yang mahal” jawab So Eun santai sambil memperhatikan jam tangan laki-laki yang sedang dipajang

“apa keluarga kekasih merestui hubungan kalian?” tanya Ji Yeon lagi

“ne, bahkan sampai paman, bibi dan adik sepupunya juga sudah merestui kami” jawab So Eun dengan senyum manisnya

“enak sekali kalian. Hye Sun eonni sudah dijanjikan pertunangan setelah lulus nanti. Dan So Eun eonni sudah mendapatkan lampu hijau dari keluarga kekasih eonni” ujar Ji Yeon sambil menghela nafasnya

“memangnya kau kenapa? Apa mereka masih belum menerimamu juga?” tanya Hye Sun yang sudah mengetahui permasalahan hubungan percintaan Ji Yeon

“jadi, orang tua kekasihmu belum memberikan restu juga?” tanya So Eun dengan ekspresi terkejut

“ne, bahkan sampai sekarang Seung Ho belum pulang ke rumahnya juga. dia masih tinggal di apartemennya” ucap Ji Yeon dengan lemah

“jadi dia tidak tinggal di rumahnya?” tanya So Eun

“ne, dia tidak tinggal di rumahnya. dia tinggal di apartemennya” jawab Ji Yeon

“apa sampai sekarang orang tuanya tidak mencari dia?” heran So Eun

“ayahnya sudah meninggal. Dia bilang dia benci ibunya, karena ibunya itu tidak mencari dia. Dan kakaknya, dia adalah orang yang paling menentang hubungan kami. Dia sama sekali tidak berkomunikasi dengan keluarganya.  Bahkan telepon saja tidak. Saat ini aku merasa sangat bersalah, dia begini karena aku. Bahkan dia harus bekerja paruh waktu untuk hidupnya sehari-hari” cerita Ji Yeon

“kau harus sabar menghadapi keluarga kekasihmu yang seperti itu. Karena sekeras-kerasnya batu pasti akan berlubang juga jika ditetesi air terus menerus” pesan So Eun

“ne, sekarang waktunya kau dan kekasihmu menunjukkan seberapa besar cinta yang kalian miliki. Tunjukkan mana yang lebih kuat, cinta kalian atau larangan dari keluarga kekasihmu itu” Hye Sun meneruskan

“hwaithing Ji Yeon-ah!!!” ucap So Eun dan Hye Sun dengan serempak dan membuat Ji Yeon tersenyum senang. Namun, tak lama kemudian senyumannya itu hilang ketika melihat seorang gadis mengenakan pakaian casual musim semi dengan gadget canggih di tangannya. Ji Yeon menatap orang itu dengan sinisnya, beberapa saat kemudian mata mereka bertemu dan membuat mereka diam di tempat masing-masing

“cih..dosa apa aku hingga bertemu dengannya kembali” gumam Ji Yeon dengan pelan

“bertemu siapa?” tanya So Eun, kemudian ia mengikuti arah mata Ji Yeon

“siapa?” tanya Hye Sun yang juga penasaran. Ia juga memutar bola matanya ke arah pandangan Ji Yeon

“mwo? Dia…dia Jessica. Kau mengenalnya?” tanya So Eun pada Ji Yeon

“eonni mengenal dia?” tanya Ji Yeon yang matanya tak lepas dari Jessica yang sedari tadi terlihat gusar

“dia teman sekolah kami. Dia pelajar di Shinhwa juga” jawab Hye Sun. Sesaat kemudian, Ji Yeon tersenyum sinis

“moment yang sangat tepat” ucapnya lalu egera berjalan menghampiri Jessica. Hye Sun dan So Eun mengikutinya walau dengan wajah yang masih bingung

“hai nona Jessica. Kita bertemu lagi” ucap Ji Yeon dengan menekan kata ‘Jessica’. Sementara Jessica terlihat cemas dan tidak menatap wajah Ji Yeon

“Soo Yeon eonni..oopss! maksudku nona Jessica, apa kau kesini untuk berbelanja barang-barang bagus dan bermerk? Oh.. betapa bodohnya aku bertanya seperti itu, jawabannya sudah pasti ‘iya’” ucap Ji Yeon dengan nada menyindir. Sementara gurat kecemasan belum sirna dari wajah Jessica

“Ji Yeon-ah.. sebenarnya ada apa ini? kau mengenalnya? Dan Jessica, apa kau juga mengenal Ji Yeon?” tanya Hye Sun. Jessica memandang Hye Sun sebentar lalu segera menjawab

“tidak. Aku sama sekali tidak mengenalnya” jawab Jessica dengan berusaha menghilangkan rasa takutnya

“waahh.. hebat sekali. Kau tidak mengenalku, tapi bagaimana bisa kita bersahabat dulu, eoh?” tanya Ji Yeon yang membuat Jessica merasa terudutkan

“oh..maaf aku lupa. Dulu aku bersahabat dengan Jung Soo Yeon bukan Jessica Jung. ya..yaa.. maafkan aku, aku lupa” ucap Ji Yeon dengan intonasi sangat menyindir

“aku benar-benar tidak mengerti. Persahabatan? Jung Soo Yeon?apa maksudnya itu?” tanya So Eun bingung

“maaf, aku masih ada urusan. Aku pergi dulu” kata Jessica lalu bergegas pergi

“cepat atau lambat, semuanya akan tau. Tinggal kau pilih saja, mengaku atau tertangkap basah” ucap Ji Yeon yang berhasil membuat langkah Jessica terhenti

“sekarang ini, aku bukan Park Ji Yeon beberapa hari yang lalu. Aku bukan lagi orang miskin yang bisa kau hina sesuka hati. Karena aku baru saja menyadari bahwa ternyata aku mempunyai sebuah kunci harta karun yang sangat berharga. Tunggulah saatnya tiba” sambung Ji Yeon

“aku pergi” kata Ji Yeon sambil menarik tangan Hye Sun dan So Eun

“yya! Ji Yeon-ah, aku belum jadi membeli hadiahnya” protes So Eun

“nanti saja eonni. Ini bukan tempat kita” bisik Ji Yeon sambil terus menarik tangan So Eun dan Hye Sun

“sebenarnya ada apa diantara kalian?” tanya Hye Sun penasaran

“akan aku ceritakan nanti. Dan aku yakin kalian pasti akan sangat terkejut” jawab Ji Yeon dengan suara pelannya

Sementara Jessica masih terpaku ditempatnya. Ia takut akan ancaman Ji Yeon. Ia tidak mau jati diri yang sebenarnya terungkap. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, mencoba melampiaskan semua amarahnya.

“Ji Yeon..kau benar-benar! Akh! Gadis sialan!” kesal Jessica

###

So Eun baru saja tiba di rumahnya. Ia meletakan paper bag besar berisi sebuah coat musim semi di sofa depan televisi lalu segera merebahkan tubuhnya di sofa itu.

“huufft.. lelah sekali” gumam So Eun

“kau baru pulang?” tanya Soo Hyun yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan handuk yang bertengger di bahunya

“ne” jawab So Eun sambil memejamkan matanya

“waah.. apa yang kau beli?” tanya Soo Hyun sambil membuka paper bag berukuran besar itu. dan dilihatnya sebuah coat musim semi berwarna moccachino yang sangat cocok untuk dipakai di musim semi yang baru saja tiba

“apa ini untukku?” tanya Soo Hyun dengan senangnya

“oppa! Jangan! Itu untuk Kim Bum, bukan untuk oppa” kata So Eun sambil memasukan coat itu kembali ke dalam paper bag

“yya! Kau ini… mengapa kau belikan Kim Bum sedangkan kau tidak membelikan aku? Selama ini kan aku yang memberikanmu makan, mengapa aku tidak kau belikan?” protes Soo Hyun

“oppa nanti saja.. kalau aku mempunyai uang lebih” jawab So Eun sambil membenarkan posisi duduknya

“oh ya, kapan kau akan membawa Kim Bum ke rumah? Selama ini, aku hanya melihatnya difoto saja” ucap Soo Hyun

“kalau saatnya sudah tiba” kata So Eun sambil bergegas masuk ke kamarnya

“tapi kapan?” tanya Soo Hyun dengan agak memaksa

“molla~~ aku mau tidur. Jangan ganggu aku” teriak So Eun dari dalam kamarnya

“aish..anak itu, selalu saja begitu” kata Soo Hyun sambil memencet tombol on di remote televisinya

###

“oppa” teriak So Eun saat baru membuka pintu kamarnya

“yya!” kejut Soo Hyun ketika So Eun berteriak. Sontak ia menoleh ke belakangnya

“apa kau gila?! Ini tengah malam, kau hampir saja membuat jantungku berhenti berdetak” protes Soo Hyun karena terkejut

“oppa!” teriak So Eun lagi sambil duduk di samping Soo Hyun

“yya! Jangan berisik! Kau ini, mengapa tengah malam seperti ini belum tidur. Besok kan kau harus sekolah” kata Soo Hyun

“oppa sendiri kenapa tengah malam seperti ini belum tidur dan malah sibuk bermain ponsel?” tanya So Eun yang sepertinya lupa dengan alasan ia berteriak tadi

“ah..a..aniya.. aku hanya sedang bosan, jadi aku bermain game di ponsel hehe” Soo Hyun tertawa hambar

“oppa wajahmu tidak meyakinkan. Apa..kau sudah berkencan yaa?? Benar? Siapa gadis itu?” tanya So Eun dengan mata yang menyipit

“mwo? K..kau! kau anak kecil, jangan sok tau!” kata Soo Hyun dengan waja memerah

“a.. ini tak salah lagi, lihatlah wajahmu memerah” goda So Eun sambil mendorong pelan lengan Soo Hyun

“yya! Kau ini. tidak.. aku tidak berkencan dengan siapapun” elak Soo Hyun

“haa.. wajahmu menunjukkan sebalikny, oppa. Marhae.. siapa gadis tak beruntung itu?” tanya So Eun dengan wajah yang benar-benar meledek

“mwo? Gadis tak beruntung katamu? Yya! Tentu saja dia beruntung karena bisa mendapatkan namja keren sepertiku” bangga Soo Hyun yang tanpa sadar bahwa secara tidak langsung ia membenarkan perkiraan So Eun

“yaaaa…. kau ketahuan! Hahaha.. benar apa kataku, ternyata kau sudah berkencan. Cepat katakan padaku siapa gadis itu. katakan..katakan..katakan..” paksa So Eun sambil mengguncang-guncang tubuh Soo Hyun

“isshh.. kau ini. oh ya, kenapa tadi kau berteriak” kata Soo Hyun mencoba mengalihkan pembicaraan. Dan sepertinya So Eun pun terjerumus ke dalam trik Soo Hyun ini

“oh.. itu ada kecoa di kamarku. Tadi kecoa itu berjalan di atas selimutku. Aku takut melihatnya” kata So Eun dengan ekspresi wajah ketakutannya

“baiklah, aku akan lihat dulu” kata Soo Hyun sambil berjalan menuju kamar So Eun. Dan sepertinya ia lupa dengan ponsel yang ia tinggalkan di sofa

“hoaam.. ngantuk se….mwo? haha.. ini kesempatan besar” kata So Eun ketika melihat ponsel blue metalic Soo Hyun tergeletak dengan bebas disampingnya

“hahaha..oppaa.. sebentar lagi rahasiamu akan terbongkar” kata So Eun sambil memasukkan password yang memang sudah ia ketahui

“pesan..pesan..pesan” gumam So Eun sambil mengutak-atik ponsel Soo Hyun

“MWO?!” So Eun terkejut ketika melihat list message paling atas. Tertera nama BAE SUZY. Karena penasaran iapun membukanya. Dan So Eun merasa lebih terkejut lagi ketika membukanya. Tak berapa lama, iapun menyunggingkan senyum penuh kemenangan.

###

Saat ini So Eun dan Hye Sun sedang berkumpul di ruangan FB4 tentunya bersama FB4 minus Kim Bum. ya, saat ini Kim Bum memang belum datang.

“sudah sesiang ini mengapa ia belum datang?” tanya Kim Joon sambil duduk di samping So Eun kemudian ia meneguk segelas air putih yang baru saja diambilnya

“ne, tidak biasanya ia datang siang” sahut Hyun Joong

“entahlah, mungkin dia terjebak macet” jawab So Eun

“Seoul bukan kota padat penduduk seperti Beijing. Macet sangat jarang terjadi. Apa tadi pagi kau sudah menelponnya? Kau tau sendiri dia sangat sulit untuk bangun pagi” ucap Min Ho

“tadi pagi aku sudah menelponnya” balas So Eun

“annyeong” sapa seseorang yang terlihat baru saja datang

“kau baru datang?” tanya Hyun Joong, sebenarnya ini lebih terlihat seperti sebuah pernyataan

“ne, tadi ada sedikit masalah pada mobilku” kata Kim Bum. kemudian iapun berjalan menuju So Eun. Matanya menatap Kim Joon dengan tatapan yang sangat tajam.

“ne.. ne… kau ini pencemburu sekali” kata Kim Joon yang mengerti arti tatapan Kim Bum. Ia segera pindah duduk menjadi di samping Hyun Joong

“annyeong” sapa Kim Bum lalu mencium pipi So Eun dengan singkat

“yya! Apa yang kau lakukan, ha?!” ucap So Eun dengan wajah tersipu malu

“So Eun, tadi kau bilang kau ingin mengatakan sesuatu padaku” kata Hye Sun yang duduk di sebelah Min Ho

“ne. Kalian tau, ternyata Suzy berpacaran dengan Soo Hyun oppa!” seru So Eun

“MWO?!” Semuanya terkejut

“apa kau bercanda, Suzy berpacaran dengan kakakmu? Tapi bagaimana mereka bisa saling mengenal?” tanya Min Ho

“aku juga tidak tau. Semalam aku membaca percakapan di ponsel Soo Hyun oppa” balas So Eun

“jadi apakAh Ini alasan mengapa belakangan ini sikapnya terhadapmu berubah” Hyun Joong mengangguk-angguk

“ne, itu mungkin saja” gumam So Eun

“wahh…tapi itu berita bagus. Itu berarti dia tak akan mengusik hubungan Kim Bum dan So Eun lagi. Benarkan’?” ucap Kim Joon

“Suzy iya.. tapi untuk dua nenek lampir itu. bagaimana, eoh?” ucap Kim Bum dengan malas

“bagaimana kalau nanti malam kita ke bar, aku sudah selesai merenovasinya. Kalian harus melihatnya, karena hasilnya itu sangat keren”pamer Kim Joon

“tidak bisa, nanti malam aku ada acara bersama So Eun. Iyakan So Eun?” kata Kim Bum sambil memeluk bahu So Eun lalu menyandarkan kepalanya. Sementara So Eun hanya pasrah saja

“Kim Bum… pagi-pagi kau sudah memamerkan kemesraan. Kau pikir kau saja yang bisa eoh?” ucap Min Ho sambil ikutan, ia memeluk bahu Hye Sun dan menyandarkan kepalanya. Berbeda dengan So Eun yang pasrah, Hye Sun justru menolak dengan mencoba mengangkat kepala Min Ho yang bersandar di bahunya. Yang lainnya hanya tertawa melihat mereka

“memangnya nanti malam kalian mau kemana?” tanya Kim Joon yang mulai kembali ke topik utama

“rahasia. Pokoknya kalian tak boleh tau, kalau kalian tau pasti kalian akan mengacaukannya” jawab Kim Bum sambil melepaskan pelukannya pada So Eun lalu berduduk santai

“aish.. sok romantis” cibir Min Ho

“sudahlah kita ke kelas saja, sebentar lagi waktunya masuk” ajak Hyun Joong mencoba menengahkan

###

So Eun dan Hye Sun sedang makan siang di kantin. Saat mereka tengah asik makan, tiba-tiba tiga orang tak diinginkan datang menghampiri mereka.

“annyeong… apa aku boleh bergabung dengan kalian?” tanya Suzy dengan mengejutkan. Mimik wajah Eun Jung yang tadinya sinis berubah menjadi keterkejutan. Sementara ekspresi ketakutan tergambar jelas di wajah Jessica

“Suzy-ah.. apa yang kau lakukan?!” ucap Eun Jung dengan pelan.

“kenapa? Ada yang salah? Sudah.. ayo kalian duduk situ” kata Suzy sambil menunjuk kursi kosong dihadapannya –yang juga berarti di samping Hye Sun-

“ckckck… kali ini apa lagi,eoh? Yya! Suzy-ah.. strategi apa lagi yang kau buat kali ini?” ucap Hye Sun yang merasa waktu makan siangnya terganggu karena kedatangan Sweet Girls

“aku hanya ingin makan bersama kalian. Sica-ah, Eun Jung-ah, mengapa hanya berdiri? Ayo duduk” kata Suzy dengan cerianya

“So Eun-ah, kau sudah selesai makan atau belum? Kalau sudah ayo kita cepat-cepat pergi” kata Hye Sun dengan sensitifnya

“ne, aku sudah selesai” kata So Eun sambil berdiri dari kursinya. Sementara Suzy menatap So Eun dan Hye Sun dengan bingung

“ckckckck… makin hari persahabatan kalian makin tidak kompak saja” ucap Hye Sun sambil menatap Suzy, Eun Jung, dan Jessica secara bergantian

“yya! Apa maksudmu berkata seperti itu,hah?!” ucap Eun Jung yang sepertinya naik darah. Suaranya meninggi, hingga seisi kantin memperhatikannya

“Eun Jung-ah, kecilkan suaramu” bisik Suzy

“ha… ini kesempatan bagus, mumpung semuanya sedang memperhatikan kita, sebaiknya kita buka semuanya disini” ucap Hye Sun sambil memandang orang-orang yang sedang memperhatikannya. Sementara Jessica hanya diam saja, wajahnya semakin terlihat ketakutan.

“aigo..bagaimana jika Ji Yeon sudah menceritakan semuanya pada mereka. Bisa-bisa reputasiku hancur seketika” cemas Jessica dalam hati

“kalian tahu….”Hye Sun menggantungkan kata-katanya, membuat yang lain penasaran. Tak terkecuali So Eun, karena Hye Sun tak mengatakan pada So Eun apa yang akan ia bicarakan. Hye Sun menatap mata Suzy dengan lekat

“Mereka! Sweet Girls, yang sering dipuji-puji, yang katanya anak-anak orang kaya dan anti berteman dengan rakyat jelata. Kalian semua tau, bahwa satu diantara mereka ada…..”belum sempat Hye Sun melanjutkan ucapannya, sudah ada sebuah tangan yang membungkam mulutnya dengan keras. Dan ternyata tangan itu adalah tangan Jessica.

“NE! AKU MEMANG HANYA ANAK ANGKAT, SEMUA YANG AKU PAMERKAN ADALAH HARTA ORANG TUA ANGKATKU! ORANG TUA KANDUNGKU MEMANGLAH ORANG MISKIN! AKU MENINGGALKAN ORANG TUA KANDUNGKU DEMI HARTA ORANG TUA ANGKATKU! KAU PUAS SEKARANG!!!!!!!” ucap Jessica dengan keras. Tak hanya itu ia juga menjambak-jambak rambut Hye Sun. Disudut matanya terlihat air mata amarah. Hye Sun yang dijambaki hanya diam saja saking terkejutnya. Sementara So Eun, Hye Sun, Eun Jung, dan Suzy serta pengunjung kantin yang lain terbelak mendengar pengakuan Jessica barusan

“mwo?” ucap So Eun hampir tak terdengar

“benarkah itu?” Suzy bertanya-tanya dengan gaya tangan kanan yang menutupi mulutnya

“mwoya..” gumam Eun Jung dengan mata membulat. Terdengar juga bisikan-bisikan yang lainnya, seperti

“jadi dia hanya anak orang miskin”

“apa dia anak pungut?”

“aku sungguh mau jika aku menjadi dirinya”

Setelah merasa puas ‘menyiksa’ Hye Sun iapun pergi dengan nafas yang masih memburu.

“apa yang ia bicarakan” gumam Hye Sun sambil memegangi kepalanya atau lebih tepatnya rambutnya

“Hye Sun-ah.. kau baik-baik saja?” tanya So Eun dengan cemas

“tadi nenek sihir itu bilang apa?” tanya Hye Sun tanpa mengindahkan pertanyaan So Eun, wajahnya pun masih terlihat seperti orang ling-lung

“ckckckck” gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

TBC

Gimana? Makin gaje kah? Oh ya.. maaf yaa kalo aku ngepost ff ini kelamaan. Cause, sekarang lagi banyak banget tugas jadi jarang on. Selain itu juga karena masalah siders. Visitor sama jumlah komentarnya sangat-sangat ga imbang, jadi males nge-post ff-nya -_- make me feel so sad ㅠㅠ . To siders, semoga cepet sadar.. amin…

 

 

20 thoughts on “Secret of Love Part 9

  1. waaa akirnya part ini mncul jg
    nmbah seru ceritanya, scene bumsso nya kurang nih kke
    pnsran gmna bsa suzy dgn sohyn jdian kan sohyun bnci suzy? pngen ada ceritanya nih di next partnya
    dan trnyta jesica akirnya ngaku jg, gmna respjn suzy dkk
    mkin seru ceritanys, gk sbar thor bca next partnya jgn lma2 thor hhe

  2. Wuaaaahhhhhhhh… Seruuuuuu..
    Tp thor bnyakin lgi crta bumsso ny,, dkit bnget mrka brsma,, mesra ny jga kurang,,, tmbahin yaaa…….🙂

  3. hai aku pendtang baru di sini .
    cerita nya menarik lo .
    soeun ayo semangat terus berusaha buat
    ingatan kim bum kembali .
    author semnagat ya nulisnya
    semangat!!!!!!!!!

  4. Yang ditunggu tunggu di publish juga😀 keren banget eonni😉
    bagus banget makin seru daebak deh pokok nya🙂 penasaran banget sama lanjutan nya😀
    nexxtttttt eonni ditunggu jangan lama2 oke😉 hehhe

  5. Yaaaa thorrr jebaalllllllll… Next part nya mna….😦 lama bngetttt… #Maksa dikit ya thor🙂

  6. Ckckck,, jessica mengakuinye sndiri
    pdhal kan belum tentu hye sun mw bilang sperti itu…
    Ckckck
    nextt,, mw tw klanjutan hub sso hyun ma suzy

  7. lllllaannnjjuuutttttt chigu daebakkkkkk aaiiiisshhh bumppa pagi pagi dah mesra ma sso onni pa lagi klo dah nikah gimana tuh jadi penasaran omo aku tebak he sun mau ngomong klo suzy pacaran ma oppanya sso onni tpi jessica bongkar sendiri tu rahasian kekekekeke l

  8. Setelah sekian lama nunggu, akhirnya dipost jga..:D
    Aigok, bumsso mkin romantis..:D
    nohh? Knpa jessica ngaku sendiri.. hye sun kyknya mau bilang tntng suzy deh?? -_-
    Terbongkar dngn sendirinya tuh rahasinya..-_-
    ditunggu ya part slnjtnya..^^
    saeng, tau eon?? Eon yg wkt ini usernamenya Agunk Geg Mira..:D heheheh

  9. Ternyata suzy menjalin hubungan sama oppanya so eun,pantes aja dia baik ke so eun..
    Akhirnya jessica mengakui juga kalo dia anak angkat,makannya jangan sombong dulu,.

  10. Wahh ,, Soohyun jjang ! Ky’x dy dehh yg bawa dampak baik sama diri Suzy🙂
    Suzy mulai ngerti gmna mmprlakukan org , bhkn dy menyadari apa yg dy pnya tak sharus’x disombongkan .. Makin bijaksana ..
    Aigoo ,, BumSso jjang ! Makin romantis ajah . Bt Bum blom ada tanda” inget sama ibu & adik’x😦
    Jiyeon jg kasian ,, msh hrus berjuang keras soal hbungan’x sama Seungho . Jiyeon hwaiting !!
    Hha~ si Jessica slh nanggep tuhh smpe keceplosan . Maka’x , jd org tuhh jgn ky’ kacang lupa kulit ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s