This is My Evidence That I Love You

THIS IS MY EVIDENCE THAT I LOVE YOU

Author                       : Angel’s Wings

Main Cast                 : Kim Bum dan Kim So Eun

Cast                            : Moon Geun Young, Park Soo Jin, Kim Sung Soo, Kim Ji Hoon, Kim Yoo Bin, Mason Moon, Kim Woo Bin (cameo), Kim Yoon Hye (cameo), Moon Joo Won (cameo),

Genre                                    : Romance, Sad,

Type                           : One Shot

Disclamier : Semua artis yang terlibat bukan milik author. Mereka milik Tuhan, agensi, keluarga, rekan, dan fans masing-masing. Karya ini murni milik author. Bila ada kesamaan watak tokoh, alur, dll merupakan suatu ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk menjiplak karya orang lain.

~~~

Annyeong mates yang mungkin lagi pada galau *termasuk saya*

Kali ini aku bawakan OS bumsso. Semoga bisa menghibur🙂

Happy reading!!

~~~

Disebuah ruang make up artis, duduklah gadis manis yang sedang memandang kosong kearah cermin. Wajahnya terlihat lesu, mengingat hal menyakitkan yang baru saja terjadi.

“kim So Eun” panggil sang manager. Gadis yang merupakan artis besar bernama kim So Eun itupun segera menoleh ke sumber suara.

“ada apa eonni?” tanya So Eun masih dengan ekspresi sedihnya.

“sebentar lagi syuting akan dimulai. Persiapkan dirimu dengan baik, ini adalah syuting hari pertamamu. Tadi kau sudah melakukan beberapa NG, kali ini kau harus mengulanginya dengan baik” kata sang manager sambil menarik kursi untuk duduk di depan So Eun. So Eun tak menjawabnya, ia hanya diam dan menundukkan kepalanya. Tanpa terasa setetes cairan bening muncul dari mata indahnya. So Eun menangis. Namun ia mencoba untuk menyembunyikan tangisnya.

“So Eun” lirih manager So Eun kemudian ia memeluk tubuh So Eun. So Eun membalas pelukan manager yang sudah ia anggap sebagai kakak itu. Dalam pelukan managernya, So Eun meluapkan semua rasa gundah dalam dirinya, ia menangis histeris. Untung saja saat ini semua crew dan pemain sedang rehat sambil menyetel musik dengan suara yang keras sehingga tangisan So Eun tidak terdengar.

“hatiku sakit eonni hiks hiks hiks” tangis So Eun kemudian ia melepaskan pelukannya pada manager bernama Park Soo Jin itu. Manager yang selama 5 tahun terakhir sudah menemani kegiatannya. Manager yang sudah ia anggap seperti seorang kakak. Bahkan ia lebih dekat kepada manager Park dibanding adik perempuannya sendiri.

“bersabarlah.. mungkin ini cobaan dalam hubungan kalian. Yang harus kau lakukan saat ini adalah bertahan. Cobalah untuk mempercayainya” kata manager Park sambil mengelus punggung So Eun

“tidak. Aku sudah memutuskan hubungan kami semalam” kata So Eun dengan tatapan kosong

“mwo?!” kejut manager Park

“apa yang kau lakukan sso-ah?!” tanya manager Park dengan suara yang agak tinggi

“aku sudah tidak tahan, ini semua sudah cukup. Selama 4 tahun ini aku sudah banyak bersabar, eonni” kata So Eun masih dengan linangan air mata di pipi mulusnya

“So Eun..apa kau yakin keputusanmu itu yang terbaik?” tanya manager Park memastikan

“ne, aku yakin” ucap So Eun

“nona Park, Kim So Eun harus take” teriak sang sutradara dari luar ruang make up

“ye!” teriak manager Park

“ya sudah, sekarang hapus air matamu. Make up mu jadi berantakan seperti ini. Aigo.. matamu bengkak” kata manager Park sambil menghapus air mata di pipi So Eun lalu membedakinya kembali.

Ya, dia adalah Kim So Eun atris yang namanya melejit setelah membintangi drama Kkotboda Namja atau yang lebih dikenal dengan nama Boys Before Flowers. Drama itu memberikan banyak efek dalam hidupnya, salah satunya adalah seorang pangeran cinta. Di dalam drama itu ia menemukan seorang pangeran cinta. Namanya adalah Kim Sang Bum atau Kim Bum. Kalian pasti sudah tau, ya.. dia adalah pemeran si cassanova So Yi Jeong. Mereka sudah menjalin kasih selama kurang lebih 4 tahun, kisah cinta yang bisa dibilang ‘awet’ untuk seorang public figure Korea Selatan. Namun sayang, kisah cinta mereka sudah berakhir beberapa jam lalu. Bisa dibilang kehadiran orang ketiga adalah penyebab runtuhnya jalinan cinta mereka. Sangat disayangkan.. 4 tahun yang berharga menjadi sia-sia begitu saja. Padahal mereka sudah mempunyai bayangan untuk jenjang yang lebih serius.

~~~

Ditempat lain, seorang pemuda tampan yang merupakan aktor besar Korea Selatan sedang berbaring di ranjanganya dengan mata yang menatap langit-langit kamar bernuansa silver hitam itu. Tangannya menggenggam erat sebuah ponsel ber-wallpaper sepasang kekasih yang sedang berangkulan mesra

“aigoo” ucap lelaki itu sambil sedikit memijat keningnya

“mengapa semuanya jadi seperti ini.. AKHHH!!!!!” teriak lelaki itu. Tiba-tiba terdengar deringan ponsel. Tertera sebuah nama ‘Kim Sung Soo hyung’ di layar ponselnya. Ia pun mengangkat panggilan itu.

“yobeseyo” sapa orang bernama Kim Sung Soo yang tak lain adalah managernya

“ada apa?” tanya pemuda bernama panggung Kim Bum itu dengan intonasi yang singit

“cepat datang ke lokasi 1 jam lagi kau harus take” kata manager Kim

“ne” jawab Kim Bum singkat dan langsung mematikan teleponnya. Ia memandang lurus ke depan dengan tatapan kejam.

“AKHHHHH!!!!!” teriak Kim Bum sambil mengambil lampu tidurnya lalu membantingnya ke lantai sehingga menimbulkan suara yang keras.

“tuan muda.. apa kau baik-baik saja” teriak seorang wanita paruh baya bernama Min Hee Geun dari luar kamar Kim Bum. Suaranya terdengar sangat cemas.

“tuan muda.. apa yang ter….” ucapan Min ahjumma itu terputus ketika Kim Bum membuka pintu kamarnya dengan tiba-tiba. Ia berjalan tanpa mempedulikan Min ahjumma yang sedang cemas itu

“tuan muda, kau mau kemana?” tanya Min ahjumma yang berusaha mensejajarkan langkahnya dengan tuan mudanya itu

“aku mau syuting. Tolong beri tahu eomma, hari ini aku tidak pulang. Aku ke apartmen” kata Kim Bum tanpa menoleh sedikitpun kepada Min ahjumma.

“oh ye, saya akan beritahu nyonya besar” kata Min ahjumma

Kemudian Kim Bum segera menjalankan mobilnya ke lokasi syuting dengan pikiran yang berantakan. Ini sangatlah berbahaya, menyetir dalam keadaan stress. Stress karena hubungannya dengan So Eun yang berakhir ‘tragis’ karena sandiwara belaka. Sandiwara tentang hubungannya dengan lawan mainnya dalam drama Goddes Of Fire yaitu Moon Geun Young. Sandiwara yang dibuat-buat oleh dua agensi terkait. Ia tau ia salah karena menuruti perintah dari agensinya, namun apa boleh buat, agensinya sudah terlebih dulu mengklarifikasi berita itu tanpa persetujuan darinya. Saat ini, ia sungguh merasa bersalah kepada kekasihnya atau sekarang lebih tepatnya mantan kekasihnya. Ia tau So Eun pasti merasa sangat sakit hati sehingga memutuskan hubungan ini begitu saja.

~~~

Hari sudah malam. Namun So Eun belum juga menyelesaikan syutingnya. Ia terus saja melakukan kesalahan, bahkan tak jarang ia membuat sang sutradara marah. Wajar saja, itulah yang dipikirakan manager Park. Ia tau betul apa yang sedang So Eun pikirkan saat ini. Sungguh, ini bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi sendiri.

“eonni” panggil So Eun yang membuyarkan lamunan manager Park

“ne, kau sudah selesai?” tanya manager Park pada So Eun

“ne. Apa yang sedang kau lamunkan?” tanya So Eun yang tadi melihat manager Park sedang melamun

“tidak ada. Oh ya, kalau kau sudah selesai, mari sekarang kita pulang” kata manager Park sambil berdiri dan merapihkan beberapa barang milik So Eun

“ne, kajja” kata So Eun sambil berjalan lebih dulu. Sementara manager Park memandangnya dengan penuh rasa iba. Kemudian ia pun mengikuti langkah So Eun yang menghapiri crew lain untuk berpamitan

“semuanya, aku pulang dulu. Terimakasih untuk hari ini, maaf aku melakukan banyak NG” kata So Eun lalu membungkukan badannya

“ne. Hati-hati dijalan” kata seorang crew bernama Ha Jung Sun mewakili semua crew

“baiklah, kami pulang. Annyeongi Gaseyo” kata manager Park lalu segera meninggalkan lokasi syuting

~~~~

“eonni, bolehkah malam ini aku menginap di rumahmu. Aku tidak mau pulang ke rumah maupun ke apartmen” kata So Eun

“ne tentu saja. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu” kata manager Park dengan senyumannya. Terjadi keheningan sejenak.

“So Eun” panggil manager Park

“ne” jawab So Eun

“kau menyesal?” tanya manager Park

“kurasa tidak” jawab So Eun yang sedikit mengerti arah ucapan manager Park

“tapi aku yakin jika Kim Bum itu benar-benar mencintaimu” ucap manager Park

“tapi aku tidak yakin” jawab So Eun dingin

“dulu sebelum aku menikah dengan Ji soo appa.. aku juga pernah mengalami hal sepertimu, karena dulu Ji soo appa juga merupakan seorang aktor” ucap manager Park mencoba membagi ceritanya dengan So Eun

“tapi karena kami berdua saling mempercayai, maka kami bisa melewati itu semua dengan baik. Sampai saat ini, saat kami menikah, saat kami memiliki anak, dan menjalakan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Itu semua karena kami saling mempercayai. Kepercayaan merupakan sebuah kunci dalam suatu hubungan” lanjut manager Park. So Eun masih mendengarkannya dengan seksama

“maka dari itu, cobalah percaya padanya. Waktu 4 tahun yang kau habiskan bersamanya, apa kau rela membuangnya begitu saja. Jangan berhenti di tengah jalan So Eun-ah” nasehat manager Park

“tetap tidak bisa eonni” kata So Eun yang mulai meneteskan air matanya. Manager Park tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya

“ne, lakukan yang kau suka. Tadi itu aku hanya berbagi pengalaman padamu. Sekarang, ikutilah kata hatimu. Jangan pernah berbohong pada hatimu, atau nanti kau yang akan lelah, sebab, hati itu tidak bisa dibohongi” pesan manager Park

“ne” jawab So Eun sambil menghapus air matanya

~~~

Kim Bum sedang menatap foto-foto di layar ponselnya. Foto seorang wanita cantik yang sedang tersenyum renyah

“bogosipheoyo” kata Kim Bum sambil menatap foto itu dengan tatapan sedih. Kemudian ia menarik napas panjang dan berdiri memandang sebuah apartmen di sebrang apartmen miliknya

“aku merindukanmu.. sangat merindukanmu” ucap Kim Bum sambil menatap jauh apartmen tersebut

“apa kau belum pulang?” tanya Kim Bum bermonolog masih dengan menatap apartmen tersebut. Kemudian ia mengambil ponsel yang tadi ia letakkan di kasur. Ia membuka menu ‘kontak’ lalu mencari nama ‘My Lovely Sso’ setelah menemukannya, ia pun segera meng-klik perintah ‘call’. Setelah beberapa kali malakukan panggilan, orang itu tak jua mengangkat telepon Kim Bum. Namun Kim Bum tak menyerah, ia terus mencoba menelpon orang itu.

~~~

So Eun baru saja sampai di rumah manager Park.

“ayo masuk” kata manager Park

“ne” ucap So Eun lalu segera masuk ke dalam rumah manager Park

“na wasseo!” seru manager Park sambil mengganti sepatu boat-nya dengan sandal karet yang sudah tersedia

“lihatlah.. eomma sudah pulang” kata seorang lelaki yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki berusia sekitar 8 bulan itu

“wahh Ji soo, kau belum tidur” kata manager Park sambil mengambil bayi bernama Ji soo dari gendongan lelaki itu.

“hai So Eun, aku juga kemari” kata lelaki bernama Kim Ji Hoon yang tak lain adalah suami dari manager Park

“ne oppa. Aku akan menginap disini untuk malam ini, apakah boleh?” tanya So Eun

“oh tentu saja. Kau menginap selamanya disini juga tidak apa-apa” kata Ji Hoon sambil tersenyum pada So Eun

“gomawo” kata So Eun

“ayo So Eun, masuklah..” ajak manager Park

“Ji soo appa.. tolong beritahu So Eun kamarnya, aku akan menidurkan Ji soon dulu” kata manager Park sambil berjalan menuju kamarnya

“ne” jawab Ji Hoon

“kajja So Eun” kata Ji Hoon mengajak So Eun untuk ke kamarnya

“ini, untuk malam ini kau tidur disini yaa.. disana kamar mandinya. Kalau ada perlu apa-apa kau panggil saja aku atau tidak Ji Soo eomma, baiklah.. selamat malam” ucap Ji Hoon lalu meninggalkan So Eun. So Eun memandang sejenak kamar yang ia tempatinya malam ini, ia tersenyum tipis lalu membaringkan badannya di kasur.

“aigo,, aku belum menghubungi eomma” kata So Eun sambil menepuk jidatnya. Ia segera mengambil ponselnya di tas. Namun sial, ternyata ponselnya mati. Ia pun langsung mengambil charger dan men-charg ponselnya. Beberapa menit kemudian, So Eun menyalakan ponsel berwarna putih setelah baterainya terisi setengah. Ia terkejut begitu melihat 25 miss call di ponselnya. Ia men-chek orang yang sedari tadi menghubunginya itu. Dan ia menemukan nama ‘Lovely Bum’ yang tertera. Sontak So Eun kembali duduk di kasurnya dengan air mata yang mulai menari-nari di pipinya. Ia memandangi layar ponsel itu dengan sedihnya. Tak lama, ada sebuah pesan masuk. So Eun segera membukanya

From    : Lovely Bum

To        : Lovely Sso

Sso-ah.. bogosipheoyo.. aku sangat merindukanmu. Apakah kau tidak merindukanku? Satu hari saja tak bisa kulewati dengan baik tanpa suaramu yang menghiasi setiap langkahku. Aku ingin mendengar suaramu. Mengapa kau tidak menjawab teleponku? Kau masih marah padaku? Aku minta maaf, walaupun aku tahu kau tak akan memaafkanku. Tolong kau balas pesan ini. Anggap saja sebagai salam perpisahan kita, karena sekarang aku bisa menerimanya. Aku sadar aku menyakitimu, tapi sungguh aku tidak pernah berniat untuk menyakitimu. Maafkan Aku. Aku mencintaimu.

So Eun menangis saat membaca pesan dari Kim Bum. Dadanya terasa sesak, ia tak mampu bernafas dengan leluasa. Kemudian ia berusaha untuk mengontrol emosinya. Ia mulai mengetik pesan balasan untuk Kim Bum.

From    : Lovely Sso

To        : Lovely Bum

Aku sibuk. Mulai sekarang pergi jauh dari hidupku. Aku tidak ingin melihatmu lagi.

Setelah itu So Eun membaringkan tubuhnya sambil menghapus air mata dipipnya. Tak lama berselang, terdengan dering ponsel So Eun yang menandakan sebuah panggilan masuk. So Eun memandang ponselnya, lalu ia meletakkannya dibawah bantal tanpa menjawabnya.

“mengapa tidak kau angkat?” tanya manager Park sambil menutup kembali pintu kamar So Eun dengan sebuah map ditangannya

“eonni, sejak kapan kau ada disini?” tanya So Eun

“mana ponselmu?” tanya manager Park tanpa menjawab pertanyaan So Eun. Kemudian So Eun menyerahkan ponsel yang masih berdering itu kepada manager Park. Lalu manager Park mengangkat telepon itu

“yobeseyo” ucap manager Park mengawali pembicaraan

“yobeseyo. Siapa disana? ini bukan suara So Eun” ucap orang itu yang tak lain adalah Kim Bum

“ternyata kau kenal betul dengan suara So Eun ckck.. tunggu sebentar” kata manager park lalu menempelkan ponsel itu ke telinga So Eun

“bicaralah” kata manager park pada So Eun dengan tatapan mata yang memaksa

“shireo!” tolak So Eun sambil menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Namun manager Park tidak menyerah, ia melototi So Eun dengan kejam membuat So Eun akhirnya menurut juga

“yo..yobeseyo” kata So Eun sambil menahan air matanya

“So..So..So Eun.. apa..kabarmu?” tanya Kim Bum yang ternyata sedang menahan tangis juga

“tidak baik” jawab So Eun ketus dengan tetesan air mata yang mengiringi

“ada…yang ingin..aku bicarakan…pada..mu” gugup Kim Bum yang berusaha untuk mengontrol dirinya

“bicarakan sekarang, aku tak ada waktu” kata So Eun sambil menghapus air matanya

“bisakah besok kita….”belum selesai Kim Bum berbicara, So Eun sudah memotongnya

“aku bilang bicarakan sekarang, aku tak ada waktu. Bisakah kau mengerti??” ucap So Eun dengan keras

“kita harus bertemu. Ada yang harus ku jelaskan” kekeh Kim Bum dengan suara yang di tinggikan

“apa lagi,eoh?! Semuanya sudah berakhir. Tak ada yang perlu dijelaskan lagi” kata So Eun yang sekarang sudah benar-benar menangis, bisa dijamin bahwa Kim Bum dapat mendengar jelas tangisan So Eun

“kau hanya memutuskan sepihak. Bagiku kita belum putus. Kau masih kekasihku dan aku masih kekasihmu. Ada yang perlu kujelaskan” ucap Kim Bum lagi

“aku bukan kekasihmu dan kau pun bukan kekasihku lagi. Semuanya sudah berakhir. BERAKHIR KIM SANG BUM” kata So Eun dengan menekankan ucapannya pada kata ‘BERAKHIR KIM SANG BUM’ kemudian ia segera memutuskan sambungan teleponnya.

“kenapa kau matikan?” tanya manager Park dengan heran. Bukannya menjawab, So Eun malah menangis lebih kencang dari sebelumnya sehingga membuat Ji Hoo (suaminya manager Park) terbangun

“ada apa ini?” kata Ji Hoon yang sedang berdiri di depan pintu sambil mengucek sebelah matanya. Kemudian manager Park membalasnya dengan sebuah isyarat yang dapat diartikan dengan ‘sudahlah-kau-tak-perlu-tau’. Kemudian Ji Hoon pun kembali ke kamarnya

“hiks hiks hiks hiks” So Eun masih saja menangis, tangisannya yang tak juga reda membuat manager Park iba

“tenangkan dirimu” kata manager Park sambil memeluk So Eun, membuat tangisan So Eun semakin menjadi. Setelah merasa sedikit tenang, So Eun pun melepaskan pelukannya terhadap manager Park

“kau sudah tenang?” tanya manager Park. So Eun menganggukan kepalanya

“sebenarnya aku kesini karena memiliki maksud tertentu” kata manager Park sambil menunjukkan map nya kepada So Eun

“mwo?” tanya So Eun dengan suara lemah

“ini, mianhae, aku tau suasana saat ini kurang menudukung, namun kau harus segera mengambil keputusannya” kata manager Park sambil memperlihatkan map itu pada So Eun

“drama baru?” tanya So Eun sambil membaca map yang berisi sinopsis itu, ia membacanya dengan sangat tenang seolah-olah tidak ada hal menyakitkan yang terjadi didalam dirinya

“ne. Bagaimana? Apa sinopsisnya menarik?” jawab manager Park, ia memang selalu memperhatikan pendapat So Eun. Jika So Eun suka, maka akan ia terima. Namun jika So Eun tidak menyukainya, maka ia pasti akan menolaknya.

“sinopsisnya sungguh menarik. Tiga gadis bersahabat yang terang-terangan mengejar seorang lelaki. Sedangkan si lelaki sangat tidak menyukai tiga gadis itu. Namun, tiga gadis itu masih terus berusaha bersama untuk mendapatkan lelaki itu. Aku sungguh bingung, bagaimana bisa tiga bersahabat menyukai seorang lelaki yang sama. Anehnya lagi mereka bertiga saling terbuka dengan perasaan satu sama lain ckckck” So Eun terkekeh kecil sambil menutup kembali map itu

“jadi kau mau menerimanya?” tanya manager Park

“ne” jawab So Eun mantap

“tapi ngomong-ngomong, aku berperan sebagai apa?” tanya So Eun *capedeh eonni baru nanya sekarang*

“kau berperan sebagai Kim Joong Eun, kau merupakan teman dari Goo Na Hye dan Jo Ah Ra. Kalian bertiga mengejar satu lelaki bernama Lee Sang Byun. Namun pada akhirnya kau lah yang mendapatkan Sang Byun” terang manager Park

“ohh.. lalu siapa yang berperan sebagai Goo HyeAh, Jo Ah Ra, dan Lee Sang Byun?” tanya So Eun

“Goo Na Hye akan diperankan oleh Bae Suzy dan Jo Ah Ra akan diperankan oleh Kim Yoon Hye. Sedangkan untuk pemeran Lee Sang Byun aku belum tau” jawab manager Park

“begitu.. okelah.. aku terima ini” kata So Eun

“deal?” tanya manager Park sambil mengulurkan tangannya

“deal!” jawab So Eun sambil menjabat tangan manager Park

~~~

Sudah sebulan ia dan Moon Geun Young berpura-pura sebagai sepasang kekasih. Sudah 29 hari juga ia putus dengan So Eun. Semenjak putus dengan So Eun, ia merasa bahwa hidupnya terasa sangat hampa. Tak ada lagi senyum dan tawa seseorang yang selalu menjadi semangatnya. Bahkan di kampus pun So Eun tak menegurnya sama sekali, seolah-olah mereka tak pernah saling kenal. Ini sangatlah menyakitkan baginya.

“bum-ah.. aku punya suatu rencana, bagaimana kalau kita liburan ke Eropa?” usul seorang wanita di sebelah Kim Bum. Ya, wanita yang membuat hubungannya dan So Eun menjadi hancur

“yya! Nuna, untuk apa kita kesana,eoh?” tanya Kim Bum

“memangnya yang waktu itu tidak cukup, merepotkan saja” umpat Kim Bum

“kita jalan – jalan disana, apa kau tidak ingin?” tanya Geun Young sambil bergelayut manja di lengan Kim Bum

“noona.. kita pernah kesana. apa tidak cukup?” tanya Kim Bum sambil melepaskan pelukan Geun Young dilengannya

“kali ini kita kesana untuk benar-benar berlibur, bukan untuk bersandiwara seperti waktu itu” kata Geun Young sambil memeluk lengan kiri Kim Bum kembali

“aku tidak mau. Yya! Nuna, lepaskan” kata Kim Bum sambil melepaskan pelukan Geun Young

“issh.. kau ini kenapa? Aku ini kan kekasihmu, kenapa memeluk lenganmu saja tidak boleh?” protes Geun Young dengan sedikit berisik mengingat restoran ini sedang dikunjungi banyak orang

“kau lupa? Ini kan hanya hubungan kontrak, HANYA KONTRAK. Dua bulan lagi juga sudah tidak terikat apa-apa” ucap Kim Bum dengan keras

“ssstt.. tidak bisakah kau mengecilkan volume suaramu? Semua orang memandang kita” kata Geun Young yang sesekali menundukkan kepalanya dan melirik ke orang-orang sekitar

“ck..sudahlah, aku ada pertemuan dengan pemain di drama baruku. Aku pergi” kata Kim Bum lalu meninggalkan Geun Young sendiri di restoran itu

“yya! Yaa! Bum-ah.. siapa yang akan membayar semua makanan ini?” ucap Geun Young pada Kim Bum yang mulai menjauh. Namun sepertinya Kim Bum tidak mendengarnya

~~~

“annyeong haseimnika” ucap Kim Bum sambil memasuki ruang itu. Membuat seorang wanita membulatkan matanya dengan sempurna

“maaf aku terlambat” kata Kim Bum sambil menundukkan kepalanya

“ne, silahkan duduk” perintah sang penulis skenario

“ne” kemudian Kim Bum pun duduk di satu kursi yang kosong

“annyeong ha…” ucapan Kim Bum terputus ketika ia menyadari seseorang disampingnya yang hendak ia sapa. Seorang wanita berambut hitam pekat dengan mata yang berkaca-kaca

“baiklah Kim Bum, karena kau baru datang, maka kita ulang lagi semuanya dari awal supaya jelas” kata sang penulis skenario

“disini Kim Bum memerankan tokoh utama pria yaitu Lee Sang Byun dan pemeran utama wanita adalah Kim So Eun yang berperan sebagai Kim Gyu Ra. Aku memilih kalian sebagai pemainku karena aku merasakan chemistery yang luar biasa dalam drama Kkotboda Namja. Aku harap kalian bisa mengulangi chemistery luar biasa ini dalam drama Nareul Saranghae? / Do You Love Me? Ini. Dalam drama ini aku juga merekrut Group8, aku berharap ini bisa mengikuti kesuksesan drama Goong dan Kkotboda Namja” ucap sang penulis Cho Jung Ah

Mata So Eun terbelak begitu mengetahui bahwa Kim Bum yang menjadi lawan mainnya ‘lagi’. Bukan hanya So Eun, Kim Bum juga terkejut begitu mengetahui bahwa So Eun adalah lawan mainnya.

~~~

Setelah menyelesaikan sekitar 5 episode, hari ini adalah waktunya confrensi pers untuk drama Do You Love Me? Yang diperankan oleh Kim Bum dan So Eun. Kim Bum, So Eun, bae suzy, kim Yoon Hye, penulis Cho Jung Ah, serta sutradara Yoo saat ini sudah ada di atas sebuah panggung lesehan.

“selamat siang semuanya” kata sang sutradara Yoo

“ya.. kali ini saya akan mengadakan conferensi pers tentang drama yang baru saja saya buat. Drama berjudul Do You Love Me? Ini ditulis oleh penulis berbakat Cho Jung Ah. Pemeran utama prianya adalah Kim Bum yang berperan sebagai Lee Sang Byun sedangkan pemeran utama wanitanya adalah kim So Eun yang berperan sebagai Kim Gyu Ra. Dan ada tiga pemain pendukung yaitu Bae Suzy sebagai Goo Hye Ah dan Kim Yoon Hye sebagai Jo Ah Ra serta Kim Woo Bin sebagai Yoon Jae Ha. Sampai disini, apa ada pertanyaan?” tanya sutradara Yoo

“mengapa penulis Cho memilih Kim Bum dan kim So Eun sebagai pemeran utama?” tanya seorang netizen

“saya menonton drama dari Group8 yang mereka bintangi. Saya rasa mereka memiliki chemistery yang sangat natural. Saya sangat menyukainya, karena itu bisa memberikan efek baik untuk drama ini. Selain itu juga saya memilih mereka karena saya juga merupakan satu dari SoEulmates” jawab penulis Cho dengan sedikit terkekeh

“apa hal menarik dalam drama ini yang mengharuskan pemirsa untuk menontonnya?” tanya netizen lainnya

“drama ini mengisahkan tentang tiga sahabat yang menyukai seorang lelaki yang sama. Hal menarik terjadi ketika tiga sahabat ini saling mengungkapkan hati mereka. Apakah mereka akan bertengkar karena satu pria ini atau tetap berteman? Kalian harus menontonnya” Sutradara Yoo mempromosikan

“oh.. Kim Bum-ssi bagaimana pendapat kekasih anda tentang drama ini, Apakah ia tidak cemburu melihat anda bermain bersama Kim So Eun. Mengingkat anda dengan Kim So Eun pernah digosipkan berpacaran?” tanya seorang netizen yang membuat Kim Bum dan So Eun terhentak

“oh..ah.. i..itu tidak masalah. Ya.. itu tidak masalah” jawab Kim Bum dengan senyum hambarnya

“Kim So Eun-ssi bagaimana perasaan anda bisa bermain bersama Kim Bum untuk kedua kalinya?” tanya netizen yang duduk di paling belakang

“oh..aku.. tentunya aku merasa senang karena Kim Bum-ssi merupakan aktor yang hebat. Aku merasa senang bisa beradu acting dengannya” jawab So Eun mencoba untuk tidak gugup

“baiklah kurasa ini sudah cukup. Kami ucapkan terimakasih karena sudah menyempatkan datang kesini. Dan jangan lupa untuk menonton drama ini!” seru sang sutradara

“gamsahamnida” ucap semuanya

~~~

Saat ini So Eun sedang bersantai persama Kim Yoon Hye dan Kim Woo Bin mereka sedang bersenda gurau sambil menunggu take.

“eonni aku sungguh senang bisa satu drama denganmu” ucap Yoon Hye sambil tertawa senang

“aku juga senang bisa satu drama denganmu” sahut So Eun sambil bergaya memeluk Yoon Hye

“kalian tidak senang bisa satu drama denganku?” tanya Woo Bin yang berpura-pura marah

“haha.. tentu aku juga senang bisa terlibat drama denganmu” kata So Eun

“annyeong” kata seseorang yang tiba-tiba saja langsung duduk di samping Woo Bin dan berhadapan dengan So Eun

“bum-ah.. kau dari mana saja?” tanya Woo Bin

“aku habis membeli softdrink. Ini untuk kalian” kata Kim Bum sambil memberikan Woo Bin, So Eun, dan Yoon Hye softdrink yang baru saja dibelinya

“gomawo” kata Woo Bin sambil mengambil softdrink nya

“gomawo oppa” kata Yoon Hye

“kau tidak mau mengucapkan terimakasih padaku?” tanya Kim Bum pada So Eun yang hanya diam saja. Raut wajahnya terlihat gurat ketidak sukaan

“gomawo” ucap So Eun pelan tanpa menyentuh softdrink yang baru saja Kim Bum beli

“So Eun-ah” panggil Kim Bum. Namun So Eun tak menjawabnya, ia malah mengaihkan pandangannya kepada para crew yang sedang makan siang

“So Eun-ah” ucap Kim Bum lagi dengan suara yang lebih tinggi. Namun So Eun tak mempedulikannya. Hingga akhirnya dataglah dewi penghancur itu

“annyeong yeorobun” kata seorang wanita dengan kacamata hitam di kepalanya

“wah..annyeong noona” sapa Woo Bin

“annyeong eonni. Kau pasti kesini untuk menemui Kim Bum oppa yaa” tebak Yoon Hye. Sementara wajah So Eun dan Kim Bum terlihat kesal

“tentu saja, kau pintar sekali Yoon Hye-yaa.. Bum-ah ini aku bawakan kau makan siang” kata wanita bernama lengkap Moon Geun Young itu.

Karena tak ingin luka di hatinya bertambah besar, akhirnya So Eun pergi menginggalkan tempat itu tanpa aba-aba. Sehingga membuat yang Woo Bin dan Yoon Hye bingung. Kecuali Kim Bum, ia tau betul mengapa So Eun pergi.

“yya! Ada apa dengannya?” tanya Woo Bin yang melihat So Eun melangkah cepat

“molla” sahut Yoon Hye. Beberapa detik kemudian Woo Bin dan Yoon Hye saling menatap. Sepertinya mereka berpikiran yang sama.

“kajja” ucap keduanya berbarengan, lalu mereka meninggalkan Kim Bum dan Geun Young beruda.

“untuk apa noona kesini?” tanya Kim Bum datar

“tentu saja untuk menemuimu” jawab geun youn sambil duduk di samping Kim Bum

“aku bawakan kau makan siang. Ini aku sendiri yang membuatnya, ayo cicipi” kata Geun Young sambil membuka kotak bekal berwarna putih itu

“aku sudah makan, sebentar lagi aku harus take, jadi sekarang aku harus bersiap-siap. Sebaiknya noona pulang saja” kata Kim Bum yang langsung berdiri lalu meninggalkan Geun Young sendirian

“kau mungkin tak tau kalau sebenarnya aku mengerti, aku bisa merasakannya. Aku tau kau mencintai So Eun-sii. Tapi tak bisakah aku menggantikan posisinya dihatimu? Aku hanya ingin menjadi orang spesial bagimu, walau hanya sesaat. Tidak bisakah kau menempatkanku dihatimu seperti aku menempatkanmu dihatiku?” ucap Geun Young sambil menatap punggung Kim Bum yang mulai menjauh dengan lirih. Tak terasa air matanya menetes.

“ah.. untuk apa aku menangisinya. Dia saja tak pernah menangis untukku” ucap Geun Young mencoba menghibur dirinya sendiri

“makananku yang malang.. daripada tak termakan, lebih baik aku saja yang memakannya” kata Geun Young sambil memakan bekal yang tadi ia bawa

“massita” gumamnya dengan tumpukan air mata dipipinya

~~~

Kim Bum melangkahkan kakinya untuk mencari So Eun. Ia tau hati So Eun pasti terasa sangat sakit. Sudah mengelilingi rumah yang digunakan untuk syuting itu, namun Kim Bum tak menemuinya juga. Akhirnya ia bertanya kepada manager Park.

“noona.. hmm.. apa kau melihat So Eun?” tanya Kim Bum pada manager Park yang sedang sibuk dengan tablet ditangannya. Manager park mengalihkan pandangannya kepada Kim Bum. Ia menatap Kim Bum sejenak.

“kau mau menemui So Eun?” tanya manager Park sambil berdiri dari duduknya

“ne” jawab Kim Bum. Manager Park tersenyum tipis

“tadi dia bilang padaku bahwa dia ingin ke sungai dekat taman, coba kau cari dia disana. Sepertinya suasana hatinya sedang buruk, apa kau tau penyebabnya?” tanya manager Park

“tadi..tadi dia melihat Geun Young noona datang menghampiriku” jawab Kim Bum pelan

“ini kesempatan yang baik. Temuilah dia, jelaskan semua kebenaran padanya. Aku berdo’a yang terbaik untuk kalian” kata manager Park sambil menepuk bahu Kim Bum

“baiklah, gomawo noona” kata Kim Bum lalu pergi meninggalkan manager Park

“hyung, aku pergi sebentar” kata Kim Bum kepada managernya

“kau mau kemana?” tanya manager Kim Sung Soo

“aku mau ke sungai dekat taman” jawab Kim Bum sambil berjalan menjauh

Kim Bum melangkahkan kakinya menuju tempat yang dikatakan manager Park tadi. Dan benar saja, disana ia melihat seorang gadis mengenakan rok mini berwarna pink dan kaos berwarna kuning serta coat berwarna putih yang melekat ditubuhnya. Ia sedang duduk di sebuah bangku panjang dibawah pohon yang mulai mengugurkan daunnya. Kim Bum melangkahkan kakinya lebih dekat. Tentunya ia berusaha agar So Eun tak mengetahui keberadaannya. Semakin dekat, ia merasa mendengar sesuatu. Ternyata itu bersumber dari So Eun. So Eun sedang menangis.

“kau tidak memikirkan perasaanku? Kau tak tau betapa sakitnya hatiku? Mana janji yang kau ucapkan bahwa aku adalah wanita terakhir dalam hidupmu? Kenapa kau mengingkari janji yang kau buat sendiri? Kau tidak suka saat aku berdekatan dengan lelaki lain, aku hargai itu, aku tidak dekat dengan lelaki manapun. Tapi kenapa kau berkencan dengan wanita lain, padahal kau adalah kekasihku? Kau jahat, kau jahat. Nappeun Namja!!!! KIM SANG BUM, NEONEUN NAPPEUN NAMJA!!!!!” teriak So Eun, tiba-tiba ia menghentikan teriakannya saat ia merasa sebuah tangan kekar memeluk lehernya dari belakang. Pria itu meletakan dagunya di bahu So Eun

“aku sangat memikirkan perasaanmu. Aku tau hatimu sakit karena aku. Aku tidak mengingkari janjiku, karena sampai saat inipun kau masih menjadi akhir pelabuhan cintaku. Aku memang tidak suka saat kau dekat dengan lelaki lain. Hanya ragaku yang berkencan dengannya, namun hatiku masih sepenuhnya milikmu. Maafkan aku.. aku hanya tidak ingin menjadi nappeun namja bagimu” bisik Kim Bum

~~~

“Sung Soo oppa” sapa Geun Young sambil berlari kecil menghampiri manager kim yang sedang bersantai

“Geun Young-ah” sahut manager kim

“dimana Kim Bum? aku sudah mencarinya namun tak juga menemuinya” kata Geun Young sambil menatap sekelilingnya

“ohh dia sedang pergi sebentar katanya” jawab manager kim

“kemana?” tanya Geun Young penasaran

“ke sungai dekat taman. Tak jauh dari sini” kata manager kim

“baiklah, aku akan menemuinya, annyeongi gaseyo oppa” kata Geun Young lalu segera melangkahkan kakinya ketempat tujuan

“ne, hati-hati” teriak manager kim

~~~

“lepaskan” perintah So Eun kepada Kim Bum. Kim Bum melepaskan pelukannya. Kemudian ia duduk di samping So Eun.

“mianhae karena aku membuatmu sakit hati” ucap Kim Bum

“sudahlah, tak ada yang perlu ku maafkan. Kita sudah tak ada hubungan apapun” ucap So Eun dengan air mata menggenang

“mwo? Bagiku kita masih sepasang kekasih. Kau harus mendengarkan ceritaku dulu. Aku tidak mau kira berpisah” kata Kim Bum sambil menggenggam tangan So Eun. Dan rupanya So Eun tak menolaknya.

“So Eun, tataplah aku, apa kau tak bisa merasakan tulusnya cintaku padamu?” tanya Kim Bum sambil menuntun wajah So Eun untuk menatapnya

“kemana So Eun yang dulu? Kemana So Eun yang selalu mempercayaiku? Aku merindukan So Eun yang seperti itu. Aku mengerti ini membuatmu sakit hati, berulang kali aku meminta maaf padamu. Tapi percayalah, bukan hanya kau yang tersakiti, aku juga tersakiti Kim So Eun. Aku mohon.. kembalilah seperti hari-hari sebelumnya” kata Kim Bum sambil menatap So Eun dengan tulus. Ia bisa melihat air mata yang membasahi mata So Eun. Ia menghapus air mata dipipi So Eun. Kemudian ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah So Eun, semakin dekat… dan ia pun mencium So Eun beriringan dengan air mata So Eun yang membasahi.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat kejadian itu. Seorang wanita tengah berdiri beberapa meter dibelakang mereka. Ya, dia adalah Geun Young. Ia melihat Kim Bum dan So Eun yang sedang berciuman.

“babo.. seharusnya aku tak datang kesini. Kau ini bodoh sekali” kata Geun Young yang merutuki dirinya sendiri

“ahh.. aku masih ada jadwal, sebaiknya aku segera pergi” kata Geun Young sambil berjalan dengan kepala yang mendongak ke atas, berharap air matanya tak berjatuhan saat ini.

Kim Bum melepaskan ciumannya, ia menatap So Eun sebentar kemudian ia memeluknya.

“saranghae” bisik Kim Bum tepat di telinga So Eun. Kemudian ia pun melepaskan pelukannya

“semua ini hanya sebuah sandiwara. Kau pasti mengerti permainan ini, kau tau bagaimana kerasnya dunia entertainment korea. Tunggulah aku.. waktunya tinggal 15 hari lagi. Hanya 15 hari lagi, setelah itu aku janji akan mempublikasikan hubungan kita” kata Kim Bum sambil memengang kedua bahu So Eun

“apa kau bersedia menungguku?” tanya Kim Bum. Tiba-tiba saja So Eun memeluk Kim Bum dengan erat

“tentu saja aku akan menunggumu. Maafkan aku sudah bersikap kekanak-kanakan, maafkan aku yang tidak bisa mengertimu” ucap So Eun

“gomawo” kata Kim Bum. So Eun melepaskan pelukannya pada Kim Bum. Ia menatap Kim Bum kemudian mencium Kim Bum secepat kilat

“setelah 4 tahun kita berpacaran, ini pertama kalinya kau menciumku lebih dulu” kata Kim Bum

“jadi kau tidak suka? Baiklah aku ambil kembali ciumanku” kata So Eun kemudian ia mencium Kim Bum sekilas untuk kedua kalinya. Kemudian Kim Bum menahan kedua lengan So Eun

“aku senang bisa melihatmu ceria lagi” kata Kim Bum sambil menatap So Eun dengan senyuman

“ah.. sudah jam berapa ini, ayo kita kembali ke lokasi” ajak So Eun sambil berdiri

“oh iya.. ayo kita kembali” sahut Kim Bum sambil menarik tangan So Eun

~~~

Tak terasa, ini adalah hari terakhir Kim Bum dan Geun Young menjadi sepasang ‘kekasih’. So Eun sangat bahagia menyambut hari ini, ia tau bahwa ini adalah hari terakhir ia menunggu Kim Bum. Ia membuka jendela kamarnya yang langsung berhadapan dengan jendela apartmen Kim Bum. Ia tersenyum memandang sebuah kamar yang masih tertutup gorden itu.

“GOOD MORNING MY BEAUTY LIFE” teriak So Eun sambil membentangkan kedua tangannya

“aigo.. aku harus memasakkan sarapan untukku dan untuknya” kata So Eun, lalu ia mengambil sebuah ikat rambut di kasurnya dan kemudian ia mulai mengikat rambutnya. Ia berjalan ke dapur dan memulai kegiatan memasaknya. Karena pagi ini ia mempunyai janji dengan Kim Bum untuk sarapan bersama

~~~

Kim Bum mengerejapkan matanya saat ia bisa mencium aroma harum yang melintasi indera penciumannya.

“So Eun” gumam Kim Bum sambil tersenyum. Ia berpikiran bahwa So Eun sedang memasakan sarapan untuknya, ia pun berjalan ke arah dapur apartmennya dengan semangat.

“So Eun pagi-pagi sekali kau sudah da… NOONA?!” Kim Bum terkejut ketika melihat seorang wanita yang bukan ia harapkan sedang menyiapkan sarapan untuknya

“ternyata kau sudah bangun. Kau pasti kecewa karena yang kau inginkan saat ini So Eun-ssi, bukan aku. Maaf mengecewakanmu” kata Geun Young sambil memainkan tali celemeknya

“ah..noona, apa yang kau lakukan disini?” tanya Kim Bum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Entah mengapa ia merasa tidak enak hati pada Geun Young

“aku menyiapkan sarapan untuk kita, ini hari terakhir kita bersandiwara sebagai sepasang kekasih. Aku hanya ingin menutup sandiwara ini dengan hal yang indah” kata Geun Young

“seharusnya kau tidak perlu memasak seperti ini. Sebenarnya aku sudah mempunyai janji sarapan bersama dengan seseorang. Jadi noona tak perlu memasak. Ini hanya akan sia-sia” ucap Kim Bum

“ayolah.. kau cicipi sedikit, selama ini kau tidak pernah memakan masakanku kan.. untuk kali ini saja, untuk terakhir kalinya” bujuk Geun Young sambil menyiapkan kursi untuk Kim Bum

“sudah kubilang, aku punya janji dengan orang lain! Mengapa noona tak mengerti juga?! kalau aku makan sekarang, nanti aku akan menjadi kenyang. Kalau aku kenyang, nanti aku tak memakan masakannya. Bagaimana kalau dia marah padaku, apa noona bisa bertanggung jawab, hah?!” kata Kim Bum dengan meninggikan suaranya

“lalu kau pikir aku tidak marah jika kau tak memakan masakanku?” tanya Geun Young dengan lirih

“ah.. aku tak peduli, sudahlah noona pulang saja. Aku khawatir saat dia kesini noona masih belum pergi” kata Kim Bum sambil berjalan kembali ke kamarnya. Tiba-tiba saja Geun Young berlari ke arah Kim Bum dan memeluk punggungnya.

“sekali saja, apa tidak bisa?” tanya Geun Young, cairan bening mulai membasahi pelupuk matanya

“aku hanya ingin menjalani hubungan ini denganmu seperti layaknya sepasang kekasih. Aku tau ini hanya sebuah kontrak, tapi apakah kau tidak bisa melakukannya walau hanya sekali saja?” tanya Geun Young lagi

“noona.. kau ini apa-apaan, cepat lepaskan sebelum dia datang” pinta Kim Bum sambil berusaha melepaskan pelukan Geun Young. Bukannya melepaskan, Geun Young malah semakin mengeratkan pelukannya

“dia. Siapa dia? So Eun-sii? Heoh.. ternyata benar, kau berpacaran dengan Kim So Eun. Ya, aku tau kau mencintainya. Dan aku juga tau dia mencintaimu. Namun apakah tak kau sadari ada wanita lain yang mencintaimu. Aku. Aku adalah wanita itu” aku Geun  young

“noona.. bicaramu semakin aneh saja” ucap Kim Bum sambil terus berusaha melepaskan pelukan Geun Young

“aku serius Bum-ah! AKU MENCINTAIMU!” teriak Geun Young

“aku mencintaimu Bum-ah, tak bisakah aku menggantikan posisinya dihatimu? Tidak bisakah kau menempatkanku dihatimu seperti aku menempatkanmu dihatiku?” ucap Geun Young

~~~

So Eun sudah sampai di depan apartmen Kim Bum. Saat ia baru akan memencet bel-nya, ia teringat sesuatu.

“kalau jam segini.. biasanya ia belum bangun. Ah.. sebaiknya aku masuk diam-diam lalu membuatkan kejutan untuknya” ucap So Eun dengan senangnya.

Kemudian iapun memencet “6977” yang merupakan password apartmen Kim Bum. Ia mulai membuka pintunya dengan perlahan. Setelah terbuka sedikit, iapun masuk dan menutup kembali pintunya. Ia mengganti sepatu dengan sandal karet berwarna putih yang biasa ia kenakan jika sedang berkunjung ke apartmen Kim Bum. Ia mulai melangkahkan kakinya. Baru beberapa langkah, ia mulai menghentikan langkahnya. Matanya membulat sempurna menyaksikan pandangan tak mengeenakan di depannya.

“ish.. noona sudahlah” kata Kim Bum

“APA LEBIHNYA DIA DARIKU?! APA KARENA DIA LEBIH MUDA DARIMU, MAKA KAU LEBIH MEMILIHNYA DARIPADA MEMILIHKU?! AKU HANYA INGIN KAU MENCINTAIKU SEHARI SAJA..SEHARI SAJA.. APA ITU TERLALU BERAT UNTUKMU?!!” Geun Young mengeluarkan tangisannya. Perlahan pelukannya pada Kim Bum mulai melemah seiring dengan air mata yang berjatuhan. Kakinya seolah tak kuat lagi untuk berdiri, sehingga membuatnya jatuh tersungkur ke lantai. Kim Bum sekarang bisa membalikan badannya menghadap Geun Young. Ia berjongkok dan berbicara dengan halus kepada Geun Young, tanpa menyadari ada sepasang mata indah yang mulai mengeluarkan cairannya sedang menatap mereka.

“noona.. mengapa kau…”kata-katanya terputus ketika manik matanya mendapatkan sesosok gadis berpenampilan cantik tengah menahan tangis di dekat pintu apartmennya

“So Eun” kejut Kim Bum, Geun Young juga ikut menolehkan pandangannya

“ah.. mi..mianhae.. aku mengganggu. Aku pergi” kata So Eun sambil memutar badannya meninggalkan Kim Bum dan Geun Young.

“So Eun, tunggu!” kata Kim Bum sambil berlari mengejar So Eun

“Kim Bum!” panggil Geun Young, namun Kim Bum tak menganggap panggilannya

“HAAAAA!!!!!!!!” teriak Geun Young dengan frustasi

~~~

“So Eun, tunggu! Kau perlu mendengar penjelasanku” kata Kim Bum sambil menahan tangan So Eun

“bum-ah, kau ini apa-apaan.. ini tempat umum, lepaskan tanganku” kata So Eun dengan mata yang memerah. Kim Bum tidak melepaskan genggaman tanganya, justru saat ini ia malah memeluk So Eun

“biarkan saja mereka tau bahwa kekasih Kim Bum yang sesungguhnya itu Kim So Eun. Bukan Moon Geun Young” ucap Kim Bum dalam pelukan So Eun

“bum-ah.. apa yang kau lakukan. Cepat lepaskan” ujar So Eun dengan suara yang ia buat selembut mungkin, seolah-olah ia sama sekali tak merasa sakit hati. Kemudian Kim Bum melepaskan pelukan Kim Bum

“jangan membohongi perasaanmu sendiri. Aku tau kau merasa sakit hati. Maafkan aku. Aku tak bermaksud membuat pagi mu menjadi berantakan” kata Kim Bum

“ne, aku percaya padamu. Aku tadi mendengar pengakuan eonni itu” kata So Eun tanpa menyebut nama ‘eonni’ yang ia maksud itu

“jadi kau tak marah padaku?” tanya Kim Bum. So Eun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian Kim Bum memeluk So Eun

“terimakasih telah mengertiku” bisik Kim Bum

“aku tak marah padamu, karena aku sudah menganggap semua ini sebuah drama” jawab So Eun

“hanya saja aku sedikit cemburu” umpat So Eun

“kau sedikit apa??” pancing Kim Bum yang ternyata mendengar ucapan So Eun

“sedikit apa?? Tidak apa-apa” elak So Eun. Kim Bum melepaskan pelukannya

“ahh.. tadi kau mengucapkannya. Ayo ucapkan sekali lagi” pinta Kim Bum dengan sedikit menggoda

“tak apa-apa.. sudahlah aku mau pulang saja” ucap So Eun sambil berjalan menuju apartmennya yang memang tak jauh dari apartmen Kim Bum karena letaknya hanya bersebrangan

“yya! Aku ikut denganmu” kata Kim Bum sambil menggandeng tangan So Eun

“eonni itu…” ucap So Eun menggantung

“biarkan saja dia, nanti juga dia akan pulang” balas Kim Bum

“yya! Kau kejam sekali” sahut So Eun

“sudahlah.. ayo cepat.. aku sudah lapar” kata Kim Bum sambil menarik tangan So Eun. mereka berjalan dengan santai. Untung saja jalanan belum ramai, kalau tidak bisa-bisa nanti siang sudah muncul skandal Kim Bum dan So Eun.

~~~

Geun Young menunggu Kim Bum kembali. Ia masih terduduk di lantai dengan mata yang sembab. Sudah sekitar 2 jam-an namun Kim Bum tak juga kembali. Selama dua jam itu ia juga merenung. Setelah ia menemukan titik terang. Akhirnya ia pulang dengan jiwa yang mulai kembali tegar.

~~~

Seminggu sudah Kim Bum dan So Eun mengklarifikasikan hubungan mereka kepada publik. Siang ini Kim Bum sedang beristirahat di apartmen So Eun.

“kau sudah menghafal naskahmu? Ini syuting terakhir kita, jangan sampai kita membuat banyak NG” kata So Eun pada Kim Bum yang sedang berbaring di paha-nya

“itu bukan hal yang sulit.. sudahlah nanti saja” kata Kim Bum yang masih fokus dengan game di ponselnya

“jangan suka menunda-nunda pekerjaan” kata So Eun sambil mengambil alih ponsel Kim Bum lalu mematikannya

“yya! Aku hampir mendekati garis finish, mengapa kau matikan akh!!” keluh Kim Bum

“kau itu sulit menghafal naskah, kalau kau tak menghafalkannya dari sekarang, bisa-bisa kau menghasilkan banyak NG. Aku tak mau jam kerjaku bertambah hanya karena kesalahanmu” omel So Eun

“baiklah-baiklah Ny. Kim Sang Bum aku akan menghafalkan naskahnya” kata Kim Bum sambil berjalan malas menuju tumpukan kertas yang berada tak jauh darinya.

“mwo?! Ny. Kim Sang Bum? aku belum menjadi istrimu, jangan memanggilku dengan sebutan itu” kata So Eun

“belum berarti akan. Iya kan’?” goda Kim Bum

“mulai lagi.. terserah kau saja laah” parah So Eun

“ah.. kau tidak asik” kata Kim Bum sambil kembali berbaring di paha So Eun

“Bum-ah.. eonni itu pergi kemana? Aku tak melihatnya akhir-akhir ini” ucap So Eun

“entahlah.. bukan urusanku” kata Kim Bum dengan cuek

“terakhir yang ku dengar, dia pergi ke Inggris. Apa itu benar?” tanya So Eun

“aku tak tau. Sudahlah jangan bicarakan dia lagi” kata Kim Bum sambil meletakan kertas naskah itu di wajahnya

“So Eun-ah.. aku mengantuk” ucap Kim Bum sambil menarik tangan kanan So Eun untuk dijadikan ‘pelukan’

“ne.. tidurlah” kata So Eun lalu mengelus rambut Kim Bum dengan tangan kirinya. Ia tau, jika Kim Bum mengantuk maka ia tak bisa menghafal naskah dengan baik, hasilnya akan percuma saja. Jadi lebih baik Kim Bum tidur dahulu baru setelahnya menghafal naskah.

Setelah beberapa menit, So Eun bisa melihat Kim Bum yang sudah terlelap sambil memeluk tangan kanannya. Ia tersenyum melihat wajah Kim Bum yang nampak tenang.

“saranghae” ucap So Eun sambil mengecup bibir Kim Bum

~~~

7 tahun kemudian…

“Yoo Bin-ah” ucap seorang laki-laki sambil berjalan menuju seorang anak kecil bernama Yoo Bin lalu berbaring sambil memeluk pinggang anak kecil itu

“appaa” ucap Yoo Bin kegelian saat orang yang ia panggil appa itu menggelitik perutnya

“appa… sudah…geli.. appa.. aku ingin menonton televisi” ucap Yoo Bin sambil berusaha melepaskan tangan sang ayah yang terus menggelitik perutnya

“yya! Bum-ah.. aku menyuruhmu mandi bukan mengganggu Yoo Bin” kata So Eun yang sedang menyiapkan sarapan. Namun Kim Bum tak juga mendengarkan perkataan So Eun. Ya, beberapa bulan setelah mereka mengklarifikasi hubungan mereka, Kim Bum dan So Eun segera menyelenggarakan pernikahan mereka. Pernikahan yang hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat saja. Saat ini, mereka sudah di anugerahi dengan seorang putri bernama Kim Yoo Bin. Sekarang ini mereka tinggal di sebuah rumah yang lumayan megah yang merupakan hadiah pernikahan dari appa Kim Bum.

“appa belum mandi, pantas saja aku mencium bau aneh” kata Yoo Bin dengan isengnya

“oh.. sekarang anak appa sudah pandai berkompromi dengan eomma yaa” kata Kim Bum sambil menggendong Yoo Bin

“yya.. appa turunkan aku, aku sudah besar” protes Yoo Bin. Kemudian Kim Bum menurunkan Yoo Bin di sebuah sofa di depan televisi

“anah appa sudah besar? Kau masih pendek, kau belum besar” kata Kim Bum meremehkan

“heehh.. sudah cepat masuk kamar mandi, jangan membuat pencemaran udara” kata So Eun sambil memberikan Kim Bum handuk dan mendorongnya ke kamar mandi.

“Yoo Bin.. sini ibu ikat rambutmu” kata So Eun sambil menghampiri sang anak

“ne” jawab Yoo Bin lalu duduk di depan So Eun

Ting Nong Ting Nong

“ada yang datang eomma” kata Yoo Bin yang menyadari ada bunyi bell

“ne, Yoo Bin tunggu sini. Eomma liat dulu siapa yang datang” kata So Eun yang bergegas menuju intercom yang terletak di ruang tamu

“silahkan masuk” kata So Eun kemudian menekan tombol untuk membuka pintu

“annyeong haseyo” ucap seorang perempuan paruh baya

“annyeong haseyo” ucap seorang pria yang berdiri di belakang wanita itu. Pria itu terlihat sedang menggandeng seorang anak kecil yang berusia kurang lebih 2 tahun dibawah Yoo Bin.

“eonni” So Eun merasa terpaku melihat sebuah keluarga kecil dihadapannya

“apa kabarmu So Eun?” tanya wanita itu yang ternyata adalah Geun Young

“eonni.. oh.. kabarku baik, ayo silahkan masuk” kata So Eun mempersilahkan. Geun Young beserta keluarga kecilnya pun mengikuti langkah So Eun yang menuntun mereka untuk duduk di sebuah kursi ruang tamu

“Yoo Bin-ah” panggil So Eun. Tak lama datanglah seorang gadis kecil yang sangat imut itu

“iya eomma” balas Yoo Bin dengan imutnya

“apakah appa sudah selesai mandi?” tanya So Eun

“sudah eomma” jawab Yoo Bin

“tolong panggilkan appa, bilang padanya bahwa ada tamu” pesan So Eun pada Yoo Bin

“ne” jawab Yoo Bin lalu segera memanggilkan Kim Bum yang sepertinya sedang berganti pakaian

“itu anak kalian?” tanya Geun Young dengan ramahnya

“hm…n..ne itu anak kami” jawab So Eun dengan gugup. Ia sungguh tidak menyangka, karena sudah beberapa tahun terakhir ia tidak melihat batang hidung Geun Young

“ada siapa so..Noona?!” kejut Kim Bum

“annyeong bum-ah, apa kabarmu?” tanya Geun Young

“kabarku baik” jawab Kim Bum sambil duduk disamping So Eun diikuti dengan Yoo Bin

“eomma… aku mau itu” tunjuk seorang anak laki-laki yang tadi datang bersama Geun Young. Ia terlihat menunjuk cokelat yang sedang dimakan Yoo Bin

“oh.. kau mau ini.. baiklah.. tunggu sebentar yaaa” kata So Eun, ia bergegas ke dapur untuk mengambil cokelat itu. tak berapa lama, ia sudah kembali dengan setoples cokelat bermacam bentuk itu

“ini silahkan” kata So Eun dengan manisnya. Anak bernama Mason itupun mengambil beberapa buah cokelat

“dia memanggilmu eomma?” tanya Kim Bum tak percaya

“ne, dia adalah anakku. Namanya Mason Moon. Dan dia adalah suamiku, namanya Moon Joo Won” kata Geun Young

“manna bangapseumnida” sapa Joo Won

“nado manna bangawoyo” balas So Eun dan Kim Bum

“ah eonni.. hubungan kita terakhir bertemu tidak begitu baik. Kita tak saling bertukar kabar, dan kau menghilang begitu saja. Bahkan semua fans mu tidak tau kemana kau pergi. Ini sangat mengejutkan bagiku, kau datang bersama anak dan suamimu” ucap So Eun

“ne, setelah kejadian itu aku memutuskan untuk pindah ke Inggris bersama paman dan bibi ku. Dan disana aku menjalankan hidup seperti orang biasa saja, aku bekerja sebagai manager di suatu perusahaan pertambangan. Dan disanalah aku bertemu dengan suamiku ini. setelah itu kami berpacaran dan kemudian menikah” cerita Geun Young

“ngomong-ngomong, kapan kalian menikah?” tanya Geun Young

“ditahun yang sama dengan perginya kau” jawab Kim Bum

“wahh rupanya kau berpesta saat aku pergi” ucap Geun Young pura-pura marah

“hahaha.. tidak seperti itu eonni” jawab So Eun

“apa kalian mempunyai rencana untuk hari ini?” tanya Joo Won

“sebenarnya nanti sore kami akan ke rumah Soo Jin eonni, dia baru saja melahirkan anak keduanya” jawab So Eun. sementara Joo Won kebingungnan memikirkan siapa itu Soo Jin

“Soo Jin, manager Park maksudmu?” ucap Geun Young tak percaya

“ne” jawab So Eun

“woa.. dia sudah memiliki dua anak ternyata” gumam Geun Young tak percaya

“oh ya, apa kalian sudah sarapan?” tanya So Eun

“belum, dari bandara kami langsung kesini” jawab Joo Won

“baiklah, kalau begitu ayo kita sarapan bersama” ajak So Eun

~~~

Malam harinya, Kim Bum, So Eun, Geun Young, dan Joo Won sedang menonton Yoo Bin dan Mason yang sedang asik bermain kejar-kejaran sambil memegang kembang api di taman belakang rumah kimbum. Ya, Geun Young, Joo Won, dan Mason memutuskan untuk menginap di rumah Kim Bum malam ini

“mereka terlihat bahagia sekali” gumam So Eun sambil memandang pemandangan membahagiakan itu

“ne, itulah nikmatnya menjadi anak-anak. Mereka bebas mengekspresikan apa yang mereka ingin lakukan. Mereka berlari tanpa memikirkan akan terjatuh. Mereka bermain api tanpa memikirkan akan terbakar. Sangat berbeda dengan orang dewasa yang selalu terbebani” kata Kim Bum sambil merangkul So Eun

“hanya dua orang anak yang sedang berlarian sambil tertawa. Entah mengapa hanya dengan hal sederhana itu bisa membuat hatiku merasa sangat tenang” kata Geun Young sambil menyandarkan kepalanya di bahu Joo Won

“satu kali tawanya, itu seperti menambahkan 10 menit waktu hidupku” sambung Joo Won sambil merangkul pinggang Geun Young

“tak kusangka, dulu hubungan kita sangatlah rumit. Tapi sekarang semuanya terasa indah” ucap Kim Bum sambil mengelus kepala So Eun

“Tuhan memang selalu mempunyai rencana yang terbaik untuk umatnya” sahut So Eun. Mereka masih memandang Yoo Bin dan Mason yang tampak semakin akrab.

THE END

Gimana?? Maaf yaa kalo endingnya kurang memuaskan. Maaf kalo banyak typo, alurnya ga jelas. Oh yaa.. maaf juga kalo kata-katanya kaku, maklum udah lama ga nulis -_-
oke… makasih bagi yang udah mau baca sampe akhir, dan bagi yang merasa orang bertanggung jawab, tolong tinggalin jejak yaa…  Gomawo ~~ :*

 

 

22 thoughts on “This is My Evidence That I Love You

  1. i like this ff🙂

    aku mendoakan yg terbaik aja utk bumsso. apapun yg terjadi smg mereka selalu bahagia.. penasaran nunggu kabar mereka berikutnya akan ada berita apalagi ya..?🙂

  2. woow daebak keren ff nya (y) baca nya puas bgt full of story,,, mudah2han kenyataannya memang sperti itu klo hubungn bummpa ma mgy cumn rekayasa aamiin,, brharapbgt bumsso berjodoh d kehidupan nyata aamiin,, aah pkknya suka2 ff nya keren bgt.

  3. entah lah rasanya hati aku ikutan hancur😦 yg terbaik aja bumsso dan mates dan tetep semangat yaa mates !!🙂

  4. diawal crita sdih bgt krna bumsso putus tpi akhirnya so eun prcya ma kim bum klo smua itu cma sndiwara dan mrka balikan lagi😀 dan MGY merelakan bumsso brsatu😀 mga didunia nyata jga kyak gini , MGY balikin KIm bum ke So eun jgan lma2 minjem pcar so eun😀 bumsso forever

  5. Daebak bngets thor…smoga bner hbungan kimbum dan geun young cma kntrak aja,soalnya q bneran gak rla..
    Dan smoga hbungan kimbum dan sso jdi knyataan..’amin’

  6. waaa ceritanya kyk nyata semoga kmbum oppa dgn moon itu cmn skedar kontrak ya
    pngen bnget bneran itu drma yg ada dcrita bneran dbuat kke
    ceritanya seru fellnya dpt bnget,
    dtnggu ff doeun eoni lainnya dan dtnggu lnjutan ff yg lainya thor

  7. Emmm thor bsa ja ngobatin luka d hati, pecinta bumsso,
    Bwat lgi ya thor crta ny, tp jgn d bwa moon geun young ny,, jdi sdih lgi ntar..🙂😉

  8. Suka bgt ceritanya..Apalagi endingnya mpe bumsso merried.
    Ku berharap hub kimbum n mgy memang hanya rekayasa tp kalopun bumsso kelaknya tdk bersatu yg pasti doaku so eun dpt yg terbaik. Amin~~maaf thor jadi curhat “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    aku berharap author tetap semangat buat ff bumsso lg yach..

  9. Arghh ,, daebak !! Neomu daebakk🙂
    ngarep banget ituh bisa jd kenyataan ..
    setidak’x , ttg hubungan kontrak Bum-ppa & GeunYong eonnie ..
    Smoga suatu saat bsa dgr kbar BumSso brsatu sungguhan O:)
    author-nim , keep spirit & hwaiting sllu ne !! ^^
    ditunggu yg lainnya juga ..

  10. keren author
    ditunggu ya karya-karya selanjut nya semangat …! ! ! !…
    oh ya author aku mau minta pw nya dong .
    ”please”.
    …………….

  11. waaaa,..^O^ keren!,keren!,keren!
    kisahnya berakhir dengan bahagia thor !!, suka banget sm ceritanya!!, alurnya jg enak thor,
    semoga ja bumsso juga bisa berakhir seperti ff ini , happy ending jadi real couple,..

  12. Salam kenal
    aku reader bru..
    Keren..
    Ff’nya bgus..
    Feelnya dpet bgt,moga bumsso bisa bersatu kya ending cerita ini
    aamiin
    ff yg lain di tunggu eon..

  13. huaaaa daebaaak gk nyangka bakal happy ending🙂 kirain bakal berakhir gitu aja. seandainya kisah bumsso di sini beneran terjadi di dunia nyata.. good job🙂

  14. i’m a new reader ^^.
    alurrnya cepet bgt, pdhl lg mnikmati kemesraan bumsso,,,,,
    mgy uring2an . kekekekeke…. kim bum tegas bgt, sukaaaaa
    emang mereka main drama bareng yak bumsso stlh mgy pergi?

    yeaaah alkasil pnya ekor kim yo bin, lucuuu bgt bayanginnya
    wow mgy dtg bersama suami, bagus deh
    lanjut yaaak, gomawo

  15. Wuuachh,, crita awalnya mmbwt saia teriris sembilu.. ;(
    tp sneng klo akhirnya mreka bsa bersatu wlwpun aral merintang. Daebakkk

  16. Huaaa, happy ending.:D
    awalnya emng buat air mata trus jatuh.. tpi terbayar dngn ending yg membahagiakan..:’)
    Saeng.. daebakkk OSny!! Suka sma alurnya!! ^^
    Ditunggu ya karya* lainnya..@**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s