Secret Of Love Part 8

Secret Of Love

Part 8

cats

Author                       : Kim Sang Eun

Main Cast                 : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                            : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, Eun Jung, Kim Soo Hyun, Park Jiyeon, Yoo Seungho, Yoo Ah In, Kim Jo Kwang (fiction), Elisha Melville (fiction), William Ville Kim / Kim Woon Ha (fiction)

Genre                         : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type                           : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Part 8 nya dateeenggg🙂 Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!😉

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa😀
happy reading ****

¤¤¤

Jessica dan Jiyeon adalah teman. Teman sebelum Jessica di adopsi oleh keluarga Jung Yo Bin. Dulunya, Jessica dan Jiyeon adalah teman karena rumah mereka yang berdekatan. Ibu Jessica adalah seorang pedagang baso ikan sedangkan ayahnya adalah seorang pengantar koran dan susu. Pada suatu hari, mobil Jung Yobin secara tidak sengaja menabrak ayah Jessica, Jung Won Jae yang sedang mengantar susu. Sebagai rasa tanggung jawabnya, keluarga Jung Yobin mengadopsi Jessica yang saat itu bernama Jung Soo Yeon. Awalnya Jessica menolak, namun sang ibu terus membujuk Jessica. Ibu Jessica, Ha Yomin tau jika Jessica sangat ingin bersekolah di luar negeri, Yomin berpikir ini adalah jalan yang Tuhan berikan untuk mewujudkan mimpi Jessica. Namun sekarang semua itu jauh meleset. Semenjak diadopsi, Jessica tidak pernah menengok ibunya di rumah lamanya, bahkan saat natal pun Jessica tidak datang untuk merayakan natal bersama ibu kandungnya. Setiap orang lain bertanya ‘mengapa soo yeon tidak pernah menjengukmu?’ ibu Jessica selalu menjawab jika Jessica sedang sekolah di luar negeri, jadi Jessica tidak bisa menghubunginya, namun Jessica masih suka meneleponnya saat malam hari. walaupun di dalam lubuk hatinya, ibu Jessica juga bertanya-tanya mengapa Jessica tidak menjenguknya sama sekali??

Part 8

Kim Bum sedang memakan sarapannya bersama dengan ayah, paman, bibi serta sepupunya.

“kalian akan tinggal disini selama berapa lama?” tanya ayah Kim Bum pada paman Kim Bum

“mungkin sekitar 2 minggu” jawab paman Kim Bum

“kau keberatan?” tanya bibi Kim Bum

“tentu tidak. Aku senang kalian disini, berarti kalian bisa menemani Kim Bum disaat aku kerja. Aku tidak akan mengijinkan Kim Bum untuk tinggal di apartemennya selama kondisinya belum benar-benar pulih” balas ayah Kim Bum

“aku bisa meminta So Eun dan Hyun Joong untuk menemaniku” sahut Kim Bum

“ayah tau, tapi mereka tidak bisa memantaumu selama 24 jam” jawab ayah Kim Bum

“aku akan menemanimu hyung” celetuk William

“kau ingin menemaniku atau mendekati So Eun?” cibir Kim Bum

“kau ini, menjadi sensitif sekali pada Willy” ucap paman Kim Bum sambil mengelus kepala anak semata wayangnya

“bagaimana tidak, sekarang dia menjadi sebuah ancaman” balas Kim Bum. sementara yang lainnya hanya tertawa mendengar ucapan Kim Bum.

###

Hari ini So Eun pergi ke sekolahnya seperti biasa. Setelah meletakkan tasnya di loker, So Eun segera pergi ke ruang FB4 karena tadi Hyun Joong sudah mengirim pesan kepada So Eun untuk segera ke ruang FB4 setelah sampai sekolah.

“annyeong! Na wasseo” kata So Eun

“kau datang siang sekali” kata Kim Joon

“mianhae, tadi Soo Hyun oppa bangunnya terlambat” jawab So Eun. sekarang Kim Joon dan Min Ho sudah tau jika Soo Hyun adalah kakak So Eun, bukan kekasihnya.

“kemarin kau ikut menjemput Kim Bum di bandara?” tanya Min Ho

“ne” jawab So Eun sambil duduk di samping Hyun Joong

“bagaimana keadaannya?” tanya Hyun Joong

“syukurlah, dia baik-baik saja. Hanya saja, kalau berjalan dia harus di papah atau tidak dia harus menggunakan tongkat” kata So Eun

“oh ya, Hye Sun, aku minta maaf padamu tentang kejadian waktu itu. aku benar-benar diluar kendali” lanjutnya dengan penuh penyesalan

“aku bisa mengerti. Kau pernah seperti ini sebelumnya, dan seharusnya waktu itu aku tidak berkata seperti itu karena aku tau respon darimu akan seperti apa” kata Hye Sun

“dia akan tinggal di korea?” tanya Min Ho pada So Eun

“Jo Kyung ahjussi bilang bahwa Kim Bum akan tinggal di korea sampai kondisinya benar-benar pulih” jawab So Eun dengan senyumannya

“lalu bagaimana dengan sekolahnya? Bukankah itu akan dimulai bulan depan?” tanya Kim Joon

“entahlah, aku belum bertanya tentang itu” jawab So Eun

“bagaimana jika nanti kita menjenguknya?” usul Hyun Joong

“ide bagus” sahut Min Ho dan yang lainnya pun menyetujui

¤¤¤

Sepulang sekolah, FB3, Hye Sun, serta So Eun pun mengunjungi Kim Bum di rumahnya. Mereka membawakan beberapa bingkisan untuk Kim Bum.

Ting nong ting nong *bel ceritanya*

“tunggu sebentar” teriak seseorang dari dalam rumah Kim Bum setelah So Eun menekan belnya. Kemudian pagar rumahpun terbuka, mereka segera masuk ke rumah Kim Bum yang megah itu.

“annyeong haseyo” sama So Eun ketika masuk ke dalam rumah Kim Bum

“nuna” girang William sambil menghampiri So Eun. Hye Sun merasa heran mendapati seorang anak kecil di rumah Kim Bum. Namun tidak dengan Hyun Joong, Min Ho, dan Kim Joon.

“nuguya?” bisik Hye Sun pada Min Ho

“William, anak dari pamannya Kim Bum” balas Min Ho dengan suara yang tak kalah pelan

“oh kalian, silahkan masuk” bibi Kim Bum segera mempersilahkan FB4, Hye Sun, dan So Eun untuk masuk.

“Kim Bum ada di kamarnya, aku akan membuatkan minum untuk kalian” kata bibi Kim Bum

“gamsahamnida” ucap Hye Sun. Lalu FB3, Hye Sun, So Eun dan diikuti William menghampiri Kim Bum yang ada di kamarnya.

Tok-tok-tok

“masuk saja, tidak dikunci” balas Kim Bum dari dalam kamarnya

“bum-ah” panggil So Eun sambil membuka pintu kamar Kim Bum lalu masuk ke kamar Kim Bum diikuti yang lainnya

“So Eun-ah” balas Kim Bum dengan senangnya

“heii mengapa kau ikut kekamarku, hah?!” ucap Kim Bum pada William yang terlihat menggandeng tangan So Eun

“tak apa” jawab William dengan tatapan santai

“kau sedang apa?” tanya Hyun Joong sambil duduk di sofa dekat pintu kamar mandi

“hanya menonton televisi saja” jawab Kim Bum

“kenapa hanya duduk di kasur saja? Oh..ya..yaa aku baru mengingat, kau tidak bisa berjalan” canda Hyun Joong

“yya! Kau ini, aku bisa berjalan, hanya saja butuh bantuan” balas Kim Bum

“kau ini, baru sebentar disana sudah celaka. Bagaimana jika sudah 2 tahun disana? bisa-bisa kau pulang tinggal nama” ucap Min Ho yang mendapat tatapan tajam dari yang lainnya

“ne? Kau mendo’akan aku mati, hah!” ucap Kim Bum dengan sedikit kesal. Lalu ia menatap Min Ho, Kim Joon dan Hye Sun dari atas sampai bawah

“apa? Melihatku seperti itu?” tanya Min Ho yang merasa risih diperhatikan seperti itu

“kalian…..nuguya?” tanya Kim Bum. Semuanya memandang Kim Bum dengan terkejut

“kau…Kim Bum…kau…tidak tau mereka?” ucap So Eun dengan heran. Kim Bum menggeleng

“yya! Bercandamu lucu sekali” timpal Kim Joon sambil menoyol jidat Kim Bum dengan jari telunjuknya

“issh.. kau ini apa-apaan” kesal Kim Bum sambil menyingkirkan jari telunjuk Kim Joon dari jidatnya

“aku sungguh-sungguh. Kalian siapa?! Kenapa kalian ke kamarku,hah?!” tanya Kim Bum dengan wajah kesal

“kenal saja tidak, sudah menoyol kepalaku saja. Bahkan mendo’akan aku mati. Kalau kakiku baik-baik saja, akan kulempar mereka berdua kelantai dasar” gerutu Kim Bum

“Kim Bum, kau tau aku?” tanya Hyun Joong sambil menunjuk didirnya sendiri

“tentu, kau Kim Hyun Joong” jawab Kim Bum yang amarahnya mulai mereda

“siapa nama ayahmu?” tanya Min Ho

“Kim Jo Kyung. Ah, kalian seperti dokter yang di Berlin” sahut Kim Bum

“kau benar-benar tidak ingat mereka?” tanya So Eun

“untuk apa aku berbohong? Aku tidak tau siapa mereka” jawab Kim Bum

“aku? Kau tidak ingat aku? Aku temannya So Eun, kau ingat?” tanya Hye Sun. Kim Bum terlihat berfikir

“temannya So Eun yang mana? Aku tidak tau siapa kau” ucap Kim Bum

“kau ingat…..Jung Eun Ji?” tanya Kim Joon dengan hati-hati

“ingat” jawab Kim Bum

“giliran wanita saja dia ingat” umpat Kim Joon

“bagaimana bisa kau ingat dengan wanita jahat itu namun kau tidak ingat dengan pria baik sepertiku?” protes Min Ho

“pria baik? Aku tidak mengenalmu, tapi aku yakin kau ini pria menyebalkan. Baru sekali bertemu saja sudah mendoakanku mati” ucap Kim Bum dengan sewot. Kemudian Hyun Joong pun menengahkan keduanya dengan sebuah pertanyaan untuk Kim Bum

“dimana Jung Eun Ji sekarang?” tanya Hyun Joong

“Vancouver, Kanada” jawab Kim Bum

“ada yang tidak beres” gumam Hyun Joong

“kau ingat aku hyung?” tanya William. Sementara Kim Bum tidak menjawabnya dan  hanya mengendus kesal

“kau ingat ibumu? Kau ingat adikmu? Pria yang merebut ibumu? Kau ingat tentang perceraian kedua orang tuamu? Kau ingat dimana pertama kali kau bertemu So Eun? kau ingat dengan kakaknya So Eun?” Kim Joon begitu heran dengan daya ingat Kim Bum. dia terus menghujani Kim Bum dengan berbagai pertanyaan. Sementara Kim Bum, ia terlihat berpikir keras, ia memegangi kepalanya, dan wajahnya terlihat menahan sakit.

“aku….aku….aku…tidak” lirih Kim Bum. ia merasakan rasa sakit yang amat sangat di kepalanya. Dan kemudian, iapun hilang kesadaran.

“Kim Bum! bum-ah, buka matamu” panik So Eun yang melihat Kim Bum tidak sadarkan diri. Hyun Joong yang hendak menenangkan So Eun kemudian ditahan oleh Hye Sun. Karena Hye Sun tau apa yang akan terjadi jika Hyun Joong menyuruh So Eun tenang disaat seperti ini

“hyung!” ucap William yang menepuk-nepuk tangan Kim Bum

“aku akan panggilkan paman Kim Bum” ucap Kim Joon

“yya! Bum-ah, kau kenapa? Bangunlah” kata So Eun sambil memangku kepala Kim Bum dipahanya

“So Eun, Kim Bum tidak apa-apa. Sebentar lagi dia akan bangun” ucap Hyun Joong dengan perlahan

¤¤¤

Jessica sedang berjalan di sebuah jalanan sempit. Terlihat bahwa disana bukanlah pemukiman mewah, itu hanya sebuah pemukiman sederhana. Ia terus melangkahkan kakinya sambil menutupi separuh wajahnya dengan masker. Ia juga menggunakan topi dan kacamata layaknya seorang selebriti yang menghindari paparazzi. Kemudian langkahnya berhenti di sebuah rumah yang ukurannya bisa dibilang kecil. Kemudian iapun masuk ke rumah itu.

“Soo Yeon” panggil seorang wanita paruh baya saat melihat Jessica masuk kedalam rumah kecil miliknya

“akhirnya kau kesini juga, ibu sudah menunggumu sejak lama” kata wanita paruh baya itu lalu memeluk Jessica. Dengan kasar, Jessica segera melepaskan pelukan ibu itu.

“aku kesini hanya untuk mengingatkanmu. Jangan pernah katakan pada orang-orang jika aku ini adalah anakmu. Sekarang, aku adalah anak dari pemilik Starlight Corp Jung Yobin dan Lee Sung Mi. Aku bukan anak dari Ha Yo Min dan Jung Won Jae. Jadi, jangan pernah katakan pada orang lain jika aku ini anakmu. Katakan saja jika kau ini tidak memiliki anak. Dan satu lagi, jika bertemuku lagi, bertingkahlah seakan kita tidak pernah saling kenal sebelumnya. Sungguh, sebenarnya aku tidak ingin bertemu denganmu lagi” kata Jessica lalu keluar dari rumah yang dianggapnya sangat jelek itu. Ha Yo Min terpaku sejenak mendengar perkataan Jessica. Kemudiaan iapun mengejar Jessica.

“Soo Yeon, tunggu” kata Yo Min sambil menahan tangan Jessica

“NAMAKU JESSICA BUKAN SOO YEON!!” teriak Jessica sambil menghempaskan tangan Yo Min yang menahan tangannya

“aku ibu kandungmu. Seorang wanita yang mengandungumu selama 9 bulan, teganya kau bicara seperti itu padaku” ucap Yo Min yang sebenarnya adalah ibu kandung Jessica. Ia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi

“aku tidak pernah memintamu untuk mengandungku selama 9 bulan,  jika kau keberatan seharusnya saat itu kau gugurkan saja aku” balas Jessica sambil menatap ibunya tajam. Sungguh, benar-benar anak yang durhaka

“ya Tuhan, setan jahat apa yang merasuki dirimu? Apa mereka tak memberikan pendidikan yang cukup untukmu sehingga kau menjadi seperti ini, hah?!” ucap ibu kandung Jessica dengan air mata yang sudah berlalu lalang di pipinya

“mereka memberikan semua yang aku butuhkan dan aku inginkan. Mereka memenuhi itu semua. Tidak seperti kau yang hanya bisa membuatku menderita” ucap Jessica

“Soo Yeon, apa yang kau ucapkan? Mengapa hatimu menjadi beku seperti ini? kemana Soo Yeon-ku yang selalu menghormati orang tua? Aku ibumu Soo Yeon!” ucap ibu kandung Jessica. Hatinya begitu terasa sakit melihat Jessica bersikap seperti itu padanya.

“dengar sekali lagi! Ibuku Lee Sung Mi, bukan Ha Yo Min. DENGAR ITU WANITA TUA!!!” teriak Jessica lalu pergi meninggalkan ibunya yang sudah menangis.

“Soo Yeon-ah!! Soo Yeon-ah!!” teriak sang ibu

“mengapa sekarang kau jadi seperti itu Soo Yeon” tangis sang ibu. Hatinya benar-benar terasa sakit. Rasanya sakit sekali. Bahkan rasa sakit ini terasa jauh lebih sakit daripada ketika ia kehilangan suami tercintanya.

¤¤¤

“bagaimana keadaannya dokter?” tanya So Eun yang sudah mulai bisa tenang

“sebelumnya, saya tanya kepada kalian” ucap dokter Yoo yang merupakan dokter pribadi keluarga Kim Bum

“apakah kalian termasuk dalam golongan orang yang Kim Bum benci, suka, atau sebagainya?” tanya dokter kim pada Min Ho, Kim Joon, dan Hye Sun

“kami berteman biasa saja dengannya. Tidak ada konflik apapun padanya” jawab Kim Joon

“apakah ada orang yang berteman biasa dengannnya namun bisa dia ingat?” tanya dokter Yoo

“aku” jawab Hyun Joong

“ohh begitu… aku rasa dia terkena penyakit amnesia disosiatif. Mungkin ini adalah akibat dari benturan saat kecelakaan” jelas dokter Yoo

“amnesia disosiatif?” paman Kim Bum menyiritkan keningnya

“ne, penderita amnesia disosiatif hanya hilang ingatan pada hal tertentu. Ini juga bisa disebut sebagai amnesia psikogenik. Namun ini hal yang aneh, biasanya penderita akan tidak mengingat satu kelompok. Misalnya satu kelompok orang yang ia benci. Namun, disini Kim Bum mengingat satu orang dari temannya” terang dokter Yoo

“apa ini sama seperti penyakit demensia?” tanya Kim Joon yang memang awam tentang hal seperti ini

“tentu tidak. Demensia bukanlah sebuah penyakit. Orang yang terkena demensia akan ingat kembali jika di ingatkan. Sedangkan penderita amnesia tidak. Jika terus diingatkan maka akibatnya akan seperti ini. Dia akan pingsan” jawab dokter Yoo

“Oh ya, apa hal lain yang tidak dia ingat?” tanya dokter Yoo

“sampai saat ini hanya itu yang aku temui dok” jawab So Eun

“bagaimana caranya supaya Kim Bum bisa mengingat semuanya lagi?” tanya bibi Kim Bum yang juga cemas

“harus perlahan, tidak boleh langsung menyerangnya dengan berbagai penjelasan. Karena itu akan membuat pikirannya menjadi berat dan bisa bertambah buruk. Misalnya, yang tadinya ia mengingat nona So Eun, setelah pikirannya dipaksakan, ia menjadi tidak mengingat nona So Eun lagi. Jadi, saya sarankan agar kalian bisa membimbingnya dengan sabar. Jika dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang kalian berikan, sebaiknya kalian tidak menanyakan hal itu kembali padanya” saran dokter Yoo

“baiklah dokter, saya mengerti” ucap bibi Kim Bum

“ya sudah, saya permisi” kata dokter Yoo sambil melangkah keluar

“mari saya antar sampai depan” ucap paman Kim Bum lalu menyusul dokter Yoo

“huhh…kalau dia belum sadar sampai ayahnya pulang nanti, pasti kita akan kena marah” ucap bibi Kim Bum sambil duduk di lantai lalu menidurkan kepalanya pada pinggir ranjang Kim Bum

“ne, Hye Sun-ah, sebelum kita kena marah, lebih baik sekarang kita pulang” kata Min Ho yang mendapatkan sebuah pukulan dari Hyun Joong

“hyung.. kenapa tidur lagi?” ucap William yang ikut berbaring di samping Kim Bum

“bangunlah bum-ah. Kalau kau tidak bangun, kami akan dimarahi ayahmu. Apa kau tidak kasihan pada kami?” kata So Eun sambil mengusap lebut kepala Kim Bum. wajahnya terlihat sangat lesu. Ia mencoba untuk tidak menangis dan tidak berpikiran negatif.

“aku minta maaf, aku tahu. Dia pingsan karena aku” ucap Kim Joon

“lupakanlah” sahut bibi Kim Bum

¤¤¤

Semua pekerjaan Soo Hyun untuk hari ini sudah selesai. Waktu masih menunjukkan pukul 5.30 KST. Ia segera melangkahkan kakinya ke cafetaria untuk sekedar minum Capuccino. Kemudian iapun menghubungi So Eun.

“yobeseyo” ucap So Eun disebrang sana

“So Eun-ah, kau sudah di rumah?” tanya Soo Hyun

“aniyo. Aku di rumah Kim Bum” jawab So Eun

“dirumah Kim Bum? Sekarang aku sudah pulang, kau mau aku bawakan apa?” tanya Soo Hyun

“oppa… bolehkah untuk malam ini aku menginap di rumah Kim Bum?” tanya So Eun dengan hati-hati

“mwo?! Kau ini apa-apaan?! Kau itu perempuan mana mungkin menginap di rumah laki-laki. Apa yang akan orang lain katakan jika mengetahui hal ini, hah?!” ucap Soo Hyun dengan wajah sedikit emosi

“oppa.. Kim Bum sedang sakit. Dia menderita amnesia disosiatif. Aku ingin selalu ada di sampingnya, aku takut dia akan lupa padaku, oppa.. lagipula disini juga ada bibi dan pamannya. Ayolah oppa, kali ini saja” mohon So Eun

“bagaimana jika dia berbuat diluar batas padamu?” tanya Soo Hyun

“aigoo…oppa… itu tidak akan terjadi. Kumohon oppa.. kali ini saja” So Eun terus memohon

“kau bisa menjamin?” tanya Soo Hyun

“ya aku jamin” jawab So Eun

“baiklah, untuk kali ini saja aku mengijinkan” ucap Soo Hyun

“oppajjang!! Gomawoyo” balas So Eun dengan senangnya. Kemudian ia memutuskan sambungan teleponnya.

“mengijinkan untuk apa?” tanya seseorang di belakang Soo Hyun. Soo Hyun pun menoleh ke belakangnya

“annyeong, kau sendirian?” tanya orang itu yang tak lain adalah Suzy, kemudian ia duduk di depan Soo Hyun

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Suzy dengan manisnya

“hanya bersantai” jawab Soo Hyun seadanya

“bersantai?? Memangnya semua pekerjaanmu sudah selesai, hah?” cibir Suzy

“kalau belum tidak mungkin aku bersantai, aku bukan tipe orang seperti itu” kata Soo Hyun

“kalau sudah selesai semuanya mengapa tidak langsung pulang?” tanya Suzy

“geurae, aku akan pulang” ucap Soo Hyun lalu berdiri dan melangkahkan kakinya

“yya!” teriak Suzy, Soo Hyun menghentikan langkahnya lalu menghampiri Suzy

“oh ya, seharusnya kau memberi salam padaku dengan mengucapkan ‘annyeong haseyo’ bukan hanya ‘annyeong’. Walaupun kau adalah anak pemilik perusahaan ini, tapi kau tetap harus menghormatiku karena aku lebih tua darimu. Aku yakin orang tuamu pasti mengajari hal itu padamu” ucap Soo Hyun lalu melenggang pergi.

“aku kan hanya berbasa-basi. Akh! Bae Suzy, kau salah kata-kata” gerutu Suzy sambil memukul kepalanya sendiri.

¤¤¤

Jam sudah menunjukkan pukul 5.45 pm. Namun, Kim Bum juga belum membuka matanya. Paman dan bibi Kim Bum sudah cemas, bukan hanya karena Kim Bum yang belum sadar, tapi juga karena sebentar lagi ayah Kim Bum pulang dari kantornya. So Eun masih setia di samping Kim Bum, ia terus memandangi wajah Kim Bum.

“bum-ah, ayolah bangun. Sebentar lagi ayahmu pulang, jika kau tidak segera bangun maka paman dan bibimu akan dimarahi habis-habisan oleh ayahmu. Apa kau tidak kasihan pada mereka” ucap So Eun sambil mengelus tangan kanan Kim Bum

“hyung, bangunlah. Apa kau tidak lelah tidur terus-menerus? Aku saja lelah” ucap William

“dia belum sadar juga” ucap bibi Kim Bum yang baru saja masuk ke kamar Kim Bum

“ini bisa gawat” ucap bibi Kim Bum lagi sambil duduk di pinggir ranjang Kim Bum

“So Eun, Hyun Joong, apa kalian akan tetap disini?” tanya bibi Kim Bum. disini hanya tinggal So Eun dan Hyun Joong, sementara Min Ho, Hye Sun, dan Kim Joon sudah pulang beberapa waktu lalu

“bibi, bolehkah aku menginap disini, untuk satu malam saja. Aku cemas akan keadaan Kim Bum” pinta So Eun

“aku juga, bolehkah aku menginap disini?” tanya Hyun Joong

“kalian ingin menginap disini?” ulang bibi Kim Bum. Hyun Joong dan So Eun mengangguk

“baiklah, aku akan senang sekali jika kalian ingin menginap disini” ucap bibi Kim Bum dengan senangnya.

“aku harap, kalian bisa membimbing Kim Bum untuk mengenal lingkungan sekitarnya lagi. Dia sangat butuh bantuan, aku yakin banyak hal-hal penting yang hilang” kata bibi Kim Bum sambil memandang Kim Bum yang masih memejamkan matanya

“itu pasti, aku akan selalu ada disampingnya. Aku akan membantunya untuk menemukan hal-hal yang hilang itu” balas So Eun

“dimulai dari teman sekitar. Aku akan mengingatkannya perlahan pada masa kanak-kanak kami. Siapa itu Min Ho, Kim Joon dan Hye Sun. Aku akan menjelaskannya secara perlahan” timpal Hyun Joong

“aku berterimakasih sebelumnya. Kim Bum sungguh beruntung, karena dia memiliki orang-orang seperti kalian” sahut bibi Kim Bum

“terutama Kim So Eun” kata Hyun Joong. So Eun dan bibi Kim Bum mengalihkan padangannya pada Hyun Joong

“yang ku tahu, sejak Jung Eun Ji meninggalkannya, perilakunya pada wanita sangatlah buruk. Dia sangat sering membuat wanita sakit hati, termasuk So Eun. Tapi entah hal baik apa yang dia lakukan sehingga bisa mendapatkan seorang Kim So Eun. Aku saja yang sering melakukan hal baik tak bisa mendapatkan hati So Eun” ucap Hyun Joong yang diselingi candanya

“kau jangan mengambil hatiku. Aku bisa mati jika hatiku kau ambil” canda So Eun. bibi Kim Bum hanya tertawa mendengar keduanya. Saat sedang bersenda gurau, tiba-tiba saja So Eun merasakan jika tangan Kim Bum yang berada di genggamannya bergerak. Ia segera menoleh ke Kim Bum, begitupun yang lainnya. Terlihat Kim Bum yang berusaha membuka matanya.

“bum-ah, kau sadar!”ucap So Eun

“so..soeun-ah” lirih Kim Bum sambil memegang kepalanya

“tiga orang aneh itu sudah pulang?” tanya Kim Bum yang memperhatikan bahwa Min Ho, Hye Sun, dan Kim Joon tidak ada dikamarnya

“ne” jawab So Eun dengan senyumnya

“heuh…baguslah” gumam Kim Bum sambil mendudukan tubuhnya lalu bersandar di kepala tempat tidur

“aku sudah sangat cemas karena kau tak kunjung sadar, padahal sebentar lagi adalah waktunya ayahmu pulang” kata bibi Kim Bum, sementara Kim Bum hanya membalasnya dengan senyuman

“malam ini aku akan menginap disini” ujar So Eun

“benarkah? Aku senang sekali” balas Kim Bum dengan senyum senangnya

“aku juga. aku akan menginap disini” sahut Hyun Joong

“benarkah? Aku tidak terlalu senang. Hahaha..” tawa Kim Bum diikuti dengan yang lainnya

“gawat! Gawat! Gawat!” ucap paman Kim Bum yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar Kim Bum

“gawat apanya?” tanya bibi Kim Bum

“Jo Kyung hyung! Dia sudah pulang, aku sudah mendengar suara mobilnya di depan” ucap paman Kim Bum dengan paniknya

“mwo?! Aigoo.. bagaimana ini” bibi Kim Bum ikut panik mendegarnya

“Kim Bum! Kim Bum, kau satu-satunya. Jangan katakan pada ayahmu jika kau sempat pingsan. Jebal…kalau tidak pasti ayahmu itu akan memarahiku. Ayolah.. aku mohon” ucap paman Kim Bum

“jika aku tidak mau?” jahil Kim Bum

“omo.. sejak kapan kau jahil seperti ini, ayolah.. apa kau tidak kasihan pada kami. Kata-kata ayahmu saat marah itu pedas sekali. Aku tidak kuat mendengarnya” pinta bibi Kim Bum

“ne..ne baiklah” ucap Kim Bum

“na wasseo!” ucap ayah Kim Bum

“itu dia!” ucap paman Kim Bum. So Eun, Hyun Joong, paman dan bibi Kim Bum pun langsung berpura-pura untuk tidak terjadi apa-apa

“bum-ah, ayo kau duduk” kata So Eun sambil membantu Kim Bum untuk duduk

“aaaa..appoo” bisik Kim Bum saat So Eun menarik kakinya terlalu kencang

“mian..sstt” ucap Kim Bum yang tak kalah pelannya

“kalian sedang apa?” tanya ayah Kim Bum yang ternyata sudah berada di kamar Kim Bum

“a..aa..anieyo. eobseo” ucap paman Kim Bum yang tersenyum tidak jelas

“Kim Bum, kau sudah baikan?” tanya ayah Kim Bum yang masih berdiri di depan pintu

“ne, aku baik-baik saja” balas Kim Bum

“baguslah” ucap ayah Kim Bum lalu berjalan keluar dari kamar Kim Bum.

“ini hal terkonyol yang pernah kulakukan” gumam Hyun Joong. Dari dalam kamar Kim Bum, terdengar suara William yang berteriak memanggil ayah Kim Bum. Kim Bum, So Eun, Hyun Joong, paman dan bibi Kim Bum mendengarkan dengan sesama.

“samcheon!!” panggil William sambil menghampiri ayah Kim Bum

“ada apa?” tanya ayah Kim Bum

“Kim Bum hyung! Dia pingsan lagi!” ucap William dengan polosnya. Sementara Kim Bum, So Eun, Hyun Joong, paman dan bibi Kim Bum yang mendengarnya langsung menepuk jidat. Ayah Kim Bum yang terlihat terkejut sekaligus kesal langsung menarik tangan William untuk mengikutinya ke kamar Kim Bum.

“permainan apa lagi ini, hah?!” tanya ayah Kim Bum sambil memandang Kim Bum, So Eun, Hyun Joong, paman dan bibi Kim Bum secara bergantian.

¤¤¤

Suzy, Jessica, dan Eunjung sedang berada di sebuah cafe. Mereka baru saja selesai shopping. Malam ini cuaca lumayan dingin, maka dari itu mereka memutuskan untuk meminum cokelat hangat di sebuah caffe.

“kalian tahu, tadi aku bertemu dengannya” ucap Suzy dengan senangnya

“dengannya? Siapa?” tanya eunjung sambil menggenggam cangkir berisi cokelat hangat itu

“kakaknya So Eun. Kim Soo Hyun, di cafetaria” ucap Suzy dengan sebuah senyum yang mengembang diwajahnya

“cih..jangan katakan kau suka dengannya” cibir eunjung

“apa salahnya?” tanya Suzy polos

“huft.. kau tau, dia itu kakaknya So Eun, So Eun itu orang miskin, itu berarti kakaknya juga orang miskin. Apa kau mau berhubungan dengan orang-orang miskin itu, hah?! Bisa-bisa hartamu habis dikeruk mereka” jelas eunjung

“aku yakin, dia bukan orang seperti itu” bela Suzy

“jika kau berpacaran dengannya, lalu menikah dengannya. Maka kau akan menjadi kakak ipar Kim So Eun, kau mau,hah?” tanya eunjung

“tapi kurasa aku benar-benar menyukainya” kata Suzy sambil menopang dagunya. Sementara eunjung hanya memutar bola mata mendengarnya

“tapi mengapa dia itu sulit untuk diraih. Kurasa aku sudah cukup cantik untuk menjadi kekasihnya” ucap Suzy sambil memainkan rambutnya

“mwo? Jadi kau benar-benar ingin menjadi kekasihnya?” ucap eunjung tak percaya

“kukira hanya sekedar suka kagum”umpatnya

“apa aku harus mendekati So Eun dulu untuk mendapatkan Soo Hyun” gumam Suzy

“jika kau ingin berteman dengan So Eun, kau berteman saja sendiri. Sana, bergabunglah dengan So Eun dan temannya itu. Aku dan Jessica tidak ikut-ikutan. Iyakan Jessica?” kata eunjung sambil memalingkan pandangannya ke Jessica. Sementara Jessica hanya diam, ia terlihat sedang melamun

“Jessica” panggil eunjung sambil menyenggol lengan Jessica. Jessica pun tersadar

“eh…mian, tadi kalian bilang apa?” tanya Jessica sambil tersenyum

“kau sedang ada masalah?” tanya Suzy tanpa menjawab pertanyaan Jessica

“a..anieyo. Aku baik-baik saja” jawab Jessica yang masih dengan senyumnya. Eunjung dan Suzy saling pandang ketika melihat ekspresi Jessica yang terlihat beda dari biasanya

¤¤¤

“jangan dipercaya, dia berbohong hyung” ucap paman Kim Bum

“tidak, anak kecil tidak mungkin berbohong” kekeh ayah Kim Bum

“geurae. Ayah, aku tidak berbohong. Bukankah tadi Kim Bum hyung benar-benar pingsan, dan ayah pun tau hal itu” ucap William, Hyun Joong hanya menundukkan kepalanya mendengar ucapan sepupu Kim Bum itu

“samcheon, kalau kau tidak percaya, kau tanyakan saja pada So Eun nuna dan Hyun Joong hyung. Atau sekalian saja, pada Kim Bum hyung” kata William sambil menunjuk So Eun, Kim Bum dan Hyun Joong

“apa yang dikatakan Willy itu benar, So Eun?” tanya ayah Kim Bum pada So Eun. sementara So Eun kebingungan menjawabnya. Ia memandang paman dan bibi Kim Bum bergantian. Wajah mereka terlihat cemas

“tidak ayah, Willy hanya berbohong. Dia berkata tanpa berpikir” ucap Kim Bum yang mencoba membantu So Eun

“hyung! Aku tidak bohong, paman kau tanyakan saja pada orang berbaju putih yang tadi memeriksa Kim Bum hyung” ucap William. Kim Bum, So Eun, Hyun Joong, paman, dan bibi Kim Bum kewalahan mendengar semua ucapan William yang tidak bisa diajak kompromi itu. ayah Kim Bum menatap semuanya dengan intens. Tak ada yang berani mengeluarkan sepatah katapun. Sampai akhirnya paman Kim Bum memberanikan diri untuk mengaku.

“baiklah hyung, tadi Kim Bum memang sempat pingsan” aku paman Kim Bum yang membuat semuanya terkejut. Belum ayah Kim Bum menanggapi, Kim Bum sudah berbicara duluan.

“tapi ayah, aku baik-baik saja. Tadi kepalaku memang sempat sakit, tapi itu bukan karena paman dan bibi. Itu karena tiga orang aneh yang tadi datang bersama So Eun dan Hyun Joong. jangan marahi mereka, mereka menjagaku dengan baik” ucap Kim Bum yang berusaha membela paman dan bibinya

“tiga orang aneh?” tanya ayah Kim Bum

“tadi Kim Joon, Min Ho, dan Hye Sun datang kesini” sahut Hyun Joong

“kenapa Kim Bum menyebutnya dengan orang aneh?” tanya ayah Kim Bum lagi

“tadi, dokter Yoo mengatakan bahwa Kim Bum menderita amnesia” jawab paman Kim Bum. ayah Kim Bum dan juga Kim Bum sontak menoleh ke paman Kim Bum

“amnesia disosiatif. Akibatnya, Kim Bum tidak bisa mengingat beberapa memorinya. Dokter Yoo bilang, biasanya penderita akan tidak mengingat sekelompok orang. Misalnya kelompokan orang yang dibenci ataupun sekelompok orang penting dalam hidupnya. Tapi pada Kim Bum, ini sedikit langka. Memori yang hilang bersifat random, karena Kim Bum bisa mengingat sebagian temannya” jelas paman Kim Bum

“jadi..aku menderita amnesia?” tanya Kim Bum. Paman Kim Bum mengangguk

“lalu, mengapa aku mengingat kalian?” tanya Kim Bum

“hanya beberapa memori yang hilang dari otakmu” jawab bibi Kim Bum

“bagaimana caraku supaya bisa mengingat semuanya kembali? Bagaimana jika ada hal-hal penting yang aku lupakan?” tanya Kim Bum dengan sedikit khawatir

“tenang saja, aku akan membimbingmu” ucap So Eun sambil mengelus punggung Kim Bum. Kim Bum pun tersenyum kepada So Eun

“bagaimana jika ia lupa pada ibunya? Apakah aku harus senang atau sedih? Lalu bagaimana dengan adiknya?” batin ayah Kim Bum

“Jo Kwang, Elisha, ada yang ingin aku bicarakan pada kalian. Ikut aku” ucap ayah Kim Bum lalu melenggang pergi

“ne” jawab paman dan bibi Kim Bum lalu mengikuti langkah kaki ayah Kim Bum

“apa yang ingin mereka bicarakan?” tanya Kim Bum

“molla” jawab So Eun. kemudian Kim Bum menoleh ke So Eun

“Willy, mengapa kau masih disini? Sana pergi” usir Kim Bum

“aku tidak mau” kata William yang sekarang membaringkan tubuhnya di samping Kim Bum. Kim Bum pun hanya mengabaikannya

“aku sangat bersyukur pada Tuhan, karena Tuhan masih mengijinkan aku untuk bisa mengingatmu” kata Kim Bum sambil tersenyum pada So Eun

“nado. Aku akan berusaha sebaik mungkin supaya kau bisa mengingat semuanya kembali” ucap So Eun sambil menata Kim Bum dengan penuh ketulusan

“gomawo” ucap Kim Bum. Baru saja ia ingin memeluk So Eun, namun ada saja gangguannya

“hoammm… sudah malam, dimana aku bisa tidur?” tanya Hyun Joong

“malam? BukankAh Ini masih jam 6.30. Kau sudah mengantuk?” tanya So Eun

“dia itu sebenarnya tidak mengantuk, dia hanya ingin menggagalkan pelukan kita saja” cibir Kim Bum. Hyun Joong kemudian melemparkan bantal ke kepala Kim Bum

“apa karena amnesia maka sifatmu juga berubah. Sejak kapan kau menjadi jahil sekali, hah” ucap Hyun Joong diselingi tawa

“jadi, dimana aku bisa tidur?” tanya Hyun Joong

“aku tidak tau, mungkin kau bisa tidur di kamar sebelah” jawab Kim Bum

“disebelah itu kamarku hyung” kata William

“apa masih ada kamar kosong, atau aku tidur disini saja bersamamu?” tanya Hyun Joong

“aku tidak tau ada berapa kamar di rumAh Ini, tapi yang jelas kau tidak bisa tidur disini karena disini sudah ada aku dan So Eun

“MWO?!” ucap Hyun Joong, So Eun, dan William berbarengan

“hyung! So Eun nuna tidur dikamarku” protes So Eun

“yya! So Eun itu kekasihku, jadi malam ini dia dikamarku” sahut Kim Bum

“itu tidak bisa, dia bukan istrimu. Kalau sudah jadi istrimu baru boleh” kata Hyun Joong yang ikut bicara. Sementara So Eun hanya bingung melihatnya, beberapa detik kemudian ia tersenyum melihat tiga lelaki yang terlihat memperebutkannya

“kau mau ikut-ikutan, hah?! Dia juga bukan istrimu, jadi tidak boleh bersamamu” kata Kim Bum sambil merangkul So Eun

“yya! Kalian kira So Eun barang? Supaya adil, malam ini So Eun tidur bersamaku” kata bibi Kim Bum yang ternyata sudah di depan pintu

“kalau begitu, aku tidur bersama ibu” kata William sambil menghampiri ibunya

“tidak. Kau tidur bersama ayahmu di kamarmu” kata bibi Kim Bum

“Hyun Joong, kau bisa tidur bersama Kim Bum disini” kata bibi Kim Bum sambil tersenyum

“baik bi” turut Hyun Joong

¤¤¤

Dikamar bibi Kim Bum…

Terlihat So Eun yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“bibi belum tidur?” tanya So Eun sambil menyikap selimut lalu berbaring di samping bibi Kim Bum

“bibi menunggumu” jawab bibi Kim Bum

“menungguku?” heran So Eun

“ada yang ingin bibi katakan padamu” kata bibi Kim Bum sambil menatap So Eun dengan intens

TBC

Eottae? Makin GaJe?? Mianhae.. u,u  Bagi yang udah baca,jangan lupa tinggalin jejak OK😉

 

29 thoughts on “Secret Of Love Part 8

  1. Wihhhh,aku yahhh orang pertama yang baca….

    Untunggg!!! Bumppa gak lupa ama sso eonni…

    Tapi kok lupa ama F3 sih,kok eunji yang di ingat…
    Bener banget tuh kata minho…
    Gak adil banget,eunji di ingat meereka gak di ingat…

    Hihihi sso eonni di perebutkan oleh 3 namja sekaligus untung ibu peri(bibi kim bum) datang menyelamatkan tuan putri.

    Lanjuttt ne,palli jangan lama2.
    Kerennn

  2. Omo, bum amnesia??😦 smoga secepatnya dia bisa inget smuanya..:’) william itu.. sesuatu ya.. ga bisa diajak kompromi..-_- wehh, seharusnya sso tidur sma bum itu..XD
    Apa yg mw dibilang bibinya kim bum?? Smoga ga mengkhawatirkan.. :3
    Dan satu lagi, semoga endingnya menyenagkan ya..:D kkk~

  3. akhirnya keluar juga part 8..hehheh… kasian ya hye sun, min ho ma kim joon oppa di lupakan ma bumpa, ampe dikatain org aneh lagi…kekek..
    trus… bumpa jg bener* lupa y ma ibu dan adik kandungnya… sedihnya… di tunggu next part-nya y chingu…:)

  4. Kekeke,, lucu juga pas sso d rebutin ma mreka br3

    lanjutt eon,, penasran bi2nya bumppa mo ngmong apa sech sbenernya

    dtunggu y,,, hwaitinggg

  5. hayo lho bi2 KB mo ngmg rahasia apa tuuu pnsnrn,,untg-ny KB ga mlupakn soeun kan lain crta-ny klo lp,,smpt nyangka KB brcnd amnesia trnyt bnrn,,kcian deh bum ujg2nya tdr ma hyunjong hahaha😛

  6. duaak
    tu orang 3 kaya ketiban apa yaa , kasian bnget gak diinget ma bum , udah gitu dibilang orang aneh lagi
    kasian deh suzy dicuekin ma oppanya sso
    duhh si willy polos bnget sih . Semua orang dewasa udah ketakutan bnget malah dianya nyerocos gak berenti2. Apa ya kira2 yg mau diomongin bibi ma sso . Next

  7. Haduhhhhh William Lucu banget sich, 8um-ah masa RebutanCewe sama anak kecil kekekeke, untung aja Bum-ah G’ lupa sama Sso, terus apa yang mau di Bicarakan sama bibi pasti ini ada hubungannya dengan yang tadi di bicarakan sama appa nya Kimbum

  8. Semoga bumppa cepetan pulih kembali ingatannya, lucu banget liat ketiga namja itu ngerebuti soeun. Apalagi pas bumppa cemburu sama william karna dekat sama soeun kekeke. Ditunggu lanjutannya author😀

  9. huaaaa bummpa amnesiaaa tpi untunglaah msih inget sso eonni sbg kekasihnyaaa,, kyaaa williaam kau comel sekalii hahah gemess pas baca william bilng ke oppanya bummpa ngbocorn rahasia bummpa pingsan,, waaduuh apa yg mau d blang bibi bummpa yaa kajja thor dilanjut yaa hwaiting hwaiting author😀

  10. Mwo ?? Kimbum amnesia ??
    Jangan sampe kimbum dipaksa inget2 hal yang dia lupain,,, bisa-bisa kalau dipaksa kimbum jadi lupa ma soeun lg,, ANDWE,,,!! Jangan sampe,,, hehehe😀
    Lucu ma wiliam,,polos banget,, bisa-bisa nya dia ngbocorin rahasia appa nya sendiri,,hehehe😀
    Tapi bibi nya kimbum mau ngomongin apa ya ma soeun,, penasaran,,,
    Lanjut !!!😉

  11. Trnyta kim bum amnesia

    knapa Sso bisa ingat eun ji sedangkan min ho , hye sun dn yg lain tdk ingat

    willy bnr2 gk bisa diajak kompromi
    apa yg kan dikatakan bibi pd Sso ??
    Ditunggu part selanjutnya

  12. Pasti bibinya mau minta tolong ceritain ttg ibu ma adiknya mbum
    Tyta tebakan aq bener…. Mbum hilang ingatan!! Hehehe

  13. eon part 9 nya kapan di post? ditunggu eon
    keren banget ceritanya nexxtttt partttt eon🙂

  14. aku reader baru disini
    senang bergabung dengan ff ini
    oh ya ayo dipercepatkan
    jadi penasaran nih aku apa
    sich yang mau dikatain bibi kim bum sama so eun
    auuthor ditunggu ya next part .
    SEMANGAt,,,,,,
    see you in next part 9

  15. Kim bum amnesia,tapi untungnya dia masih mengingat sso..
    So eun berusaha buat kim bum mengingat kalo kim bum punya ibu sama adik..
    Huffft padahalkan kim bum udah tau adiknya siapa,moga ajja kim bum cepet sembuh,…

  16. Ommo!! Amnesia scra random ?
    bt , syukur jg yaa .. Untung’x gak lupa sama Sso .
    Hihhi~ 3 org aneh ? Lucu sx sebutan’x :=D
    Aigoo ,, Jessica makin ktrlaluan sama eomma kandung’x😦
    Suzy ! Cieee ,, Suzy ! Cieeee .. Naksir beneran yaa sama Soohyun ?
    Bkal gmna jd’x yaa ? Apa tanggapan Sso ttg ini ? *evilsmile
    Ituh lucu & menyenangkan ! Liat Bum , Hyunjoong , & Willy memperebutkan Sso utk tdur brsma xD
    Lanjut yaa ,, lanjutt ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s