Secret Of Love Part 7

Secret Of Love

Part 7

Author                       : Kim Sang Eun

Main Cast                 : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                            : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, Eun Jung, Kim Soo Hyun, Park Jiyeon, Yoo Seungho, Yoo Ah In, Kim Jo Kwang (fiction), Elisha Melville (fiction), William Ville Kim / Kim Woon Ha (fiction)

Genre                                    : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type                           : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Part 7 nya dateeenggg🙂 Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!😉

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa😀
happy reading ****

###

Kim Bum melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hatinya kini terasa sesak setelah mengetahui bahwa Seungho adalah adik kandungnya. Ia merasa sangat bodoh karena tidak menyadari adanya keterkaitan antara dirinya dan Seungho, dari mulai bakat sampai sifat. Kim Bum melajukan mobilnya menuju bandara untuk terbang kembali ke Korea. Ia ingin membuktikannya sekarang juga, sebelum perkuliahannya disini dimulai. Kim Bum terlalu memikirkan pernyataan Ah In, sampai-sampai ia tidak menyadari adanya mobil dari arah berlawanan. Dan….

Brukkkkkkk….Duaaarrrr *halahhh suaranya gak karuan*

Terjadi sebuah ledakan kecil antara mobil Kim Bum dan mobil yang satunya. Percikan api mulai keluar dari mobil merah yang Kim Bum kendarai. Sementara Kim Bum yang pingsan karena kepalanya terbentur masih terjebak di dalam mobil. Masyarakat sekitar yang melihatnya merasa cemas sekaligus bingung. Mereka ingin menyelamatkan Kim Bum namun mereka tidak tau caranya karena percikan api kini sudah berubah menjadi api. Sementara korban yang satunya bisa meloloskan diri.

##

Soo Hyun sedang di ruang tengah untuk menonton televisi sementara So Eun sedang memasak makan siang untuk ia dan kakaknya. Saat sedang mengiris bawang, tanpa sengaja, jarinya teriris pisau. Sontak So Eun langsung berteriak

“aaaaaaa”teriak So Eun sambil melepas pisau yang ada di genggamannnya. Mendengar teriakan sang adik, Soo Hyun pun menghampirinya

“So Eun-ah, apa yang terjadi?” tanya Soo Hyun dengan wajah panik

“jari tanganku” kata So Eun sambil memegangi jarinya yang terus mengeluarkan darah

“omona, kenapa bisa begini” kata Soo Hyun lalu ia segera mengalirkan air pada jari So Eun. So Eun terlihat menahan sakit ketika air kran itu mengalir di permukaan jarinya yang terluka

“tunggu sebentar, aku akan mengambil obat merah dan perban” kata Soo Hyun. So Eun hanya mengangguk. Tak berapa lama, Soo Hyun sudah kembali ke dapur dengan obat merah dan perban yang ada di tangannya. Ia pun segera mengobati luka So Eun dengan obat merah dan membalutnya dengan perban.

“sudahlah, aku saja yang memasak” kata Soo Hyun dan mulai melepaskan apron yang So Eun kenakan. Namun sedetik kemudian So Eun menolaknya

“aniyo, ini hanya luka kecil. Aku masih bisa melanjutkan masak” kata So Eun

“jeongmal?” Soo Hyun memastikan. So Eun mengangguk

“baiklah, tapi hati-hati” kata Soo Hyun lalu mundur beberapa langkah membiarkan So Eun memasak kembali. Belum sampai 5 menit, sudah terjadi ‘insiden’ kecil lagi. Kali ini giliran lengan So Eun yang menjadi korbannya. Saat hendak memasukkan bumbu-bumbu kedalam wajan, tanpa diduga minyaknya terciprat hingga mengenai lengan So Eun. Soo Hyun yang masih belum keluar dapur pun segera menghampiri So Eun.

“ck.. sudah dibilang aku saja yang memasak” kata Soo Hyun. ia kembali mengaliri lengan So Eun yang terkena minyak dengan air kran. Itu dilakukan untuk mengurangi rasa panas sementara dan juga bisa mengurangi rasa perih saat diolesi salep nanti. Sementara So Eun masih terus menahan sakitnya.

“obatnya ada di kotak P3K, kau olesi lenganmu dengan salep berwarna kuning itu. biar aku saja yang memasak” kata Soo Hyun. So Eun pun menuruti ucapan Soo Hyun, ia memberikkan apron itu pada Soo Hyun lalu segera pergi dari dapur.

“sebenarnya ada apa dengan hari ini? kenapa terasa ganjil sekali. Perasaanku jadi tidak enak” batin So Eun

###

Seorang pria berusia sekitar 40 tahun-an sedang melintasi sebuah jalan di kota Berlin. Dari jauh, ia melihat adanya sedikit kepulan asap yang dikerumuni oleh warga sekitar dan membuat jalanan menjadi macet. Karena penasaran, akhirnya iapun memutuskan untuk meminggirkan mobilnya lalu menghampiri kerumunan itu.

“permisi nona, apa yang terjadi? Mengapa orang-orang berkerumun disana?” tanya pria paruh baya itu dengan bahasa Jerman yang sangat fasih

“disitu baru saja terjadi kecelakaan mobil” jawab seorang remaja putri dengan seragam SMA yang masih melekat di tubuhnya

“oh, terimakasih”balas pria paruh baya itu. kemudian ia mendekat ke lokasi kecelakaan. Dari jarak sekitar 12 m, ia sedikit terkejut ketika melihat mobil sport merah yang sama persis dengan mobil sport yang ia pinjamkan kepada keponakannya. Ia pun semakin mendekati mobil itu. Dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat plat nomor mobil itu.

“oh god. Kim Bum” gumamnya, ia segera berlari menghampiri mobil itu. Ia tak peduli dengan api kecil yang sudah mulai berkobaran. Ia segera membuka pintu kanan mobil itu. kerumunan orang-orang itu berteriak memberitahukan bahwa itu adalah hal yang berbahaya. Namun, pria paruh baya itu tidak menganggapnya. Yang ada di pikirannya hanyalah, ia harus menyelamatkan keponakan tersayangnya itu.

“bum-ah, Kim Bum-ah” kata pria itu yang tak lain adalah paman Kim Bum. ia menepuk-nepuk pipi Kim Bum. lalu ia segera menarik Kim Bum keluar dari mobil itu. ia menggeletakkan Kim Bum di jalan yang berjarak sekitar 7 m dari kerumunan orang-orang itu.

“Kim Bum-ah, Kim Bum” paman Kim Bum terlihat sangat panik

“kau mengenalnya?” tanya pemilik mobil yang bertabrakan dengan mobil Kim Bum

“ya, dia keponakanku” jawab paman Kim Bum

“tolong bantu aku untuk mengangkatnya ke mobilku”pinta paman Kim Bum pada orang itu

“ya” jawab orang itu. paman Kim Bum serta beberapa orang wargapun mengotong Kim Bum ke mobil pamannya

“oh ya, dimana pemilik mobil berwarna silver itu?”tanya paman Kim Bum

“aku pemilik mobil itu” ucap sang pemilik mobil dengan wajah agak ketakutan

“kau ikut aku” pinta paman Kim Bum

“ta..tapi, tapi aku…aku tidak bersalah” kata pemilik mobil itu

“tenang saja, aku hanya ingin kau menceritakan kejadian itu. Cepatlah, keponakanku butuh penanganan secepatnya” kata paman Kim Bum. akhirnya pemilik mobil silver itupun masuk kedalam mobil paman Kim Bum

Sesampainya di Berlin International Central Hospital, Kim Bum langsung dibawa ke ruang gawat darurat. Sementara paman Kim Bum baru saja selesai mendengar kronologis kejadian itu dari pemilik mobil silver yang diketahui bernama Giovick. Setelahnya, paman Kim Bum langsung menghubungi ayah Kim Bum di Korea.

“yobeseyo” jawab ayah Kim Bum

“yobeseyo, hyeong” balas paman Kim Bum

“ada apa kau meneleponku?” tanya ayah Kim Bum

“itu…itu…”paman Kim Bum begitu takut mengatakan bahwa Kim Bum kecelakaan. Karena ia tau bahwa ayah Kim Bum sangat menyayangi Kim Bum, bahkan ayah Kim Bum rela bila Kim Bum membencinya demi hati Kim Bum tetap terjaga dari rasa kecewa dan sakit hati.

“itu apa?” tanya ayah Kim Bum

“kim..kim.. bum” gugup paman Kim Bum

“kenapa dengan Kim Bum?” tanya ayah Kim Bum yang bingung

“Kim Bum kecelakaan” ucap paman Kim Bum

“m..mwo?! a..apa maksud..mu??” ayah Kim Bum begitu terkejut mendengarnya

“Kim Bum kecelakaan, sekarang ia sedang berada di rumah sakit. Ia masih di ruang UGD, dokter sedang menanganinya” ucap paman Kim Bum yang berusaha untuk tenang, walaupun dalam hatinya sangat gugup dan takut

“kenapa bisa begitu! Apa kau tidak menjaganya dengan baik, hah?! Hanya dia yang kumiliki!” ucap ayah Kim Bum yang terdengar marah

“hyung! Aku sudah mengira akan begini. Bisakah kau tidak menyalahkan aku? Bukan aku penyebabnya, sungguh aku juga tidak ingin hal ini terjadi padanya” ucap paman Kim Bum yang masih diselimuti rasa takut

“dia bertabrakan dengan sebuah mobil saat kembali dari mini market. Saat aku melihatnya, ia masih di dalam mobil dengan kap mobil yang terbakar. Lalu aku segera menghampirinya dan mengeluarkannya dari mobil lalu membawanya ke rumah sakit” jelas paman Kim Bum

“lalu sekarang keadaannya bagaimana?” tanya ayah Kim Bum yang sudah mulai sedikit tenang

“aku masih belum tahu, dia masih ditangani dokter. Aku baru saja selesai mendengar kronologis kejadian dari pemilik mobil yang juga terlibat dalam kecelakaan itu”jawab paman Kim Bum

“hubungi aku jika Kim Bum sudah sadar” kata ayah Kim Bum lalu segera memutuskan sambungan teleponnya. Sementara paman Kim Bum hanya menatap layar ponselnya sambil menghela nafas

“aigoo… Kim Bum… mengapa ini harus terjadi padamu” gumam paman Kim Bum

***

Paman Kim Bum bersama dengan istrinya, Elisha dan anaknya, William. Saat ini mereka bertiga sedang berada di ruang VIP Silverstrand nomor 7. Bibi Kim Bum terus saja menyatukan kedua tangannya sambil terus berdoa. Sementara paman Kim Bum hanya memandang Kim Bum dengan pandangan kosong. Dan William, ia terus menggenggam tangan kanan paman kesayangannya itu. walaupun usianya baru 5 tahun, namun ia sudah bisa mengerti hal-hal yang terjadi di sekitarnya.

hyeong… neoui nuni jeollieyo (kakak… bukalah matamu)” William memang sudah tidak asing lagi dengan bahasa korea. Kedua orang tuanya selalu berbicara menggunakan bahasa korea saat di dalam rumah

“bersabarlah willy” sahut paman Kim Bum *yang pasti ayahnya William* William merasakan sesuatu ditangannya. Ia melihat jari telunjuk Kim Bum yang mulai terangkat. Ia sangat senang sekaligus terkejut melihatnya.

“abeoji..eommani.. hyeongneun ireona” kata William dengan girangnya

“jeongmal?” ucap paman dan bibi Kim Bum yang langsung mendekat ke tempat Kim Bum berbaring. Terlihat Kim Bum yang mulai membuka matanya perlahan.

“Kim Bum… Kim Bum… kau sudah sadar” ucap paman Kim Bum dengan senangnya

“eodi..” lirih Kim Bum

“ i neun pyeongwon-e” jawab bibi Kim Bum

“jangan bicara terlalu banyak dulu” sambungnya

“aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa kondisimu sekarang” kata paman Kim Bum lalu segera memanggilkan dokter ke ruang rawat Kim Bum

###

So Eun baru saja selesai bekerja dan saat ini sedang berjalan menuju halte. Walaupun ini hari libur, namun So Eun tetap harus bekerja karena caffe nya tidak tutup saat hari libur. Baru sekitar beberapa meter dari caffe, tiba-tiba ada 3 mobil yang memberhentikan langkahnya.

“mwoji?” So Eun bertanya-tanya. Lalu keluarlah seseorang dari mobil berwarna kuning, diikuti dengan mobil berwarna putih dan merah.

“So Eun-ssi” panggil namja yang keluar dari mobil berwarna kuning

“Kim Joon-ssi, ada apa?” tanya So Eun

“Kim Bum” ucap Hyun Joong dengan cemas

“Kim Bum? wae?” tanya So Eun

“kecelakaan” sahut Min Ho

m..mwo??! neo…neSo Eun (2)o marhae…mwo…mwoya?! (a..apa??! apa…apa…yang kamu…kamu katakan?!)” So Eun merasa seluruh tubuhnya disiram aspal panas hingga tak dapat bergerak lagi

“dia kecelakaan, bertabrakan dengan sebuah mobil hingga menyebabkan kap mobilnya terbakar. Saat ini dia sedang ditangani di Berlin International Central Hospital. kami mendapatkan info dari ayahnya” ucap Hye Sun pelan

“maldo andwae. Andwae! Kim Bum-ah…. Andwae!!!” So Eun langsung menangis histeris sampai-sampai orang-orang yang melintaspun menatap So Eun dengan heran . Negative thinking dari pikirannya tidak bisa dibersihkan untuk saat ini. Ia takut terjadi hal buruk pada Kim Bum. Ia terlalu mencintai Kim Bum.abrakan dengan sebuah mobil hingga menyebabkan kap mobilnya terbakar. Saat ini dia sedang ditangani di Berlin International Central Hospital. kami mendapatkan info dari ayahnya” ucap Hye Sun pelan

“So Eun-ah…. uljima…” kata Hye Sun yang mencoba menghampiri dan menenangkan So Eun

“mwo?! Uljima?! Disaat seperti ini kau menyuruhku untuk tidak menangis, hah?! Jika kau berada di posisiku, bisakah kau tidak menangis, hah?!” So Eun sudah mulai hilang kendali. Ia sudah tidak dapat mengontrol dirinya dengan baik. Hye Sun sendiri terlihat terkejut melihat So Eun seperti ini. Namun kemudian ia bisa mengerti. So Eun juga pernah seperti ini saat kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Tapi Kim Bum tidak meninggal, pikir Hye Sun. Min Ho menarik tangan Hye Sun untuk sedikit menjauh dari So Eun. Min Ho menatap Hye Sun dengan tatapan ‘kau-tak-apa-apa?’. Hye Sun yang mengerti pun menjawab

“ia juga pernah bersikap seperti ini padaku, ketika orang tuanya meninggal. Ini wajar saja” kata Hye Sun sambil tersenyum hambar. Hyun Joong yang menyadari So Eun sudah mulai kacau segera menghampiri So Eun.

“sekarang kita kerumah ayah Kim Bum, kita akan meminta kejelasan ceritanya” bisik Hyun Joong dengan lembut. Kemudian ia menuntun So Eun yang terus menangis hingga ke mobil. Dan merekapun menuju ke rumah ayah Kim Bum yang berada di daerah Gangnam.

###

“kondisinya saat ini sudah mulai membaik. Tapi tunggu..” dokter Karl menggantungkan ucapannya

“hmm…tuan, bisa kutanya.. siapa namamu?” tanya sang dokter dengan menggunakan bahasa Inggris, karena ia sudah diberitahu paman Kim Bum bahwa Kim Bum tidak bisa berbahasa Jerman.

“namaku? Namaku yaa Kim Bum, Kim Sang Bum” jawab Kim Bum sambil tersenyum

“lalu siapa orang ini dan siapa nama lengkapnya?” tanya dokter Karl sambil menunjuk bibi Kim Bum

“dia bibi ku, namanya Elisha Melville. Kenapa dokter bertanya seperti itu?” tanya Kim Bum heran

“anak ini, siapa dia dan siapa nama lengkapnya?” dokter Karl terus bertanya tanpa mengindahkan pertanyaan Kim Bum tadi

“dia sepupuku. Namanya William Ville Kim. Nama koreanya Kim Woon Ha” jawab Kim Bum

“dan ini?” tanya dokter sambil menunjuk paman Kim Bum

“dia pamanku, Kim Jo Kwang” jawab Kim Bum dengan intonasi yang masih lemah

“kau mengingat mereka semua?” tanya dokter Karl

“tentu saja” jawab Kim Bum

“kenapa bisa begitu” gumam dokter Karl

“apa?” tanya paman Kim Bum yang mendengar ucapan dokter Karl dengan samar

“ah tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kondisi tuan Kim Bum sudah sedikit membaik. Tulang kaki kanannya mengalami keretakan, jadi mungkin untuk beberapa waktu dia harus menggunakan kursi roda ataupun tongkat. Dia harus meminum obatnya dengan rutin supaya kondisinya semakin membaik lagi” kata dokter Karl

“oh begitu, baiklah. Akan aku sampaikan padanya” kata paman Kim Bum. lalu dokter Karl pun melangkah keluar dari ruang rawat Kim Bum

“paman.. apa yang dokter katakan?” tanya Kim Bum karena tadi dokter Karl mengucapakannya menggunakan bahasa Jerman

“kondisimu sudah mulai membaik. Tulang kaki kananmu retak, kau harus menggunakan kursi roda dan dia juga menyuruhmu untuk meminum obat secara rutin supaya kondisimu semakin membaik lagi”kata paman Kim Bum. Kim Bum hanya membalasnya dengan senyum sederhana.

###

Sekarang kim sedang berada di Bandara bersama dengan paman, bibi dan keponakannya. Mereka sedang menunggu keberangkatan pesawat Korea Airlines. Tiga hari lalu, tepatnya setelah ayah Kim Bum tahu bahwa Kim Bum sudah sadar, ayah kim langsung meminta Kim Bum untuk dipindahkan ke rumah sakit yang dikorea saja. Namun saat itu, dokter belum mengijinkan Kim Bum untuk terbang ke korea karena kondisinya yang baru sadar. Dokter baru mengijinkan Kim Bum untuk terbang hari ini karena saat ini kondisi Kim Bum sudah membaik. Walaupun saat ini Kim Bum masih harus menggunakan kursi roda.

“aku sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan So Eun” kata Kim Bum sambil menatap fotonya dengan So Eun yang ada di ponselnya

“wahh… playboy sepertimu ternyata bisa mendapatkan cinta sejati juga” cibir bibi Kim Bum

“yya! Bibi, Tuhan sudah menentukan pasangan setiap orang di dunia ini. setiap orang pasti memiliki pasangan” balas Kim Bum. Sementara bibi Kim Bum hanya terkekeh mendengar ucapan keponakannya yang ‘baru’ mulai berfikiran dewasa ini.

“kau rindu pada kekasihmu. Apa kau tidak rindu dengan Jo Kyung hyung?” sahut paman Kim Bum

“tentu saja. Aku juga merindukan ayahku” kata Kim Bum

“oh ya, paman, tolong beritahu ayah. Katakan pada ayah, bahwa ayah hanya boleh mengajak So Eun. Tidak boleh membawa bodyguard-bodyguardnya itu” kata Kim Bum

“hanya So Eun? teman-temanmu yang lainnya?” tanya paman Kim Bum

“teman-temanku?” gumam Kim Bum dengan sangat pelan

“kenapa tidak kau katakan sendiri?” tanya bibi Kim Bum dengan nada meledek

“dia malu eommoni” celetuk William

“yya! Willy, apa yang kau katakan. Dasar anak kecil!” kata Kim Bum sambil mengacak-acak rambut cokelat tua William.

William, namanya memang terdengar seperti nama orang-orang Eropa. Namun jika hanya melihat wajahnya, sungguh tidak ada yang mengira jika ia memiliki nama asli yang merupakan nama Eropa. Parasnya sangat kental orang asia timur. Mata sipit dan kulit putih bersih. Hanya saja rambutnya tidak berwarna hitam pekat, melainkan kecokelatan. Begitupun dengan sang ibu Elisha Melville. Lahir dan besar di Berlin, namun wajahnya sangat oriental. Itu dikarenakan sang ibu yang asli korea.

###

Setelah beberapa jam di udara, akhirnya pesawat Korean Airlines yang di tumpangi Kim Bum, Jo Kwang, Elisha, dan William mendarat dengan selamat di bandara Incheon. Terlihat banyak orang yang tersenyum lucu menatap William yang terlihat kesusahan mendorong kursi roda yang tingginya hanya beda beberapa cm dengan tinggi badannya.

“aku bisa sendiri Willy” kata Kim Bum

aniya, nan isseoyo” ucap William yang terus memaksa. Sementara paman dan bibi Kim Bum yang terkekeh melihatnya.

Sampai akhirnya di ruang tunggu..

“So Eun-ah” panggil Kim Bum pada seorang gadis dengan mantel cream dan stocking dan rok berwarna hitam dipadukan dengan kaos berwarna putih. So Eun pun menoleh ke sumber suara. Terpancar sinar kebahagiaan dari mata So Eun. Tanpa membuang waktu, So Eun segera berlari menghampiri Kim Bum, ia menyamakan tingginya dengan Kim Bum yang duduk di kursi roda lalu segera memeluknya.

Kim So Eun (2)    “bum-ah” bisik So Eun yang mulai meneteskan air matanya karena bahagia. Ia sangat senang melihat Kim Bum kembali dengan selamat.

bogoshipeo” bisik Kim Bum

nado” balas So Eun. lalu ia melepaskan pelukannya

“uljima” kata Kim Bum sambil menatap So Eun

“nuna… uljima”  kata William yang dengan polosnya menghapus air mata di pipi So Eun. So Eun tersenyum mendengarnya, begitupun dengan yang lainnya.

“siapa namamu?” tanya So Eun

“namaku Woon Ha” jawab William

“Woon Ha? Siapa dia? Aku tidak mengenalnya?” cibir Kim Bum karena William menjawabnya dengan menyebutkan nama koreanya, bukan nama asli yang biasa ia pakai. Seakan mengerti dengan sindirian Kim Bum, William pun menjawabnya

“aku sedang berada di korea, jadi aku akan menggunakan nama koreaku. Orang korea sangat sulit dalam mengucapkan nama-nama Barat” jawab William dengan polosnya

“kalian mengabaikan aku?” tanya ayah Kim Bum yang sudah berada di dekat Kim Bum

“ayah” ucap Kim Bum. So Eun sedikit menggeser posisinya supaya ayah Kim Bum bisa memeluk anak tercintanya itu. So Eun tau bahwa ayah Kim Bum juga sangat mengkahawatirkan dan merindukan Kim Bum.

“kau baik-baik saja?” tanya ayah Kim Bum sambil memeluk Kim Bum

“ne” jawab Kim Bum singkat. ayah Kim Bum pun melepaskan pelukannya

nuna kau terlihat lebih cantik daripada yang ada di ponsel Kim Bum hyeong” kata William sambil memperhatikan So Eun yang masih berjongkok dihadapannya

jeongmallyo?” ucap So Eun

ne. Jika kau sudah putus dengan Kim Bum hyeong kau harus menjadi kekasihku ya, jika kau mau, nanti aku akan mengajakmu keliling Jerman” kata William yang membuat semuanya tertawa.

“yya! Kau tahu dari mana kata ‘putus’? Enak saja, tidak akan aku biarkan” kata Kim Bum sambil menarik tangan So Eun untuk mendekat dengannya

hyeong, jika kau sudah tua, jika kau sudah keriput, nuna pasti tidak akan mau menjadi kekasihmu lagi. Dan saat itu pula aku akan menjadikannya sebagai kekasihku” kekeh William yang kini menggenggam tangan kiri So Eun

“jika aku sudah tua, maka dia juga akan tua”kata Kim Bum sambil menunjuk So Eun

“tidak apa. Itu bukan masalah” kata William dengan wajah sok dewasa

“tak kusangka, anak 5 tahun saja bisa jadi sainganku” ucap Kim Bum

###

Sekarang mereka sudah sampai di rumah ayah Kim Bum.

“dimana kamarku?” tanya Kim Bum

“bahkan aku saja tau dimana kamarmu. Apa kau sudah mulai pikun” kata So Eun sambil mendorong kursi roda Kim Bum menuju ke kamarnya

Setelah dikamar..

“ayo kubantu berdiri” kata So Eun sambil memegang tangan Kim Bum

“aku bisa sendiri” kata Kim Bum

“kamar ini terasa asing” ucap Kim Bum sambil duduk di pinggir ranjang

“asing? Mungkin saja. Kau lebih sering berada di apartemen daripada disini” ucap So Eun sambil memandangi kamar Kim Bum yang bernuansa biru hitam itu

“apartemen?” tanya Kim Bum

“ne. Oh ya, apa kau mau mandi, akan aku siapkan air hangat” ucap So Eun sambil berjalan ke kamar mandi

“ne, aku akan mandi” ucap Kim Bum yang menghampiri So Eun dengan langkah yang sangat pelan. So Eun yang melihat Kim Bum kesusahan berjalan pun segera membantunya.

“jangan memaksakan jika terlalu sakit” kata So Eun sambil memapah Kim Bum untuk duduk di sofa yang tak jauh dari pintu kamar mandi

Edited (24)  “aku sangat merindukanmu So Eun” kata Kim Bum sambil terus mengamati wajah So Eun yang tidak berjarak jauh darinya

“kau pikir aku tidak merindukanmu? Saat mendengar kau kecelakaan hatiku sangat sakit, aku takut terjadi hal buruk padamu. Aku tidak bisa membatasi diriku sendiri. Aku benar-benar lepas kendali. Bahkan aku sampai memarahi Hye Sun yang mencoba menenangkan aku” ucap So Eun

“Hye Sun?” Kim Bum agak bingung

“ne, aku memarahinya karena dia menyuruhku untuk tidak menangis. Namun kemudian Hyun Joong menenangkanku” jawab So Eun

“kau berselingkuh dengan Hyun Joong?” canda Kim Bum

“tentu tidak” balas So Eun. Kim Bum menarik pinggang So Eun supaya bisa lebih dekat dengannya

“sudah lama aku tidak menciummu” goda Kim Bum

“y..yya! a..apa yang k.kau katakan” So Eun terlihat gugup ketika wajah Kim Bum mulai mendekati wajahnya. Saat ini keduanya sudah memejamkan mata mereka. Mencoba melepaskan segala rindu yang mereka rasakan. Semakin dekat…. semakin dekat…. dan akhirnya….

HYEONG!!!!” teriak William sambil menggedor-gedor pintu kamar Kim Bum. Kim Bum dan So Eun membuka mata mereka, terlihat guratan kesal di wajah Kim Bum

“dia hadir di saat yang tidak tepat” gumam Kim Bum. sementara So Eun tersenyum melihat wajah kesal Kim Bum yang begitu lucu.

“aku akan membuka pintunya” kata So Eun lalu segera membuka pintu kamar Kim Bum

“ya, ada apa Woon Ha?” tanya So Eun sambil mensejajarkan tubuhnya dengan William

“aku ingin mengambil i-pad ku di tas Kim Bum hyeong” kata William sambil ngeluyur masuk ke dalam kamar Kim Bum. Kim Bum menatap William dengan agak kesal. Ia masih kesal dengan William yang membuat ia dan So Eun gagal berciuman

“kau sudah menemukannya?” tanya So Eun pada William

“ne” kata William sambil menunjukkan i-pad berwarna putih yang ada ditangannya itu

“hmm.. nuna berjongkoklah” kata William. So Eun dan Kim Bum heran dengan ucapan William. Beberapa saat kemudia, So Eun pun menurutinya

“kau sangat cantik” ucap William lalu mencium pipi kiri So Eun dengan cepat dan langsung pergi dari kamar Kim Bum karena ia tahu bahwa Kim Bum pasti akan marah-marah jika ia mencium pipi So Eun. So Eun sangat terkejut dibuatnya, begitupun dengan Kim Bum

bum

“dasar tidak sopan! Bahkan aku saja belum menciumnya” rutuk Kim Bum sementara So Eun hanya menahan tawanya melihat wajah Kim Bum yang penuh amarah

 

###

Jiyeon dan Seungho sedang berjalan-jalan di mall. Hari ini adalah hari ulang tahun Jiyeon, dan Seungho berjanji untuk membelikan hadiah untuk Jiyeon. Sebenarnya Jiyeon sudah menolaknya, namun Seungho tetap memaksa Jiyeon untuk ikut.

download“lebih baik uangmu kau tabung saja” kata Jiyeon

“sudah, kau ikut aku saja” kata Seungho yang terus menggandeng tangan Jiyeon

“tapi barang-barang disini mahal” kata Jiyeon

“aku menanam pohon uang di apartemenku, kau tenang saja” jawab Seungho asal. Jiyeon menghentikan langkahnya dan menatap Seungho aneh

“apa?” tanya Seungho yang melihat Jiyeon memandanginya dengan pandangan tidak biasa

“aku serius” kata Jiyeon dengan nada manja

yoo seung ho

“aku dua rius” kata Seungho sambil menarik tangan Jiyeon lagi lalu menyangkutkannya pada lengan kirinya. Jiyeon yang sudah malas meladeni Seungho pun hanya menurut saja dengan ucapan Seungho.

“oh ya, bagaimana kabar Kim Bum oppa?”tanya Jiyeon

molla, sejak seminggu lalu ia tak menghubungiku” jawab Seungho

“lalu dengan Ah In oppa bagaimana?” tanya Jiyeon

“aku sudah benar-benar tidak peduli dengannya” jawab Seungho ketus

“ibumu?” tanya Jiyeon. Seungho menghentikan langkahnya dan menoleh ke Jiyeon

“aku tidak tahu. Sudahlah, kau jangan banyak bertanya”kata Seungho lalu segera menarik Jiyeon ke salah satu toko perhiasan. Saat hendak masuk, tidak sengaja Jiyeon berpapasan dengan seorang gadis berambut pirang curly.

eonni” panggil Jiyeon. Namun orang yang dipanggil hanya menatap sekilas lalu pergi. Jiyeon menatapnya heran

“yya! Eonni-ya!” panggil Jiyeon sambil berlari kecil mengejar orang itu lalu menahan tangannya. Orang itu menghentikan langkahnya dan menatap Jiyeon dengan sedikit sinis. Sementara Seungho masih  berdiri di depan pintu masuk Beauty Jewelry itu

eonni, hmm.. eotteohke janeseyo? (apa kabarmu?)” tanya Jiyeon

Jessica “baik, aku masih ada urusan, permisi” orang itu hendak pergi, namun Jiyeon menahannya lagi

“Soo Yeon eonni, ada apa denganmu? Kenapa sikapmu berubah?” tanya Jiyeon dengan wajah agak cemberut

“karena status kita sekarang berbeda. Sekarang aku sudah kaya dan kau masih dengan baso ikanmu itu. Dan satu lagi, jangan panggil aku Soo Yeon lagi. Namaku sekarang Jessica. Jessica Jung” kata orang itu yang ternyata adalah Jessica

eonni, aku tidak menyangka sekarang kau memandang seseorang berdasarkan kekayaan. Padahal dulu kau lah yang mengajarkan aku untuk tidak memandang orang lain berdasarkan kekayaan. Kau bilang semua orang di dunia ini sama. Tapi kenapa sekarang kau bersikap seperti itu?” ucap Jiyeon yang menahan tangisnya

“kenapa? Karena sekarang aku sudah tau nikmatnya menjadi orang kaya. Aku lelah terus-terusan ditindas, ada saatnya aku ingin menindas orang lain”jawab Jessica

“tapi kita adalah teman”balas Jiyeon

“itu dulu, tidak dengan sekarang. Sekarang aku bukan temanmu, dan kau bukan temanku. Jadi menyingkirlah dari hidupku” kata Jessica

“baiklah, aku bisa terima. Bagaimana dengan ibumu? Ibumu juga masih berjualan baso ikan, sama seperti ku. Apa dia tetap ibumu?” tanya Jiyeon dengan sedikit menyinggung

“tidak. Dia ibuku, dimasa lalu. Nama ibuku bukan lagi Ha Yo Min, nama ibuku Lee Sung Mi. Dan ayahku bukan lagi Jung Won Jae, nama ayahku Jung Yo Bin” ucap Jessica

“omona…. eonni kau boleh saja tidak menganggapku sebagai temanmu, tapi kau tidak boleh melakukan hal yang sama pada orang tuamu. Mereka membesarkan dan merawatmu dengan penuh kasih sayang. Dan ibumu, dia yang melahirkanmu. Kau tau, selama ini ibumu terus membanggakan dirimu didepan orang lain. Bisa kau bayangkan betapa sakit hatinya ibu dan ayahmu jika mendengar ucapanmu itu?” kata Jiyeon yang benar-benar tidak menyangka jika Jessica bisa berubah 180° seperti ini.

“aku tidak peduli. Sekarang aku sudah bahagia dengan semua yang aku miliki. Ini yang aku impikan selama ini. mobil mewah, teman mewah, semua serba mewah dan juga teman-teman yang kaya” ucap Jessica

“yang kaya itu orang tua angkatmu, bukan kau. Jika mereka tidak membuat ayahmu meninggal, dia tidak akan mengadopsi mu. Sungguh tak kusangka kau bisa berkata seperti itu. Jung Soo Yeon benar-benar sudah hilang ditelan bumi. Tak ada lagi temanku yang bernama Jung Soo Yeon. Jika begini sifatmu, maka aku akan menyetujui jika kau tidak ingin berteman denganku lagi. Kau sangat jahat. Sangat sangat jahat. Anak yang tidak tau diri! Lihat saja, suatu saat nanti aku akan membongkar semua ini pada teman-teman kaya raya yang kau banggakan itu. tunggu tanggal mainnya eonni” kata Jiyeon lalu kembali menghampiri Seungho.

“anak kecil sudah berlaga menasehati” umpat Jessica

Ya, Jessica dan Jiyeon adalah teman. Teman sebelum Jessica di adopsi oleh keluarga Jung Yo Bin. Dulunya, Jessica dan Jiyeon adalah teman karena rumah mereka yang berdekatan. Ibu Jessica adalah seorang pedagang baso ikan sedangkan ayahnya adalah seorang

etiap orang lain bertanya ‘mengapa soo yeon tidak pernah menjengukmu?’ ibu Jessica selalu menjawab jika Jessica sedang sekolah di luar negeri, jadi Jessica tidak bisa menghubunginya, namun Jessica masih suka meneleponnya saat malam hari. walaupun di dalam lubuk hatinya, ibu Jessica juga bertanya-tanya mengapa Jessica tidak menjenguknya sama sekali??

pengantar koran dan susu. Pada suatu hari, mobil Jung Yobin secara tidak sengaja menabrak ayah Jessica, Jung Won Jae yang sedang mengantar susu. Sebagai rasa tanggung jawabnya, keluarga Jung Yobin mengadopsi Jessica yang saat itu bernama Jung Soo Yeon. Awalnya Jessica menolak, namun sang ibu terus membujuk Jessica. Ibu Jessica, Ha Yomin t

au jika Jessica sangat ingin bersekolah di luar negeri, Yomin berpikir ini adalah jalan yang Tuhan berikan untuk mewujudkan mimpi Jessica. Namun sekarang semua itu jauh meleset. Semenjak diadopsi, Jessica tidak pernah menengok ibunya di rumah lamanya, bahkan saat natal pun Jessica tidak datang untuk
TBCmerayakan natal bersama ibu kandungnya. S

Huh..lama ya yang part ini?? gimana?? Makin jelek? Mian kalo makin jelek -_-
hmm.. ada yang penasaran sama part selanjutnya?? Keep tinggalin jejak ^Y^ ok!😉

36 thoughts on “Secret Of Love Part 7

  1. Untungnya bum ga parah banget… Leganya…
    Kayanya dia lupa deh tentang seungho yg waktu itu diomongin ama ah in… Aku kira dia bakal amnesia pas dokter nanya nama orang2 yg ada disitu, untung dia masih inget ama soeun🙂
    Kekeke william pinter banget sih bikin bum cemburu, nahlo bum masa kalah sama anak kecil,
    Ohh jadi jessica juga awalnya miskin, huh kasian eommanya,
    Kerenn part 7nya!! Ditunggu next partnya ya…🙂

  2. kyaa akhrnya d post juga part lanjutannyaa
    hahaha dugaan ku salah kirain bumppa nya amnesia g inget sso eon sma skalai dan ternyata inget ckckckc tpi mngkin g inget sma tmn2nya… Makin menarik thor ceritanyaa,, hwaiting buat author nglnjutinn part selanjutnya😀

  3. Huhhhh… Lega bangettt pas tw bumppa gak amnesia. Hwaaa william lucu… Msa mw jdiin sso eonni yeojachingunya. Wkwwkwkwkwkk. Ksian bumppa keduluan nyium ss eonni sma william. Hahahahaaaa thats funny, next partnya d tunggu ya…

  4. Yeileee william msh kecil udh jd cassanova clon pengganti KB nie heehee,,lega-ny coz KB ga knp2 bkin deg2an aja aplgi dtmbah sikap sso yg ga bs tng,,mkin was2 aja,,dtggu sgra lnjtny

  5. kirain bum bkal nggak inget ma sso ternyata mash inget , si kecij william yg lucu dan ngegemesin . Bum keterlaluan ama anak kecil juga cemburu #protektif
    ternyata gtu cerita jessica , kacang lupa kulitnya tu .dasarr
    next …

  6. tambah penasaran..
    Apa yg kimbum oppa pikirkan? Knp gak langsung nemuin seungho pas dikorea? Apa ia hilang ingatan?
    Daebak deh thor, ditunggu part selanjutnya

  7. Hoho bum nya cemburu ya ma william hehe yg nyium sso dluan trnyta william bum gagal totaaaaal hehe waaah ko’ jessiva jd kayak gtu sih durhaka bgt ma ortu ntar kualat loe bru tau rsa :p
    Mnkn bum lpa ya klw seungho tu adk kndng nya akbt kcelakaan tu d tgu next part nya chingu nungu momen bumsso nya

  8. Syukur ada paman kim bum yang nolongin kim bum dari kecelakaan itu kalo ga pasti sakitnya parah …
    Kirain bumppa amnesia ternyata engga tapi mungkin amnesia disosiatif kayanya bumppa cuma lupa sama seungho…
    Wah bumppa ada satu saingan lagi nih selain hyun joong si william yang suka sama so eun wkwkw saingannya bumppa anak kecil😀
    Bumppa kalah cepet nih sama william, masa william duluan yang kiss sso wkwk pasti bumppa kesel banget kissnya gagal gara” anak kecil😀
    Jadi jessica juga awalnya miskin kasian eomma dan appanya ga diakuin….
    Ditunggu next partnya fighting😀

  9. wah, keren thor ceritanya meskipun agak lama yg d post ne, lucu banget pas adegan kim bum, kim so eun dan william, kekeke . Next partnya d tunggu ne

  10. Kirain mau Amnesia untungnya G’ papa huuuuuuf’ tapi kenapa Dokternya kaya Bingung gitu yach apa emang ada yang G’ beres??? Ah tor jangan lama2 donk!

  11. Nmbah seru ceritanya konfliknya jptrnyta bnyk
    Kiraiin kmbum lpa dgn soeun trnyta enggk hehe
    Dtnggu next partnya jgn lma2 ya thor pnsran nih dgn next partnya

  12. Lega ternyata bumppa gak kenapa” yg parah banget. Akhirnya bumppa balik lg ke korea dan bertemu soeun lagi😀 lucu liat seokyu momentnya apalagi pas kyuppa cemburu sama keponakannya sendiri😀 ditunggu lanjutannya🙂

  13. mkin seru critanya..
    spertinya kimbum khilangan sbagian ingatannya..
    ehm..william lcu deh,hehehe
    next part..ok..

  14. aigoooo syukur aja bumppa gk lupa sm sso eonni pasca tabrakan.. tpi kyaknya ada something deh,,
    smg aja bukan hal buruk..
    ckckck willy daebak bsa nyium sso eonni,, stlah berhasil menggagalkan aksi bumppa yg bkal nyium sso eonni.. ckck next partx ditnggu🙂 Fighting^^

  15. Mwo?? Bum ppa amnesia???? Pi g semua nya dia lupa sih… Eh hee.. Pi jangan-jangan……?? Dia lupa klu dia punya adik yaitu seungho … Aisss bkl sedikit rumit deh…😦

    Mwo???😮 Won ha.. Lucu banget sih..
    5 thun dh berlagak sok dewasa…
    Kikiki😀 bener oppa(kim bum) kau dh dpt saingan bru .. Yaitu anak 5 thun si won ha… Wkwkw😀
    pdhl oppa br j bs nyingkirin rival bum ppa si hyun joong wt dpetin so eun.. Pi ini..?? Wkwkwk😀

    won ha , won ha,..! Bum ppa j gagal nyium so eun eonni gr2 kamu ganggu….
    Pi kamu malah dengan tenangnya nyium so eun eonni tepat di depan bum ppa…
    Oppa yang sabar ya.. #nepuk pundak bum ppa dengan nada mengejek… Kekekek😀

    aissss
    sica kok kejem banget sih..?? Herr ga slh tu?? Msk eomma sendiri dikata2in n g di anggap…??
    Kajja jiyeon.. Bongkar semua kebohongan si sica… Biar nyahok…

    😀 Elga Kim Kim😀

  16. Syukur deh bum slmet..:)
    Pertama aku kira bum bkal lupa sma sso.. ternyata enggak..:D
    Tpi knpa dia kliatan bingung gtu wkt bilang temen*nya..😐
    ditunggu part slnjtnya..^^

  17. Untung kim bum tdk trlalu parah # lega

    wah won ha hebat bisaa bwt kim bum cemburu*kekekekk

    part 8 ditunggu saeng
    semangat

  18. untung saja bumppa gx amnesia🙂
    omo jessica napa begitu banget kasian banget jiyeon apa lagi eommanya dia tidak mengakuinya lagi

  19. mian saeng baru mampir… enth sudah pernah mampir atau belun tuk part 7… udh lupa.. hehhe mianhae…
    untung bumpa baik* aj syukur dch..🙂

  20. Hadeuuuh..william udah ganggu bumsso kisseu,malah nyium sso lagi ckckck..
    Jessica sombong banget,udah menghina orang ga mau ngakuin orang tuanya lagi,

  21. Syukurlah Bum gak parah krna kecelakaan ..
    bt , dy koqq rada” ky’ org linglung yaa ?
    Hha~ suka adegan Willy ktmu Sso . Bum ajah smpe kesel mnta ampun xD Willy jjang ! Bisa bkin Bum jealous berat .
    Oppa ,, dy hnya anak kecil berusia 5 thun ! *lirikBum
    Owhh ,, jd bgtu knyataan sbnr’x ttg Jessica ? Ckckk .. Parah jg trnyata ..
    Kalo gtuh next yaa baca’x🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s