Secret of Love Part 6

Secret Of Love

Part 6

Author                       : Kim Sang Eun

Main Cast                 : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                            : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, Eun Jung, Kim Soo Hyun, Park Jiyeon, Yoo Seungho, Yoo Ah In

Genre                         :Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type                           : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Part 6 nya dateeenggg🙂 Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!😉
oh ya, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya, semoga Ramadhan kali ini membawa berkah bagi kalian semua!!

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa😀
happy reading ****

###

Hari ini adalah hari libur, dan tak terasa minggu depan adalah waktunya Kim Bum berangkat ke Jerman. Saat ini waktu menunjukkan pukul 7.30 a.m Kim Bum baru saja bangun dari tidurnya. saat membuka matanya, ia baru menyadari bahwa ada wangi masakan. Dan iapun mencari sumbernya. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat seorang gadis yang sangat dinantinya sedang memasak didapur apartemennya.

            “so..So Eun” panggil Kim Bum yang tidak menyangka

Part 6

“kau sudah bangun” kata So Eun sambil mematikan kompor lalu menghampiri Kim Bum yang berdiri di depan pintu kamarnya

            “kau..kau..apa yang kau lakukan disini?” tanya Kim Bum yang masih terkejut dengan kedatangan So Eun

            “memangnya aku tidak boleh kesini?” tanya So Eun sambil melipat kedua tangannya di dada

            “bukan seperti itu…tapi.. apakah aku sedang bermimpi?” Kim Bum tak mampu berkata-kata lagi

“tidak” jawab So Eun dengan senyumnya

“So Eun” Kim Bum langsung memeluk So Eun dengan penuh kerinduan. So Eun tersenyum lalu membalas pelukan Kim Bum. Kim Bum sangat senang bisa memeluk So Eun kembali

            “jangan cengeng” bisik So Eun. walaupun tak terdengar jelas, namun So Eun tau jika Kim Bum sedang menangis. So Eun melepaskan pelukan Kim Bum dan menghapus sisa air mata di pipi Kim Bum

            “aku sudah siapkan sarapan untuk kita, ayo makan” kata So Eun sambil menarik Kim Bum ke meja makan

            “ini untukmu” kata So Eun sambil memberikan Kim Bum sepiring nasi beserta lauknya. Kim Bum tidak memakan makanannya, ia hanya memandangi So Eun yang sedang makan dengan lahapnya

            “mengapa hanya melihatku? Kau tidak makan?” tanya So Eun yang menyadari

            “aku kenyang melihatmu ada didepanku” jawab Kim Bum

            “kau harus makan, ayo buka mulutmu” kata So Eun sambil bersiap menyuapi Kim Bum

            “aku bisa makan sendiri” kata Kim Bum sambil mengambil sendok ditangan So Eun

            “itu sendokku, kau pakai sendokmu sendiri” kata So Eun

            “ne,, ini” kata Kim Bum sambil mengembalikan sendok So Eun

###

Kim Bum dan So Eun sedang berada di balkon apartemen Kim Bum. ditempat Kim Bum menyatakan cintanya pada So Eun. saat ini So Eun sedang duduk dilantai dan Kim Bum sedang berbaring di pangkuannya.

            “bagaimana kau bisa masuk ke apartemenku?” tanya Kim Bum sambil menatap lurus So Eun

            “7789. Aku masih ingat itu” jawab So Eun. Lalu terjadi keheningan diantara mereka. Sampai akhirnya So Eun memecahkan kesunyian diantara mereka.

            “Kim Bum” panggil So Eun sambil memainkan rambut Kim Bum

            “ne” jawab Kim Bum

            “mengapa kau tidak mengatakannya malam itu?” tanya So Eun

            “mengatakan apa?” tanya Kim Bum

            “mengatakan bahwa kau akan pergi ke Jerman, selama 2 tahun” jawab So Eun dengan menahan tangisnya, ia belum ingin Kim Bum pergi. Ia masih ingin menghabiskan waktu bersama Kim Bum

            “aku pikir kau tidak peduli lagi padaku karena kau sudah bersama Hyun Joong” ucap Kim Bum

            “sekarang ku tanya, apa kau peduli padaku?” tanya So Eun. Kim Bum mengangguk

            “kau mencintaiku?” tanya So Eun. dan Kim Bum mengangguk lagi

            “begitupun denganku. Aku peduli padamu, aku juga mencintaimu. Malam itu, rasanya aku ingin menghukum diriku sendiri karena telah membuatmu merasa sakit dan tersiksa. Sesungguhnya aku sangat sedih melihatmu menahan tangis” jelas So Eun sambil mengelus lembut rambut Kim Bum

            “So Eun, apa sekarang kau sudah menjadi milik Hyun Joong?” tanya Kim Bum. So Eun menggeleng

            “aku tak pernah mencintai Hyun Joong. Aku hanya menganggapnya sahabat” jawab So Eun

            “aku ingin mengulangnya, aku ingin memperbaikinya” kata Kim Bum sambil bangkit dari pangkuan So Eun

            “maksudmu?” tanya So Eun

            “sekarang aku mengerti arti lelaki sejati yang sebenarnya. Wanita itu seperti boneka, mau kau sakiti dia, mau kau tendang dia, bahkan sampai menyasatnya dengan pisau, dia akan diam saja dan tidak akan menolak. Tetapi,, lelaki sejati tidak bermain boneka, iya kan’? Dan sekarang aku adalah lelaki sejati yang tidak akan memainkanmu ‘lagi’. Aku berjanji, bahwa kau, Kim So Eun adalah satu-satunya cintaku. Satu-satunya cinta dalam hidupku. Aku ingin menghabiskan sisa hidup bersamamu, dan bersama anak-anak kita nanti. Maksudku, maukah kau kembali ke sampingku? Menjadi wanita dibalik keberhasilanku? Dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak?” tanya Kim Bum

            “kau berbicara terlalu jauh” ucap So Eun dengan air mata yang menggenang

            “ishh.. kau merusak suasana. Mau atau tidak?” tanya Kim Bum dengan setitik kekesalan

            “ne, aku mau” jawab So Eun sambil tersenyum. Tanpa basa basi, Kim Bum langsung menarik tengkuk So Eun dan menciumnya dengan lembut. Dan air mata bahagia keduanya pun bercampur mencadi satu. Setelah sekitar 1½ menit, merekapun menyudahi ciumannya. Wajah So Eun terlihat merah merona dan Kim Bum pun tertawa kecil melihatnya.

            “apa yang kau tertawakan?” tanya So Eun

            “wajahmu merah seperti tomat” ledek Kim Bum diselingi tawanya

            “itu tidak lucu Kim Bum” So Eun memanyunkan bibirnya

            “bahkan saat ini wajahmu tambah memerah” goda Kim Bum

            “ini tidak lucu. Berhenti menggodaku!” kata So Eun sambil memukul pelan bahu Kim Bum

            “haha..iya iya, aku tidak akan menggodamu lagi” tawa Kim Bum sambil menggengam kedua tangan So Eun yang tadi memukulinya

            “kau terlihat semakin cantik jika seperti itu” kata Kim Bum sambil memperhatikan wajah So Eun yang kesal + tersipu malu

            “kau bilang kau tidak akan menggodaku lagi” So Eun mengingatkan

            “ne..ne” kata Kim Bum sambil menarik tangan So Eun untuk melingkari pinggangnya

            “Bum-ah.. aku ingin kita bersama lebih lama” kata So Eun sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Kim Bum

            “kita akan bersama selamanya, apa lagi yang kau inginkan?” tanya Kim Bum sambil merangkul bahu kanan So Eun

            “aku ingin kau jangan pergi” pinta So Eun

            “aku anak tunggal. Dan orang tua yang kumiliki saat ini hanyalah ayahku. ayahku ingin aku menuntut ilmu disana, kurasa ini adalah balasanku untuknya yang telah merawatku sejak aku kecil. Aku hanya pergi sebentar, hanya 2 tahun. Setelah itu kita akan bersama lagi” kata Kim Bum sambil mengeluarkan senyuman mautnya

            “bolehkah aku ikut denganmu?” tanya So Eun

            “ikut denganku? Untuk apa?” tanya Kim Bum sambil menoleh ke So Eun yang sedang bersandar di dadanya

            “aku ingin selalu berada disampingmu. Aku juga bisa menjadi kokimu, tanpa bayaran” jawab So Eun

            “kau ini, aku tinggal disana bersama pamanku, aku tidak perlu koki. Karena bibi ku pasti selalu menyiapkan makanan untukku. Lagipula, bagaimana dengan pendidikanmu disini? Bukankah kau sudah bersusah payah demi bisa bersekolah disini” tanya Kim Bum. So Eun terdiam

            “juga orangtuamu, bagaimana dengan mereka?” tanya Kim Bum lagi

            “aku tidak mempunyai orang tua. Orang tuaku telah meninggal karena kecelakaan” jawab So Eun

            “jeongmal? Lalu selama ini kau tinggal dengan siapa?” tanya Kim Bum yang beru mengetahui jika So Eun tidak memiliki orang tua

            “nae oppa” jawab So Eun. Kim Bum melepaskan pelukkan So Eun pada pinggangnya. Lalu ia menghadapkan So Eun kepadanya

            “kau memiliki kakak?” tanya Kim Bum sambil menatap So Eun dengan intens

            “hmm..sebenarnya lelaki yang waktu itu..dia adalah kakakku” ucap So Eun sambil ‘cengar-cengir’

            “lelaki yang mana maksudmu?” tanya Kim Bum tak mengerti

            “lelaki yang bersamaku saat itu. saat kau menguntit kami” jawab So Eun

            “menguntit?” tanya Kim Bum yang berpura-pura lupa

            “tidak usah berpura-pura aku tau saat itu kau mengikutiku. Dan aku tak tau bagaimana reaksimu saat mengetahui bahwa lelaki yang besamaku saat itu adalah kakak kandungku” jelas So Eun

            “mwo?! Dia kakakmu? Lelaki yang mencium keningmu, mengatar jemput mu, dan juga mengajakmu makan di restoran mahal itu. dia kakakmu?” Kim Bum terkejut dibuatnya. So Eun mengangguk

            “wah..kau membohongiku” kata Kim Bum. sementara So Eun hanya tertawa kecil

            “baiklah, untuk kau tahu. Sebenarnya kau bukan pacar pertamaku. Kau pacar keduaku *ini ada di part 2 kalo gak salah*” ucap Kim Bum dengan nada tinggi

            “mwo?! Kau juga membohongiku!” balas So Eun dengan suara tak kalah tinggi

            “ne, pacar pertamaku itu bernama Jung Eun Ji, dia cantik, suaranya bagus, pandai membuat tembikar, dan dia juga sangat menyenangkan” ucap Kim Bum yang mencoba memanas-manasi So Eun

            “ohh baiklah.. aku juga membohongimu. Sebenarnya mantan kekasihku jauh lebih tampan darimu *dan sepertinya ini juga ada di part 2*. Dia putih, pandai bernyanyi, sangat romantis, mempunyai selera humor yang baik, populer, dan dia sangat mirip dengan Rain Bi” So Eun membalas ucapan Kim Bum

            “lalu? Jika dia lebih baik dariku, kenapa kau tidak kembali saja padanya?” ucap Kim Bum dengan sedikit kecemburuan

            “kau sendiri?! Jika dia lebih baik dariku, mengapa kau tidak kembali padanya saja?” So Eun balik bertanya

            “karena sekarang dia tidak dikorea, dia sudah pindah ke Vancouver” jawab Kim Bum

            “kalau begitu sama, aku juga. Saat ini dia sudah bertungangan dengan tunangannya yang merupakan orang Thailand” jawab So Eun tidak mau kalah

            “dari tadi kau mengikuti kata-kataku, tidak kreatif” cibir Kim Bum

            “kau juga, bahkan lebih memalukan. Kutipanmu tentang ‘Lelaki Sejati’ itu, aku tau kau membacanya di mading kampus hahaha” balas So Eun dengan tawa kemenangan

            “ba..bagaimana kau tau?” tanya Kim Bum

            “karena aku yang memasangnya..hahahha” tawa So Eun. sementara Kim Bum hanya menahan malunya

####

Kim Bum baru saja mengantarkan So Eun pulang. kali ini ia mengantarkan sampai gang rumah So Eun, bukan caffe. Dan saat ia berjalan di koridor apartemennya, Seungho langsung memanggilnya.

            “hyeong!” panggil Seungho sambil berlari kecil menghampiri Kim Bum

            “ada apa?” tanya Kim Bum

            “aku punya film bagus. Ayo kita tonton” kata Seungho dengan semangatnya

            “film? Mana DVD nya?”tanya Kim Bum

            “ini bukan DVD, tapi sebuah rekaman di ponselku” jawab Seungho

            “baiklah, ayo” kata Kim Bum sambil mengajak Seungho untuk masuk ke apartemennya

###

            “dimana kabel penghubungnya?” tanya Seungho sambil mencari-cari kabel penghubung di sekitar TV LED Kim Bum

            “kabel yang berwarna putih itu” kata Kim Bum sambil duduk di sofa depan TV

            “arrayo. Baiklah, kita tunggu” kata Seungho sambil menyambungkan ponselnya dengan TV Kim Bum lalu duduk di samping Kim Bum

            “film apa?” tanya Kim Bum santai

            “perhatikan saja” balas Seungho

Beberapa detik kemudian, rekaman di ponsel Seungho sudah mulai terputar. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria sedang berbaring di pangkuan seorang wanita di sebuah balkon. Sang wanita mengelus lebut rambut pria itu. setelah beberapa detik, akhirnya Kim Bum menyadari bahwa itu adalah dirinya dan So Eun.

            “hmm..bukankah itu aku dan So Eun?” tanya Kim Bum memastikan

            “ne” jawab Seungho sambil tersenyum

            “ini kapan?” tanya Kim Bum

            “entahlah, aku sedikit lupa. Kira-kira sekitar jam 9.00 sampai jam 10.00 tadi” jawab Seungho. Kim Bum mengingat-ingat, apa yang dia lakukan bersama So Eun saat jam 9.00 sampai jam 10.00 tadi di balkon. Lalu ia teringat bahwa tadi mereka memang berada disitu, dan yang membuatnya terbelak adalah, tadi ia juga berciuman dengan So Eun.

            “hah?! Ber..berarti tadi..k..kau melihat kami..” Kim Bum memperagakan orang berciuman dengan kedua tangannya

            “ya” jawab Seungho sambil menahan tawanya

            “aigo!! Yoo Seungho!! Kau benar-benar keterlaluan!” kesal Kim Bum sambil memukuli Seungho

            “akh..yya!! berhenti memukulku. Wajah tampanku bisa rusak” kata Seungho yang mencoba melindungi dirinya dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangan

            “kau!! Dasar tidak sopan!!” kesal Kim Bum yang terus memukuli Seungho

###

Di hari minggu ini, Suzy sedang berada di perusahaan ayahnya.Ia ingin meminta ayahnya untuk mentransfer uang ke rekeningnya karena ia ingin membeli ponsel baru.

            “ayah” panggil Suzy dengan riangnya

            “Suzy, untuk apa kau kemari?” tanya ayah Suzy yang merupakan presedir di perusahaan itu

            “ayah, aku minta uang” kata Suzy sambil duduk di depan ayahnya

            “uang untuk apa?” tanya sang ayah sambil merapihkan berkas-berkas di mejanya

            “aku ingin membeli ponsel baru. Produk itu akan melangsungkan launching-nya besok” kata Suzy

            “ya sudah, besok ayah akan berikan uangnya padamu” kata ayah Suzy sambil melepaskan kacamata plus nya

            “tapi aku ingin uangnya sekarang” pinta Suzy berdiri dari kursinya

            “sekarang ayah tidak membawa uang tunai, besok saja. Ayah akan berikan padamu” kata ayah Suzy

            “ayah kan bisa menggunakan E-Banking, segera transfer ke rekening ku malam ini” kata Suzy sambil membuka pintu

            “aku tidak mau tau, malam ini rekeningku harus bertambah saldo. Annyeong” kata Suzy lalu ia bergegas pergi meninggalkan ruangan ayahnya

            “Suzy tunggu dulu” teriak ayah Suzy. Suzy yang masih mendengarnya pun kembali ke ruangan ayahnya

            “mwoji?” tanya Suzy

            “nanti malam, ajak dua temanmu itu untuk kerumah” kata ayah Suzy

            “tumben sekali, untuk apa?” tanya Suzy

            “besok adalah hari ulang tahun ibumu, ayah membutuhkan bantuan kalian untuk mendekorasi taman belakang” kata ayah Suzy

            “untuk apa ayah? Kita bisa menyewa orang untuk mendekor itu” ucap Suzy

            “akan lebih special jika didekor sendiri” balas ayah Suzy

            “ya…ya…baiklah. tapi aku tak yakin jika mereka akan datang” kata Suzy lalu pergi meninggalkan ruangan ayahnya

“anak itu” gumam ayah Suzy

###

Ketika Suzy membuka lift, ia sedikit terkejut melihat seseorang yang tak asing baginya. Dia adalah soo hyun. Suzy masuk ke dalam lift sambil mengingat-ingat wajah soo hyun. Ia merasa beruntung bisa satu lift dengan soo hyun. Dan ia pikir, ini adalah saatnya ia merebut soo hyun dari So Eun

            “kau” gumam Suzy sambil mengarahkan jari telunjuknya ke soo hyun

            “nona mengenal aku?” tanya soo hyun dengan ramahnya

            “kau kekasihnya So Eun kan?” Suzy memastikan. Soo hyun berpikir sejenak, lalu kemudian iapun mengingat siapa wanita dihadapannya itu

            “oh..n..ne. kau temannya So Eun kan” kata soo hyun. Belum sempat Suzy menjawab, pintu lift sudah terbuka. Dan soo hyun pun bergegas keluar

            “aku duluan” kata soo hyun lalu melangkah keluar lift

            “yya! Gidariyo” kata Suzy yang menghentikan langkah soo hyun

            “aku memang satu sekolah dengan So Eun, tapi aku bukanlah temannya” jawab Suzy

            “wae?” tanya soo hyun

            “bagaimana kalau kita makan siang bersama, nanti aku akan menjelaskannya padamu seperti apa So Eun yang sebenarnya” tawar Suzy

            “hm..kebetulan ini waktunya makan siang, baiklah. Kita makan di cafetaria saja” kata soo hyun.

Merekapun makan siang bersama di cafetaria. Dibenak Suzy, ini adalah moment yang sangat bagus untuk menjelek-jelekkan So Eun dimata soo hyun. Sementara dipikiran soo hyun, ia ingin tau seberapa mahirnya Suzy merangkai kata-kata untuk membuat image So Eun terlihat jelek.

            “kau ingin pesan apa?” tanya Suzy

            “sama sepertimu saja” jawab soo hyun. Suzy pun memesan dua porsi bibimbap untuk mereka

            “oh ya, apa kau bekerja disini?” tanya Suzy

            “ne, kau juga?” tanya soo hyun

            “bukan, ayahku adalah presedir perusahaan ini” jawab Suzy semanis mungkin

            “jadi kau anaknya Presedir Bae” ucap soo hyun, Suzy menganggukan kepalanya

            “kau belum menjawab pertanyaanku yang di lift tadi” kata soo hyun

            “ohh baiklah, aku memang satu sekolah dengannya, tapi aku tidak berteman dengannya. Geuneoneun nappeun yeoja (dia seorang bad girl)” kata Suzy dengan ekpresi sebal

            “nappeun yeoja? Jeongmal? Sepertinya tidak” kata soo hyun sambil tersenyum

            “aku tidak bohong. Dia pernah mepermainkan dua pria sekaligus” kata Suzy dengan wajah yang sangat meyakinan, namun tetap tidak dapat menipu Hyun Joong

            “jeongmal? Siapa mereka?” tanya soo hyun dengan pura-pura terkejut

            “hmm Kim Bum dan Hyun Joong. Dua dari empat anggota FB4 di kampus kami” kata Suzy

            “Kim Bum..dia mantan kekasihnya So Eun. tapi Hyun Joong…dia..siapa?oh ya, dia pria yang pergi bersama So Eun beberapa waktu lalu” batin soo hyun

            “ahh..kau jangan mengarang cerita” kata soo hyun

            “aku tidak mengarang cerita. Oh ya, dan juga, setiap di kampus dia selalu menggoda para namja” kata Suzy sementara soo hyun hanya tersenyum mendengarnya

            “dan satu lagi, kudengar dia sering membawa namja asing kerumahnya. Dan namja itu menginap dimalam hari, lalu pergi ketika pagi. Wajar saja jika So Eun di cap sebagai nappeun yeoja” kata Suzy sambil mengalihkan pandangannya

            “daebak!” kata soo hyun tiba-tiba

            “daebak?” Suzy heran

            “kau hebat merangkai kata-kata” kata soo hyun diiringi senyumnya

            “maksudmu?” Suzy tak mengerti

            “kau baru saja memfitnah seorang adik di hadapan kakaknya sendiri” jelas soo hyun. Suzy memandang soo hyun sebentar dan mencera ucapan soo hyun.

            “omo” ujar Suzy yang reflek menutup kedua mulutnya dengan telapak tangan

            “hahahahaa” soo hyun tertawa lepas

            “ma..maksudmu..jadi kau bukan kekasihnya So Eun, melainkan…..kakaknya?” tanya Suzy dan soo hyun mengangguk

            “aku senang mendengar dia bukan kekasih So Eun, tapi saat ini aku sangat merasa malu padanya” rutuk Suzy dalam hati

###

Malam harinya, ayah Suzy, Suzy, Jessica dan Eun Jung sedang makan malam di rumah Suzy. Mereka baru saja selesai mendekor taman belakang rumah Suzy. Saat ini ibu Suzy tidak ada dirumah, ia sedang bertugas di Macau dan baru akan pulang besok.

            “apa rumah kalian jauh dari sini?” tanya ayah Suzy pada Eun Jung dan Jessica

            “tidak” jawab Eun Jung dan Jessica berbarengan

            “kalian berteman dengan Suzy sejak kapan?” tanya ayah Suzy. Belum sempat Eun Jung dan Jessica menjawab, Suzy sudah menyambarnya duluan

            “aku berteman dengan Eun Jung sejak SD, karena kami selalu satu sekolah. Sedangkan dengan Jessica, aku baru berteman dengannya sejak SMP” jelas Suzy

            “oh begitu. Eun Jung, orang tuamu bekerja sebagai apa?” tanya ayah Suzy

            “ayah dan ibuku seorang dokter” kata Eun Jung

            “dirumah sakit mana?” tanya ayah Suzy lagi

            “mereka bekerja di HamJin’s Hospital” jawab Eun Jung

            “itu adalah rumah sakit milik temanku, namanya Ham JongKil” ucap ayah Suzy

            “ne. Dan Ham JongKil adalah ayahku” sahut Eun Jung

            “waah…jeongmal? wah…dia adalah teman SMA ku, lama mengenalmu tapi baru kali ini aku mengetahui bahwa kau adalah anaknya JongKil” kata ayah Suzy

            “dan kau Jessica, apa orang tuamu juga seorang dokter?” tanya ayah Suzy pada Jessica

            “anieyo. Ayahku seorang pebisnis” jawab Jessica dengan sangat sopan

            “apa nama perusahaan milik ayahmu? Siapa tau kita bisa bekerja sama” kata ayah Suzy

            “Starlight Corp. Itu adalah perusahaan milik ayahku” jawab Suzy

            “kebetulan sekali. Aku pernah bekerja sama dengan perusahaan itu. Perusahaanku menamamkan saham di perusahaan itu. dan berarti, kau anaknya Jung YoBin” ucap ayah Suzy

            “ne” ucap Jessica singkat

            “tapi…yang kutau, Jung YoBin tidak memiliki anak. Istrinya keguguran sekitar 8 tahun lalu” ucap ayah Suzy

DEG

Jessica merasa dihantam batuan besar. Pikirannya benar-benar kacau. Bagaimana jika mereka mengetahui identitas Jessica yang sebenarnya

###

Hari ini adalah hari keberangkatan Kim Bum ke Jerman, sekarang ia sudah ada di bandara Incheon ditemani FB3, Hye Sun, Ayah Kim Bum, dan tentunya So Eun. tadinya Seungho juga ingin ikut mengantar Kim Bum, namun sayang.. hari ini Seungho mempunyai jam bimbel.

            “Hye Sun-ah, aku titip So Eun padamu. Jaga dia, jangan sampai pria lain mendekatinya” pesan Kim Bum pada Hye Sun

            “haha..ne” tawa Hye Sun

            “jangan lupakan kami yaa, jika kembali nanti jangan lupa bawakan buah tangan untukku” kata Min Ho sambil menepuk bahu kiri Kim Bum

            “tidak.. aku tidak akan membelikannya untukmu” ucap Kim Bum dengan candaannya

            “woaa bum-ah… disini sudah ada Kim So Eun, kau jangan bermain perempuan disana yaa” kata Kim Joon yang membuat semuanya tertawa

            “tidak akan” kata Kim Bum dengan senyumnya. Kini giliran Hyun Joong, Kim Bum memandang Hyun Joong sejenak. Kemudian ia tersenyum dan memeluk Hyun Joong

            “aku titip So Eun, jaga dia baik-baik” bisik Kim Bum pada Hyun Joong

            “pasti” sahut Hyun Joong sambil melepaskan pelukan Kim Bum. kemudian Kim Bum memeluk ayahnya

            “ayah..do’a kan aku selama disana” ucap Kim Bum

            “tentu saja, anakku” kata ayah Kim Bum

            “ayah, aku juga menitipkan So Eun padamu. Tapi, So Eun jangan kau kencani yaa” canda Kim Bum setengah berbisik

            “issh, kau ini. Kau masih berpikir aku seperti itu,hah?!” ayah Kim Bum terlihat sedikit jengkel dengan anaknya itu

            “ne..ne..maaf dan terimakasih untuk semuanya ayah” kata Kim Bum sambil melepaskan pelukannya. Sang ayah membalasnya dengan senyuman. Kemudian So Eun

            “So Eun-ah” kata Kim Bum yang langsung memeluk So Eun dengan erat. So Eun membalas pelukkan Kim Bum

            “sangat berat berpisah denganmu” kata Kim Bum yang masih memeluk So Eun

            “nado” jawab So Eun

            “tunggu aku.. 2 tahun lagi” ucap Kim Bum yang belum melepaskan pelukannya

            “aku menunggumu” sahut So Eun

            “ingatlah aku selalu mencintaimu, jangan berpaling kepada pria lain” ucap Kim Bum yang kini mulai melepaskan pelukannya

            “ne, jaga kesehatanmu. Jangan lupa untuk selalu menghubungiku” kata So Eun sambil menggenggam tangan Kim Bum. Kim Bum menatap So Eun lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir So Eun. So Eun dibuat terkejut olehnya. Begitupun dengan FB4, Hye Sun dan ayah Kim Bum. mereka sangat tidak menyangka jika Kim Bum berani mencium So Eun didepan mereka secara terang-terangan.

            “oow..bum-ah” kejut Kim Joon. Yang lainnya memandang terkejut ke Kim Bum. sementara orang yang dipandang hanya menunjukkan ekspresi biasa saja, seolah tidak terjadi apapun.

            “pesawatnya sudah akan lepas landas. Aku harus masuk ke pesawat, annyeong” kata Kim Bum sambil membungkukkan badannya. So Eun memandang punggung Kim Bum yang mulai menjauh dari pandangannya, batinnya merasa tidak rela jika harus berpisah dengan Kim Bum sekarang. Pasalnya baru seminggu lalu ia dan Kim Bum menjadi sepasang kekasih yang sesungguhnya.

###

So Eun tengah berjalan sendiri memasuki gerbang sekolah yang sangat besar itu. saat tengah berjalan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil sport berwarna putih yang menghadang jalan So Eun. So Eun sudah mengetahui siapa pemilik mobil itu. So Eun menatap orang itu, lalu ia segera membelokkan arah jalannya. Berusaha untuk menghindar

            “yya! Kau, gadis miskin. Berhenti disitu” panggil gadis berambut pendek yang tak lain adalah Eun Jung. So Eun menghentikan langkahnya. Sementara Sweet Girl segera keluar dari mobil yang mereka tumpangi

            “apa kekasih yang merupakan oppa mu itu sudah menceritakkannya padamu?” tanya Suzy. So Eun tidak terkejut mendengar pertanyaan Suzy, karena beberapa hari lalu soo hyun sudah menceritakan hal itu padanya

          “cerita tentang seorang wanita bodoh yang menjelek-jelekkan seorang gadis didepan kakaknya sendiri, eoh? Tentang itu?” tanya So Eun

            “apa maksudmu membohongi kami seperti itu?” tanya Jessica yang mulai berbicara

            “tidak ada maksud apapun selain menguji kecerdasan kalian. Baiklah, ini sudah hampir masuk. Annyeong” kata So Eun lalu pergi meninggalkan Sweet Girl. So Eun sudah bertekad pada dirinya sendiri bahwa ia tak mau lagi ditindas dengan siapapun.

###

Waktu terus berjalan, tak terasa ini sudah satu minggu Kim Bum berada di Jerman. Kalau saja tidak ada FB3 dan Hye Sun yang menemani, sudah pasti hari-hari So Eun menjadi sangat sepi. Kim Bum selalu menghubunginya setiap malam. Di Jerman, Kim Bum tinggal bersama adik dari ayahnya, jadi Kim Bum tidak akan merasa sangat kesepian. Sementara, kuliah Kim Bum baru akan dimulai bulan depan. Kim Bum sengaja berangkat lebih awal karena ia ingin beradaptasi dahulu dengan lingkungan disana dan mempelajari bahasa Jerman yang belum sepenuhnya ia kuasai. Saat ini, Kim Bum baru saja membeli makanan ringan di mini market untuk diberikan kepada keponakan laki-lakinya. Saat baru berjalan beberapa langkah dari mini market, secara tak sengaja Kim Bum menabrak seseorang.

            “i’m sorry, i’m so sorry” kata Kim Bum dengan bahasa inggrisnya, ia juga membungkukan badannya

            “yeah” jawab orang itu. kemudian Kim Bum menegakkan wajahnya dan menatap wajah orang itu. keduanya sama-sama terkejut. Kim Bum menatap orang itu lagi, ini sudah pasti benar. Kim Bum masih mengingat wajahnya, wajah yang tidak banyak berubah menurut Kim Bum. wajah seorang anak kecil yang berada di foto pernikahan itu. Kim Bum masih mengingat wajah itu. sementara itu orang yang ditabrak Kim Bum hanya tersenyum sinis.

            “ternyata dunia ini sempit” ucap orang itu

            “kau…Yoo Ah In” gumam Kim Bum. ia ingat ayahnya pernah memberi tahu nama anak dari suami ibunya itu

            “ne, geuraesso. Kupikir hanya aku saja yang mengingat wajah dan namamu, ternyata kau juga” sahut Ah In

            “untuk apa kau ada di sini?” tanya Kim Bum dengan amarah yang bergejolak karena rasa dendamnya pada Ah In

            “hah?! Pertanyaanmu tidak salah, eoh? Aku punya banyak uang, aku bisa pergi kemanapun aku mau” kata Ah In dengan sombongnya

            “uang..cih” gumam Kim Bum yang menyadari jika Ah In sangatlah sombong

            “oh ya, aku belum menanyakan kabarmu. Apa kabar?” sambungnya

            “cih..berbasa-basi” umpat Kim Bum

            “kabarku baik.. bagaimana denganmu?” tanya Kim Bum yang menatap Ah In dengan sinis juga

            “tentu baik. Apa ayahmu masih menjadi seorang pembuat keramik?” tanya Ah In

            “tidak. Ayahku sekarang seorang pengusaha” kata Kim Bum

            “baguslah. Untuk apa menjadi pembuat keramik, tak ada gunanya” ucap Ah In yang sebenarnya menghina Kim Bum dan keluarganya

            “kau berusaha menghinaku? Sebelum menghina orang lain, sebaiknya kau berkaca dulu pada dirimu sendiri. Siapa yang lebih hina, aku atau kau?” kata Kim Bum dengan dinginnya. Begitupun dengan Ah In yang menatap Kim Bum dengan dinginnya

            “keluarga kami memang pembuat keramik, apa itu sangat hina? Menurutku hanya orang-orang bodoh yang menilainya seperti itu. Itu perkerjaan yang baik dan bisa menghasilkan banyak uang” sambung Kim Bum

            “menghasilkan banyak uang? Hah? Apa kau tidak salah? Berapa? Berapa banyak uang yang bisa kau hasilkan? Hah?!” tanya Ah In

            “kau tanya tentang penghasilanku? Yaa..yaa baiklah. Aku akan menjawabnya. Ada seseorang yang menawar keramikku dengan harga KRW 75.000.000 (IDR = kali 8,8)” ucap Kim Bum

            “hanya orang bodoh yang mau menawar seperti itu” ucap Ah In merendahkan. Kim Bum yang sudah malas menanggapi Ah In akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Ah In.

            “pamanku sudah menunggu, aku pergi” kata Kim Bum lalu mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Ah In

            “kau tidak ingin tau tentang ibu dan adikmu?”  pertanyaan Ah In membuat Kim Bum berhenti melangkah dan menjatuhkan katung berisi snack itu. Kim Bum membalikkan badannya menghadap Ah In

            “dimana mereka?” tanya Kim Bum dengan geram

            “mereka..hmm…ibumu ada di rumah sakit dan adikmu..aku tak tau” kata Ah In dengan santainya. Kim Bum menghampiri Ah In lalu memberikan tinjuan kepada Ah In. orang-orang yang melintas disekitar mereka merasa sangat terkejut

            “keterlaluan sekali kau! Ibuku sedang berada di rumah sakit tapi kau malah asyik berlibur di luar negri. Kau sungguh tidak punya hati!” kata Kim Bum dengan penuh amarah. Ah In mengusap darah dipinggir bibirnya lalu menatap Kim Bum.

            “itu bukan urusanku. Ayahku sudah meninggal, itu berarti ibumu bukan ibuku lagi” kata Ah In dengan santainya

            “kurang ajar!” kata Kim Bum yang bersiap meninju Ah In namun tangan Ah In sudah menahan tangan Kim Bum

            “ibumu berada di rumah sakit bukan karena ulahku, tapi ulah adikmu yang berusaha pergi dari rumah” kata Ah In. Kim Bum menurunkan tangannya

            “dimana adikku?” tanya Kim Bum mencoba menahan emosinya

            “molla” jawab Ah In dengan santai

            “mana mungkin kau tak tau, cepat katakan sebelum aku menonjokmu lagi” kata Kim Bum sambil menatap Ah In dengan penuh kebencian

            “aku benar-benar tidak tahu, adikmu tidak tinggal dirumahku lagi. Dia pergi dari rumah, mungkin sekarang ia menjadi preman” kata Ah In. Kim Bum masih menahan emosinya

            “dia laki-laki atau perempuan? Siapa namanya?” tanya Kim Bum

            “dia laki-laki, namanya…hmm…walaupun dia anak ayahmu, tapi dia tak menggunakan marga Kim, namanya Yoo Seungho” jawab Ah In

DEG! Seketika air mata Kim Bum tumpah

###

Kim Bum melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hatinya kini terasa sesak setelah mengetahui bahwa Seungho adalah adik kandungnya. Ia merasa sangat bodoh karena tidak menyadari adanya keterkaitan antara dirinya dan Seungho, dari mulai bakat sampai sifat. Kim Bum melajukan mobilnya menuju bandara untuk terbang kembali ke Korea. Ia ingin membuktikannya sekarang juga, sebelum perkuliahannya disini dimulai. Kim Bum terlalu memikirkan pernyataan Ah In, sampai-sampai ia tidak menyadari adanya mobil dari arah berlawanan. Dan….

Brukkkkkkk….Duaaarrrr *halahhh suaranya gak karuan*

Terjadi sebuah ledakan kecil antara mobil Kim Bum dan mobil yang satunya. Percikan api mulai keluar dari mobil merah yang Kim Bum kendarai. Sementara Kim Bum yang pingsan karena kepalanya terbentur masih terjebak di dalam mobil. Masyarakat sekitar yang melihatnya merasa cemas sekaligus bingung. Mereka ingin menyelamatkan Kim Bum namun mereka tidak tau caranya karena percikan api kini sudah berubah menjadi api. Sementara korban yang satunya bisa meloloskan diri.

TBC

Duh… mianhae, belakangnya gak enak banget. Abis aku udah bingung mau nulis apa lagi.

Hmm.. seperti biasa,,, jangan lupa untuk tinggalin jejak🙂

44 thoughts on “Secret of Love Part 6

  1. Aduuhhh… Jgan smpai bumppa amnesia… Ntar jdi lupa sma sso eonni… Hikss… Bumppa ksian skali

  2. nah lho kk bumppa jadi kecelakaan . terus so eun onn. gmana ??? apakah bumppa hilang ingatan hhwwwaaa annnnddddwwwwweee gc boleh sampek lupa ingatan . next chigu

  3. wahh keren chingu😀 chingu mian yang part 1 samapi part 5 nya aku belum coment soalnya belum aku baca😀 hehe Next part chingu😀 *Fighting*

  4. Mwo??? Kim bum itu kim bum knpa ga ada yg nylametin?? Slamatin skrng slamatin!!!!! *Histeris

    Semuanya dh hampir terbongkar,, bumsso dh balik lagi dan pas part awal itu pas kebersamaan bumsso aku bner* terharu..:’) ga kebayang itu malunya bum wkt sso bilang dia yg nempel ‘kutipan’ kim bum di mading
    .XD
    bum dh tau adknya, nah tinggal si sweet girl ini yg masih kalang kabut..:D kekkee

    Apa ini udh mendekati ending??

    Ditunggu ya part slnjtnya…^^ kim bum harus slamat ya, ga mau tau pokoknya..:D *maksa hahaha
    Ok, aku tunggu apa yg nanti terjadi..:D dan ini buat rasa penasaran semakin meningkat..XD
    Fighting~!!🙂

  5. bru aja jadian malah bum pergi . Aduh kebyang gmana malunya suzy di dpan so hyun tuh . Itu bum kecelakaan . Jangan2 amnesia lagi . Jangan deh thor kasian soalnya udah tau kalo seungho adiknya . Gak tega ma bum

  6. Yeee dipost part 6 nya…
    Akhirnya bumsso bersatu lagi…
    Ya ampun seungho iseng banget deh…
    Haha, suzy suzy, pasti malu banget ya? Jelek2in adek di depan kakanya…
    Ya ampunnn!! Bum kecelakaan!! Gmna ini?? Semoga ga terjadi apa2 sama bum…
    Ditunggu next partnya ya…

  7. Wuahhh~
    daebak, makin banyak aja nih konfliknya
    dan itu bikin penasaran😉
    untuk alur cerita semuanya pas kena hati, next part ditunggu

  8. DAEBAK..!
    Konfliknya dapet bgt dan tolong selamatkan oppaku author😀
    keren deh pokoknya

  9. Sebenernya aku udah bisa nebak sedikit part berikutnya hahahaha, tpi ya mngkin aja salah tebakannya ehehe😄
    Kakakakka, suka waktu suzy skakmat sama soo hyun..kelewatan tu suzynya. Aku suka sama cerita seperti ini, banyak konflik yg bisa aku analisa sendiri, hitung2 ngelatih otak buat jadi detective ekekke😄
    Suka jga waktu bagian kim bum kisseu so eun di depan sahabatnya sama Appanya kim bum ahhahaha. He.is so brave, A TRUE MAN😄.

  10. Sebenernya aku udah bisa nebak sedikit part berikutnya hahahaha, tpi ya mngkin aja salah tebakannya ehehe😄
    Kakakakka, suka waktu suzy skakmat sama soo hyun..kelewatan tu suzynya. Aku suka sama cerita seperti ini, banyak konflik yg bisa aku analisa sendiri, hitung2 ngelatih otak buat jadi detective ekekke😄
    Suka jga waktu bagian kim bum kisseu so eun di depan sahabatnya sama Appanya kim bum ahhahaha. He.is so brave, A TRUE MAN😄.

  11. Sebenernya aku udah bisa nebak sedikit part berikutnya hahahaha, tpi ya mngkin aja salah tebakannya ehehe😄
    Kakakakka, suka waktu suzy skakmat sama soo hyun..kelewatan tu suzynya. Aku suka sama cerita seperti ini, banyak konflik yg bisa aku analisa sendiri, hitung2 ngelatih otak buat jadi detective ekekke😄
    Suka jga waktu bagian kim bum kisseu so eun di depan sahabatnya sama Appanya kim bum ahhahaha. He.is so brave, A TRUE MAN😄.

  12. wahh..
    makin daaaeebak..
    .
    akhir’na bumsso jadiyan gy..
    rasain tuu s’ suzy..
    malu doong..
    .
    trnyata hyunppa kakak’na eonnie..
    trnyata bener seungho adik’na bumppa..
    .
    omo..
    mudah”an bumppa ga k’npa”..
    lnjuuttt.. ^^
    .

  13. wahh..
    makin daaaeebak..
    .
    akhir’na bumsso jadiyan gy..
    rasain tuu s’ suzy..
    malu doong..
    .
    dy ngejelekin eonnie d’oppa’na sendiry..

    hhahaha
    trnyata bener seungho adik’na bumppa..
    .
    omo..
    mudah”an bumppa ga k’npa”..
    lnjuuttt.. ^^
    .

  14. Wah kenapa tuh????
    Baru aja bisa seneng2 mudah2 Gzl kenapa2 yach? Ooh seneng nya akhirnya ada kelanjutannya juga, sangat d tunggu tunggu loh,
    back to story!
    Suzy niat banget mo jelekin Sso nya, tapi untung lah malah dianya sendiri yang malu, aaaaaaah itu gimana please jangan lama2 Ne, penasaran banget nih gimana nasib Bum-ah,
    hahaha ini kan bulan puasa jadi harus Belajar Sabar! Author “Fighting”

  15. Wah kenapa tuh????
    Baru aja bisa seneng2 mudah2 Gzl kenapa2 yach? Ooh seneng nya akhirnya ada kelanjutannya juga, sangat d tunggu tunggu loh,
    back to story!
    Suzy niat banget mo jelekin Sso nya, tapi untung lah malah dianya sendiri yang malu, aaaaaaah itu gimana please jangan lama2 Ne, penasaran banget nih gimana nasib Bum-ah,
    hahaha ini kan bulan puasa jadi harus Belajar Sabar! Author “Fighting” Ok

  16. kok menakutkan ya thor belakangnya?
    Kasian sso, selalu di tinggal tinggal sama bumppa
    nextnya d tunggu

  17. Asyiiiikkk dugaanku benar klu seungho itu dongsaeng bum ppa… Kekeke….

    Please jgn bikin soo hyun m dia…. Y…!

    Adeuh… Gimana m bum ppa??? Trus akankah dia selamat????? Klu iya apakah dia akan cacat atau hilang ingatan??? Klu tidak akankah nanti d so ji yeon??? Trus gimana m eonniku jika mendengar kbr ni??? Pasti hidupnya bkl mati…. Sumpah banyak banget ni pertanyaan

  18. huaaa….. bumpa knp??? apa yang terjadi ma bumpa….??? chingu… lanjut.. di tunggu next part… palliwa…😥

  19. aku harap bumppa gx amnesia😦
    supaya semua bisa terselesaikan n kluarga bum bisa kmbli bersatu…
    pas soo hyun ngaku kakaknya sso aku ngbayangin muka suzy yg kaget… kkekke

  20. Btapa maluy suzy di dpan so hyun…!! Seung Ho bner2 g da krjaan bin jail..!! Yaahhh…knapa kim bum kecelakaan.. jngan smpai KB amnesia dan nglupain so eun..!!

  21. ..sykur’lh trnyta so eun eonni nyata ad d apatement bumppa..
    Swiitt..swiittt,,akhr’y mrka bersatu kmbli,,sneng’y…

    Hiks..hiks..tpi sedih ,,di saat mrka bhgia,,,bumppa mlah pergi k jrman slma dua tahun..ksian so eun eonni
    Aigoo…bumppa kecelakaan,,anniyo…tidak rela,,ksian oppa,,tolong smbuhkan oppa dan slmtkn oppa

  22. Huaaaaa…….. Lanjutannya jgn dibuat lupa ingatan duuuunk…..
    Nyesekin soalnya…..
    Boleh yg laen misalnya cacat sementara atau apalah….. Qiqiqi….
    *plaaak dijitak author… Krn ngatur2….

  23. Aduh,,,,,, kimbum g kenapa2 khan????
    Seru bgt eon, aku kebawa suasana bgt.
    Lanjut y eonni,, next part y bneran bkin penasaran.

  24. wooow di part ini awalnya senyum2 g jelas liat kelakuannya bummpa ma sso eon yg lucu hihihih waaah tpi kok d akhrnya nmapaknya mnyedihkan…
    Jgn2 pas kcelakann itu bummpa jd amnesia lgi?!…..
    Okeh di tunggu klanjutannya😀

  25. Waaah sedih ceritanya nih yg part 6 nya
    Akirnya kmbum tau kbenarannya eh tpi lgsg kcelakaan kasian kmbum
    Smoga bsa slmat terus kmpul breng lgi deeh

  26. Hha~ lucu dehh Suzy-Soohyun !
    Menjelek-jelekkan seorg adik didepan kka’x sndiri ?😄
    Hihhi~ BumSsi kisseu .. Kebayang ><
    nahlohh ? Bener kan , Seungho adik'x Bum ..
    Ommonaa !! Kecelakaan ?! Lanjut ahh ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s