Secret of Love Part 5

Secret Of Love

Part 5

Author                      : Kim Sang Eun

Main Cast                 : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                            : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, Eun Jung, Kim Soo Hyun, Park Jiyeon, Yoo Seungho, Yoo Ah In

Genre                                    : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type                          : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Part 5 nya dateeenggg🙂 Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!😉

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa😀
happy reading ****

###

                “kupikir aku akan percaya dengan ucapanmu, bukankah waktu itu kau sendiri yang mengatakan bahwa semua ucapan dan janjimu itu palsu. Dan sekarang, aku tidak mempercayai semua kata-katamu lagi” kata So Eun dengan mata berkaca-kaca

                “untuk kali ini,percayalah padaku. Nanti malam, aku akan menunggumu di taman depan caffemu. Aku akan buktikan bahwa ucapanku kali ini bukan sebuah kebohongan. Aku akan tetap menunggumu disana sampai kau datang. Aku tidak akan pergi sebelum kau datang. Aku janji” kata Kim Bum yang berusaha meyakinkan So Eun. Belum sempat So Eun mejawab, Hyun Joong datang dan mengakhiri pembicaraan Kim Bum dan So Eun

                “So Eun, sedang apa kau disini?” tanya Hyun Joong sambil menatap Kim Bum dan So Eun secara bergantian

                “ayo kita pulang” kata Hyun Joong sambil menarik tangan So Eun. Kim Bum yang menyaksikannya merasa miris. Begitupun dengan So Eun, ia terlihat kasihan melihat Kim Bum seperti itu. bagaimanapun, sampai saat ini Kim Bum adalah orang yang ia cintai. Dan sepertinya kali ini ia menemukan seberkas ketulusan di mata Kim Bum. Namun ia masih meragukan hal itu.

Part 5

Waktu menunjukkan jam 6.30 p.m So Eun sedang sibuk memilih baju untuk ia kenakan. Soo Hyun yang sedang melintas di depan kamar adiknya pun heran melihat mimik wajah So Eun yang kebingungan. Iapun menghampirinya.

“kau sudah pulang?” tanya Soo Hyun. So Eun menjawabnya dengan sebuah anggukan

“mwo hago isseoyo?” tanya Soo Hyun sambil menggenggam segelas capuccino

“aku sedang memilih baju” jawab So Eun sambil memperhatikan baju-bajunya yang tergeletak di kasur

“memangnya kau mau kemana?” tanya Soo Hyun

“aku ingin pergi dengan temanku” jawab So Eun sambil menoleh ke Soo Hyun

“teman atau teman?” goda Soo Hyun

“temanku, jeongmal. Menurutmu yang mana yang lebih bagus, yang ini atau ini?”tanya So Eun yang sebenarnya mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Ia menunjukkan dua buah dress yang satu adalah gaun yang ia beli saat ingin berkencan dengan Kim Bum dan yang satu lagi adalah dress berwarna cokelat tua selutut yang Soo Hyun belikan saat So Eun berulang tahun.

“keduanya bagus. Tapi aku yakin kau akan kedinginan kalau memakai baju seperti itu”jawab Soo Hyun sambil menyeruput capuccino di tangan kanannya

“mengapa jawabanmu seperti itu. tidak mendukung” ucap So Eun dengan sedikit kesal

“apa ini acara penting untukmu? Mengapa kau terlihat sibuk sekali?” Soo Hyun bertanya. So Eun hanya diam

“benar dia temanmu?” tanya Soo Hyun

“benar, aku tidak berbohong” jawab So Eun

“namja? Yeoja?” tanya Soo Hyun

“hmm.. nam..ja” jawab So Eun dengan perlahan

“siapa namanya? Kim Bum?” tanya Soo Hyun

“ishh..bukan dia” jawab So Eun yang merasa risih karena Soo Hyun terus mengintrogasinya

“geureom?” tanya Soo Hyun

“namanya Hyun Joong, dia sahabatku. Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja pada Hye Sun” jwab So Eun

“memang. Aku tidak percaya. mana poselmu?” tanya Soo Hyun

“hah?! Untuk apa?” tanya So Eun sambil mengerutkan keningnya

“menelpon Hye Sun, sudah kubilang, aku..tidak..percaya.. arra?! Sudah serahkan saja ponselmu” kata Soo Hyun dengan penekanan di kata ‘aku..tidak..percaya’

“oppa….aigo jeongmal! Baiklah ini..ini” kata So Eun sambil menyerahkan ponselnya dengan kesal

“aku akan menelpon Hye Sun” kata Soo Hyun sambil berjalan keluar kamar So Eun

“yya! Oppa.. mau kau bawa kemana ponselku?” tanya So Eun dengan sedikit berteriak

“sebentar saja” teriak Soo Hyun dari ruang tengah

“hush.. menyebalkan” gerutu So Eun. ia terus memilih bajunya

“apa aku pakai yang ini saja?” tanya So Eun sambil memandangi baju yang ia beli saat inign berkencan dengan Kim Bum

“ah..tidak tidak. Baju ini mempunyai kenangan buruk. Aku tidak mau memakainya. Hmm…aku pakai yang ini saja” kata So Eun sambil mengambil dress berwarna cokelat tua itu.

###

“ada pesan masuk dari nomor tak dikenal. Isinya ‘So Eun, aku menunggumu di depan caffe jam 8.00 nanti, akan ku buktikan bahwa ucapanku bukan ucapan palsu lagi’ “ kata Soo Hyun sambil menghampiri So Eun yang sedang menyisir rambutnya

“oppa, mengapa kau membacanya?!” kesal So Eun sambil mengambil ponselnya dari tangan Soo Hyun

“dari siapa? Namja bernama Hyun Joong itu?” tanya Soo Hyun tanpa mengindahkan perkataan So Eun

“selalu tak pernah mendengarkan kata-kataku” umpat So Eun yang sebenarnya tanpa disadari ia juga tak mendengarkan pertanyaan Soo Hyun tadi

“apa katamu?” tanya Soo Hyun yang bisa mendengar ucapan So Eun dengan samar-samar

“eobseo!” Kata So Eun sambil berdiri dari kursinya

“jangan memakai pakaian seperti itu kau bisa kedinginan. Walaupun ini sudah hampir memasuki musim semi, namun udaranya masih dingin. Sebaiknya kau kenakan syal, mantel, dan sepatu boat” nasehat Hyun Joong panjang lebar

“ne..ne.. ini juga aku akan mengenakannya” kata So Eun sambil mengambil sepatu boat panjang dan syal berwarna putih serta mantel merah muda yang biasa ia pakai.

“jangan pakai syal, mantel dan sepatu yang itu. warna syal dan mantelnya kurang masuk dengan bajumu dan sepatu boatsmu itu terlalu panjang. Memangnya kau pikir kakimu jenjang seperti kaki member Girls’ Generation” kata Soo Hyun sambil mengambil syal, mantel dan sepatu boat So Eun

“ishh.. lalu yang mana?” tanya So Eun

“kelihatannya laki-laki, tapi mengapa sepertinya ia mengerti sekali tentang fashion? Atau aku yang tidak bisa berdandan?” tanya So Eun dalam hati

“ini, kenakan ini saja” kata Soo Hyun sambil menyerahkan sepatu boats berwarna cokelat tua seatas mata kaki, syal berwarna cokelat muda dan mantel berwarna cream ke cokelatan *semuanya serba cokelat*

“apa warna ini tidak membuatku tampak tua?” tanya So Eun sambil melihat ragu ke mantel,syal, dan sepatu boat yang pilihkan Soo Hyun

“rambutmu diikat seperti ini, supaya tidak terlihat tua” kata Soo Hyun sambil menguncir rambut So Eun kesamping

“sudah.. sekarang kau terlihat lebih cantik daripada tadi” kata Soo Hyun sambil menarik So Eun kedepan cermin

“yah.. lumayanlah. Oppa, mengapa kau tidak mengambil jurusan desainer saja? Sepertinya kau ahli sekali” tanya So Eun pada oppanya itu

“bukan aku yang ahli, tapi kau yang tidak bisa berdandan” cibir Soo Hyun

“aku sudah memujimu, mengapa balasanmu seperti itu” So Eun memanyunkan bibirnya

“sudahlah, sana pergi. Nanti ‘teman’ mu itu menunggu lama” kata Soo Hyun dengan penekanan kata teman

“ne..geuraeso! Na gadasseo!” kata So Eun sambil berjalan keluar kamar

“ne, hati-hati. Diberitakan malam ini turun salju” kata Soo Hyun sambil mengikuti langkah kaki So Eun

“salju? Bukankah ini sudah hampir musim semi? Mengapa ada salju?” tanya So Eun sambil menoleh ke Soo Hyun

“mana ku tahu, reporter di televisi mengatakan seperti itu. Kalau kau mau bertanya, tanyakan saja pada reporter yang memberitakan itu” jawab Soo Hyun sambil memberikan payung ke So Eun. Sementara So Eun hanya menerimanya dan diam saja menanggapi jawaban sang kakak yang tidak peduli

###

So Eun sedang menunggu Hyun Joong di caffenya.

“ne..gamsahamnida” terdengar suara Hye Sun yang sedang melayani pengunjung caffe itu

“belum datang juga?” tanya Hye Sun sambil duduk di depan So Eun. ia bisa bersantai saat ini karena pengunjungnya belum terlalu ramai. Mungkin akan ramai saat jam 7.30 nanti, sedangkan ini masih jam 7.00

“belum” jawab So Eun pelan

“tumben sekali dandananmu benar kali ini, biasanya warnanya selalu tidak pas. Kemana matel merah mudamu itu?” tanya Hye Sun sambil memperhatikan penampilan So Eun dari ujung kaki hingga ujung rambut

“oppa yang mendandaniku” jawab So Eun apa adanya

“mwo?! Bahkan oppamu jauh lebih pintar berdandan daripada kau” ledek Hye Sun

“berhenti meledekku” kesal So Eun

“hei So Eun, kau disini?” tanya sang bos sambil meletakkan penghangat ruangan di sisi kanan caffe

“akhirnya bos,,kau membeli penghangat ruangan juga” lega Hye Sun

“sebenarnya aku sudah memesannya sejak beberapa hari lalu pada toko langgananku, tapi barangnya baru ada hari ini” kata bos So Eun sambil duduk bergabung dengan Hye Sun dan So Eun

“sekarang aku tidak perlu menggunakan sarung tangan lagi ketika bekerja” ucap Hye Sun sambil melepaskan sarung tangannya

Kemudian terdengar suara pintu yang terbuka dan ternyata yang datang adalah Hyun Joong.

“So Eun”panggil Hyun Joong sambil menghampiri meja So Eun dan Hye Sun serta bos mereka

“sudah lama menungguku?” tanya Hyun Joong

“anieyo” jawab So Eun

“baiklah, ayo kita pergi” kata Soo Hyun sambil mengulurkan tangannya. So Eun agak terkejut melihatnya, begitupun dengan Hye Sun. Namun akhirnya So Eun membalasnya juga.

“kami pergi dulu yaa”kata Hyun Joong pada Hye Sun dan bos caffe

“belakangan ini cuaca tidak menentu, jadi berhati-hatilah. Dan jangan sakiti temanku yang cengeng ini” kata Hye Sun sementara Hyun Joong dan So Eun hanya tersenyum

“hati-hati di jalan” ucap sang bos dengan sedikit menaikkan suaranya

###

“kita mau kemana?” tanya So Eun saat berada di dalam mobil mewah Hyun Joong

“hmm.. bagaimana jika kita pergi ke Lotte World? Ini masih jam 7.00 jadi masih buka” usul Hyun Joong

“baiklah, sudah lama aku tidak kesana” sahut So Eun

“memangnya kapan terakhir kali kau kesana?” tanya Hyun Joong

“hmm..waktu libur musim panas tahun lalu bersama Soo Hyun oppa” jawab So Eun

“wow.. sudah hampir setahun” balas Hyun Joong

“ne” jawab So Eun

Tak lama kemudian So Eun dan Hyun Joong sampai di Lotte World. Mereka memainkan berbagai permainan di dunia fantasi dalam ruangan itu. So Eun terlihat sangat senang disana, begitupun dengan Hyun Joong. Hyun Joong merasa senang sekali karena akhirnya ia bisa menghabiskan waktu bersama So Eun

“kau mau ice cream?” tanya Hyun Joong

“hmm.. boleh” jawab So Eun sambil tersenyum

“rasa apa?” tanya Hyun Joong

“vanila” jawab So Eun

“baiklah, kau tunggu disini” kata Hyun Joong,lalu iapun bergegas membeli ice cream yang berjarak sekitar 7 meter dari tempat mereka duduk tadi.

Ini sudah jam 8.30 KST So Eun dan Hyun Joong memutuskan untuk menyudahi permainan di Lotte World. Merekapun menjelajahi tempat-tempat lainnya

“sekarang kemana lagi?” tanya So Eun

“aku ingin ke myeongdong” jawab Hyun Joong

“myeongdong? Kau yakin ingin kesana?” tanya So Eun

“ne, memangnya ada yang aneh?”tanya Hyun Joong dengan wajah polos

“hmm..aku hanya heran saja, orang kaya sepertimu masih mau berjalan-jalan di pasar seperti myeongdong” ucap So Eun

“barang-barang di myeongdong kualitasnya tidak jauh beda dengan yang ada di mall-mall besar dan harganya sangat murah. Apa kau pikir aku orang yang suka menghambur-hamburkan uang?” sahut Hyun Joong

“baguslah kalau seperti itu” gumam So Eun

“ayo masuk” kata Hyun Joong sambil membukakan pintu mobil untuk So Eun

###

Ditempat lain..

Kim Bum sudah menunggu So Eun sekitar 30 menit. Ia terus memandangi posel berlatar belakang fotonya bersama So Eun. Sementara titik-titik salju sudah mulai turun dan Kim Bum tidak membawa payung ataupun memakai topi. Bahkan syalpun dia tidak memakainya

“apa dia tidak membaca pesanku” gumam Kim Bum

“atau dia benar-benar tidak ingin bertemu denganku” sambungnya. Kim Bum terus menggosok-gosokkan tangannya untuk mengurangi rasa dingin.

“mengapa udaranya seperti ini? bukankah ini sudah hampir memasuki musim semi, harusnya suhunya hanya berkisar antara 15-20° saja” gumamnya. Kim Bum merapatkan mantel yang ia pakai

“So Eun.. ayolah cepat datang.. ini sudah dingin sekali” gumam Kim Bum sambil berjalan bolak balik di taman itu. Salju yang turun semakin banyak, sepertinya malam ini benar-benar terjadi hujan salju.

“kenapa semakin banyak?? Tapi tak apalah, demi membuat So Eun percaya padaku” Kim Bum terus menunggu So Eun yang tak kunjung datang di taman itu. Banyak pemilik toko setempat yang menawarkan Kim Bum untuk berteduh di toko mereka, namun Kim Bum menolaknya. Karena ia takut ketika So Eun datang dan tidak melihatnya ditaman, maka So Eun akan tidak mempercayainya lagi.

###

Sementara itu So Eun dan Hyun Joong sudah sampai di myeongdong.

“ayo” kata Hyun Joong sambil membukakan pintu untuk So Eun. So Eun pun keluar dari mobil dengan dipayungi Hyun Joong. Mereka mengelilingi myeongdong dengan menggunakan sebuah payung. Dan satu yang So Eun lupakan, ia tidak membawa tasnya. Mereka bersenang-senang di pasar yang banyak menjual barang import dengan harga miring itu.

###

Ini sudah sekitar 45 menit penantian Kim Bum. Semakin banyak pemilik toko yang kasihan pada Kim Bum dan menawarkan Kim Bum untuk berteduh, semakin banyak juga kata ‘animnida, gamsahamnida’ yang terlontar dari mulut Kim Bum. Sedari tadi seorang pelanggan di caffe tempat So Eun dan Hye Sun berkerja memperhatikan Kim Bum dari dalam caffe. Ia merasa kasihan melihat Kim Bum yang berada di tengah hujan salju sendirian tanpa ada yang menutupi kepalanya. Akhirnya iapun memanggil Hye Sun

“pelayan” panggil pelanggan itu pada Hye Sun

“ne ahjumma, ada yang bisa kubantu lagi?” tanya Hye Sun dengan ramahnya

“suruhlah pemuda itu kesini, aku melihatnya sejak 30 menit lalu, dari tadi dia disitu. Kasihan dia, ini sedang turun salju” kata ahjumma itu sambil menunjuk Kim Bum. Hye Sun mengarahkan pandangannya pada orang itu, ia bisa melihat jelas bahwa itu adalah Kim Bum. Karena taman dan caffe hanya berjarak sekitar 10 meter.

“ha?! Itu Kim Bum, untuk apa dia disitu?” Hye Sun bertanya-tanya

“nona, jadi kau mengenalnya?” tanya ahjumma itu

“ne, dia teman satu universitasku” jawab Hye Sun

“hampirilah dia, suruh masuk” kata ahjumma itu

“ah..n..ne”jawab Hye Sun lalu segera menghampiri Kim Bum

“Kim Bum” panggil Hye Sun dengan sedikit jutek

“kau? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kim Bum sambil berdiri dari kursinya

“harusnya aku yang bertanya seperti itu,apa yang kau lakukan disini?” tanya Hye Sun

“sudahlah, ayo kau masuk dulu ke caffe ku. Hmm sebenarnya aku tak mau menawarimu untuk masuk ke caffeku karena aku membencimu, tapi pelangganku merasa kasihan padamu. Jadi ayo ikut aku” sambung Hye Sun sambil menarik lengan Kim Bum

“tidak, terimakasih” jawab Kim Bum sambil tetap berdiri di tempatnya

“ah..ayolah.. nanti para pelangganku bisa mengira bahwa aku tidak peduli kepada sesama. Sebenarnya apa yang kau lakukan disini?” tanya Hye Sun sambil melepaskan tangannya dari lengan baju Kim Bum

“aku sedang menunggu So Eun” jawab Kim Bum sambil tersenyum

“So Eun?” Hye Sun mengulang. Kim Bum mengangguk

“dia sudah pergi bersama Hyun Joong jam 7 tadi. Sudah, kau ikut aku saja”kata Hye Sun

“Hyun Joong? Mereka pergi bersama?”tanya Kim Bum dengan sedikit terkejut. Ia berpikir bahwa ia sudah kalah satu langkah dari Hyun Joong

“ne”jawab Hye Sun dengan malas

“ayo masuk” kata Hye Sun sambil menarik lengan baju Kim Bum lagi

“tidak. Aku sudah katakan pada So Eun bahwa aku menunggunya di taman depan caffe bukan di dalam caffe. Aku ingin membuktikan padanya bahwa aku sudah berubah, aku bukan Kim Bum yang dulu. Bagaimana jika nanti dia datang dan melihatku tidak ada di caffe? Dia akan semakin membenciku. Kau tidak tau bagaimana perasaanku saat ini, kau tidak tau bagaimana posisiku saat ini, aku harus bisa mendapaatkannya sebelum terlambat” jelas Kim Bum panjang lebar

“ohh Kim Bum..baiklah.. aku memang tak tau bagaimana perasaanmu saat ini, aku memang tak tau bagaimana posisimu saat ini. Dan sudah kubilang, sebenarnya aku malas menghampirimu. Tapi pelangganku yang memintanya, mana mungkin aku menolak? Jadi kau ikut aku saja, So Eun pasti tidak datang. Ia sedang bersenang-senang dengan Hyun Joong” balas Hye Sun yang tidak kalah panjanganya dari penjelasan Kim Bum

“aku yakin dia akan datang” jawab Kim Bum sambil duduk di kuris taman

“ayolah.. setidaknya nanti ketika So Eun datang kau bisa menghampirinya lagi disini. Sekarang kau masuk ke caffe dulu” bujuk Hye Sun kesekian kalinya

“didalam caffemu juga sama saja, dingin-dingin juga. Disana tak ada penghangat ruangan kan’?” ucap Kim Bum

“tidak. Bos ku baru saja memasangnya sore tadi. Ayolah..” Hye Sun terus membujuk Kim Bum

“shireo” Kim Bum tetap pada pendiriannya

“akh..!! terserah kau sajalah” Hye Sun mulai kesal dan kembali ke caffe

Didalam caffe ia terus mencoba menghubungi So Eun, namun So Eun tak kunjung membalasnya. Karena So Eun meninggalkan tasnya di dalam mobil Hyun Joong. Akhirnya Hye Sun berinisiatif untuk mengirimkan pesan pada So Eun

From    : Goo Hye Sun
To          : Kim So Eun

So Eun, sekarang kau sedang berada dimana? Kim Bum berada di taman depan caffe. Saat ini salju sedang turun, aku sudah menyuruhnya masuk tapi dia terus menolaknya. Ia bilang ia ingin membuktikan padamu bahwa ia bukan  Kim Bum yang dulu (aku tak tau apa maksudnya ini). kalau boleh kusarankan, lebih baik kau cepat kesini. Disini ada seorang ahjumma yang sangat cerewet, dia terus memintaku untuk menyuruh Kim Bum berteduh di dalam caffe, aku kewalahan -_- *cepat kesini*

Sudah sekitar 15 menit, tak ada tanda-tanda jika So Eun membaca pesan itu. Hye Sun pun mulai menelpon So Eun lagi, ini sudah telepon yang ke-5. Hye Sun bingung dibuatnya. Pertama, karena ahjumma itu terus saja menyuruh Hye Sun untuk mengajak Kim Bum masuk sehingga ia berulang kali keluar masuk caffe. Kedua, Kim Bum yang sangat keras kepala. Ketiga, So Eun yang tidak memberikan balasan apapun. Heuh… sungguh, Hye Sun benar-benar mengaku frustasi kali ini. Ia mencoba mengirim pesan lagi kepada So Eun.

From    : Goo Hye Sun
To          : Kim So Eun

So Eun!! Cepatlah kesini. Aku juga menjadi pusing dibuatnya. Walaupun kau membencinya, setidaknya kau kesini untuk menyumpal mulut ahjumma itu. Kurasa jika ini berlangsung 1 jam lebih lama lagi, aku akan gila. Cepatlah kesini!

Hye Sun berjanji pada dirinya sendiri, jika yang ini tidak berhasil maka ia tidak akan mempedulikan omongan ahujumma rewel itu.

###

“kau senang malam ini?” tanya Hyun Joong sambil memasang sabuk pengamannya

“ne” jawab So Eun sambil mengambil tasnya. Ia men-chek ponselnya dan ternyata ada 5 panggilan tak terjawab dan 2 pesan dari Hye Sun. Iapun membuka pesan itu

From    : Goo Hye Sun
To          : Kim So Eun

So Eun, sekarang kau sedang berada dimana? Kim Bum berada di taman depan caffe. Saat ini salju sedang turun, aku sudah menyuruhnya masuk tapi dia terus menolaknya. Ia bilang ia ingin membuktikan padamu bahwa ia bukan  Kim Bum yang dulu (aku tak tau apa maksudnya ini). kalau boleh kusarankan, lebih baik kau cepat kesini. Disini ada seorang ahjumma yang sangat cerewet, dia terus memintaku untuk menyuruh Kim Bum berteduh di dalam caffe, aku kewalahan -_- *cepat kesini*

So Eun terlihat agak panik ketika membaca pesan yang pertama ini. lalu ia membuka pesan yang kedua

From    : Goo Hye Sun
To          : Kim So Eun

So Eun!! Cepatlah kesini. Aku juga menjadi pusing dibuatnya. Walaupun kau membencinya, setidaknya kau kesini untuk menyumpal mulut ahjumma itu. Kurasa jika ini berlangsung 1 jam lebih lama lagi, aku akan gila. Cepatlah kesini!

“setelah ini kita mau kemana?” tanya Hyun Joong namun So Eun tidak mendengarnya karena masih fokus dengan pikirannya sendiri

“dia menungguku, berarti …
‘ada SMS dari nomor tak dikenal. Isinya ‘So Eun, aku menunggumu di depan caffe jam 8.00 nanti, akan ku buktikan bahwa ucapanku bukan ucapan palsu lagi’ berarti pesan itu dari Kim Bum” batin So Eun

“aku harus segera kesana” tekad So Eun dalam hati

“So Eun, kau baik-baik saja?” tanya Hyun Joong sambil mengibaskan tangannya di depan wajah So Eun

“Hyun Joong-ssi antarkan aku ke caffe sekarang juga” kata So Eun dengan wajah paniknya

“apa yang terjadi? Kau terlihat sangat panik” tanya Hyun Joong

“cepat!” pinta So Eun tanpa menganggap pertanyaan Hyun Joong

“ba…baiklah” Hyun Joong segera melajukan mobilnya menuju caffe So Eun

###

“So Eun” gumam Kim Bum. Ia sudah hampir tidak sadarkan diri. Ia terus bergumam menyembutkan nama So Eun. Sejak tadi, Hye Sun terus bolak-balik menghampirinya. Hye Sun terus menyuruhnya untuk masuk ke caffe, namun dengan intonasi kata yang terdengar kasar. Dan itu membuat Kim Bum hampir saja memukuli Hye Sun, kalau ia tidak ingat bahwa Hye Sun seorang perempuan.

“Kim Bum” panggil Hye Sun

“pergilah” kata Kim Bum

“baiklah” kata Hye Sun lalu kembali lagi ke dalam caffe

Seperti itulah rutinitas baru Hye Sun dan Kim Bum kali ini, menghampiri Kim Bum lalu menunggu Kim Bum berkata ‘pergilah’ dan Hye Sun menjawab ‘baiklah’ lalu kembali ke caffe. Hye Sun melakukan itu hanya untuk menuruti perintah ahjumma yang dianggapnya menyebalkan itu.

Tak lama kemudian, sampailah So Eun di caffe

“gomawo untuk malam ini”kata So Eun sambil bergegas keluar dari mobil Hyun Joong

“ne..cheon..”belum selesai Hyun Joong berucap, So Eun sudah menutup pintunya dengan cepat

“maneyo” sambung Hyun Joong

So Eun memasuki caffe

“Hye Sun-ah, dimana dia?” tanya So Eun

“terimakasih Tuhan,, akhirnya dia datang juga” syukur Hye Sun ketika melihat So Eun sudah datang

“cepat katakan, dimana dia?” tanya So Eun yang sudah dilanda kepanikan

“untuk apa panik karenanya, itu..dia ada di taman depan” kata Hye Sun. So Eun segera berlari kecil dengan sebuah payung ditangan kanannya

“Bum-ah” panggil So Eun. Kim Bum membalikkan badannya dan menemukan So Eun tengah berdiri di hadapannya. Ia pun segera memeluk So Eun dengan senang

“So Eun-ah,, aku tau kau akan datang” ucap Kim Bum dengan senangnya. Sementara So Eun hanya menerima pelukan Kim Bum. sudah lama ia tidak merasakan pelukan ini, pelukan yang sangat ia nantikan. Namun, saat ini ia tidak boleh ceroboh lagi, ia tetap harus berhati-hati pada namja yang satu ini

“aku sudah membuktikan kata-kataku, apa sekarang kau sudah mepercayaiku?” tanya Kim Bum yang masih memeluk So Eun

“babo” gumam So Eun dengan air mata yang menetes dipipinya, ia segera menghapus air mata itu

“apa maksudmu?” tanya Kim Bum sambil melepaskan pelukannya

“dari tadi, Hye Sun sudah menyuruhmu untuk masuk ke caffe. Namun mengapa kau menolaknya? Kau ini bodoh sekali. Saat ini udara sangat dingin, sekarang sedang turun hujan. Mengapa kau tidak berteduh dan tetap bertahan di tempat ini tanpa payung ataupun topi yang menutupi kepalamu? Apa yang kau lakukan disini Kim Bum? bagaimana jika kau sakit, hah?! Siapa yang akan mengurusimu?” ucap So Eun. saat ini air matanya sudah tidak dapat ia tahan lagi

“kau menghawatirkanku?” tanya Kim Bum sambil menghapus air mata So Eun

“bahkan tanganmu sudah hampir beku” sahut So Eun yang merasakan dinginnnya tangan Kim Bum. karena tak tega melihat So Eun menangis, Kim Bum pun memeluknya lagi

“uljima” bisik Kim Bum sambil mengeratkan pelukannya. Sekitar 1 menit kemudian, So Eun melepaskan pelukkan Kim Bum. lalu ia melepaskan syal creamnya.

“pakailah, kau hampir mati kedinginan” kata So Eun sambil memakaikan syal ke leher Kim Bum. sementara Kim Bum hanya tersenyum melihat wajah So Eun yang begitu khawatir

“sekarang kau ikut aku” kata So Eun sambil menggandeng tangan Kim Bum untuk ke caffe. Namun Kim Bum hanya diam tanpa beranjak dari tempatnya sedikitpun

“wae?” tanya So Eun yang masih menggandeng tangan Kim Bum. sementara Kim Bum hanya mengarahkan matanya pada tangan So Eun yang menggandeng tangannya

“bukan saatnya untuk membahas hal seperti ini. kajja!” kata So Eun yang menarik Kim Bum untuk ke caffe.

###

“sudah berapa lama kau disana?” tanya So Eun sambil melepas mantelnya lalu duduk di depan So Eun

“tidak lama. Hanya beberapa menit” jawab Kim Bum

“heoh Kim Bum.. 1 jam lebih kau bilang hanya?” kata Hye Sun sambil bergabung dengan Kim Bum dan So Eun. ia juga membawakan 2 gelas kopi susu untuk Kim Bum dan So Eun

“Bum-ah.. kurasa kau orang berpendidikan. Kau pasti tau jika kau disana lama-lama kau pasti bisa sakit” ujar So Eun dengan wajah serius

“aku hanya ingin membuktikan bahwa aku sudah berubah. Aku bukan Kim Bum yang pernah mempermainkanmu. Aku ingin menunjukkan bahwa sekarang ini aku adalah Kim Bum seorang laki-laki sejati. Mulai saat ini, semua janji dan ucapanku bukanlah palsu. Aku hanya ingin menunjukkan itu semua padamu” jelas Kim Bum

“tapi tidak seperti ini caraya” balas So Eun

“ne, kau membuat banyak orang khawatir. Aku juga dibuat repot olehmu” keluh Hye Sun

“aku minta maaf karena telah merepotkanmu” kata Kim Bum pada Hye Sun

“kau? Minta maaf? Kukira kau tidak tau caranya mengucapkan kata maaf, ternyata bisa juga” cibir Hye Sun. Sementara Kim Bum hanya tersenyum mendengarnya

“So Eun…kau..habis pergi…bersama…Hyun Joong?” tanya Kim Bum dengan perlahan

“n..ne” jawab So Eun dengan hati-hati

“oh..jadi benar apa kata Hye Sun” gumam Kim Bum

“kau pikir aku berbohong! Sudahlah, sepertinya ada hal penting yang ingin kalian bicarakan. Aku melayani pengunjung dulu” kata Hye Sun lalu bergegas pergi meninggalkan Kim Bum dan So Eun berdua

“apa kau merasa senang bersamanya?” tanya Kim Bum. So Eun mengangguk

“aku sudah berusaha semampuku untuk membuatmu kembali percaya padaku. Jika kau merasa bahagia bersamanya, aku ikut bahagia. Karena bagiku, kebahagianmu adalah kebahagiaanku juga. Ternyata hal tersulit di dunia ini adalah menjaga kepercayaan” ucap Kim Bum sambil menahan air matanya. Hatinya terasa sakit sekali ketika So Eun mengangguk

“aku percaya padamu. Aku percaya, namun rasa benci ini masih tersisa” kata So Eun sambil menatap dalam kedua mata Kim Bum

“gomawo telah mempercayaiku. Aku akan menjaganya dengan baik, tak apa jika kau masih membenciku” gumam Kim Bum

“peperanganku dengan salju yang turun tidak sia-sia. Sekarang aku senang karena kau bisa mempercayaiku lagi. Aku minta maaf jika aku pernah membuatmu merasa sangat sakit. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan mengulanginya lagi. Sekarang kau sudah menemukan penggantiku, kau sudah menemukan orang yang lebih baik dariku. Aku senang kau bahagia bersamanya. Dan aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian” kata Kim Bum sambil tersenyum, namun ada luka mendalam dibalik senyuman itu.

“kau bilang kau lelaki sejati, mengapa kau menangis?” tanya So Eun yang melihat air mata di pelupuk matanya. Sebenarnya hatinya juga tersayat melihat Kim Bum yang menahan tangisnya

“ah.. aku mengantuk hingga mataku berair” kata Kim Bum sambil tertawa kecil dan menghapus air matanya

“baiklah, kurasa ini sudah malam. Aku pamit” kata Kim Bum sambil melepaskan syal So Eun yang dari tadi ia pakai

“saljunya masih turun” kata So Eun sambil menunjukkan salju yang masih berjatuhan

“mobilku ada di depan taman, itu tidak terlalu jauh dari sini” kata Kim Bum dengan senyuman

“sudah ya, aku pergi” kata Kim Bum lalu bergegas keluar caffe

“kau memang laki-laki, namun kau juga manusia. Hanya manusia biasa, kau berhak menangis” batin So Eun yang memperhatikan punggung Kim Bum yang semakin menjauh

“kemana dia?”tanya Hye Sun yang menghampiri So Eun

“sudah pulang” jawab So Eun

“dia tidak meminum kopinya?” tanya So Eun

“molla, aku ingin pulang. annyeong” kata So Eun lalu bergegas pulang

###

Kim Bum memasuki ruang kelas, lalu ia duduk di samping Kim Joon yang sedang memainkan ponselnya.

“wajahmu pucat sekali, kau tidak enak badan?” tanya Kim Joon sambil memperhatikan wajah Kim Bum

“ani, gwaenchana” jawab Kim Bum sambil memaksakan senyumnya

“hanya saja, belakangan ini pikiranku sedang rumit” sambungnya

“matamu sembab, seperti habis menangis” lanjut Kim Joon

“ani” dusta Kim Bum. kenyataannya semalaman ia menangisi dirinya sendirinya. Ia sudah rela kedinginan di bawah derasnya salju. Semua itu untuk So Eun, namun ternyata So Eun sudah memiliki lelaki lain. Lelaki yang bisa membuatnya bahagia. Ditambah lagi dengan ucapan ayahnya semalam.

“munafik” gumam Kim Joon

“kau hanya manusia biasa, jangan hanya kau laki-laki maka kau menahan tangismu” sambung Kim Joon

“aku tidak ingin menangis” sahut Kim Bum sambil mengeluarkan ponsel dan headset dari tasnya

“kau memang tidak ingin, tapi kau butuh” balas Kim Joon

“aku lelaki sejati” kata Kim Bum sambil memasang headset ditelinganya

“lelaki sejati juga bisa menangis” kata Kim Joon sambil melepas headset Kim Bum

“ceritakan padaku, apa yang terjadi semalam?” tanya Kim Joon. Kim Bum pun menceritakan semuanya.

“dan sekarang kau mau menyerah begitu saja?” tanya Kim Joon setelah mendengar cerita Kim Bum yang super panjang

“dia bilang dia merasa bahagia bersama Hyun Joong, jadi alasan apa lagi? Biarkan dia bahagia. Itu membuatku lega” jawab Kim Bum

“kau tidak ingin memilikinya? apa kau ingin belajar melupakannya selama kau 2 tahun di Jerman?” tanya Kim Joon

“tidak. Mana mungkin aku bisa melupakannya” jawab Kim Bum

“lalu, kau tidak ingin dia kembali padamu? Kemana sifat egoismu? Kau harus memakainya saat ini” tanya Kim Joon yang sudah terlihat geregetan dengan sikap Kim Bum yang sangat berbeda dengan biasanya

“aku sudah bercermin. Aku sadar, ternyata tak semua kebahagiaan yang aku dapat itu dari diriku sendiri. Sekarang aku sadar bahwa aku bisa bahagia karena kebahagiaan orang lain. Cinta tak harus memiliki” ujar Kim Bum

“kau naif sekali. Cinta tak harus memiliki? Itu hanya sebuah kata-kata yang sok bijak, pada kenyataannya manusia tidak bisa seperti itu. dan kau bahagia karena kebahagiaan orang lain? Hah?! Kim Bum, kau tidak sedang bahagia, kau sedang tersakiti saat ini. kenapa kau hobi sekali membohongi diri sendiri?!” omel Kim Joon

“jika dia memang jalan hidupku, maka Tuhan pasti akan menyatukan kami. Walaupun tak tau kapan” kata Kim Bum dengan senyuman

“cih.. aku benar-benar tidak suka dengan pemikiranmu saat ini” kata Kim Joon

“dan ada satu hal lagi yang ingin kuceritakan” ucap Kim Bum

“apa?” tanya Kim Joon

“semalam ayahku ke apartemenku” jawab Kim Bum

“untuk apa? Kau mengijinkannya?” tanya Kim Joon. Kim Bum pun menceritakan semuanya

Flashback

Kim Bum sedang berjalan gontai di koridor apartemennya. Matanya sudah sedikit sembab karena selama diperjalanan ia menangis. Saat sampai di depan pintu aparemennya, Kim Bum memasukan kode rahasia yang merupakan tanggal lahirnya. Alangkah terkejutnya ketika ia melihat ayahnya sedang duduk di ruang tamu. Seketika , wajahnya pun berubah menjadi geram.

                “Kim Bum” panggil ayahnya

                “untuk apa ayah kesini?” tanya Kim Bum sambil duduk di depan ayahnya

                “ada yang ingin ayah bicarakan padamu” kata ayah Kim Bum yang bernama kim sang joong itu

                “apa?” tanya Kim Bum dengan ketus

                “ini mengenai ayah dan ibumu. Ayah rasa, kau sudah cukup besar untuk mengetahui ini semua” kata ayah Kim Bum

                “ibu? Apa mengenai dimana ibu tinggal?” tanya Kim Bum

                “bukan” jawab ayah Kim Bum

                “lalu?” tanya Kim Bum yang seolah tak peduli

                “status ayah dan ibumu” jawab ayah Kim Bum

                “maksud ayah?” tanya Kim Bum yang sudah mulai tertarik dengan pembicaraan ayahnya kali ini

                “sebenarnya, ayah dan ibumu sudah bercerai semenjak kau berusia 1 tahun. Ayah sama sekali tidak berselingkuh dengan perempuan lain seperti yang kau kira selama ini. Kami bercerai karena ibumu yang mempunyai lelaki lain” jelas ayah Kim Bum

                “ayah jangan coba-coba kau menjelek-jelekkan ibu di hadapanku. Jelas-jelas dulu kau katakan bahwa ibu sakit-sakitan dan kau meninggalkannya” kata Kim Bum

                “ayah lakukan itu karena saat itu ayah masih mencintai ibumu. Ayah tidak ingin kau membenci ibumu karena dia lebih memilih lelaki lain daripada kita. Tapi tidak dengan sekarang, ayah rasa sekarang kau sudah saatnya tau mana yang sebenarnya dan mana yang merupakan kebohongan” balas ayah Kim Bum

                “tidak mungkin” gumam Kim Bum dengan tetesan air matanya. Sepertinya ini adalah malam yang paling menyedihkan dalam hidup Kim Bum

                “ini, kau ingat, kita pernah menghadiri pernikahan ini. dan kau tau, wanita yang berdiri dipelaminan bersama seorang pria dewasa dan anak laki-laki kecil ini adalah ibumu” kata ayah Kim Bum sambil menunjukka foto ibu Kim Bum yang berada dipelaminan bersama seorang pria dan seorang anak kecil sekitar berusia 4 tahuanan itu

                “ini ibu?? Lalu apa ini aku?” tanya Kim Bum sambil menunjuk anak kecil yang ada di dalam foto itu

                “bukan. Itu anak dari laki-laki itu. Oh ya, ayah juga ingin memberitahu bahwa sebenarnya kau bukan anak tunggal. Seharusnya kau memiliki adik” jawab ayah Kim Bum

                “adik?” tanya Kim Bum

                “ne, sebenarnya saat ibumu menikah dengan suami barunya, ia sedang mengandung adikmu. Adik kandungmu” ucap ayah Kim Bum

                “lalu dimana mereka sekarang? Kenapa ibu tak pernah mengunjungi kita?” tanya Kim Bum

                “ayah tak tau. Ibu pasti sudah bahagia bersama suami barunya. Terakhir ayah dengar, mereka pindah ke Shanghai dan setelah itu tidak ada kabar lagi” jawab ayah Kim Bum

                “maafkan ayah karena selama ini ayah membohongimu. Ayah hanya ingin kau tidak membenci ibumu. Ayah ingin, sebelum kau pergi ke Jerman, kau mengetahui semuanya. Ayah tidak pernah berselingkuh kepada perempuan lain. Bagi ayah, kau adalah harta ayah yang paling berharga” ucap ayah Kim Bum

                “ayah” gumam Kim Bum lalu segera memeluk ayahnya itu

                “maafkan aku karena telah membencimu.. maafkan aku karena telah berprasangka buruk padamu” ucap Kim Bum sambil memeluk ayahnya

                “ayah, siapa nama anak yang tadi itu?” tanya Kim Bum sambil melepaskan pelukannya

                “namanya…”

End Flashback

“mwo!! Jadi ayah dan ibumu sebenarnya sudah bercerai dan ibumu tidak sakit-sakitan seperti yang ayahmu ceritakan?!” ucap Kim Joon tak percaya

“ne” jawab Kim Bum singkat

“lalu dimana mereka sekarang?” tanya Kim Joon

“ayah bilang tidak tau, terakhir ayahku mendengar bahwa mereka pindah ke Shanghai” jawab Kim Bum

“kau tidak ingin mencarinya?” tanya Kim Joon

“untuk apa aku mencarinya. Biarkan saja, ibu dulu lebih memilih lelaki itu daripada aku dan ayah. Sekarang kurasa, ayahku sudah cukup. Dia sudah menjadi ayah sekaligus ibu untukku” ucap Kim Bum sambil tersenyum

“sekarang kau sudah tidak membencinya?” tanya Kim Joon

“tentu tidak. Aku sudah mengetahui yang sebenarnya” jawab Kim Bum

###

“apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Hyun Joong pada Kim Bum. saat ini mereka sedang berada di atap sekolah. untung saja disini sedang tidak ada So Eun dan Hye Sun. Jadi Kim Bum bisa berbicara pada Hyun Joong

“dua minggu,,ah tidak.. ini tersisa 13 hari lagi, aku akan pergi ke Jerman” ucap Kim Bum. Hyun Joong terbelak dibuatnya, pasalnya, ini terlalu mendadak

“untuk apa?” tanya Hyun Joong

“aku akan meneruskan pendidikanku disana, ayahku yang menyuruhnya” jawab Kim Bum

“berapa lama?” tanya Hyun Joong

“2 tahun. Hanya dua tahun” kata Kim Bum

“ck..hanya? Lalu?” tanya Hyun Joong

“hmm.. aku ingin minta maaf padamu, selama ini aku sering membuatmu kesal. Aku minta maaf. Aku hanya ingin berdamai denganmu” kata Kim Bum sambil menoleh ke Hyun Joong. Hyun Joong pun berbalik menoleh Kim Bum. ia merasa sedikit heran dengan perkataan Kim Bum

“aku ingin kita menjadi teman, seperti sebelum ada Kim So Eun disini” kata Kim Bum sambil mengulurkan tangannya. Dan Hyun Joong pun membalasnya dengan tersenyum. Dan akhirnya mereka tersenyum bersama.

“sepertinya sangat langka suasana seperti ini” kata Hyun Joong sambil tersenyum

“ne” sahut Kim Bum

“oh ya, selain itu juga..aku ingin menitipkan So Eun padamu. Aku yakin kau tidak akan menyakitinya, kau tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang ku lakukan padanya” kata Kim Bum

“jika kau mencintainya, kau harus menjaganya sendiri” ucap Hyun Joong

“aku akan memantaunya dari jauh. Aku tau dia bahagia bersamamu, jadi aku minta kau menjaganya dengan baik dan buat dia selalu merasa bahagia. Karena sejujurnya, aku sangat mencintainya” kata Kim Bum

“aku akan menjaganya” balas Hyun Joong

Tanpa mereka ketahui, So Eun mendengar semua itu. So Eun sangat terpukul mendengar bahwa Kim Bum mencintainya dan akan pergi ke Jerman 13 hari lagi, bukan hanya 1 atau 2 hari, melainkan sampai 2 tahun. Itu membuat So Eun menyesal karena So Eun tidak melakukan hal yang istimewa pada Kim Bum semalam, melainkan ia malah membuat Kim Bum menangis.

###

Kim Bum berjalan di koridor apartemennya, dari arah berlawanan, ia melihat Seungho menggandeng seorang gadis.

“yya! Anak kecil sudah pacar-pacaran” ledek Kim Bum saat mereka bertemu

“hai hyeong, kau baru pulang?” tanya Seungho

“ne, geunyeon nugunya? Yeojachingu?” tanya Kim Bum sambil memperhatikan gadis di samping Seungho

“oh ya, dia kekasihku. Namanya Park Jiyeon” kata Seungho

“annyeong haseyo. Jiyeon imnida” kata Jiyeon sambil membungkukkan badannya

“annyeong, Kim Bum imnida” balas Kim Bum

“kalian satu sekolah?” tanya Kim Bum

“ne” jawab Seungho dan Jiyeon

“hyeong, aku ingin berkencan. Sampai jumpa lagi” kata Seungho sambil memukul kepala kepala Kim Bum dengan tangannya

“hei!! Anak kurang ajar” teriak Kim Bum

“hah..dia itu, selalu begitu” gumam Kim Bum

###

Hari ini, H-10 Kim Bum mempunyai janji dengan Seungho. Ia ingin mengajak Seungho ke galerinya dan studio musik milik keluarganya. Tak ada alasan pasti mengapa ia mengajak Seungho jalan-jalan hari ini.

“wah ternyata luas juga” kata Seungho sambil mengelilingi galeri tembikar Kim Bum

“kau seorang seniman keramik hyeong?” tanya Seungho

“ne” jawab Kim Bum sambil menyiapkan tanah liat

“semua keluargamu seniman keramik?” tanya Seungho lagi

“bakatku menurun dari ayahku. Dulu ayahku memang seniman keramik dan juga pemain saxophone, tapi entah mengapa ayahku banting stir menjadi seorang pengusaha. Yah.. walaupun masih ada hubungannya dengan seni tembikar. Tapi ia tidak aktif membuat tembikar lagi” jawab Kim Bum sambil menginjak-injak tanah liatnya supaya melunak

“mengapa?” tanya Seungho

“ayah tidak mau menceritakannya, tapi kurasa itu karena kenangan buruk dengan ibuku” jawab Kim Bum

“kalau aku boleh tau…memangnya ada masalah apa?” tanya Seungho

“waktu aku berusia sekitar 1 tahunan, ibu dan ayahku bercerai. Yang aku tau, ibuku selingkuh dengan laki-laki lain” jawab Kim Bum

“ohh begitu.. kau tidak mempunyai saudara hyeong?” tanya Seungho

“kau ini banyak bertanya. Ne, aku tidak mempunyai saudara, aku hanya anak tunggal. Tapi seharusnya aku punya adik” jawab Kim Bum

“mengapa jawabannya seperti itu?” tanya Seungho

“baru beberapa hari yang lalu ayahku bercerita… ketika usiaku 1 tahun, ibu dan ayahku bercerai. Saat ibuku menikah dengan suami barunya itu, sebenarnya ibu tengah mengandung anak ayahku. tapi sekarang aku tidak tau, dimana ibuku? dimana adikku? Adikku laki-laki atau perempuan? Bagaimana keadaan mereka sekarang? Aku tidak pernah tau tentang itu” jelas Kim Bum

“kau tidak ingin mencari tau?” tanya Seungho

“sudahlah biarkan saja, walaupun ayahku sering keluar kota dan kami hanya hidup berdua, tapi itu sudah cukup untukku. Aku tidak memerlukan orang tua lainnya. Ayahku sudah bagaikan ibu dan ayah untukku. Lagipula, dulu ibuku lebih memilih meninggalkan aku dan ayah demi suami barunya” jawab Kim Bum dengan sangat bijak

“tapi kau tidak boleh melupakan ibumu” pesan Seungho

“kau sendiri, apa kau memiliki saudara?” tanya Kim Bum

“ne, aku memiliki seorang kakak. Tapi aku sangat tidak menyukai sifatnya yang selalu memandang seseorang dari kekayaannya. Itu yang menyebabkan aku pergi dari rumah” kata Seungho

“jadi itu penyebabnya, lalu apa orang tuamu tidak mencarimu?” tanya Kim Bum

“ayahku sudah meninggal 3 tahun lalu karena penyakit jantung, dan saat aku pergi dari rumah, ibuku sedang berada di luar kota” jawab Seungho

“ibumu tak mencoba untuk mencarimu? Lalu apa kakakmu membiarkanmu pergi begitu saja?” tanya Kim Bum

“kurasa ibu mencariku, tapi dia tidak tau jika aku disini. Dan kakakku, dia pasti senang jika aku pergi dari rumah. Semuanya bisa dia kuasai” kata Seungho

“jangan pergi terlalu lama, kasihan ibumu, dia pasti mencemaskanmu” nasehat Kim Bum

“ne” jawab Seungho

“ini sudah cukup lunak, kau mau mencobanya?” tanya Kim Bum. Seungho mengangguk. Dan ternyata Seungho juga bisa membuat keramik. Yaa…walaupun tidak sebagus milik Kim Bum, tapi setidaknya itu sudah sangat baik untuk ukuran pemula. Selanjutnya Kim Bum mengajak Seungho ke studio milik keluarganya atau tepatnya miliknya dan sang ayah. Disana Kim Bum mengajarkan Seungho bermain saxophone, dan ternyata Seungho lebih mahir dibandingkan Kim Bum.

###

“terimakasih hyeong” kata Seungho sambil menepuk bahu Kim Bum

“ne” jawab Kim Bum sambil menghentikan langkahnya, karena saat ini mereka sudah berada di depan kamar Kim Bum

“tak kusangka, kau bilang tadi itu pertama kalinya kau bermain saxophone, lalu mengapa kau bermain lebih bagus daripada aku?” tanya Kim Bum

“haha,,nado mollayo. Mungkin itu yang dinamakan dengan bakat tersembunyi” tawa Seungho

“yasudahlah, sudah malam. Sampai jumpa lagi” kata Kim Bum

###

Hari ini adalah hari libur, dan tak terasa minggu depan adalah waktunya Kim Bum berangkat ke Jerman. Saat ini waktu menunjukkan pukul 7.30 a.m Kim Bum baru saja bangun dari tidurnya. saat membuka matanya, ia baru menyadari bahwa ada wangi masakan. Dan iapun mencari sumbernya. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat seorang gadis yang sangat dinantinya sedang memasak didapur apartemennya.

“So..So Eun” panggil Kim Bum yang tidak menyangka

TBC

Part 5 nya usai… apa ceritanya kurang panjang? Atau kepanjangan? Atau makin gak jelas? ahh..yang penting aku udah mencoba sebisa mungkin🙂 hmm.. kalo ada kurang lebihnya minta maaf ya,, ayo ayo ditebak.. kenapa Kim Bum dan Seungho jadi deket? Dan kenapa Seungho bisa main saxophone lebih bagus dari Kim Bum, padahal itu adalah kali pertamanya. Dan So Eun tiba-tiba muncul di dapur Kim Bum, apa itu Cuma mimpi atau beneran?? Tunggu kisah selanjutnya di Secret of Love part 6~~ jangan lupa tinggalin jejak!!😀😀😀

 

 

 

44 thoughts on “Secret of Love Part 5

  1. Next yah . . . Tmbh keren, Q rasa seung ho adiknya kim bum dech. Bakatnya jg sama . . Semangat yah author😉

  2. aduh . .
    Ikutan nyesek , kasian bnget bum udah nungguin lama tapi hasil akhrnya gak seperti xg dibyangin .
    seungho adiknya bum kah ??
    Sso kayak hantu tba2 muncul mudah2an itu bukan halusinasinya bum y

  3. Aaaaaaah eon kenapa yach dw’ selalu HISTERIS kalo Ff yang d tunggu2 itu dah d post,,,, ceritanya makin KEREEEEEEEEEEEEN, lanjut eon jangan lama lama Ne,

  4. Wh jgn” seungho adik bum ppa y..

    Wkwkkwkwk suka m karakter soo hyun…

    Emm kok so eun tiba” d di apartemen bum pa y??? Atau itu h’y hanyalah bum ppa j???

    Aisss bum ppa mau ke jerman…, wh i2 stlh 1 negara yg ingin aku kunjungi….

    Nexxttt

    n ku ngakak wktu liat hye sun frustasi gr” diomeli oleh ahjumma”, di usir oleh bum ppa, sms n telfon tak di respon oleh so eun eonni, terlebih lagi turun salju…, pasti kakinya sangat pegal n emosi tingkat gunung fuji deh…, wkwkwkw

  5. ‘@@ Wh jgn” seungho adik bum ppa y..

    Wkwkkwkwk suka m karakter soo hyun…

    Emm kok so eun tiba” d di apartemen bum pa y??? Atau itu h’y hanyalah bum ppa j???

    Aisss bum ppa mau ke jerman…, wh i2 stlh 1 negara yg ingin aku kunjungi….

    Nexxttt

    n ku ngakak wktu liat hye sun frustasi gr” diomeli oleh ahjumma”, di usir oleh bum ppa, sms n telfon tak di respon oleh so eun eonni, terlebih lagi turun salju…, pasti kakinya sangat pegal n emosi tingkat gunung fuji deh…, wkwkwkw

  6. Makin dekat aja hari keberangkatan bumppa😦 makin sedih bacanya karna bumppa ngerelain soeun, apa soeun dtg ke apartemen bumppa semoga bukan khayalan ayo dong soeun buka hati kembali buat bumppa jgn sampe nyesal nantinya karna biari pergi:( makin penasaran yoo seung jgn” adek kandung bumppa karna mereka punya banyak kesamaan semoga aja. Ditunggu lanjutannya author😀 fighting!

  7. Kim bum pnya adik??
    huaa itu bner* bkin mewek pas kim bum ngeyakinin so eun..:(
    Tapi itu bneran so eun ya masak di apartemen kb?? Huaaa… apa sso udh maafin kim bum??
    next part next part..^^

  8. Kerenn!! Ya ampunn bum ampe rela nungguin sejam dalam dingin dan hujan salju demi dapetin kepercayaan lagi dari soeun, huuu so sweet!!
    Kayanya seungho itu adeknya kim bum deh,
    Eh itu beneran soeun yg lagi masak? Ko bisa masuk?
    Penasarann!! Ditunggu next partnya ya…

  9. huuuaaaaaa… keren chingu…. bumpa mw pergi…kasian sso….
    tap penasaran ma sengho… jangan* adiknya bumpa lagi…huaaaa penasaran….. di tunggu next part-nya chingu…jangan lama*..heheh…:)

  10. Surpriiisseee KB trkejut dgn kehadiran sso,,ga pa2lah KB prgi bntr kejerman sp thu mkin menguatkn cnt mrka,,hyunjung smg pham dgn sikon yg ada n ga trlu sdih nntiny aplgi klo ada pundak lain yg bs mndgrkn keluh kesah-ny adil kaann!!!,,

  11. baebak thor,,
    mngkn gk seungho yg jd adq kndung na bum-ah..
    pnsaran..pnasaran
    dtunggu next part

  12. daebaak..
    waahh ksyan jg bumppa nnggu eonnie d’tengah hujan salju..
    .
    untung z oppa ga sakit..
    akhir’na eonnie tw jg lok bumpa ud cinta & mau pndah k’jerman..
    .
    lok mnurut aku kyk’na seungho tuu adik kandung bumppa..
    bz mreka bnyak kmiripan..
    .
    aigoo..
    knp eonnie iza msuk k’apartement bumppa??
    kurang pnjang chingu..
    hhehe
    .
    lnjut.. ^^
    .

  13. Author pinter bgt sih bikin aku penasaran *cubit pipi author*😀
    next.. next.. next.. ditunggu thor, dan jangan lama lama😉
    pokoknya ffnya daebak, kapan lagi coba bisa bikin lelaki sejati nangis (?) *ceritanya nyindir kimbum*
    pokoknya tambah cintaaaaa sama kimbum oppa *jangan ge-er yah thor* :p😀

  14. Author pinter bgt sih bikin aku penasaran *cubit pipi author*😀
    next.. next.. next.. ditunggu thor, dan jangan lama lama😉
    pokoknya ffnya daebak, kapan lagi coba bisa bikin lelaki sejati nangis (?) *ceritanya nyindir kimbum*
    pokoknya tambah cintaaaaa sama kimbum oppa *jangan ge-er yah thor* :p

  15. Hahaahaha sumpah gokil bnget hye sun disini ekekeeke
    Ooh i think both of them love each other…So eun feel sad when she know kim bum go to Germany to long time… i hope kim bum can bring back so eun and make she believe if he love so eun ehehehehhe…
    Oke i will waiting for next part😄

  16. huaaaa kereeennn..
    pasti karena seungho itu adalah adik kandungx bum yg tdk diketahuix🙂
    terus hyung nya seungho tu saudara tirinya bum sm seungho…
    semga aja bum gk mimpi wkt liat sso masakin dy di apartemenx … huaaaaa penasaraaaann bangeeet,, next partx di tnggu jagn lama lama ya! FIGHTING!!

  17. Bagus.. keren… Seru…
    Kyk tau deh seungho sama kim bum itu adik kakak kan seungho itu adik kandungnya kim bum.. Kan
    iya kan…. Next ya….

  18. aishhh..soo hyun care bngedt m adik’y mpe mendandani sso..,,pngn dehh pnya oppa sprti itu…

    ”Aigoo…ksihAn skLi m bumppa,,dia rela kdnginn oleh slju dn musim hnya untk m’bktikn cnta’y pd so eun..,,hiks..hiks..
    So eun eonnie ..waeyo kau tega tidak mnrma kmbLi oppa,,dia sdh brbah skrg….
    Saudara’y bumppa,,seung Ho’kah*So Tahu*…

    Horee. . .
    Eonni dtg k apartement ny oppa untk memasAk,,
    Itu b’arti eonni sdh mau menerima kmbli oppa..
    V gmna yh,,oppa kn akn prgi..
    Kajja,,eonni halangi oppa utk tdk prgi . . .
    Next part ..lanjut..!?

  19. Anyeong eunni!! Aku readers baru nich.
    Mian, baru comment di part ini. V aku suka bgt ama cerita y eunni. Kyak y seunghoo adik y kimbum yv eonn?? #sok tahu. Dan soeun udah maafin kimbum oppa.
    Pokok y DAEBAK.
    Next part y d tunggu

  20. mungkin adiknya kim bum itu seungho… dan mungkin itu bukan mimpi untuk kim bum kalau ada So eun di apartemen nya… kan So eun udah tau kalau kim bum bakalan ke Jerman…

  21. jangan bilang seung ho itu adik bum??? aaaahhhh jinjja? klau emng iya pntas sja ah in itu rada jahat …
    aigoo ssi dtang ke apartemnt bum??😀 yeyeye moga mrk baikan

  22. Kasihan banget bum..
    Rela nunggu sso meskipun lama dan cuaca yang tak mendukung tapi dia tetep menunggu so eun entah so eun akan datang atau enggak,untungnya Sso datang meskipun terlambat..

  23. Aigoo ,, menunggu lama dibawah hujan salju ? Demi eonnie lohh .. *lirikSso*
    Nyesek banget deh bagian yg Bum nnya apa Sso bhagia sama Hyunjoong , & dijawab iya sama Sso ..
    Bum jd lbh bijak & dewasa yaa ..
    Eh , liat keakraban Bum-Seungho .. Jgn” Seungho adik Bum yg baru diketahui dr appa’x ?
    Hehh ,, makin penasaran . Mana Sso bkin surprise mendadak🙂 gomawo eonnie .. *bowkeSso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s