Secret of Love Part 4

Secret Of Love

Part 4

Author           : Kim Sang Eun

Main Cast     : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, EunJung, Kim Soo Hyun, Park Jiyeon, Yoo Seungho, Yoo Ah In

Genre             : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type               : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Part 4 nya dateeenggg🙂 Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!😉

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa😀
happy reading ****

###

So Eun sedang menunggu bus di halte. Ia menggosok-gosokkan tangannya untuk mengurangi rasa dingin. Saat ia menggosok-gosokkan tangannya, ia teringat Kim Bum. Ia berpikir, apakah Kim Bum akan kedinginan? Mengingat di caffenya tidak ada penghangat ruangan. Ia mencoba membuang pikiran itu dari otaknya. Namun ini tak bisa dihindari, apakAh Ini berarti masih tempat untuk Kim Bum di dalam hatinya??

Part 4

So Eun masih duduk di caffe itu dengan pandangan kosong

“apa aku harus kembali ke caffe?” tanya So Eun dalam hati. Kemudian datanglah bus yang So Eun tunggu. Ia masih bimbang antara kembali ke caffe atau pulang

“ahh.. dia saja tidak mempedulikan aku, untuk apa aku mempedulikannya” gumam So Eun lalu iapun melangkahkan kakinya menaiki bus itu. Ia tidak peduli lagi dengan Kim Bum.

“dia benar-benar meninggalkan Kim Bum” gumam seseorang dari dalam mobil mewah berwarna kuning. Ia melihat semuanya, dari mulai Kim Bum mabuk menghampiri caffe So Eun, So Eun berdepat dengan bosnya, sampai So Eun meninggalkan Kim Bum dan tidak mempedulikannya.

###

So Eun berjalan memasuki kelasnya. Seperti biasa, ia memasukkan tasnya ke dalam loker lalu duduk di tempat duduknya.

“kau hampir saja terlambat” kata Hye Sun sambil menunjukkan arlojinya

“aku bangun kesiangan hari ini” kata So Eun sambil bersandar di kursinya

“kau sudah mengerjakan tugas dari Jung seonsaengnim?” tanya Hye Sun

“sudah” jawab So Eun singkat

“Hye Sun-ah” panggil seseorang yang ternyata adalah Min Ho

“untuk apa dia memanggilku” umpat Hye Sun dengan wajah masam

“ada apa?” tanya Hye Sun ketus

“aku memanggilmu baik-baik, jangan menjawabnya seperti itu” kata Min Ho sambil berjalan mendekat. So Eun yang melihatnya merasa heran, So Eun berpikir mungkin mereka adalah satu-satunya pasangan didunia yang setiap harinya mengatakan saling benci namun tak pernah mengatakan kata ‘putus’ sekalipun

“ayo temani aku sarapan” kata Min Ho sambil menarik tangan Hye Sun, namun Hye Sun menahannya

“ahh anieyo. Apa kau tidak malu jika nanti orang-orang dikantin memperhatikan kita” cegah Hye Sun

“siapa yang ingin sarapan dikantin? Selama aku sekola disini, aku tak pernah sarapan dikantin sekalipun. Temani aku sarapan di ruang istirahat FB4” kata Min Ho

“disanakan ada Hyun Joong, Kim Joon, dan Kim Bum. untuk apa kau memintaku untuk menemanimu” Hye Sun terus mencoba untuk menolak

“Hyun Joong, dia sedang berada di ruang kesenian, sedang berduaan dengan kekasih tercintanya itu” kata Min Ho

“kekasih? Jadi Hyun Joong sudah mempunyai kekasih?” tanya So Eun dengan intonasi terkejut

“ne, kekasih yang sudah ia pacari sejak kelas satu SMP” jawab Min Ho santai

“benarkah? Ia tidak pernah bercerita padaku sebelumnya, siapa namanya?” tanya So Eun dengan sangat serius

“pacar Hyun Joong itu tidak memiliki nama, tapi kami biasa memanggilnya si putih. Si gitar putih hehehe” jawab Min Ho dengan tawa jailnya itu. sebuah pukulan pun didapatkan Min Ho dari Hye Sun

“kau ini! kupikir Hyun Joong benar-benar sudah memiliki kekasih” sahut Hye Sun

“sudahlah.. ayo temani aku sarapan” pinta Min Ho lagi

“shireo. Tadikan baru Hyun Joong, masih ada Kim Joon dan Kim Bum. kau minta mereka menemanimu saja, jangan aku. Lagipula 5 menit lagi masuk” tolak Hye Sun

“Kim Joon, kau lihat itu, dia sibuk dengan wanita-wanitanya” kata Min Ho sambil menunjuk Kim Joon yang dengan dikerubuti wanita

“Kim Bum, kau lihat, kursinya masih kosong. Pemilik kursi itu belum datang” kata Min Ho sambil menunjuk kursi Kim Bum. Sejenak So Eun berpikir, lalu beberapa detik kemudian ia teringat sesuatu. Terakhir ia bertemu Kim Bum semalam, di caffe. Dan ia meninggalkan Kim Bum dan bosnya sebelum Kim Bum tersadar. Dilubuk hatinya, ia berharap jika bosnya mau mengurusi Kim Bum malam itu dan tidak menguncinya sendirian di dalam caffe. Karena jika bosnya itu meninggalkan Kim Bum sendiri di caffe, itu berarti Kim Bum hanya bisa keluar jam 5 sore nanti, karena caffe So Eun baru bukan jam 5 p.m. Akan sangat berbahaya jika Kim Bum berada di caffe sampai jam 5 p.m. Alasan pertama, sekarang sedang musim dingin, suhu berkisar antara 12-15° C dan di caffe So Eun tidak ada penghangat ruangan *maklum, namanya juga cuma caffe kecil*. Alasan kedua, Kim Bum pasti kelaparan, karena itu hanyalah sebuah caffe, caffe tidak menyediakan makanan yang berat. Disana hanya menjual makanan kecil dan kopi saja. Sungguh, So Eun benar-benar berharap jika bosnya itu mau mengurusi So Eun

“shireo. Aku ingin disini saja bersama So Eun” tolak Hye Sun lagi

“sudahlah kau temani Min Ho saja” kata So Eun

“So Eun-ah kenapa kau membelanya” Hye Sun sedikit kesal kepada So Eun

“aku tak membelanya. Oh ya, Hye Sun, bolehkah aku bertukar waktu padamu? Aku mempunyai keperluan malam ini” kata So Eun

“hmm.. baiklah, sore ini juga aku ingin pergi ke rumah Jiyeon dulu” kata Hye Sun

“baiklah, sudah sana temani Min Ho makan. kasihan dia sudah kelaparan” kata So Eun dengan senyum menggoda

“So Eun saja mengijinkan, kajja palli” kata Min Ho sambil menarik tangan Hye Sun.\

Setelah Min Ho dan Hye Sun pergi, So Eun menidurkan kepalanya di meja. Ia terus memikirkan keadaan Kim Bum.

‘’apakah dia akan baik-baik saja?” pikir So Eun.

            “dia pasti baik-baik saja. Bos pasti mengurusinya dengan baik”

###

Ditempat lain, seorang pria baru saja bangun dari tidurnya. Ia mendapatkan dirinya di sebuah runangan kecil yang hanya berisi sebuah meja, kursi, rak buku, dan sofa yang saat ini ia duduki.

“dimana aku?” kata pria itu yang tak lain adalah Kim Bum

“kenapa disini dingin sekali” kata Kim Bum sambil merapatkan jas nya. Ia membuka kenop pintu dan mulai keluar dari ruangan itu. saat keluar dari ruangan sempit itu, Kim Bum melihat sebuah dapur

“sebenarnya ini dimana?” tanya Kim Bum pada dirinya sendiri. Ia terus melangkahkan kakinya di sekitar dapur itu sambil berpikir sebenarnya apa yang terjadi padanya. Tak lama kemudian ia menemukan jawabannya

“semalam aku…mabuk” gumam Kim Bum pelan

“dan aku berjalan ke…caffe So Eun” sambungnya. Ia pun bergegas melangkahkan kakinya mencari pintu keluar. Dan saat ia keluar dari dapur, ia melihat sebuah ruang yang sangat ia kenal

“omo.. ini benar-benar caffe tempat So Eun bekerja” ucapnya

“aku harus cepat keluar. Untuk apa aku kesini? Aku tidak mengingkannya” kata Kim Bum lalu ia coba membuka pintu caffe itu. namun sayang, pintu itu terkunci. Yang memiliki kuncinya hanya sang bos, Hye Sun, dan So Eun

“kenapa terkunci?” keluh Kim Bum sambil terus mencoba membuka pintu itu

“akh!! Apa yang bisa kulakukan disini” kesal Kim Bum sambil menendang pintu dihadapannya

“ah iya.. Kim Joon. Pasti dia bisa membantuku” kata Kim Bum lalu ia mengambil ponsel di saku celananya. Saat hendak menelpon Kim Joon, ia teringat sesuatu..

“kalau aku menelponnya dan mengatakan bahwa aku berada di sini, dia pasti akan terus menerorku dengan kata-kata horror itu” kata Kim Bum mengingat akhir-akhir ini Kim Joon selalu mengatakan ‘sadarlah kau itu mencintai Kim So Eun’

“ah baiklah.. Hyun Joong” beberapa detik kemudian..

“Hyun Joong? Untuk apa kau meminta bantuannya, aku lebih hebat darinya, jadi aku tidak membutuhkan bantuannya” sombong Kim Bum

“terakhir, Min Ho…ayo Kim Bum.. pikirkan hal terburuknya dahulu” kata Kim Bum sambil berpikir

“heuh.. kemungkinkan terbesar, Min Ho tak akan sendirian kesini. Dia pasti akan membawa salah satu dari Hyun Joong dan Kim Joon. Akh!! Kenapa jadi begini?” Kim Bum bingung harus meminta bantuan ke siapa lagi, tidak mungkin ia menelpon So Eun. dan tidak mungkin juga ia menelpon Hye Sun, mengingat sejak ia putus dengan So Eun, Hye Sun selalu menatapnya dengan ‘sangar’. Beberapa detik kemudian, ponsel Kim Bum berdering. Tertera nama ‘Kim Joon’ dilayar Hpnya. Kim Bum pun mengangkatnya tanpa memperkirakan apa yang akan Kim Joon pertanyakan padanya

“yobeseyo” Kim Bum memulai pembicaraan

“kau dimana? Apa kau tidak kuliah hari ini?” tanya Kim Joon

Kim Bum kebingungan menjawab pertanyaan Kim Joon

“ah..sepertinya hari ini aku tidak kuliah” jawab Kim Bum

“jinjja? Waeyo?” tanya Kim Joon lagi

“hm..hmm..hari ini..hari ini sepertinya aku tidak enak badan. Aku sedikit demam” kata Kim Bum, sebenarnya ini tak sepenuhnya kebohongan, karena saat ini suhu badan Kim Bum juga sedikit meningkat

“sekarang kau ada dimana?” tanya Kim Joon

Kim Bum tidak terkejut mendengarnya, ia sudah memperkirakan hal ini. namun, ia masih saja bingung untuk menjawabnya.

“saat ini..hmm..saat ini aku sedang berada di apartemenku” jawab Kim Bum yang sudah kehabisan akal

“baiklah aku akan kesana” sahut Kim Joon yang membuat Kim Bum membulatkan matanya

“ah.. hajima! Tidak perlu, sudahlah kau tidak perlu kesini. Aku hanya sedikit demam” cegah Kim Bum. tentu saja ia tidak ingin kebohongannya terbongkar

“benarkah?” Kim Joon memastikan

“ne, kau kuliah saja” kata Kim Bum

“baiklah kalau begitu. Semoga kau cepat sembuh. Annyeong” kata Kim Joon

“annyeong” balas Kim Bum. Ia segera memutuskan sambungan teleponnya

“huh..hampir saja” kata Kim Bum sambil mengelus dadanya

###

Seperti biasanya, saat jam istirahat So Eun selalu menghabiskan waktu di atap sekolah. Menurutnya, tempat ini adalah tempat yang paling tepat untuk menjernihkan pikiran. Karena dari sini, ia bisa memandang taman bunga dan danau buatan yang ada di belakang sekolah. So Eun memandangi hamparan bunga itu dengan tatapan kosong. Tentu saja pikirannya masih tertuju pada keadaan Kim Bum saat ini.

“dikelas kau melamun, sampai disini kau masih melamun juga. Apa kau memikirkan Kim Bum?” suara itu menyadarkan So Eun. So Eun membalikkan badannya kearah sang pemilik suara

“Hyun Joong” gumam So Eun

“kau sedang berpikir mengapa Kim Bum tidak masuk. Aku benar kan’?” kata Hyun Joong

“ani. Kau salah besar, untuk apa aku memikirkan nappeun namja seperti dia” dusta So Eun

“mungkin bibirmu berkata tidak, namun hatimu tidak berkata seperti itu” batin Hyun Joong

“apa kau sedang berbohong?” tanya Hyun Joong

“ani” jawab So Eun

“baguslah” kata Hyun Joong sambil merangkul So Eun dengan tangan kirinya. So Eun merasa sedikit terkejut dengan perilaku Hyun Joong

“kenapa? Kau keberantan?” tanya Hyun Joong

“bukankah sekarang kau bukan milik siapapun. Jadi aku tidak salah kan’ jika seperti ini” kata Hyun Joong. Sementara So Eun hanya membalasnya dengan senyuman

“So Eun” panggil Hyun Joong

“ne” jawab So Eun

“kau pasti tau jika aku menyukaimu” kata Hyun Joong. So Eun menoleh ke Hyun Joong. Ia menatap Hyun Joong seolah-olah bertanya ‘apa maksudmu?’

“ah kalau kau tidak tau itu. baiklah aku akan memberitahumu sekarang” kata Hyun Joong

“So Eun-ah.. aku menyukaimu” kata Hyun Joong

“arrayo” sahut So Eun

“bolehkah aku menyukaimu?” tanya Hyun Joong

“pertanyaan yang aneh. Mengapa tidak, hatimu milikmu terserah padamu akan diberikan ke siapa. Begitu pula denganku, hatiku milikku terserah padaku akan kuberikan ke siapa” kata So Eun sambil tersenyum. Hyun Joong melepaskan rangkulannya pada So Eun

“dan kau memilih memberikan hatimu pada Kim Bum” ujar Hyun Joong

“mengapa kau berkata seperti itu” balas So Eun

“sebuah kebahagiaan yang sangat berharga bagiku jika aku bisa menggantikan posisi Kim Bum dihatimu”ucap Hyun Joong tanpa mengindahkan pertanyaan So Eun

“suatu saat pasti bisa” kata So Eun yang secara tidak langsung mengiyakan jika Kim Bum masih berada di hatinya

eonjenga” gumam Hyun Joong. So Eun menatap Hyun Joong sambil berpikir, mungkin ini sudah saatnya untuk ia benar-benar melupakan Kim Bum. Dan mungkin ini saatnya ia membuka hati untuk pria baik dihadapannya ini.

###

Sekarang sudah menunjukkan jam 4.35 p.m KST. Itu artinya sekitar 25 menit lagi caffe ini akan dibuka dan Kim Bum bisa keluar.

“apa tidak ada makanan yang mengenyangkan disini” kata Kim Bum sambil membuka lemari es

“aigo…mengapa dingin sekali. Sebenarnya kapan caffe ini buka” Kim Bum terus merapatkan jasnya. Suhu di caffe ini sudah semakin dingin. Karena sudah kelelahan, Kim Bum memutuskan untuk duduk di salah satu meja yang terdapat di dapur. Matanya terus mencari-cari makanan *duh oppa, kelaperan banget yaa*. Merasa bosan, Kim Bum melangkahkan kakinya ke ruang lain. Ia melihat satu ruangan, didepannya jelas tertulis ‘Ruang Ganti’. Ia membuka kenop pintu itu lalu melangkahkan kakinya kedalam.

“kecil sekali tempatnya” gumam Kim Bum sambil memperhatikan loker-loker di dalam ruang ganti. Matanya tertuju pada loker dengan tulisan “Kim So Eun” di pintunya

“apa ini loker So Eun” Kim Bum mendekat ke loker itu. Ia pun mencoba membukanya

“dia sengaja tidak menguncinya, atau dia lupa menguncinya” kata Kim Bum sambil membuka loker So Eun. Kim Bum sedikit terkejut ketika melihat fotonya dibalik pintu loker So Eun

“dia….masih menyimpan fotoku” gumam Kim Bum sambil memperhatikan fotonya. Kemudian ia mengambil beberapa buku yang tertumpuk di dalam loker So Eun itu.

“mengapa ia menyimpan buku pelajaran disini” Kim Bum terus melihat-lihat buku yang ada disitu. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah buku berwarna putih dengan gambar kupu-kupu ungu didepannya. Kim Bum mencoba membuka buku itu untuk mencari tau isinya

“apa ini buku diary nya” ucap Kim Bum pelan. Dan benar, ternyata itu adalah buku harian So Eun. Awalnya Kim Bum ingin menutup buku itu kembali karena ia mengerti bahwa ini adalah privasi So Eun. Namun rasa ingin tahunya lebih besar, sehingga ia membuka kembali buku itu dan membacanya.

15 Desember 2012 – Shinhwa University

Hari ini aku senang sekali… pengajuan beasiswaku ke Shinhwa University diterima! Aku benar benar senang. Dan lebih senang lagi, karena Hye Sun juga diterima di Universitas itu. ahh aku tidak tau lagi mau menulis apa, yang jelas hari ini aku sangat senang. Aku sangat berterimakasih pada Tuhan, pada orang tuaku yang berada di surga sana, dan juga untuk oppa. Tanpa mereka, aku tidak akan mendapatkan semua itu. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik! Aku janji akan membuat appa dan eomma bangga denganku! Aku janji! Sso.. Hwaithing!!

“siapa  yang dia sebut dengan ‘oppa’” Kim Bum bertanya-tanya. Kemudian ia membuka halaman selanjutnya

3 Januari 2013 – My First Day

Hari ini adalah hari pertamaku, aku dan Hye Sun berangkat bersama dengan semangat yang menggebu. Ternyata Universitas itu lebih besar dari perkiraanku. Bangunannya sangat sangat besar dan menakjubkan, berbeda dengan SMA ku yang begitu sederhana. Interior Desainnya juga sangat mewah.

Beberapa yang menarik perhatianku, saat aku dan Hye Sun mencari kelas, kami melewati taman belakang, disana ada kebun bunga dan danau. Di sudut lain taman belakang, kami melihat seseorang dengan pakaian serba putih sedang memainkan gitarnya yang juga berwarna putih. Awalnya kupikir dia adalah seorang malaikat, tapi setelah dilihat lebih dekat ternyata dia adalah manusia, sama dengan ku. Kami menanyakan letak kelas kami padanya. Dia tidak menjawabnya dengan sepatah katapun, dia hanya menunjuk sebuah bangunan kelas. Hye Sun sampai mengira jika pria itu bisu.

Sesampainya didalam kelas, ada 3 gadis yang menghampiri kami yang masih berdiri di pintu. Mereka menyambut kami dengan kata-kata yang sangat kasar, bahkan Hye Sun sampai melawannya dengan kekerasan. Mereka bilang mereka adalah grup wanita terkenal di Shinhwa, aku agak lupa dengan nama grupnya…’Honey Girl’ ah sepertinya bukan, enatahlah apa namanya, yang jelas inti dari nama itu adalah gadis-gadis manis.

Masih di kelas itu, aku sedikit heran dengan wanita-wanita yang mengerumuni pintu. Akhirnya aku dan Hye Sun pun mendekat untuk mengetahui siapa yang datang. Dan ternyata yang datang adalah  pria tampan yang biasa disebut FB4 atau Flower Boys 4. Yang membuat terkejut lagi, pria yang tadi ditaman belakangpun termasuk di dalam mereka. Mereka sungguh tampan, aku mengakuinya. Tetapi dilihat dari wajahnya, mereka sangat sombong *kecuali namja berpakaian serba putih itu* yang terlihat sangat sombong itu namanya Lee Min Ho, bahkan Hye Sun yang terbawa amarah sempat beradu mulut dengan Min Ho. Seorang namja, bagian dari mereka , Kim Sang Bum. Dialah yang paling tampan diantara yang lainnya, kurasa aku mulai menyukainya. Dia berbicara denganku, menanyakan namaku, aku sungguh tidak menyangka. Tapi kudengar dia seorang P.L.A.Y.B.O.Y -_-

Saat pulang sekolah, siapa itu namanya… hmm.. aku masih lupa. Yang jelas 3 gadis sombong itu menjagalku di depan pintu kelas saat aku dan Hye Sun ingin pulang. Mereka menarikku kembali ke dalam kelas. Jessica menjambak rambutku. Sedangkan Hye Sun berhadapan dengan yeoja bernama Suzy. Jessica berkata padaku bahwa aku tidak boleh mendekati Kim Bum. aku bilang bahwa aku tidak mendekatinya. Namun, Jessica tetap tidak percaya padakul. Ia terus menjambaki rambutku sambil terus berkata ‘jangan dekat Kim Bum ku’. Bukankah kata-kata itu sangat menjijikkan, memangnya dia pikir Kim Bum adalah miliknya, aku juga berhak memiliki Kim Bum. Kurasa mereka adalah perusak hari pertamaku di Shinhwa.

Sudah malam, kurasa aku harus menyudahi menulisnya. Besok aku masih harus kuliah dan bekerja. Selamat malam…

“dia menulis panjang sekali” komentar Kim Bum terhadap tulisan So Eun yang panjang itu. lalu ia kembali membuka halaman lainnya

10 Januari 2013 – Love

Baru sampai melihat tanggal dan judulnya, Kim Bum bisa menebak isi dari tulisan pada tanggal itu. Entah apa yang menyebabkan ia melongkap halaman itu. Diwajahnya terlihat sedikit rasa kecewa. Ia membuka halaman baru

14 Febuari 2013 – It’s Hurt

Kim Bum juga melongkap halaman ini, ia ingat bahwa ini adalah tanggal ia dan So Eun putus. Tepat pada hari valentine. Isi dari tulisan ini pasti kesedihan So Eun saat hubungan mereka harus kandas. Kim Bum tidak ingin merasakan kesedihan So Eun. ia tidak ingin merasa kasihan dan menyesal telah melakukan itu pada So Eun. karena saat ini ia ingin menegaskan bahwa ia tidak jatuh cinta pada So Eun. Kim Bum membuka halaman selanjutnya

20 Febuari 2013 – Love Oppa

Hari ini aku diantar kesekolah oleh….

Tiba-tiba saja terdengar seperti pintu yang terbuka. Kim Bum segera mengembalikan diary So Eun ke tempat semula dan ia bergegas keluar dari ruang ganti. Ketika ia hendak membuka pintunya, tiba-tiba pintunya terbuka dan membuat Kim Bum sedikit terkejut. Seseorang dari luar ruang ganti membukanya. Dan ternyata orang itu adalah So Eun

“apa yang kau lakukan disini?” tanya So Eun pada Kim Bum dengan nada dan pandangan yang datar

“aku..aku hanya melihat-lihat saja” jawab Kim Bum seadanya. So Eun berpikir sejenak. Dan ia baru teringat jika kemarin ia tidak membawa buku pelajaran dan diary nya pulang, dan iapun lupa untuk mengunci pintu lokernya karena kemarin ia terbawa emosi dengan Kim Bum yang mabuk. Ia segera berjalan memasuki ruang ganti dan membuka lokernya. Ia men-chek isi lokernya.

“apa kau membuka-buka lokerku?” tanya So Eun, kali ini dengan nada sedikit cemas. Sementara Kim Bum bingung menjawabnya. Jika ia jujur… akh itu pasti membuat So Eun semakin membencinya. Jika ia berbohong, bagaimana cara menjawabnya?

“aku…aku…aku tidak mem..membukanya” dusta Kim Bum

“jeongmal?” So Eun memastikan. Kim Bum mengangguk ragu. Walaupun terlihat meragukan, namun So Eun mencoba untuk percaya. Ia menutup kembali lokernya lalu keluar dari ruang ganti. Kim Bum mengikuti So Eun. So Eun kembali ke beranda caffe, ia membersihkan meja-meja dan juga menurunkan kursi. Kim Bum menyingsingkan lengan bajunya dan menawarkan bantuan pada So Eun

“perlu bantuanku?” tanya Kim Bum yang melihat So Eun menurunkan kursi sendirian

“tidak” jawab So Eun tanpa memandang Kim Bum. Kim Bum kembali menurunkan lengan bajunya. Lalu ia duduk di sebuah kursi yang sudah So Eun turunkan.

“mengapa dia menjadi dingin sekali?” Kim Bum bertanya-tanya dalam hatinya

            “akh!! Kim Sang Bum, kenapa kau terlihat takluk dengan gadis ini! kemana harga dirimu?! Buktikan bahwa kau tidak mencintainya” teriak Kim Bum dalam hati

“pintu keluarnya disana” kata So Eun yang membuyarkan lamunan Kim Bum

“ne?” tanya Kim Bum yang kurang mendengar ucapan So Eun

“ku bilang, pintu keluarnya disana. silahkan keluar” ucap So Eun lagi

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu” kata Kim Bum

“tidak ada hal yang perlu dibicarakan” balas So Eun dengan tatapan dingin

“kenapa sekarang kau menjadi dingin padaku?” tanya Kim Bum sambil berdiri dari kursinya

“kenapa? Apa aku tidak salah mendengar? Jika kau ingin jawaban yang sebenar-benarnya, lebih baik kau tanyakan pada dirimu sendiri” jawab So Eun

“Kim So Eun yang kukenal tidak seperti ini” sahut Kim Bum

“memang, Kim So Eun yang kau kenal dengan Kim So Eun yang dihadapanmu sekarang ini berbeda. Kim So Eun yang kau kenal adalah gadis yang bodoh. Sangat sangat bodoh. Gadis bodoh yang dengan mudah mempercayai janji dan ucapan palsu dari seorang lelaki jahat. Gadis bodoh yang dengan mudahnya masuk ke dalam perangkap lelaki jahat. Gadis bodoh yang dengan mudahnya dibutai oleh cinta, cinta yang sebenarnya hanya sebuah cinta sepihak. Seperti itu kan’ Kim So Eun yang kau kenal? Sekarang pintunya sudah kubukakan, silahkan pergi” ucap So Eun dengan mata berkaca-kaca. Kim Bum memandang So Eun dengan tatapan datar. Lalu ia sedikit membenarkan jasnya dan keluar dari caffe So Eun. Setelah Kim Bum pergi, So Eun sudah benar-benar tidak membendung air matanya lagi. Buliran air matanya jatuh tanpa permisi. So Eun hanya bisa menutup mulutnya melihat punggung Kim Bum yang semakin menghilang.

“kenapa kau masih muncul dihadapanku? Kenapa kau bersikap seperti itu padaku? Kenapa kau membuatku semakin sulit untuk membencimu? Kenapa Kim Sang Bum? kenapa?!” jerit So Eun dalam hati

###

Kim Bum berjalan menuju bar karena semalam ia memarkirkan mobilnya di parkiran bar. Pikirannya terus tertuju pada So Eun. Ia bingung dengan dirinya sendiri. Ia tak tau apa yang terjadi pada hatinya saat ini. Didalam dirinya, ia bersikeras tidak mencintai So Eun. Tapi perilakunya berlawanan dengan keyakinan dalam dirinya itu.

“aku mendengarnya. Aku bisa mendengar tangisnya. Walaupun dia mencoba menutupi dengan tangan yang membungkam mulut itu. Tapi aku masih bisa mendengar isak tangisnya. Sebenarnya perasaan apa ini? aku tidak ingin mencintainya. Tapi kenapa hatiku berbicara lain?” batin Kim Bum

##

Saat hendak membuka kunci apartemen, tiba-tiba saja ada seorang remaja yang menabrak Kim Bum sehingga kuncinya terjatuh.

“jwesonghamnida” kata remaja itu sambil menyerahkan kunci itu pada Kim Bum

“ne, gwaenchana” kata Kim Bum. sejenak ia memperhatikan orang itu

“sepertinya aku belum pernah melihatmu. Apa kau penghuni baru?” tanya Kim Bum

“ne, namaku Yoo Seungho aku tinggal di lantai 5” jawab namja bernama Seungho itu

“oh..pantas saja. Kenalkan namaku Kim Bum. kau terlihat seperti seorang pelajar” kata Kim Bum yang memperhatikan Seungho

“memang” jawab Seungho

“kau tinggal disini bersama orang tuamu?”tanya Kim Bum

“tidak. Hanya sendiri” jawab Seungho

“ha?! Anak kecil! Mengapa kau tinggal disini sendiri?” tanya Kim Bum sambil menepuk bahu Seungho seolah-olah mereka sudah kenal lama

“enak saja anak kecil! Aku tinggal sendiri karena sedang mempunyai masalah dengan keluargaku” kata Seungho dengans santai

“ah.. sudahlah, aku sedang buru-buru. Manna bangapta hyeong! Annyeong!” kata Seungho sambil berjalan dan melambaikan tangannya

“nado bangapta” teriak Kim Bum sambil tersenyum

“sepertinya orang yang mudah bergaul” gumam Kim Bum sambil memasuki apartemennya. Sesampainya di apartemen, ia merebahkan tubuhnya di sofa depan TV.

“jichyeo” gumam Kim Bum sambil memejamkan matanya. Ia membayangkan saat So Eun menahan tangisnya. Dan juga saat ia membuka diary So Eun.

“sebegitu bahagiakah saat dia menjadi kekasihku?” gumam Kim Bum sambil menatap langit-langit apartemennya

“dan aku menghancurkannya begitu saja” sambungnya. Kim Bum menghela nafasnya, beberapa detik kemudian ia teringat suatu hal yang penting.

20 Febuari 2013 – Love Oppa

Hari ini aku diantar kesekolah oleh….

“itu! iya itu! lanjutan dari tulisan itu pasti nama orang yang mengantar So Eun waktu itu!” kata yang spontan duduk ketika mengingat itu

“akh!! Bodohnya kau Kim Sang Bum! kenapa kau membaca hanya sampai disitu saja! Akh!! Babo babo babo” Kim Bum mengacak-acak rambutnya

“tunggu dulu! Kenapa aku kesal? Akh sudah lupakan!” Kim Bum tidak mau melanjutkannya, ia memutuskan untuk mandi.

###

Keesokan harinya, Kim Bum hanya bisa termenung di ruangan F4. Min Ho hanya memandangnya acuh, Hyun Joong tidak begitu memperhatikannya karena baginya mungkin ini adalah hukuman, sedangkan Kim Joon bisa mengerti apa yang Kim Bum rasakan saat ini.

“aku keluar dulu” kata Hyun Joong sambil berjalan ke arah pintu

“kau mau kemana?” tanya Min Ho sambil berdiri dari kursin

“tempat biasa” jawab Hyun Joong sambil melirik Kim Bum. sementara Kim Bum yang mendengar jawaban Hyun Joong sontak menoleh ke sumber suara

“kau mau ikut?” tanya Hyun Joong pada Min Ho namun tatapan matanya mengarah pada Kim Bum

“ah..ne” jawab Min Ho. Merekapun pergi meninggalkan ruangan F4. Kim Bum hanya memandangnya dengan datar. Kim Joon menutup majalahnya lalu memulai pembicaraan

“sekarang kau sudah bisa mengerti kata hatimu?” tanya Kim Joon

“apa?” Kim Bum bertanya balik

“sudah menyadari jika kau mencintai So Eun?” Kim Joon mengulangnya

“entahlah” kata Kim Bum sambil memandang kearah lain

“kemarin kau tidak di apartemenmu, melainkan di caffe So Eun. Apa aku benar?” ujar Kim Joon sambil tersenyum

“a..apa yang kau bicarakan?” Kim Bum terkejut mendengar ucapan Kim Joon

“jawab saja” jawab Kim Joon

“bukankah saat kau menelponku kau bilang kau disekolah. Apa kau berbohong? Hah?! Jika kau disekolah bagaimana bisa kau tahu jika aku di caffe So Eun?” ucap Kim Bum tanpa sadar

“eh. Ah.. maksudku..aku..aku” Kim Bum baru menyadari kebodohannya

“hahaha.. ternyata playboy sepertimu bisa tergoyah hanya karena seorang Kim So Eun” tawa Kim Joon. Sedangkan Kim Bum menatapnya tidak suka

“tidak lucu” sahut Kim Bum

“jadi sekarang kau mengakuinya?” goda Kim Joon

“sungguh, aku tidak ingin mencintainya” kata Kim Bum sambil menatap Kim Joon

“sekarang aku ingin mendengar pengakuanmu dulu, kau mencintainya?” tanya Kim Joon dengan wajah menahan tawa

“baiklah aku menyerah, kurasa itu benar” pasrah Kim Bum

“apanya yang benar?” Kim Joon terus memancing Kim Bum supaya Kim Bum

“aku mencintainya” Kim Bum menatap Kim Joon tajam

“mencintai siapa??” pancing Kim Joon

“ya, aku mencintai Kim So Eun” pengakuan Kim Bum barusan membuat Kim Joon tertawa penuh kemenangan

“berhentilah tertawa. Aku sungguh-sungguh tidak ingin mencintainya

“mengapa?” tanya Kim Joon yang menghentikan tawanya

“entahlah” jawab Kim Joon

“selalu menjawab entahlah” cibir Kim Joon

“aku hanya tidak ingin menyakitinya” jawab Kim Bum

“lagi?” tanya Kim Joon yang sebenarnya itu lebih tepat untuk menyambung kata-kata Kim Bum

“ne, lagi” sahut Kim Bum

“ kenapa kau berpikiran seperti itu? apa kau berniat melukainya lagi?” tanya Kim Joon

“tentu tidak” jawab Kim Bum

“lalu apa lagi? Kau tidak mau sainganmu itu melangkah lebih dulu kan?” tanya Kim Joon

“maksudmu?” tanya Kim Bum

“Hyun Joong, kudengar dia sudah mengatakan pada So Eun bahwa dia menyukai So Eun” ucap Kim Joon yang membuat Kim Bum merasa sedikit sesak

“mwo?! Lalu bagaimana reaksi So Eun?” tanya Kim Bum. sementara Kim Joon hanya mengangkat bahunya

“bagaimana ini? aku kehabisan waktu. 2 minggu lagi aku harus ke Jerman” gumam Kim Bum

“mwo? Jerman? Untuk apa kau kesana?” Kim Joon terkejut mendengar perkataan Kim Bum

“ayahku menyuruhku kuliah bisnis disana” ucap Kim Bum pelan

“bagaimana bisa kau meninggalkan kami. Kita ini sudah bersama sejak kecil. Kenapa kau baru bilang itu sekarang” Kim Joon sedikit kecewa pada Kim Bum

“mianhae.. aku hanya menunggu waktu yang tepat. Lalu bagaimana mengenai So Eun? aku harus memilikinya sebelum aku ke Jerman” bingung Kim Bum

“kau harus menyatakan cintamu padanya” usul Kim Joon

“dia terlihat sangat membenciku” ucap Kim Bum pelan

“bukankah kau pernah meneliti berbagai macam perilaku wanita? Dia hanya terbawa emosi saja. Saat kau perilakukan dia dengan manis, dia pasti akan luluh” Kim Joon mulai mengeluarkan jurusnya

“dia bukan Kim So Eun yang mudah dibohongi lagi. Cara seperti itu sudah basi” ujar Kim Bum

“kau perilakukan dia dengan tulus. Menggunakan hatimu. Dia pasti luluh. Percayalah padaku” kata Kim Joon

Sejenak Kim Bum memikirkan kata-kata Kim Joon. Ia berpikir ada benarnya juga, namun sekarang masalah ada dalam keberaniannya. Apakah dia berani mengatakannya pada So Eun. karena belakangan ini So Eun selalu bersikap dingin padanya. Dan sikap So Eun itulah yang membuat keberanian Kim Bum runtuh.

###

Hyun Joong dan So Eun tengah berada di atap sekolah. tadinya disini ada Min Ho dan Hye Sun, namun Hye Sun meminta Min Ho untuk menemaninya ke perpustakaan. Jadilah tinggal Hyun Joong dan So Eun yang berada di sini.

“jadi bagaimana?” tanya Hyun Joong

“bagaimana apanya?” tanya So Eun

“sudah bisa membuka hatimu?” tanya Hyun Joong sambil menatap So Eun

“hmm..mianhae” jawab So Eun membalas tatapan Hyun Joong

“tak apa, cinta memang butuh waktu” sahut Hyun Joong sambil tersenyum

“kau tidak marah padaku?” tanya So Eun

“untuk apa aku marah? Itu semua keputusamu” jawab Hyun Joong lagi-lagi dengan senyum manis yang menghias wajah tampannya

“ingin rasanya aku mencintaimu. Membuka hatiku untukmu. Namun entah mengapa, aku masih mencintainya. Tapi aku juga membencinnya. Rasa cintaku sama seperti rasa benciku padanya. Mengapa bisa seperti ini? maafkan aku Hyun Joong.. sepertinya aku terlalu menyiksamu dengan membuatmu terus menungguku. Maafkan aku…”batin So Eun sambil menata wajah Hyun Joong yang sedang memandang keindahan dari atap sekolah

“mengapa memandangku seperti itu? apa aku ini terlalu tampan?” Hyun Joong menyadarkan So Eun dari lamunannya

“kau ini bisa saja” kata So Eun sambil memukul pelan lengan Hyun Joong. Sementara Hyun Joong hanya tersenyum melihatnya

“oh ya, apa nanti malam kau punya waktu?” tanya Hyun Joong

“hmm nanti malam? Sebenarnya setiap malam hari aku harus bekerja di caffe, memangnya kenapa?” tanya So Eun

“begitu yaa..nanti malam sebenarnya aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Tapi ternyata kau harus bekerja. Ya sudahlah lain waktu saja” kata Hyun Joong dengan sedikit kecewa

“ahh gwaenchanayo.. nanti aku tukar jama saja pada Hye Sun” kata So Eun

“benarkah? Apa Hye Sun mau?” tanya Hyun Joong

“pasti mau” jawab So Eun dengan senyuman

###

Sepulang sekolah, So Eun manapaki jalan di koridor sendiri, biasanya ia ditemani dengan Hye Sun. Namun Min Ho sudah menarik Hye Sun lebih dulu, sehingga So Eun jalan sendiri.

“So Eun” panggil seseorang. So Eun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Ternyata yang memanggilnya adalah Kim Bum, wajah So Eun yang tadinya ceriapun berubah menjadi muram. So Eun mulai melangkahkan kakinya lagi

“So Eun tunggu” Kim Bum mengejar So Eun lalu menahan tangannya

“apa?” tanya So Eun dengan datar

“nanti malam, bisakah kita bertemu?” tanya Kim Bum

“untuk apa? Aku ada janji dengan orang lain” jawab So Eun

“kumohon, ini mungkin terakhir kalinya. Jangan menghindar dariku, ada yang harus aku bicarakan padamu” pinta Kim Bum

“bicarakan disini saja” kata So Eun

“tidak bisa. Kumohon,, nanti malam kita harus bertemu” Kim Bum terus memohon

“aku tau aku banyak menyakitimu, tapi kumohon untuk kali ini. Aku tidak mau menyesal dikemudian hari” sambungnya.

“kupikir aku akan percaya dengan ucapanmu, bukankah waktu itu kau sendiri yang mengatakan bahwa semua ucapan dan janjimu itu palsu. Dan sekarang, aku tidak mempercayai semua kata-katamu lagi” kata So Eun dengan mata berkaca-kaca

“untuk kali ini,percayalah padaku. Nanti malam, aku akan menunggumu di taman depan caffemu. Aku akan buktikan bahwa ucapanku kali ini bukan sebuah kebohongan. Aku akan tetap menunggumu disana sampai kau datang. Aku tidak akan pergi sebelum kau datang. Aku janji” kata Kim Bum yang berusaha meyakinkan So Eun. Belum sempat So Eun mejawab, Hyun Joong datang dan mengakhiri pembicaraan Kim Bum dan So Eun

“So Eun, sedang apa kau disini?” tanya Hyun Joong sambil menatap Kim Bum dan So Eun secara bergantian

“ayo kita pulang” kata Hyun Joong sambil menarik tangan So Eun. Kim Bum yang menyaksikannya merasa miris. Begitupun dengan So Eun, ia terlihat kasihan melihat Kim Bum seperti itu. bagaimanapun, sampai saat ini Kim Bum adalah orang yang ia cintai. Dan sepertinya kali ini ia menemukan seberkas ketulusan di mata Kim Bum. Aamun ia masih meragukan hal itu.

TBC

Untuk part 4 nya segini dulu ya.. mian kalo GaJe, otaknya udah mentok. Kira-kira gimana kelanjutannya? Apa So Eun akan menemui Kim Bum nanti malam? Atau ia akan tetap dengan rencana awalnya yaitu jalan-jalan bersama Hyun Joong?? Right!! Tunggu kelanjutannya yaaa…. jangan bosen-bosen untuk ninggalin jejak OK😉

37 thoughts on “Secret of Love Part 4

  1. Nah loe,,, bumppa mulai sdar ternyata,,
    tpi kok dia hrus pergi ke jerman..??
    Hadeuuchh bsa2 so eun eonnie jadian hyun joong tuch
    ckckck
    dtunggu part selanjutnya thor,,

  2. Ikut nyesek bacanya, . . . Sso eonni percaya dong sama bum oppa. Next partnya ditunggu jgn lama2 yah ngepostnya . . Semangat😉

  3. huaaa…sedihnya bumpa mw pergi ke jerman trus sso gmn???..lanjut chingu…di tunggu next part-nya..^^

  4. Haaaaa, akhirnya kim bum ngaku juga kalo dia udah mulai cinta ama soeun, yeeeaaayyy!!
    Nah loh, hyun joong nyatain cinta juga ke soeun, yah walaupun belom diterima ama soeun, hummm
    Ayo kejar soeun nya terus bumppa, semangat!! Haha
    Penasaran kira2 soeun bakal datang ga ya buat nemuin kim bum tar malem, ditunggu next partnya ya:)

  5. Author,
    aku masih kurang bacanya😀
    next next next next… pokoknya ditunggu segera😉

  6. akhirnya usaha joon mendsak bum tentang perasaannya berhasil juga . Salut ma joon yang selalu mengerti bum
    knapa mesti pergi ke jerman sih bum . Next

  7. Senang banget karna bumppa akhirnya sadar kalo sebenarnya suka sama soeun. Yah bumppa mau keluar negeri:( semoga soeun mau nemui bumppa. Berharap bumppa bisa ngeyakini soeun lagi dan bisa bersatu lagi bumsso🙂 Masih mau baca lagi tapi udah tbc aja ditunggu kelanjutannya author jgn lama”😀

  8. Senang banget karna bumppa akhirnya sadar kalo sebenarnya suka sama soeun. Yah bumppa mau keluar negeri:( semoga soeun mau nemui bumppa. Berharap bumppa bisa ngeyakini soeun lagi dan bisa bersatu lagi bumsso Masih mau baca lagi tapi udah tbc aja ditunggu kelanjutannya author jgn lama😀

  9. Ngebayangi expresi datar&sedih sso wuuaaa malah tmbah bkin gemes,,untgny bum udh sadar dgn prsaanny,,tp kcian hyunjung donk hadeeeehh

  10. daebaak..
    akhir’na bumppa ud sadar & mulai cinta sma eonnie..
    .
    tpy knp bumppa mlah moo pindah??
    aigoo..
    .
    hyunppa ud nembak eonnie..
    kira” eonnie bkal nemuin bumppa aph milih jalan am hyunppa ea??
    penasaran
    .
    lnjut.. ^^
    .

  11. Waaah n,bah seru ceritanya
    Pnsran kmbum jdi kejerman apa enggk? Truus sso mlih pegi dgn hyunjong apa nemuiin kmbum pnsran bnheet
    Dtnggu lnjitnya jgn lma2 yak hehe

  12. Wkwkkwkwk tu joonie oppa gokil abis kyk reporter…

    Wh yoo seungho d??? Mau apa dia??? Eh?? Mksudku mau di psangin n d p nih???

  13. huhuhu…enak lg baca eh tbc dehh. ..
    AkhR’y bumppa mnydri dg prsaan yg dia pnya t’hdAp so eun eonni…
    Kajja oppa ungkp’kn sbLm smUa’ya t’Lmbat..
    Andwae..oppa jngn prnh prgi untk mennggl’kn so eun eonni. . .

    Daebak…
    Fighting!!!

  14. smpah ngakak pas bagian Min Ho blng ini “pacar Hyun Joong itu tidak memiliki nama, tapi kami biasa memanggilnya si putih. Si gitar putih hehehe” ….😀

    Ksihan si ma bum tpi mau gimana lgi… aaaaahhhh pusing yg satunya aku ngerti gimana persaan sso… yg terbaik ajalah buat bumsso

  15. Wah makin penasaran apa betul kimbum akan menunggu soeun?
    Terus bagaimana hubungan soeun dan hyun jung

  16. Kasihan kim bum ditinggal di caffe sendirian mana ga ada penghangat ruangannya lagi..
    Kira-kira sso milih ketemuan sama kim bum atau sama hyun joong?
    Moga aja ama kim bum secara kim bum mau pergi ke german jadi mereka bisa nyelesaiin masalah mereka dulu..

  17. Yeahh !! Akhir’x Bum menyadari prasaan’x ..
    bt , apkh dy trlmbat utk smw’x ? Hyunjoong udh jjur sama Sso ..
    Wahh ,, makin penasaran saja . BumSso gmna kelanjutan’x ?😦
    Bum mau ke Jerman ? Ommonaa ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s