Secret of Love Part 3

Secret Of Love

Part 3

Author           : Kim Sang Eun

Main Cast     : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, EunJung, Kim Soo Hyun, Park Jiyeon, Yoo SeungHo, Yoo Ah In

Genre                        : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type               : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Part 3 nya udah datang J J Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa
happy reading ****

###

“sebenarnya aku ingin ini berjalan lebih lama lagi. Tapi ternyata aku sudah tertangkap basah. Selama ini aku tidak pernah bersungguh-sungguh. Aku tidak pernah bersungguh-sungguh berpacaran denganmu. Semua itu hanyalah sebuah permainan untukku. Semua kata cinta yang pernah ku ucapkan, semua pujian yang pernah ku lontarkan untukmu, dan termasuk janji itu. itu semua adalah sebuah kebohongan, aku hanya bermain-main. Aku tak pernah menganggapnya serius. Semua ucapan dan janjiku itu palsu. Karena sekarang kau sudah tau semuanya, jadi kuharap kau menyingkir dari hidupku” kata kim bum tanpa mempedulikan so eun yang terus menangis

            “kim bum … ternyata kau sejahat ini. Apakah kau tidak sadar kalau kau baru saja menghancurkan hati seorang wanita?” ucap so eun dengan lirihnya

            “kau merasa tersakiti? Jika iya, sebaiknya kau pergi lebih cepat. Karena jika tidak, kau akan lebih terakiti” kata kim bum dengan senyum sinisnya

            “baik.. baiklah.. aku pergi. Dan mulai sekarang kita PUTUS! Lupakan saja jika kita pernah menjalin hubungan” kata so eun sebelum membalikkan badannya dan meninggalkan kim bum.

            “bukan masalah besar bagiku” gumam kim bum setelah so eun pergi

Part 3

So eun melangkahkan kakinya dengan lunglai. Pikirannya dipenuhi dengan masa-masa indahnya bersama kim bum yang semakin membuatnya menangis. Ia sungguh tidak menyangka jika kim bum membuatnya benar-benar tak berdaya. Ia tak mampu lagi berjalan. Ia terus menangis berjongkok ditengah keramaian orang.

“sampai kapan kau akan menangis disitu?” tanya seseorang didepan so eun. so eun mengangkat kepalanya dan ternyata orang itu adalah hyun joong.

“ayo berdiri” kata hyun joong sambil mengulurkan tangannya. So eun hanya memandangnya dengan diam

“cepatlah. Orang-orang akan mengira bahwa aku yang membuatmu menangis” kata hyun joong lagi. So eun pun segera meraih tangan hyun joong. Hyun joong merangkul so eun dan membawanya ke sebuah kursi panjang di dekat jalan

“apa yang membuatmu seperti ini?” tanya hyun joong. Bukan jawaban yang didengar hyun joong, melainkan tangisan so eun yang makin menjadi. Kemudian hyun joong melihat paper bag yang di genggam so eun, disitu tergantung sebuah kartu yang sedikit terbuka. Hyun joong bisa membaca tulisan paling atas di kartu itu. bertuliskan : to my love. Dan hyun joong pun bisa menebak siapa yang membuat so eun seperti ini.

“kim bum?” tanya hyun joong. Hati so eun terasa sakit mendengar nama itu. nama yang sudah membuatnya rapuh seperti ini. hyun joong yang tidak tega pun memeluk so eun dan menenangkannya.

###

Hari ini adalah hari ke-6 setelah kejadian itu. Sejak saat itu, so eun berusaha membuang jauh-jauh kim bum dari pikirannya. Ia mencoba untuk melupakan cintanya pada kim bum. walaupun itu semua terasa sangat sulit, tapi ia terus mencobanya. Mencoba membuka lembaran baru, dan melupakan semua kejadian menyakitkan itu. Pagi ini so eun berangkat sekolah diantar kakaknya, soo hyun. Sebenarnya soo hyun baru saja pulang dari Busan semalam, namun ia khawatir melihat wajah so eun yang terus ditekuk belakangan ini. Wajah yang membuatnya cemas.

“harusnya oppa tidak perlu mengantarku” kata so eun sambil turun dari motor berwarna hitam pekat itu

“tak apa.. habisnya belakangan ini wajahmu terus ditekuk. Aku hanya takut terjadi sesuatu padamu” kata soo hyun sambil melepaskan helmnya

“ya sudah, ini helmnya. Aku masuk dulu yaa” kata so eun sambil menyerahkan helmnya pada soo hyun lalu bergegas masuk ke kampus.

“tunggu!” cegah soo hyun

“aku akan mengantarmu sampai kelas” kata soo hyun sambil berjalan mendekat ke so eun

“aigo.. untuk apa lagi? Aku bukan anak TK lagi oppa. Aku bisa sendiri” kata so eun yang berusaha mencegah soo hyun

“akukan juga ingin melihat tempat adikku yang paling cerewet ini belajar. Lagipula wajahku ini tidak memalukan untuk kau pamerkan pada teman-temanmu. Aku cukup tampan” kata soo hyun dengan PD-nya

“issh..kau ini, yasudahlah. Ingat, untuk kali ini saja”kata so eun

“baiklah” kata soo hyun sambil merangkul so eun. saat memasuki gedung kampus, para mahasiswi langsung histeris melihatnya. Bagaimana tidak, seorang lelaki asing memasuki kampus mereka. Lelaki yang ketampanannya bisa disandingkan dengan anggota FB4.

“kenapa mereka memandang kita seperti itu?” bisik so eun pada soo hyun

“apa kau tidak sadar jika kau memiliki kakak yang tampan” kata soo hyun

“selalu seperti itu” cibir so eun

“baiklah aku sudah sampai dikelasku. Sekarang oppa boleh pergi” kata so eun sambil tersenyum

“jadi kau mengusirku?” canda soo hyun

“oppaa” ucap so eun dengan manja

“baiklah,belajarlah dengan tekun” kata soo hyun kemudian ia mengecup kening so eun sekilas. Para mahasiswi yang melihatnya merasa iri dengan so eun. mereka berpikiran bahwa soo hyun itu kekasih barunya so eun.

“buat ayah dan ibu bangga” ucap soo hyun yang berhasil membuat mata so eun berkaca-kaca. Memang ini bukanlah pertama kalinya soo hyun mengucapkan kata seperti itu. disetiap so eun ingin melakukan sesuatu seperti kuliah dan bekerja soo hyun selalu mengucapkan kata itu. Dan setiap soo hyun mengucapkan kalimat itu, cuplikan kecelakaan itu selalu mengisi pikiran so eun.

“baiklah. Aku akan membuat mereka bangga” kata so eun dengan mata berkaca-kaca

“jangan menangis” kata soo hyun

“tidak, sudahlah oppa… kau harus berangkat kuliah” kata so eun. Lalu soo hyun pun pergi dengan ‘diiringi’ teriakan histeris para mahasiswi. Tanpa disadari, ada sepasang mata dengan setitik rasa amarah saat melihat soo hyun mencium kening so eun.

So eun memasuki ruang kelasnya dengan senyuman. Ia pun meletakkan tasnya di loker lalu duduk di depan hye sun. Disudut ruangan ada 3 gadis yang sedang bergosip. Siapa lagi kalau bukan Sweet Girls.

“jadi dia menemukan pengganti kim bum?” tanya jessica dengan suara pelan

“ne, dan lelaki itu tidak kalah tampannya dari kim bum” jawab eunjung

“bahkan dia lebih tampan dari minho-ku” kata suzy sambil memainkan rambutnya

“aku jadi iri padanya” lanjutnya. Jessica dan eunjung yang mendengar perkataan suzy pun tersentak. Lalu jessica melayangkan sebuah pena ke kepala suzy

“babo. Untuk apa iri pada orang miskin seperti dia” kata jessica

“dia memang miskin, namun dia itu sangat beruntung. Bisa mendapat beasiswa disini, pernah menjadi kekasih kim bum, bisa berteman baik dengan hyun joong dan sekarang memiliki kekasih yang tampannya melebihi min ho-ku” kata suzy

“berhentilah mengaguminya” sahut jessica

“jadi sekarang kau lebih menyukai kekasih baru so eun itu?? lalu mau kau kemanakan ‘min ho-mu’ itu?” tanya eunjung

“untukmu saja” jawab suzy lalu berjalan meninggalkan Sweet Girls

“kim joon sudah cukup bagiku” ujar eunjung. Jessica memandang eunjung dengan tidak biasa

“kau kenapa?” tanya eunjung

“kau sama tidak warasnya” kata jessica lalu pergi mengikuti suzy yang menghampiri so eun

“yya! Kau kim so eun” panggil suzy

“siapa lelaki tadi?” tanyanya

“lelaki yang mana?” tanya so eun. hye sun menyiritkan alisnya

“yang mengecup keningmu tadi” kata jessica

nuguya?” tanya hye sun pada so eun. Lalu so eun membisikkan sesuatu pada hye sun

“apa dia kekasih barumu?” tanya eunjung yang baru saja bergabung. So eun dan hye sun saling memandang sambil menahan tawa. Sepertinya pikiran mereka sama

“ne, dia kekasih baruku” kata so eun sambil menahan tawanya

“m..mwo?! Kau.. itu benar-benar kekasihmu?” tanya suzy

“ne”jawab so eun sambil tersenyum. Sementara hye sun sudah tidak kuat menahan tawanya. Ia pun tertawa mendengar jawaban so eun

“heh Goo hye sun! Aku tidak menyuruhmu tertawa” kata jessica

“si..siapa namanya?” tanya suzy

“soo hyun. Kim soo hyun” jawab so eun

“sepertinya kau memiliki trik khusus. Apa kau mengikuti kelas ‘trik menggoda pria’?” tanya eunjung

“tidak. Itu semua tergantung amal dan perbuatan” ketus so eun

“ayo hye sun, kita pergi”kata so eun sambil berjalan meninggalkan ruang kelas diikuti dengan hye sun yang terus tertawa.

###

“hahahahaaaa”tawa so eun dan hye sun setelah sampai di atap sekolah

“mereka cantik, namun kecantikannya itu tidak bisa menutupi kebodohannya. Hahaha” tawa hye sun

“mudah sekali membohongi mereka” sahut so eun

“kau juga, bagaimana bisa kau menyebut soo hyun oppa sebagai kekasihmu” kata hye sun yang masih diselingi tawa

“biarkan sajalah. Selama mereka tidak tau jika dia adalah kakakku” kata so eun

“jadi lelaki itu kakakmu”kata seseorang sambil menghampiri hye sun dan so eun

“aku senang mendengarnya” kata orang itu lagi yang tak lain adalah hyun joong

“ssttt kau jangan bilang siapa-siapa” kata so eun sambil meletakkan jari telunjuk di bibirnya.

“memangnya siapa yang telah tertipu?” tanya hyun joong

“kurasa semuanya” jawab so eun

“terutama Sweet Girls” sambung hye sun

“hahahaa” mereka bertiga tertawa bersama

“pantas saja so eun menyukai tempat ini. ternyata disini sangat indah. Apalagi ditemani orang seperti hyun joong. Sungguh mengasyikkan” kata hye sun

“apa kau baru saja memujiku?” tanya hyun joong

“mungkin” jawab hye sun

“kau bisa habis jika aku laporkan hal ini pada min ho”kata hyun joong. Hye sun dan so eun tertawa mendengarnya.

###

So eun baru saja keluar dari gedung kampusnya dan ia mendapati motor hitam milik kakaknya terparkir dihadapannya.

“akhirnya kau keluar juga”kata soo hyun dengan softdrink yang ada di tangan kanannya

“oppa, apa yang kau lakukan disini?” tanya so eun sambil berjalan menghampiri soo hyun

“tentu saja untuk menjemputmu” jawab soo hyun

“tadi pagi kau mengantarku dan sore ini kau menjemputku. Sadarkah kau bahwa perlakuanmu ini mengherankan?” kata so eun. belum sempat soo hyun menjawabnya, datanglah tiga gadis paling fenomenal, siapa lagi kalau bukan Sweet Girls

“ehmm” suzy berdeham

“untuk apa kalian kesini?” tanya so eun tanpa basa basi

“eobseo” jawab jessica

“hanya untuk mengingatkan kekasih barumu itu” sambung eunjung sambil menunjuk soo hyun. Soo hyun yang ditunjuk sebagai kekasih baru so eun pun merasa heran. Ia memandang so eun dan so eun mengedipkan sebelah matanya. Soo hyun tau apa yang so eun maksud dan ia pun hanya tersenyum.

“mengingatkan apa?” tanya soo hyun sambil tersenyum

“kekasihmu itu wanita penggoda. Kau harus hati-hati dengannya” kata suzy yang mencoba menjelek-jelekkan so eun

jinjja? Kurasa dia gadis yang sangat manis” kata soo hyun sambil menatap so eun. sementara so eun hanya mengumpatkan tawanya

“cihh . . kau tertipu dengan wajah polosnya. Baru beberapa hari bersekolah disini saja dia sudah mendapatkan kim bum. Lalu setelah putus dengan kim bum seminggu lalu, dia mendapatkanmu.  Apa lagi namanya jika bukan wanita penggoda? Laki-laki tak akan luluh dengan wanita biasa dalam waktu sesingkat itu” jelas eunjung panjang x lebar *samadengan luas*. So eun yang mendengar eunjung mengungkit-ungkit nama kim bum pun merasa sedikit kesal dan juga khawatir. Khawatir kalau soo hyun akan mengintrogasinya tentang kim bum.

“kim bum?” soo hyun menyiritkan dahinya

“ne, kim bum, mantan kekasihnya so eun. Playboy-nya FB4” jawab suzy

“benarkah dia mantan kekasihnya so eun?” tanya soo hyun pada sweet girls namun matanya menatap tajam so eun

“ne” jawab eunjung

“biarkan sajalah, itu masa lalu” kata soo hyun sambil menarik so eun kedekat motor dan juga menjauh dari sweet girls

“so eun pakai helmnya dan naik ke motor. Kita akan bersenang-senang” kata soo hyun sambil memakaikan helm ke kepala so eun

uriga eodikalka? (kita mau kemana?)” tanya so eun sambil naik ke atas motor

“kita makan malam di restoran mahal malam ini” kata soo hyun

“restoran mahal? Memangnya kau punya uang?” tanya so eun

“hari ini Bae sajanglim memberikan aku bonus” kata soo hyun sambil mulai mengendarai motornya

“ahh.. baiklah. Kita bersenang-senang” girang so eun

Sweet girls merasa di rendahkan karena ditinggalkan begitu saja. Tanpa soo hyun dan so eun ketahui, ada seseorang yang memperhatikan mereka. Orang itu juga membuntuti so eun dan soo hyun menggunakan mobil mewahnya.

“sebenarnya siapa dia?” gumam orang itu

###

So eun dan soo hyun sampai di salah satu mall terbesar di korea. Mereka segera melangkahkan kaki ke restoran yang dituju.

“oppa, kau yakin akan makan malam disini?” so eun agak ragu ketika melihat interior desain restoran tersebut. Restoran itu terlihat mewah dan elegant. Dengan warna merah dan hitam yang mendominasi. Disertai sebuah panggung tempat seorang pianis melahirkan nada-nada indah dari tuts pianonya. Juga hiasan lilin yang menambahkan kesan romantis.

“yakinlah padaku. Ayo masuk” kata soo hyun sambil merangkul so eun untuk masuk ke dalam restoran. Orang yang membuntuti merekapun ikut masuk ke restoran itu.

“apa mereka benar-benar berpacaran. Apa semudah itu so eun melupakanku?”batin orang itu sambil mengambil buku menu untuk menutupi wajahnya.

“maaf tuan, kau mau pesan apa?” tanya seorang pelayan yang datang menghampiri orang itu. kim bum sedikit berpikir, lalu ia melihat ada dua porsi samkyeobsal di meja so eun. lalu iapun berpikiran untuk membeli samkyeobsal juga.

“aku pesan satu samkyeobsal dan satu strowberry juice” kata orang itu dengan suara yang sangat pelan

“maaf tuan, bisa lebih kencang?” kata pelayan itu yang tidak bisa mendengar ucapan orang itu dengan jelas

“satu samkyeobsal dan satu strowberry juice” ucap orang itu lagi dengan suara yang lebih kencang

“baiklah” kata pelayan itu sambil menulisnya di Note yang ada di tangannya’

“oh ya, tuan, khusus hari ini kami sedang mengadakan kuis undian bagi setiap pengunjung diatas jam 6 p.m. Kuis itu berhadiah dua buah Smartphone untuk dua pemenang.  Setiap pengunjung disini akan mendapat satu kupon undian. Kuis itu akan diundi malam ini juga pada jam 9 p.m nanti. Ini kuponnya, silahkan diisi” kata pelayan itu dengan ramahnya

“sudah kau saja yang isi” kata orang itu tanpa menatap pelayan itu. karena saat ini matanya tertuju pada so eun dan soo hyun

“ne?” ucap pelayan tak mengerti

“kau saja yang isi” kata orang itu dengn nada yang menggeretak namun matanya tak juga lepas dari so eun dan soo hyun

“ah.. n..ne” ucap pelayan yang merasa sedikit ketakutan itu

“hm.. siapa nama anda?” tanya sang pelayan

“kim bum. Kim Sang Bum” kata orang itu yang ternyata adalah kim bum

“alamat rumah?” tanya pelayan

“Songpa-gu, Jamsil” jawab kim bum

“baiklah tuan kim bum” kata pelayan tersebut lalu pergi dari meja kim bum

“mengganggu sekali” gumam kim bum setelah pelayan itu pergi

Kim bum melihat soo hyun yang membelai kepala so eun. Dirinya merasa sangat kesal dan ingin menghampiri soo hyun lalu menyuruhnya untuk menjauhi so eun.

“oppa, mengapa Bae sajanglim memberikanmu bonus?” tanya so eun

“tentu saja karena pekerjaanku yang memuaskan. Makanya.. kalau kau bekerja harus sepenuh hati, karena itu bisa berdampak baik untukmu” kata soo hyun sambil tersenyum

“arrayo” sahut so eun

“oppa, aku sudah selesai, ayo kita pulang” kata so eun sambil bergegas pulang

gidarilkeyo.. kita tunggu satu jam lagi” kata soo hyun

“untuk apa?” tanya so eun sambil berdiri dari kursinya

“Smartphone itu, apa kau tidak menginginkannya?” tanya soo hyun

“ah ne, baiklah kita tunggu sampai jam 9 p.m nanti” kata so eun yang kembali duduk di kursinya.

“untuk apa mereka berdiam diri disini?” gumam kim bum sambil menyeruput jus stroberinya

Tibalah saat yang soo hyun dan so eun tunggu-tunggu. Ya, pengundian kupon. Seorang MC perempuan setengah baya menaiki panggung dan berdiri di depan piano.

“pengunjung setia Luxury Restoran, tiba saatnya kita mengundi kuis yang berhadiah dua buah smartphone untuk dua orang pengunjung ini. Baiklah, silahkan manager Han” kata MC tersebut. Seorang manager resrotan itupun mengambil satu buah bola kecil di dalam sebuah kotak bening. Kemudian ia pun mengambil gulungan kertas yang diselipkan di dalam bola itu.

“dan pemenang kita yang pertama adalah . . . . Kim . . . So Eun. kepada kim so eun kami persilahkan naik ke panggung”teriak manager bernama lengkap Han Hye Jung itu

“So Eun kau menang” girang soo hyun sambil memeluk so eun

Sementara kim bum melihatnya dengan rasa kesal

“haruskah dia memeluk so eun seperti itu” gumam kim bum. so eun segera melangkahkan kakinya ke atas panggung.

“baiklah.. mari sama-sama kita undi pemenang yang kedua” kata MC itu. manager Luxury Restoran itupun mengambil satu buah bola lagi lalu mengambil kertasnya.

“wahh.. bermarga sama dengan pemenang pertama kita.. kim… Sang Bum” teriak manager itu. kim bum merasa sangat terkejut, ia bingung harus bagaimana. Saat ini, so eun pasti telah mengetahui bahwa ia juga berada di restoran yang sama. Kim bum segera menyembunyikan wajah tampannya dengan sebuah buku menu.

“kim sang bum? apa dia itu kim bum”gumam so eun dalam hati

            “pengunjung bernama Kim Sang Bum saya minta menaiki panggung untuk menerima hadiah ini” kata sang MC sementara kim bum masih saja bersembunyi di balik buku menu itu. ia benar-benar bingung harus bagaimana lagi. Ini sunggguh menyulitkan baginya. Jika ia maju kedepan maka so eun akan melihatnya. Tetapi jika ia tetap dengan posisinya sekarang, semua orang akan memandangnya dengan aneh. Apa yang akan orang lain pikirkan jika melihat seseorang disudut ruangan hanya menundukkan dan menutupkan wajahnya dengan buku menu? Akhirnya iapun memberanikan diri untuk maju kedepan.

“o..omona.. dia benar-benar kim bum” kata so eun yang melihat seorang pria tampan dengan jas hitamnya berjalan menuju panggung tempatnya berdiri

“baiklah.. kita beri tepuk tangan untuk kedua pemenang kita malam ini” kata MC itu. para pengunjungpun memberikan tepuk tangannya untuk so eun dan kim bum. so eun merasa sangat gugup bersebelahan dengan kim bum. Manager restoran itupun memberikan hadiah kepada kim bum dan so eun. so eun masih saja gugup, hatinya berdetak lebih kencang daripada biasanya. Sementara kim bum, dia terlihat biasa saja. Tetapi entahlah, lelaki seperti kim bum memang suka menyembunyikan perasaannya dan membuat orang lain tertipu dengan sikapnya.

###

So eun dan soo hyun sampai dirumah. Mereka terlihat sangat menikmati malam itu. Jarang-jarang mereka bisa merasakan makan di restoran mahal seperti malam ini.

“huh.. lelah sekali” kata so eun sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa yang terdapat di depan TV

“apa benda ditanganmu itu belum cukup untuk membayar lelahmu itu” kata soo hyun sambil melepaskan syalnya

“sudah, sudah sangat cukup” kata so eun sambil tersenyum. Namun beberapa saat kemudian senyumnya luntur mengingat sang pemenang kedua yang mendapatkan Smartphone itu juga.

“waeyo?” tanya soo hyun yang melihat sebuah senyuman yang luntur dari bibir adik kesayangannya itu

“aniga” jawab so eun

“oh ya, tentang kim bum. Apa dia benar mantan kekasihmu?” tanya soo hyun sambil duduk di samping so eun

“untuk apa oppa menanyakan itu?” so eun merasa sedikit kesal

“jawab saja. Kau tak mau jujur denganku?” tanya soo hyun

“ne.. dia mantan kekasihku” jawab so eun pelan

“mengapa kau tidak menceritakannya padaku?” tanya soo hyun dengan nada sedikit kecewa

“aku takut saat kami putus kau akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan pada JunHo dulu” kata  so eun. Memang benar, dulu ketika so eun berpacaran dengan JunHo so eun selalu menceritakannya pada soo hyun. Lalu ketika ia dan JunHo putus karena JunHo yang berselingkuh, soo hyun langsung menghampiri JunHo dan meninjunya. Sejak saat itu so eun tidak pernah bercerita tentang kekasih kepada soo hyun.

“dulu aku melakukan itu karena aku menyayangimu, aku ingin melindungimu” soo hyun membela dirinya

“arrayo. Tapi bukan seperti itu caranya” ucap so eun

“sekarang, kenapa kau putus dengan kim bum?” tanya soo hyun yang mulai menurunkan nada bicaranya. So eun hanya diam, dia takut hal yang terjadi pada JunHo terjadi juga pada Kim Bum

“kenapa diam? Selingkuh juga?” tanya soo hyun

“oppa.. jangan lakukan itu pada kim bum” kata so eun yang mencoba melindungi kim bum

“benar dia selingkuh?” tanya soo hyun lagi

“dia tidak selingkuh” bela so eun

“geureom?” tanya soo hyun

“hanya mempermainkanku” ucap so eun dengan pelannya

“cihh.. dimana perbedaannya” cibir soo hyun

“orangnya seperti apa?” tanya soo hyun untuk kesekian kalinya

“oppa, mengapa kau mengintrogasiku seperti ini” protes so eun

“tampannya melebihiku?” tanya soo hyun lagi tanpa mempedulikan perkataan so eun sebelumnya

“ishh… sebenarnya.. sebenarnya pemenang kedua tadi.. dia adalah kim bum” ucap so eun dengan hati-hati

“mwo?! Jadi dia kim bum” kejut soo hyun

“aku juga awalnya terkejut. Tapi, ya sudahlah.. biarkan saja” kata so eun santai

“awas saja orang itu” geram soo hyun

“oppa..apa yang ingin kau lakukan?” cemas so eun

“menghabisinya” jawab soo hyun tanpa basa basi

hagojima! (jangan lakukan)” kata so eun

“untuk apa kau melindunginya?” tanya soo hyun

“aku.. aku tidak bermaksud untuk melindunginya. Tetapi, jika kau melakukan hal ini kepada semua mantan pacarku, maka tak akan ada orang yang ingin denganku karena mereka takut pada tinjuan tanganmu itu”kata so eun sambil menunjuk tangan soo hyun

“aku tak akan melakukakan hal ini jika dia tak menyakitimu so eun” kata soo hyun

“oppa.. setiap orang pasti memiliki kesalahan. Ayolah.. jangan lakukan hal ini padanya” pinta so eun. soo hyun hanya memandangnya dengan tatapan datar

“oppa” bujuk so eun lagi

“ne.. baiklah baiklah” soo hyun mengalah

###

“belakangan ini kau tidak ke bar, dan terlihat lebih murung. Ada apa?” tanya kim joon sambil duduk di depan kim bum. saat ini mereka sedang berada di ruang istirahat FB4

“entahlah” jawab kim bum singkat

“ini terjadi semenjak kau putus dengan gadis bernama kim so eun itu. apa kau menyesal putus dengannya?” tanya kim joon yang membuat kim bum terkejut

“apa maksudmu? Mana mungkin aku menyesali hal seperti itu” sangkal kim bum

“cih . . mencoba mengelak. Mungkin orang lain bisa tertipu dengan sikapmu, tapi jangan harap kau bisa menipuku” cibir kim joon

“apa yang kau bicarakan, hah?!” ucap kim bum

“mana ponsel barumu? Bolehkah aku melihatnya?” tanya kim joon dengan senyum penuh kemenangan

“ponsel apa?” tanya kim bum bingung

“Smartphone yang baru saja kau dapatkan semalam” jawab kim joon dengan senyum yang makin mengembang di bibirnya. Sejenak kim bum berpikir lalu ia pun

“k..kau.. kau melihatku?”kaget kim bum. kim joon hanya menjawabnya dengan sebuah tawaan kecil

“untuk apa kau ada disana?” tanya kim joon

“aku..aku..” kim bum bingung ingin mengatakan apa. Ia sendiri tidak menyadari jika sebenarnya ia membuntuti so eun dan ‘pacar barunya’ itu

“kau mengikutinya kencan?” tanya kim joon. Sebenarnya pertanyaan ini lebih tepat disebut dengan ledekan

“a..anieyo” elak kim bum

“kapan kau akan jujur dengan perasaanmu sendiri?” tanya kim joon sambil memasukan camilan kedalam mulutnya

“berhentilah membicarakan hal-hal yang tidak aku mengerti” kata kim bum santai

“kim bum..kau masih mencintai so eun” kata kim joon

“masih? Bagaimana bisa ‘masih’? bahkan aku tidak pernah mencintainya” jawab kim bum

“tidak pernah?? tapi kau berpacaran dengannya. Bagaimana bisa kau berpacaran tanpa mencintainya?” heran kim joon

“aku hanya mempermainkannya. Untuk membuktikan bahwa aku lebih baik daripada orang itu” ucap kim bum

“omona.. kim bum. ‘orang itu’? hyun joong?” tanya kim joon. Kim bum mengangguk

“baiklah,, kalau kau tidak pernah mencintai so eun, berarti sekarang kau jatuh cinta padanya” kata kim joon sambil tersenyum

“aniyo” jawab kim bum singkat

“masih menjawab tidak?hah?! lalu untuk apa kau terlihat kesal saat ‘pacar barunya’ itu mencium kening so eun? untuk apa kau mengikuti mereka berkencan? Untuk apa kau lakukan semua itu?” tanya kim joon yang sudah kesal dengan kim bum yang terus mengelak dari kenyataan. Kim bum terdiam, ia sendiri berpikir tentang itu semua.

“itu karena kau mencintainya” kim joon menjawab pertanyaannya sendiri

“itu tidak mungkin” sahut kim bum

“kau kehilangan orang yang selalu membuatkan sarapan untukmu. Kau kehilangan orang yang selalu mengingatkanmu untuk makan teratur. Kau kehilangan orang yang selalu menemanimu saat kau membuat keramik. Kau kehilangan orang yang selalu membangunkanmu setiap pagi lalu membersihkan kamarmu. Kau kehilangan semua itu, kim bum. Mungkin sekarang kau belum menyadarinya, tapi suatu saat nanti kau akan menyadarinya” jelas kim joon

“aku bisa merasakan semua itu. Semua perubahan dalam dirimu sejak kau berpacaran dengannya. Kau jarang ke bar, saat ke bar pun kau lebih memilih memesan orange juice daripada soju. Aku selalu melihatmu tersenyum sendiri, senyuman yang tulus. Jangan terus-terusan membohongi dirimu sendiri, karena itu bisa menyiksamu” nasehat kim joon

###

Kim bum berjalan kaki menuju ke bar. Mobil Lotus berwarna jingga miliknya ia parkirkan di pinggir jalan dekat sebuah minimarket. Sambil menyusuri jalan, ia terus saja memikirkan perkataan kim joon.

Kau kehilangan orang yang selalu membuatkan sarapan untukmu. Kau kehilangan orang yang selalu mengingatkanmu untuk makan teratur. Kau kehilangan orang yang selalu menemanimu saat kau membuat keramik. Kau kehilangan orang yang selalu membangunkanmu setiap pagi lalu membersihkan kamarmu. Kau kehilangan semua itu, kim bum. Mungkin sekarang kau belum menyadarinya, tapi suatu saat nanti kau akan menyadarinya.

Aku bisa merasakan semua itu. Semua perubahan dalam dirimu sejak kau berpacaran dengannya. Kau jarang ke bar, saat ke bar pun kau lebih memilih memesan orange juice daripada soju. Aku selalu melihatmu tersenyum sendiri, senyuman yang tulus. Jangan terus-terusan membohongi dirimu sendiri, karena itu bisa menyiksamu.

“apa aku mencintainya?” tanya kim bum pada dirinya sendiri

“ah..tidak mungkin” kata kim bum lalu segera berjalan masuk ke bar itu. saat memasuki bar ia sudah disambut oleh gadis-gadis disana.

“kim bum” panggil seorang gadis berambut cokelat sepinggang. Kim bum terlihat berbeda. Dulu setiap ada gadis yang memanggilnya ia akan segera menghampiri gadis itu lalu merangkulnya, namun sekarang ia hanya menjawab panggilan itu dengan sebuah senyum. Senyum yang dipaksakan.

“kau terlihat berbeda. Apa kau sakit?” tanya gadis dengan celana pendek putih, padahal sekarang sedang musim dingin. Apa gadis itu tidak merasa kedinginan?

“ani” jawab kim bum singkat lalu ia segera memesan orange juice pada bartender

“Jo Min, aku pesan orange juice” kata kim bum

“ne” jawab bartender

“kau memesan orange juice lagi?” tanya gadis berambut cokelat sepinggang tadi. Nama lengkapnya Song YoonJi. Disini dia lebih terkenal dengan nama Jee

“ne” jawab kim bum dengan tidak semangat

“apa kau sudah tidak minum soju?” tanya gadis bercelana pendek itu. kim bum yang mendengar ucapan gadis itu teringat kembali dengan ucapan kim joon

‘kau lebih memilih memesan orange juice daripada soju’

tidak..itu semua tidak benar. Aku tidak mencintainya. Tidak!!!!” teriak kim bum dalam hati.

“aniyo. Aku masih minum soju” kata kim bum dengan cepat

“Jo Min, tidak jadi orange juice. Aku pesan 2 botol soju” kata kim bum pada barteder tadi

“aku harus kembali menjadi diriku yang dulu” gumam kim bum

###

Saat ini jiyeon sedang berada di apartemen seungho. Ia sedang membantu seungho untuk mengemasi pakaiannya karena seungho ingin pindah apartemen. Padahal, seungho baru sekitar 2 minggu  menempati apartmennya yang sekarang.

“kau yakin ingin pindah?” tanya jiyeon sambil menutup seleting koper seungho

“ne” jawab seungho sambil memasukkan peralatan mandinya kedalam koper

“tapi kau baru tinggal disini 2 minggu. Bagaimana dengan tagihannya? Paling tidak kau tinggal disini untuk 2 minggu kedepan lagi. Jadi kau tidak rugi” tanya jiyeon

“ rugi apanya? Apa kau lupa, apartemen ini milikku, peninggalan dari mendiang ayahku. Aku bisa tinggal disini kapanpun aku mau. Tanpa membayar tagihan” kata seungho sambil tersenyum

“kalau ini milikmu, lalu kenapa kau harus pindah apartemen?”tanya jiyeon sambil merapihkan barang-barang lainnya

“jika aku tetap tinggal disini, ah in hyung bisa menemukanku. Aku tidak ingin bertemu dengannya sebelum ia berubah” jawab seungho

“mianhae” lirih jiyeon

marajima (jangan katakan itu)” kata seungho

“tapi karena aku, hubunganmu dan kakakmu menjadi seperti ini” ujar jiyeon

“sudahlah..sebenarnya aku sudah muak dengan sikap ah in hyung sejak dulu. Dia selalu saja seperti itu” kata seungho sambil merangkul jiyeon

###

Baru sekitar 1 jam kim bum berada di bar itu, namun ia sudah mabuk. Ia sudah menghabiskan 3 botol soju, jadi wajar saja jika ia mabuk seperti sekarang ini. Ia berjalan keluar bar dengan sempoyongan. Langkahnya menuju ke sebuah caffe kecil yang tidak jauh dari bar.

###

So eun sedang membersihkan caffe. Saat ini caffe sudah tutup, namun so eun masih harus membersihkannya. Ketika ia baru saja melepaskan celemeknya, ia mendengar seperti ada sesuatu yang terjatuh di depan caffe. Iapun bergegas melihatnya keluar caffe.

“apa itu?” tanya so eun pada dirinya sendiri sambil berjalan keluar caffe. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat seorang pria yang sangat dikenalnya terkapar di depan caffe-nya dalam keadaan mabuk. So eun segera menghampirinya. Ia tidak bicara sepatah katapun, ia hanya berdiri di dekat orang itu

“so eun” gumam orang itu sambil mencoba berdiri

“so eun” ucap orang itu lagi. Namun so eun mengabaikannya, ia menatap orang itu dengan tatapan datar. Sebenarnya ia ingin menolongnya, namun memori tentang kejahatan orang itu pada so eun kembali muncul dipikirannya

“so eun” racau orang itu. Ia sudah berusaha berdiri, namun kembali jatuh lagi. Akhirnya ia duduk di jalan sambil menyandarkan tubuhnya pada sebuah pepohonan kecil.

“katakan jika semua itu tidak benar” ucap orang itu. so eun masih menatapnya saja, tanpa melakukan apapun

“katakan jika semua itu tidak benar!!” kali ini orang itu berteriak sehingga membuat bos so eun keluar.

“apa yang terjadi so eun?”tanya bos itu dengan nada panik. So eun tidak menjawabnya, ia hanya mengarahkan pandangannya kepada orang itu

“nuguya?” tanya bos itu pada so eun. so eun hanya diam dan tidak menjawabnya

“SEMUA ITU TIDAK BENAR!! KIM JOON SALAH! DIA SALAH BESAR!!” teriak orang itu, kali ini dengan suara yang lebih besar sehingga membuat orang-orang yang berlalu-lalang di depan caffe menatapnya

“so eun, bawa saja dia masuk. Tidak enak diperhatikan orang lain seperti ini” kata bos itu sambil berjalan menghampiri kim bum lalu membopongnya.

###

“kau mengenalnya?” tanya bos so eun. so eun menatap pria yang kini tengah terlelap di ruang bosnya itu

“dia temanku, namanya kim bum” jawab so eun pelan

“kim bum” gumam bos so eun

1

2

3

“kim bum?! kim bum mantan kekasihmu itu?!” kejut sang bos

“ne”jawab so eun singkat

“ahh.. jadi ini yang namanya kim bum. Dia tampan sekali, kenapa kau putus dengannya?” tanya bos so eun sambil memperhatikan wajah kim bum

“karena perilakunya tak setampan wajahnya” kata so eun sambil memakai mantel merah mudanya

“ehh kau mau kemana?” tanya bos so eun yang melihat pegawainya itu memakai mantel dan mengambil tas nya

“pulang” jawab so eun

“mwo?! Lalu siapa yang akan mengurusnya?” tanya bos so eun

“terserah. Yang jelas aku tidak mau, kau saja yang mengurusnya” jawab so eun

“yya! Apa-apaan ini? aku ini bos mu, bagaimana bisa kau menyuruhku seperti ini” protes bos so eun

“bos…untuk kali ini saja. Lagipula kau sendiri yang membopongnya kedalam” ucap so eun

“tidak bisa! Kau saja, kau kan mantan pacarnya” tolak bos so eun

“aku tidak mau! Aku membencinya bos!” so eun merasa kesal pada bosnya karena bosnya itu tidak bisa memahaminya

“tapi mana mungkin aku mengurusnya, menunggunya sampai tersadar nanti” bos so eun juga terus menolaknya

“terserah kau saja, aku tidak peduli” kata so eun lalu segera melangkahkan kakinya keluar dari caffe

“yya! So eun! kim so eun!” teriak bos so eun ketika melihat so eun pergi begitu saja. Ia sudah kehabisan akal. Berulang kali ia menatap so eun (yang sudah mulai menghilang) dan kim bum secara bergantian dengan wajah bingung sekaligus jengkel. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan kim bum di caffenya. Ia melangkahkan kakinya keluar caffe lalu mengunci pintu caffe. Jadilah kim bum sendirian di dalam caffe dengan pintu dikunci. *poor bumppa*

###

So eun sedang menunggu bus di halte. Ia menggosok-gosokkan tangannya untuk mengurangi rasa dingin. Saat ia menggosok-gosokkan tangannya, ia teringat kim bum. Ia berpikir, apakah kim bum akan kedinginan? Mengingat di caffenya tidak ada penghangat ruangan. Ia mencoba membuang pikiran itu dari otaknya. Namun ini tak bisa dihindari, apakah ini berarti masih tempat untuk kim bum di dalam hatinya??

TBC

Thanks readers!!! Mianhae kalo ceritanya gaje, gak nyambung, kependekan, alurnya kecepetan, adegan bumssonya kedikitan dst- maklum ini ff pertama, jadi harus banyak belajar lagi😀 .. sekali lagi gomawo untuk yang udah mau baca ff aku. Yang merasa bertanggung jawab, tolong tinggalin jejak ya.. baik itu berupa like ataupun komen (tapi sih aku lebih mengharapkan komentar karena itu bisa bikin aku lebih berkembang). Ditunggu part selanjutnya J J

47 thoughts on “Secret of Love Part 3

  1. Bumppa ga bisa dibilangin.. kn dh dibilang ma kim joon klo bum itu dh jth cinta ma sso.. tpi ttp aja ga dihirauin.-_-
    Mwo?? Ga ada penghangat ruangan?? Kn musim dingin.. kasia bumppa..:( ayolah sso eon liatin bumppa di cafe..:(
    ditunggu part selanjutnya..^^
    fighting~!!🙂

  2. hahaha😀 daebak,,, (y) akhirnya kimbum jatuh cinta ma sso, mesti dipanas2in dulu nih bumpa nya baru nyadar, suka banget ma Part ini, banyak adegan bumsso nya… ksian banget ma bum dikunci di cafe, apa ntarnya sso balik lagi ke cafe dan ngurusin bum yang mabuk??Penasaran,,next nya jangan lama2 ya thor😀
    hehhe🙂
    fighting🙂

  3. Daebakkk,,, aq suka nech critanya…
    Bumppa sdh mulai cemburu nech critanya, Hhhh
    jdi pnasaran, bumsso CLBK atw ga’..??
    Next part cpetan y thor

  4. Kerennnnn seruuu…..akhirnya bumppa sakit hatiiii…q suka banget liat sso yg cuek ma bumppa…buat sso eonni trs manas2sin bumppa…
    Chinguuu q tunggu next partnya…penasaran banget

  5. Yeaaaah part 3 udah dipost …
    Kim bum udah mulai jatuh cinta nich sama sso ,.

    Nex next ^ ^

  6. Kereen, sso bakalan balik lagi gk yah ke cafe . , lanjuut yah . . Ngepostnya jgn lama lama . . Ini keren . .
    Semangat buat authornya😉

  7. Kyaaaaaaaaa~
    aku penasaran, penasaran pake banget thor, jadi cepet lanjut😉
    eh tapi pertanyaan soo hyun, yg apakah kimbum lebih tampan dari soo hyun, itu pasti jwbannya kimbum dong😀

  8. sneng part 3’na ud kluar..
    daebaaak..
    .
    bruntung eonnie pnya oppa kyk soo hyun..
    akhir’na bumppa ud ad sdikit rasa am eonnie..
    .
    ayo chingu bkin bumppa lbih cmburu gy..
    yar bumppa sdar lok dy ud jatuh cnta am so eun eonnie..
    .
    n biar bumppa iza ngrasain gmn skit hti’na eonnie wktu tuu..
    lnjut🙂
    .

  9. Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk senyum gaje banget nih……

    Tru ngakak wktu So eun eonni mengakui klu soo hyun itu namjachingu nya bukan oppa nya….
    Kekeke

    trus wktu Bum ppa jua lucu…. Kekeke

    nexxxxxxxxxxxxxxxxxttttttttt

  10. ngakak deg waktu sso bulan untuk mendapatkan cowok keren itu harus sesuai dengan amal dan perbuatan
    ..wkwkwwkwww..

    Ffnya keren lanjutnya thor dan jangan lama-lama

  11. kasian bumpa…di tinggalin sendirian di caffe…sso tega ma oppa…hiksss..hikss…

    lanjut chingu di tunggu next part…^^

  12. knp kim bum takut sakali kalo ucapan kim joon itu ternyata benar, knp dia ga mengakui itu ? apakah ada trauma dgn masa lalu ? aku suka so eun di sini , diputusin kim bum dia sangat tegar kkk~ tapi keliatannya bimbang juga tega ga ya ninggalin kim bum sendirian di caffe, ayooo.. balik lagi ke caffe ga ya.. ??? di tunggu lanjutannya…:)

  13. Annyeong thor ku readers baru,
    ff’ bgus thor di tnggu part slnjut’y oh la klo blh request tmbah YongSeo couple dong thor ekh tpi trserah author deh he he,,😀

  14. Kan kyuppa baru tau rasanya cemburu kalo soeun sama yg lain walau masih aja mungkiri. Ayo balik ke Cafe soeun kasihan Bumppa kedinginan nanti. Suka sama cerita author ditunggu lanjutannya😀

  15. akhir’y sdh ad juga nieh part 3 ny,,crta nya smkin seru bngedt,,,bumppa skrg b’balik mnjdi cinta tuh m so eun,dia ny az yg gk mau mndri nya,,,author d tggu yh next part

  16. akhir’y sdh ad juga nieh part 3 ny,,crta nya smkin seru bngedt,,,bumppa skrg b’balik mnjdi cinta tuh m so eun,dia ny az yg gk mau mnyadari nya. Geng sweet girl jdi inget m masa SMA ku dulu nieh,,it nm geng aku…
    Author d tggu yh next part ny

  17. bumppa keras kepala banget sih udah dibilangin sma joon bumppa itu cinta sama eunni tpi masih aja nyangkal -_-

    next partnya ditunggu chingu ^^

  18. Huaaaa telatt baca + komen,
    Ya ampun kasian banget soeun, untung masih ada hyun joong dan soo hyun oppanya soeun,
    Haha ternyata kim bum cemburu kan? Bener tuh kata kim joon kalo bum tuh udah mulai cinta ama soeun, yeeee
    Humm kira2 soeun bakal balik lagi ke caffe apa engga ya?
    Ditunggu next partnya ya…

  19. Kyak2y Di Hati Bum dah mulai tmbuh rasa tuk Sso nich… tpi knapa sso mlah tega ninggalin bum sndrian di cafe….

  20. Aiiishhh trnyt KB mmg bnr2 tega yaa mentingin gengsi n ego-nya aj untg-ny sso sprtny cpt pulih dr ptah hti-ny,,hahaha KB dikurung dicaffe ndirian #poor KB biarkanlah sdkt pljran bt dia heehee

  21. Buat nyesek aja kasihan sama soeun nya😦 wah hyun joong oppa mulai dekati soeun, kim joon oppa care kali sama bumppa dan spertinya tahu segala hal mengenai sahabtnya itu. Suka sama part ini, apa soeun mau bantui bumppa ? Lanjut baca part berikutnya😀

  22. AAAAAAAAKKKKKKKHHHHH!!!! *awas lagi kesel*
    telat baca part 3 nya hik hik hik sibuk terus, ;(;(;( but!
    horeeeeeeeeeeeee ceritanya makin seru lanjut

  23. Hahahahaa he’s fall in love…
    Kim bum, ayo buka matamu…ada orng yg mncintaimu tulus mskipun kau sakiti…
    Oke i will go to next chapt😄

  24. tuhkan udh mulai cmburu🙂 wlau msih blum kim bum sadari… kkekke
    pengen ngakak breng sso n hye sun🙂 msa ke3 yeoja itu bisa aja dibohongin… kwkwkw

  25. Ommo!! Aku udh baca smpe part ini ..
    crta’x neomu daebak ! Nyambung koqq , & gak gaje sama sx🙂
    Suka liat BumSso . Apalagi pas Bum yg panas gara” Sso sama oppa’x xD
    Makin greget crta’x .. Hihhi~ Suzy naksir tuh sama oppa’x Sso ..
    Eunjung jg , gak nyangka kalo dy demen sama Joon .
    Ahh ,, lanjut baca yaa ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s