Secret of Love Part 2

Secret Of Love

Part 2

 

Author           : Kim Sang Eun

Main Cast     : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica,     Suzy, EunJung, Kim Soo Hyun, Park Jiyeon, Yoo SeungHo, Yoo Ah In

Genre             : Romance, Friendly, #yahh tentuin sendiri lah#

Type               : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
Mianhae, nge-post Part 2 ini agak lama. Ini dikarenakan author lagi masa-masa UAS, jadi agak jarang untuk on. Yang pentingkan sekarang Part 2 nya udah datang J J
Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa
happy reading ****

###

Min Ho dan Kim Joon sedang bermain kartu, Kim Bum sedang memainkan ponselnya, sedangkan Hyun Joong baru saja menghentikan permainan gitarnya. Hyun Joong berjalan menuju Kim Bum yang sedang duduk di dekat jendela.

            “ehmm” Hyun Joong berdeham (?).

            “aku sedang tidak ingin ribut” jawab Kim Bum tanpa mengalihkan padangannya dari ponse

            “aku hanya ingin bicara sebentar denganmu” kata Hyun Joong

            “tentang apa?” tanya Kim Bum sambil menoleh ke Hyun Joong

            “ikut aku” kata Hyun Joong sambil melangkahkan kakinya kaluar ruang istirahat FB4

Kim Bum menatapnya sebentar lalu mengikuti Hyun Joong.

Part 2

Kini Hyun Joong dan Kim Bum telah berada di atap sekolah.

“ada apa?” tanya Kim Bum

“kemarin.. aku dengar kau berkencan dengannya” kata Hyun Joong tanpa menatap Kim Bum yang berada di sampingnya

“dengannya?” Kim Bum kurang mengerti dengan kata “dengannya”

“So Eun, Kim So Eun” jawab Hyun Joong. Kim Bum tersenyum sinis

“kenapa? Apa urusannya denganmu?” tanya Kim Bum masih dengan senyuman sinisnya

“bukankah itu keterlaluan” sahut Hyun Joong

“apanya yang keterlaluan?” tanya Kim Bum

“dia tidak sama dengan gadis-gadismu yang lain” kata Hyun Joong sambil menoleh ke Kim Bum

“semua gadis sama saja. Mereka akan luluh hanya dengan sedikit rayuan menjijikan” kata Kim Bum sambil menatap Hyun Joong

“tidak dengannya” sahut Hyun Joong

“kuperhatikan sejak tadi kau membelanya, apa kau menyukainya?” tanya Kim Bum. Hyun Joong hanya diam, ia tak tau ingin menjawab apa.

“ck, rupanya kau menyukainya” tebak Kim Bum. Hyun Joong menatap Kim Bum seolah berkata ‘aku tidak bilang begitu’. Kim Bum yang bisa menebak pun menjawab

“semua terlihat dari wajahmu” kata Kim Bum. Hyun Joong masih terdiam

“tapi, kau sudah ketinggalan langkah. Aku melangkah lebih dulu dibanding dirimu. Jangan terkejut jika aku bisa mendapatkannya” kata Kim Bum lalu meninggalkan Hyun Joong sendiri

“kau tak kan bisa, Kim Bum” gumam Hyun Joong setelah Kim Bum pergi

Saat berjalan menuruni tangga, Kim Bum berpapasan dengan So Eun. dan So Eun pun terlihat gugup berpapasan dengan Kim Bum.

“Kim So Eun”panggil Kim Bum sambil tersenyum ke So Eun

“ne” jawab So Eun sambil menundukkan kepalanya

“hmm.. terimakasih untuk waktumu semalam” kata Kim Bum

“ne” jawab So Eun sambil mencoba menatap Kim Bum

“maaf sebelumnya.. tapi, apa nanti malam kau ada waktu kosong?” tanya Kim Bum

“apa dia ingin mengajakku berkencan lagi? Huaa… aku menjadi wanita paling beruntung jika hal itu terjadi” girang So Eun dalam hati.

            “memangnya kenapa??” tanya So Eun

“aku ingin mengajakmu ke apartemenku, bagaimana? ada waktu atau tidak?”tanya Kim Bum lagi

“mwo?? Ke apartemennya?”kejut So Eun dalam hati

“hmm.. sebenarnya nanti malam aku harus bekerja di caffe, tapi tak apa, nanti aku tukar waktu saja dengan Hye Sun”kata So Eun sambil tersenyum

“apa boleh seperti itu?” tanya Kim Bum

“tentu saja. Aku harus datang jam berapa?” tanya So Eun

“nanti aku menjemputmu saja, dimana rumahmu?” tanya So Eun

“kalau dia menjemputku dirumah, pasti oppa akan marah besar” cemas So Eun dalam hati

“begini saja, kau tidak usah menjemputku dirumah, kau jemput aku di caffe saja”kata So Eun

“baiklah, aku akan ke caffe mu jam setengah tujuh malam” kata Kim Bum dengan seyuman mautnya

ne, neoreul gidarilkka” jawab So Eun

gomawo, maaf selalu merepotkanmu” kata Kim Bum

gwaenchan” jawab So Eun

Kim Bum pun melenggang dari hadapan So Eun. So Eun melanjutkan langkahnya ke atap sekolah. sesampainya disana, ia menemukan Hyun Joong yang sedang memandang pemandangan dari atap sekolah.

“Hyun Joong-ssi”panggil So Eun. Hyun Joong menoleh, beberapa detik kemudian ia tersenyum.

“apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya So Eun sambil berdiri di samping Hyun Joong

eobseo” jawab Hyun Joong singkat

ah ne, kudengar semalam kau berkencan dengan Kim Bum,apa itu benar?” tanya Hyun Joong dengan ‘senyum palsu’ nya

“kau…darimana kau tahu?” tanya So Eun

“itu tidak penting, jawab saja” kata Hyun Joong

ne, geuraesso” jawab So Eun sambil tersenyum senang

“baru saja dia mengajakku bertemu lagi” sambungnya

“bertemu?” tanya Hyun Joong

“ne, dia mengajakku berkunjung ke apartemennya” jawab So Eun

“anak itu.. jebakkan apa lagi yang akan ia berikan ke So Eun?” Hyun Joong bertanya tanya dalam hati

“kenapa?” tanya So Eun yang melihat Hyun Joong melamun

“ah, aniyo. Hanya sedikit mengatuk” dusta Hyun Joong

###

Malam harinya…

Kim Bum dan So Eun baru saja memasuki apartemen Kim Bum.

“ini adalah apartemenku, silahkan duduk”kata Kim Bum sambil mempersilahkan So Eun untuk duduk

“sangat rapi untuk ukuran seorang lelaki” komentar So Eun sambil memandang sudut demi sudut apartemen Kim Bum

“oh ya, mengapa kau tidak tinggal bersama keluargamu saja? Bukankah itu lebih menyenangkan?” tanya So Eun

“aku rasa tinggal di apartemen lebih menyenangkan. Lagi pula, ini juga sebagai latihan untuk mandiri” jawab Kim Bum.

“ne, kau benar” jawab So Eun

“oh ya, kau mau minum apa?” tanya Kim Bum

“apa saja” jawab So Eun

“kau kan tidak minum soju, bagaimana jika orange juice?” tawar Kim Bum. So Eun pun menyetujuinya. Sekitar 5 menit kemudian *kecepetan gk?* Kim Bum datang dengan membawa 1 botol soju dan 1 gelas orange juice.

“silahkan diminum”kata Kim Bum. So Eun pun meminum juice itu

“So Eun-ah, ayo ikut aku” kata Kim Bum sambil menarik tangan So Eun ke balkon

“apa?” heran So Eun karena Kim Bum menariknya dengan tiba-tiba. Kemudian Kim Bum menggenggam kedua tangan So Eun dan semakin membuat So Eun terkejut.

i..mwoeyo? (ini apa)” kaget So Eun

“sebenarnya, aku mengajakmu kesini karena ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu”kata Kim Bum. So Eun menunjukkan wajah ‘tidak mengerti’ nya

“Kim So Eun.. aku mencintaimu.. maukah kau menjadi kekasihku??” tanya Kim Bum dengan lantangnya

“Kim Bum” gumam So Eun. Kim Bum menaikkan alisnya pertanda bahwa ia menunggu jawaban So Eun. dan So Eun pun menganggukan kepalanya pertanda setuju.

“ne, aku mau” jawab So Eun. Kim Bum menarik pinggang So Eun dan langsung mencium tepat di bibirnya. Setelah beberapa detik, Kim Bum pun melepaskan ciumannya.

“gomawo” kata Kim Bum sambil memeluk So Eun

“kim Hyun Joong.. kau kalah telak. Sekarang aku mendapatkannya” batin Kim Bum

“apa sekarang kau adalah kekasihku?” tanya So Eun sambil melepaskan pelukkan Kim Bum. Kim Bum mengangguk

“kau tau, aku sudah menyukaimu semenjak pertama kali kita bertemu” kata So Eun sambil tersenyum

“bingo!!! Tebakkanku tak pernah meleset. Tak akan ada wanita yang mampu menghindar dari pesonaku. Hyun Joong.. kubuktikan bahwa ucapanmu tentang wanita ini semuanya SALAH- karena dia sama saja dengan wanita yang lainnya” Kim Bum bersorak dalam hati

“yya!” So Eun menyadarkan Kim Bum dari lamunannya

“mengapa kau melamun?” tanya So Eun

“ah..aku hanya terkejut saja, ternyata kau sudah menyukaiku semenjak pertama kita bertemu” dusta Kim Bum. So Eun tersenyum mendengarnya

“maukah kau berjanji padaku?”tanya So Eun

“berjanji apa?”tanya Kim Bum

“berjanji untuk tidak bermain-main dengan wanita-wanita tidak jelas itu” kata So Eun

“jadi kau cemburu saat aku bersama mereka” goda Kim Bum

“kau ini! Sudahlah,berjanji saja yaa” bujuk So Eun

yaksokhae?” So Eun mengacungkan jari kelingkingnya

            “yaksokhae” kata Kim Bum sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking So Eun

janji macam apa itu? tidak bermutu”batin Kim Bum dalam hati

###

Disebuah taman di .. ada seorang murid laki-laki dan murid perempuan.

“kau kan terkenal, banyak wanita cantik dan kaya yang mengantri untuk menjadi kekasihmu. Kenapa kau memilihku?” tanya seorang gadis berusia 18 tahun bernama Park Jiyeon itu

“aku tidak butuh gadis yang cantik, aku tidak butuh gadis yang kaya, yang aku butuhkan adalah gadis tulus yang apa adanya” jawab sang kekasih sambil membelai kapala Jiyeon

“kau benar-benar mencintaiku?” tanya Jiyeon meyakinkan. Pria bernama lengkap Yoo Seung Ho itupun bertanya balik

“apa kau meragukanku?” tanya Seung Ho sambil menatap Jiyeon dengan intens. Jiyeon diam.

“waeyo?” tanya Seung Ho lagi

“biasanya pria tampan itu playboy” jawab Jiyeon

“tidak denganku” kata Seung Ho sambil berjalan meninggalkan Jiyeon

“yya!! Kau mau kemana?” tanya Jiyeon sambil berlari kecil mengejar Seung Ho. Seung Ho hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Jiyeon

“kau marah padaku?” tanya Jiyeon sambil menyamakan langkahnya dengan Seung Ho. Seung Ho menghentikan langkahnya

“menurutmu?” tanya Seung Ho sambil menatap kedua mata Jiyeon. Jiyeon menundukkan kepalanya.

“baiklah aku minta maaf” kata Jiyeon yang masih menundukkan kepalanya

“akan aku maafkan, tapi dengan satu syarat” kata Seung Ho. Jiyeon mengangkat kepalanya

“apa?” tanya Jiyeon senang

“sepulang sekolah besok, kau harus ikut aku” kata Seung Ho sambil mulai tersenyum

eodikalka?” tanya Jiyeon bingung

“sudah, lihat saja besok, arraseo!!” kata Seung Ho. Jiyeon menganggukkan kepalanya.

###

So Eun memasuki gerbang sekolah. para mahasiswa yang berpapasan dengannnya melihat kearahnya dengan tatapan sinis. So Eun pun menjadi bertanya-tanya didalam hati.

            “mengapa mereka menatapku seperti itu?” tanya So Eun dalam hati

Sesampainya dikelas, Jessica langsung menyambutnya dengan kata-kata kasar.

“heh, kau gadis miskin! Trik apa yang kau gunakan untuk menggoda Kim Bum ku, hah?!” kata Jessica sambil berjalan menghampiri So Eun yang masih berdiri di dekat pintu

“apa maksudmu? Apa yang kau maksud dengan ‘Kim Bum mu’?” tanya So Eun

“sudah katakan saja! Bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak mendekati Kim Bum lagi! Kenapa kau masih mendekatinya juga?” kesal Jessica

“aku… aku masih tidak mengerti” jawab So Eun pelan

“kau berpacaran dengan Kim Bum kan!!!!!” ucap Jessica dengan suara keras sehingga membuat So Eun tersentak

“kau bilang kau tidak akan mendekatinya, tapi kenapa bis..”omongan Jessica terputus

“’kenapa bisa’, itu kan yang ingin kau tanyakan. Ck, karena aku mencintainya dan diapun mencintaiku” jawab So Eun dengan lantang

m..mwo?? apa yang kau katakan tadi? Dia mencintaimu? Hahahaa.. Kim So Eun, kau terlalu berkhayal” tawa Jessica yang tak percaya

“lihatlah,, bahkan tubuhku jauh lebih bagus daripada kau. Jangan bermimpi Kim So Eun” kata Jessica. Para mahasiswa dikelas hanya diam menyaksikan perdebatan 2 gadis berbeda latar belakang ini. Bagi mereka.. itu bukanlah hal yang asing

“bermimpi? Aku tidak bermimpi. Ini kenyataan” kata So Eun sambil berjalan ketempat duduknya.

“awas saja kau Kim So Eun!” kesal Jessica yang sudah mengepalkan tangannya

Tiba-tiba saja datang Eun Jung dan Suzy.

“ada apa ini?” tanya Suzy pada Jessica

“dia, dia berpacaran dengan Kim Bum” ucap Jessica sambil menunjuk So Eun

mwo?! Apa kau sedang bercanda” kaget Eun Jung

“ini.. mana mungkin ini terjadi”sambungnya

“hwaaaa!!!!!” teriak Jessica sambil berjalan keluar kelas

“yya! Jessica, tunggu kami” teriak Suzy dan Eun Jung sambil berlari kecil mengejar Jessica

“bagaimana bisa ini tersebar dengan cepatnya” tanya So Eun dalam hati. Ia menidurkan kepalanya di meja.

“So Eun” panggil seseorang. So Eun mengangkat kepalanya.

“apa benar kau berpacaran dengan Kim Bum?” tanya orang itu yang tak lain adalah Hye Sun

wae?” tanya So Eun

omona. Kim So Eun, dari awal sudah kuperingatkan. Dia itu playboy, kenapa kau malah berpacaran dengannya” kata Hye Sun yang menampakkan wajah geregetan

“aku mencintainya” jawab So Eun

“heuh… harus bagaimana lagi aku mengatakannya” Hye Sun merasa frustasi

“mengapa semua orang tidak ada yang mendukungku, bahkan sahabatku sekalipun” kata So Eun

“aku bersikap begini karena aku mengetahui seperti apa dia sebenarnya” jelas Hye Sun

“ini hidupku. Biar aku yang menentukannya” kata So Eun sambil berjalan meninggalkan Hye Sun. So Eun berjalan menuju taman belakang. Sebenarnya tadi ia ingin ke atap sekolah, tetapi ternyata pintunya masih dikunci, karena ini masih pagi.

So Eun duduk di sebuah kursi yang menghadap ke danau. Ya, di belakang sekolAh Ini memang ada sebuah danau buatan yang ditengahnya dibuat patung maskot Shinhwa Group. Sesekali So Eun melemparkan batu kedalam danau itu.

“batu disini bisa habis jika kau lempari ke danau terus” kata seseorang dibelakang So Eun. So Eun mengenali suara itu. suara seseorang yang membuat So Eun datang ke taman ini. Ia membalikkan badannya. Pria itu tersenyum.

yeongi-e mwo hago issoyo? (apa yang sedang kau lakukan disini?)” tanya Kim Bum sambil duduk disamping So Eun

eobseo” jawab So Eun singkat

“jangan kau simpan sendiri. Berbagilah kepadaku” kata Kim Bum yang bisa membaca raut wajah So Eun

“Kim Bum.. apa salah jika aku mencintaimu??” tanya So Eun

“apa berita itu sudah tersebar?” tanya Kim Bum. So Eun mengangguk

“tak ada satu orangpun yang mendukungku” keluh So Eun

“aku mendukungmu” kata Kim Bum sambil tersenyum

“itu berbeda” kata So Eun sambil memanyunkan bibirnya

“berbeda apanya?” tanya Kim Bum dengan nada menggoda

“ish kau ini” kata So Eun sambil memukul pelan bahu Kim Bum. Kim Bum merangkul So Eun dan menghapus jarak diantara mereka.

“sudahlah, abaikan saja semua yang mereka katakan. Yang menjalankan itu kita, bukan mereka” jelas Kim Bum sambil mencium kening So Eun. Awalnya So Eun merasa terkejut, namun tak lama kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu Kim Bum. Dari jauh, terlihat seorang pria yang menyaksikan kemesraan Kim Bum dan So Eun. Raut wajahnya terlihat datar saja.

###

“ini rumah siapa?” tanya Jiyeon

“rumahku” jawab Seung Ho sambil melepas helmnya

“sebesar ini? Kau tinggal dengan siapa saja?” tanya Jiyeon

“dengan kakak dan ibuku. Tapi sekarang ibuku sedang menjalankan bisnisnya di China” jawab Seung Ho sambil merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan

“jadi sekarang kau tinggal di rumah sebesar ini hanya berdua?” tanya Jiyeon lagi

“tak usah banyak bicara, ayo masuk” kata Seung Ho sambil menarik tangan Jiyeon untuk masuk ke rumahnya.

Sesampainya didalam..

“kau duduk sini, aku ingin ganti baju sebentar” kata Seung Ho

“ne, jangan lama-lama” kata Jiyeon sambil duduk di sofa empuk milik keluarga Yoo itu

“asisten Han, tolong buatkan minuman untukkudan untuknya” kata Seung Ho pada asisten rumah tangganya itu

“algeseumnida” kata asisten Han dan segera pergi kedapur

Tak berapa lama, Seung Ho sudah selesai berganti pakaian.

“kenapa kau membawaku kemari?” tanya Jiyeon

“aku ingin mengenalkanmu kepada kakakku” jawab Seung Ho. Jiyeon mengeluarkan ekspresi terkejutnya.

“kau terkejut?” tanya Seung Ho

“aku belum siap, kenapa kau tidak bilang dari kemarin?” ucap Jiyeon

“tidak ada yang perlu kau siapkan. Kau hanya perlu bersikap sopan. Itu saja” kata Seung Ho sambil meminum mango juice nya

“lalu, kemana kakakmu?” tanya Jiyeon

“sebentar lagi ia akan datang” jawab Seung Ho

“aku pulang” ucap seorang laki-laki yang baru saja memasuki rumahnya. ia terlihat sangat berwibawa dengan jas yang melekat ditubuhnya.

“hyeong” panggil Seung Ho

“kau sudah pulang ternyata” ucap pria itu. ia mengalihkan pandangannya kepada gadis yang tengah duduk di sofa. Seolah sadar, Jiyeon segera berdiri dan memberikan salam.

“annyeong haseyo. Naneun Park Jiyeon imnida” Jiyeon memperkenalkan dirinya

“ahh.. jadi ini yang namanya Jiyeon” kata orang itu sambil tersenyum

“baiklah, aku akan ganti baju sebentar. Kalian tunggu sini” kata kakak Seung Ho lalu berjalan menaiki tangga

“dia kakakmu?” tanya Jiyeon setengah berbisik

“ne, namanya Yoo Ah In, dia mahasiswa tingkat akhir” jawab Seung Ho. Raut wajah Jiyeon pun menjadi gelisah, Seung Ho yang menyadarinya langsung menenangkan Jiyeon.

“sudahlah, santai saja. Sebenarnya dia orang yang baik” kata Seung Ho sambil menggenggam tangan Jiyeon

“tapi…”sahut Jiyeon

“tapi, ya seperti itulah”kata Seung Ho sambil menundukkan wajahnya.

“maaf menunggu lama” kata Ah In sambil duduk di sofa di depan Jiyeon

“wah.. ternyata selera adikku ini sangat bagus yaa” kata Ah In sambil mengaca-acak rambut Seung Ho

“aa.. hyung, sudah” kata Seung Ho sambil menyingkirkan tangan Ah In dari kepalanya

“hai Jiyeon, apa kabarmu?” tanya Ah In dengan ramahnya

“kabarku baik, apa kabarmu?” tanya Jiyeon lembut

“baik juga” jawab Ah In

“Seung Ho sering menceritakan padaku, dia bilang kau itu siswi terpintar. Dan kau mendapatkan beasiswa disekolah kalian. Apa itu benar?” tanya Ah In.

“sebenarnya ini sebuah perkenalan atau interview kerja sih?!” rutuk Jiyeon dalam hati

“ne,, itu benar”jawab Jiyeon

“wahh daebak! Orang tuamu pasti mendidikmu dengan sangat baik. Kau cantik dan juga sopan” puji Ah In

“selera fashionmu sangat baik, apa ibumu seorang desainer?” tanya Ah In sambil memperhatikan Jiyeon. Seung Ho terlihat cemas mendengar pertanyaan Ah In barusan.

“hyung, bisakah kita membicarakan yang lainnya?” tanya Seung Ho

“kenapa?” tanya Ah In

“Jiyeon jawablah, atau mungkin orang tuamu dokter,atau profesor di salah satu universitas, atau pemilik perusahaan besar?” Ah In terus berbicara. Jiyeon terlihat sedih,ia takut Ah In akan terkejut jika mendengar jawabannya. Karena jawabannya sangatlah berlawanan dengan profesi-profesi yang Ah In sebutkan tadi. Ia memandang Seung Ho,dan Seung Ho memberikan isyarat untuk tidak menjawab. Namun,Jiyeon malah menjawabnya

“orang tuaku .. mereka hanyalah penjual baso ikan di myeongdong” jawab Jiyeon sambil menundukkan kepalanya

“Jiyeon!” kejut Seung Ho

“m..mwo?! apa yang kau katakan?” Ah In tidak percaya

“itu benar”kata Jiyeon

“k..kau, tidak itu pasti tidak mungkin. Seung Ho!! Apa-apaan ini, sudah kubilang berkali-kali bertemanlah dengan orang yang se-level dengan kita. Apa ini? Bahkan ini bukan hanya berteman, kau berpacaran dengan anak seorang tukang baso ikan”kesal Ah In. Jiyeon sudah benar-benar tidak bisa menahan air matanya

“kenapa? Kenapa kau selalu seperti itu hyung?! Cinta itu tidak mengenal latar belakang. Aku mencintainya. Apa itu salah?” kata Seung Ho dengan nada yang tinggi. Ia sudah tidak bisa menahan amarahnya

“tentu salah! Salah besar!! Kau tidak boleh berpacaraan dengannya. Buka matamu Seung Ho, dia orang miskin. MISKIN!!! Tujuan orang miskin memacari orang kaya itu hanya untuk hartanya. HARTA Seung Ho!” kata Ah In dengan ucapan yang tak kalah tinggi

“heh, kau! Ayo keluar dari rumahku! Keluar dari rumahku!! Dasar tidak tau malu! Kau memacari Seung Ho hanya untuk hartanya kan?! Cepat keluar!” kata Ah In sambil mendorong-dorong Jiyeon untuk keluar dari rumahnya. Jiyeon terus menangis

“hyung! Hyung! Jangan lakukan itu! dia tidak seperti itu hyung! Jangan lakukan dia seperti itu” kata Seung Ho sambil menahan tangan Ah In yang terus mendorong Jiyeon

“Seung Ho.. Seung Ho..” lirih Jiyeon

“lepaskan aku!” Ah In melepaskan tangan Seung Ho yang menghalanginya. Lalu ia mendorong Jiyeon sampai terjatuh di jalan

“pergi sana. Dan jangan pernah dekati keluargaku!” marah Ah In pada Jiyeon. Jiyeon hanya bisa menangis dan menangis. Ia tak mampu berkata apa-apa lagi, hatinya terasa sangat sakit direndahkan seperti itu.

“hyung! Jangan pernah memarahinya lagi!” marah Seung Ho. Ia segera menghampiri Jiyeon dan memeluknya

“mian.. mianhaeyo” bisik Seung Ho saat memeluk Jiyeon

“Seung Ho, cepat masuk!”perintah Ah In. Seung Ho melepaskan pelukannya

“untuk apa? Untuk apa,hah?!” kesal Seung Ho

“apa maksudmu? Kau ingin pergi? Dengan gadis itu? anak penjual baso ikan itu?” Ah In berucap dengan santainya. Namun tiba-tiba sebuah pukulan kencang melayang ke pipi kirinya.

Bukk

“jangan pernah mengucapkan kata-kata itu lagi! Dengar itu!!” kata Seung Ho dengan penuh tekanan. Ah In tak mau diam saja, ia pun membalas pukulan itu. Dan terjadilah baku hantam diantara dua saudara itu. Jiyeon merasa kasihan melihat Seung Ho yang terus dipukuli. Ia pun berdiri dan melerai keduanya.

“sudah!! STOP!!” teriak Jiyeon. Ia berdiri diantara Seung Ho dan Ah In dengan tangan yang merentang

“heh, minggir kau! Jangan berlaga menjadi pahlawan” kata  Ah In yang tak melepaskan tatapan tajamnya pada Seung Ho

“jangan pukul dia. Kalau kau kesal, pukul saja aku” kata Jiyeon

“sudah Jiyeon, kita pergi dari sini”kata Seung Ho lalu menarik tangan Jiyeon untuk masuk kedalam mobilnya

“pergi sana. Dan jangan kembali lagi” gumam Ah In. lalu iapun masuk kembali kedalam rumahnya dengan mimik wajah yang biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa.

###

“kencan?” tanya So Eun

“ne, kencan pertama kita”jawab Kim Bum yang terus fokus menyetir

“kencan kemana?” tanya So Eun lagi

“kemana saja, asalkan bersamamu” Kim Bum memulai rayuannya

“kau ini” kata So Eun sambil menyembunyikan senyumnya

“kapan?” tanya So Eun

“nanti malam”jawab Kim Bum

“arraseo!” sahut So Eun

“So Eun, jangan pernah tergoda pria lain yaa” kata Kim Bum sambil menggenggam tangan kiri  So Eun dengan tangan kanannya

“tak akan. Aku sudah mempunyai kekasih yang super tampan” kata So Eun dengan senyuman manisnya

“kau semakin cantik jika tersenyum seperti itu” kata Kim Bum sambil mencibit pelan pipi chubby So Eun

“oh ya, aku ini pacarmu yang keberapa?” tanya Kim Bum

“ke-2. Kau pacarku yang kedua” jawab So Eun dengan mantap

“wahh.. ke-2. Apa pacar pertamamu jauh lebih tampan dariku?” tanya Kim Bum

“tidak. Kau jauh lebih tampan darinya” jawab So Eun. Kim Bum terlihat tersenyum kecil

“aku sendiri, pacarmu yang keberapa?” tanya So Eun

“pertama” dusta Kim Bum

“ah..itu sangat tidak mungkin” curiga So Eun

“kenapa tidak mungkin?” tanya Kim Bum yang sekali-kali menoleh ke So Eun

“tentu tidak mungkin. Kau kan dikelilingi banyak gadis cantik. Mana mungkin kalau kau tidak pernah berpacaran dengan gadis-gadis itu”jawab So Eun

“jadi kau tidak percaya dengaku?” kata Kim Bum dengan tekanan

“ya ya.. baiklah aku percaya” ujar So Eun

“baiklah Ny.Kim Sang Bum, sudah sampai di caffe” kata Kim Bum sambil menghentikan mobilnya. Lalu ia membukakan sabuk mengaman So Eun.

“gomawo sudah mengantarku” kata So Eun sebelum keluar dari mobil So Eun

“itu kewajibanku” jawab Kim Bum. Saat So Eun hendak membuka pintu mobil, Kim Bum menahannya.

mwo?” tanya So Eun. Kim Bum menarik tengkuk So Eun dan mengecup bibirnya sekilas.

“itu vitamin. Penambah semangat untuk bekerja” kata Kim Bum dengan posisi wajah mereka yang masih berjarak beberapa cm saja. Tanpa diduga, So Eun pun melakukan hal yang sama.

gomawo” kata So Eun setelah melepaskan ciumannya. Kemudian ia pun segera keluar dari mobil Kim Bum dengan wajah yang memerah. Sementara Kim Bum memegangi bibirnya kemudian tersenyum kecil.

###

So Eun dan Hye Sun melangkahkan kakinya ke ‘markasnya’ So Eun, atap sekolah. Mereka kesana dengan membawa sekotak bekal. Beberapa hari belakangan ini mereka makan ditempat itu, karena jika makan dikantin, Sweet Girl akan terus menganggu mereka.

“Hye Sun-ah” panggil So Eun sambil membuka kotak bekalnya

“mwo” tanya Hye Sun yang mulai memakan kimbab buatan ibunya

“ah.. tidak jadi” kata So Eun

“apa?? Hah?!” tanya Hye Sun lagi

“kalau sudah begini, pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku” tebak Hye Sun

“kalau ku ceritakan pasti kau akan marah-marah” jawab So Eun

“janji, tidak akan” kata Hye Sun

“semalam aku berkencan dengannya” kata So Eun sambil tersenyum membayangkan kencannya semalam. Hye Sun hanya diam dan terus menyantap makanannya.

“kenapa diam?” tanya So Eun

“itu lebih baik, daripada aku berbicara hanya untuk menasehatimu lagi” sahut Hye Sun

“ayolah..tidak bisakah kau mendukungku. Waktu aku berpacaran dengan JunHo oppa kau juga bersikap seperti ini” keluh So Eun

“salah kau sendiri, mengapa selalu memilih laki-laki playboy untuk dijadikan pacar” jawab Hye Sun dengan entengnya

“ish.. daripada kau. Selama 20 tahun hidupmu, apakah ada pria yang menyatakan cinta padamu??” cibir So Eun. Hye Sun yang merasa kesalpun memukul kepala So Eun dengan sendoknya.

“ehmm” terdengar seperti orang yang berdeham. Ternyata dia adalah Min Ho. Dia datang bersama Hyun Joong

“apa biasanya dia datang kesini saat istirahat?” bisik Hye Sun

“ani” jawab So Eun singkat

“pergi dari sini. Aku ingin berbicara dengan Hyun Joong berdua” Min Ho mengusir Hye Sun dan So Eun yang tengah makan siang

“aku sedang tidak ingin berdebat dengannya. So Eun ayo kita pergi” kata Hye Sun pada So Eun

“tapi makananku belum habis” kata So Eun sambil menunjukkan kotak makannya pada Hye Sun

“sudahlah kita makan dikelas saja” kata Hye Sun

“peraturan kampus, tidak boleh makan dikelas” kata Min Ho. Hye Sun meliriknya dengan kesal

“So Eun”panggil Hye Sun lagi

“ne ne arraseo!” So Eun pun mengikuti Hye Sun dengan terpaksa

###

Tak terasa, sudah 1 bulan Kim Bum dan So Eun berpacaran. Tak tau, sebenarnya ini merupakan sebuah sandiwara atau kenyataan. Pada rencana awal, Kim Bum merancang ini sebagai sebuah sandiwara untuk membuktikan bahwa ia jauh lebih baik daripada Hyun Joong. Namun, baru sampai pertama berpacaran, seakan Kim Bum lupa dengan semua itu. Apalagi ditambah dengan perilaku So Eun yang selalu membuatkannya sarapan, mengisi kulkasnya, dan perhatian-perhatian lainnya, membuat Kim Bum semakin lupa dengan rencana awalnya. Dan saat ini, Hye Sun dan Min Ho sudah berpacaran. Terdengar lucu, karena biasanya mereka selalu bertengkar dan sekarang mereka berpacaran.

Flashback

“pergi dari sini. Aku ingin berbicara dengan Hyun Joong berdua” Min Ho mengusir Hye Sun dan So Eun yang tengah makan siang

            “aku sedang tidak ingin berdebat dengannya. So Eun ayo kita pergi” kata Hye Sun pada So Eun

            “tapi makananku belum habis” kata So Eun sambil menunjukkan kotak makannya pada Hye Sun

            “sudahlah kita makan dikelas saja” kata Hye Sun

            “peraturan kampus, tidak boleh makan dikelas” kata Min Ho. Hye Sun meliriknya dengan kesal

            “So Eun”panggil Hye Sun lagi

            “ne ne arraseo!” So Eun pun mengikuti Hye Sun dengan terpaksa

Setelah So Eun dan Hye Sun pergipun mereka memulai pembicaraan.

            “apa yang perlu kubantu?” tanya Hyun Joong

            “sebenarnya..sebenarnya…” Min Ho merasa gengsi untuk mengatakannya

            “apa?” tanya Hyun Joong

            “kuharap kau tidak tertawa. Karena sebenarnya aku menyukai gadis itu” kata Min Ho dengan cepat

            “gadis yang mana? Kim So Eun?”tanya Hyun Joong. Tentu dia berharap jika jawabannya adalah bukan

            “bukan! Dia.. temannya” jawab Min Ho dengan pelan. Hyun Joong terkejut. Hampir saja dia tertawa jika tidak mengingat perkataan Min Ho tadi yang memintanya untuk tidak tertawa.

            “geureom?” tanya Hyun Joong dengan menahan tawanya

            “bantu aku untuk menyatakan cintaku padanya”kata Min Ho

            “kenapa kau meminta bantuannya padaku?” tanya Hyun Joong

            “karena kau dekat dengan Kim So Eun, dan Kim So Eun adalah teman Goo Hye Sun” jawab Min Ho

            “kenapa tidak meminta tolong Kim Bum saja? dia kan kekasih Kim So Eun dan Kim So Eun adalah temannya Goo Hye Sun” tanya Hyun Joong dengan nada bicara yang mengikuti Min Ho

            “jika aku meminta bantuannya, maka urusan akan semakin panjang. Bisa saja dia malah memperkenalkanku pada gadis-gadis tidak jelas yang selalu ada di setiap langkahnya itu. sudahlah kau bilang saja, mau membantu aku atau tidak? Tidak perlu berbelit-belit” ucap Min Ho dengan tidak sabaran

            “ne,, apa yang harus aku lakukan” tanya Hyun Joong

            “lewat Kim So Eun. kau ceritakan hal ini pada Kim So Eun dan suruh Kim So Eun untuk menceritakannya pada Goo Hye Sun” jawab Min Ho

            “ohh.. jadi aku harus bilang ‘So Eun, kata Min Ho tolong sampaikan hal ini pada Hye Sun’ seperti itu?” tanya Hyun Joong dengan nada meledek

            “jangan memakai kata ‘kata Min Ho’ kau ini seperti anak kecil saja” kesal Min Ho

            “haha.. baiklah nanti akan aku sampaikan” kata Hyun Joong

End Flashback

Dan sehari kemudian pun Hye Sun dan Min Ho resmi berpacaran. Walaupun sebenarnya sampai saat ini Hye Sun belum menjawabnya, karena malam itu Min Ho hanya berkata ‘Goo Hye Sun aku mencintaimu. Karena sudah begini, mau tidak mau kau harus mencadi pacarku’ jika ada kompetisi ‘menyatakan cinta paling tidak romantis’ mungkin Min Ho berpeluang besar menjadi juara pertamanya.

Malam ini, Hye Sun dan sepupunya, Jiyeon sedang menginap dirumah So Eun. itu dikarenakan Soo Hyun yang meminta mereka untuk menemani So Eun karena ia harus pergi ke Busan selama 5 hari untuk melakukan observasi yang berhubungan dengan skripsi akhirnya.

“membosankan” kata Hye Sun sambil menekan tombol off pada remote

“silahkan dinikmati” kata So Eun sambil menyuguhkan cokelat panas pada Hye Sun dan Jiyeon

“Jiyeon, matikan PSP itu” kata Hye Sun

“ne” kata Jiyeon sambil mematikan PSP milik So Eun itu. sebenarnya itu bukan milik So Eun, tetapi milik kakaknya, Kim Soo Hyun.

“bagaimana rasanya bisa menjadi orang kaya?” tanya Jiyeon sambil menyeruput cokelat panasnya

“pastinya sangat enak. Apapun yang kita inginkan bisa tercapai” sahut So Eun

“sudahlah, setiap orang itu memiliki garis hidupnya sendiri-sendiri. Nikmati hidup kita selama kita bisa menikmatinya. Aku.. walaupun ibuku hanya seorang penjual baso ikan, tapi hidupku bahagia karena mereka sangat menyayangiku. Kau Jiyeon, kita ini sama, keluarga kita itu penjual baso ikan, itu tidak bisa dihindari. Dan kau So Eun, orang tuamu memang sudah tidak ada. Tapi kau masih memiliki kakak yang selalu menyayangi dan melindungmu. Kita harus bersyukur pada Tuhan” kata Hye Sun dengan bijaksananya.

“ne, geuraeyo” kata So Eun dan langsung memeluk Hye Sun diikuti dengan Jiyeon

“terimakasih sudah menyadarkanku, eonni”kata Jiyeon. Lalu ia dan So Eun pun melepaskan pelukannya

“oh ya,besok hari valentine kan..bagaimana jika kita membuat cokelat untuk pasangan kita masing-masing, apa kau masih mempunyai persediaan cokelat So Eun?” tanya Hye Sun

“sepertinya masih, ayo kita ke dapur” kata So Eun

“tunggu dulu, pasangan kita? Memangnya kau punya pasangan eonni?” tanya Jiyeon pada Hye Sun

“kau meledekku, tentu saja punya. Kajja” kata Hye Sun sambil menarik tangan Jiyeon utuk ke dapur

Malam itupun mereka membuat cokelat, kecuali So Eun. Karena cokelatnya tinggal sedikit, jadi So Eun mengalah dan memilih untuk membuat syal dengan mesin jahit tua yang ia miliki. Setelah selesai, merekapun tersenyum puas lalu bergegas tidur.

###

Di caffe ..

“bos.. semua sudah kurapihkan. Aku boleh pulang?” kata So Eun dari meja kasir

“ne” teriak sang bos dari dapur

So Eun pun keluar dari caffe. Ia bergegas menuju halte bus. Setelah bus yang ia tunggu sampai, ia segera naik. Ia terus tersenyum memandangi syal yang ada di dalam paper bag di genggamannya itu. ia membayangkan reaksi Kim Bum saat menerima syal buatannya itu. sesampainya di apartemen Kim Bum, So Eun mengetuk pintunya. Sudah beberapa kali ia mengetuk,namun tetap tidak ada jawaban.

“mungkin ia masih di galerinya” gumam So Eun. Iapun memutuskan untuk menunggu Kim Bum dan duduk di depan pintu apartemen Kim Bum. Ini sudah cukup lama,sudah sekitar 1  jam So Eun menunggu Kim Bum sampai ia sendiri tertidur. Dari arah lift, muculah sesosok pria tampan dengan wanita di kanan dan kirinya. Ia terus berjalan mendekat ke arah So Eun.

“nugu-ya?” tanya wanita yang berada di kanan pria itu. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Kim Bum. ia makin mendekat ke arah So Eun

“So Eun”gumam Kim Bum. So Eun yang merasa sedikit terganggupun membuka matanya. Ia terkejut ketika 2 wanita berpakaian minim berada di kanan dan kiri kekasihnya itu.

“bum-ah .. geunyeon nugunya?”tanya So Eun sambil menunjuk dua gadis itu

“bukankah dulu kau berjanji untuk tidak akan bermain main dengan mereka” kata So Eun sambil berdiri dan menatap Kim Bum

“benar, tapi aku tak pernah bersungguh-sungguh” jawab Kim Bum dengan entengnya

“a…apa maksudmu?”tanya So Eun dengan air mata yang sudah bergulir dimata indahnya

“sebenarnya aku ingin ini berjalan lebih lama lagi. Tapi ternyata aku sudah tertangkap basah. Selama ini aku tidak pernah bersungguh-sungguh. Aku tidak pernah bersungguh-sungguh berpacaran denganmu. Semua itu hanyalah sebuah permainan untukku. Semua kata cinta yang pernah ku ucapkan, semua pujian yang pernah ku lontarkan untukmu, dan termasuk janji itu. itu semua adalah sebuah kebohongan, aku hanya bermain-main. Aku tak pernah menganggapnya serius. Semua ucapan dan janjiku itu palsu. Karena sekarang kau sudah tau semuanya, jadi kuharap kau menyingkir dari hidupku” kata Kim Bum tanpa mempedulikan So Eun yang terus menangis

“Kim Bum … ternyata kau sejahat ini. Apakah kau tidak sadar kalau kau baru saja menghancurkan hati seorang wanita?” ucap So Eun dengan lirihnya

“kau merasa tersakiti? Jika iya, sebaiknya kau pergi lebih cepat. Karena jika tidak, kau akan lebih terakiti” kata Kim Bum dengan senyum sinisnya

“baik.. baiklah.. aku pergi. Dan mulai sekarang kita PUTUS! Lupakan saja jika kita pernah menjalin hubungan” kata So Eun sebelum membalikkan badannya dan meninggalkan Kim Bum.

“bukan masalah besar bagiku” gumam Kim Bum setelah So Eun pergi

TBC

Gomawo readers yang udah mau baca ceritaku … hmm bumssonya putus nih,cerita selanjutnya gimana yaa? Apa So Eun akan pacaran sama Hyun Joong? Atau dia akan nunggu Kim Bum sampai Kim Bum bisa mencintainya dengan tulus?? Right!!! Tunggu kelanjutannya di Part 3. Mianhae kalo ceritanya GaJe, kependekan, ataupun adegan bumssonya terlalu sedikit. Sekali lagi gomawo udh mau baca🙂. Don’t forget to give me your comment😉

34 thoughts on “Secret of Love Part 2

  1. aigo,,, so poor sso eonie,,,, bumpa ternyata cuma memperaminkan sso, kirain dia bakal sadar, liat ketulusan sso, ternyata nggak😦
    hemph, lanjut thor,,, lanjut,,,🙂
    fighting,,😀

  2. To kim bum sdis bnget,,,,
    buat sso jlin cnta ma kim hyun joong y,,,,
    oa bnykin adegan kim so eun,a y,,,,
    d tnggu next part

  3. Kim bum jahat banget ke sso eonnie,,
    Sabar aja ya eon,
    Semoga aja bumsso bersatu,.
    Aku tunggu next partnya eon,tapi jangan lama lama ya..
    FIGHTING!!! ^^

  4. Huhuhu, sedih bgt sumpah . . . Lanjuut dong ini bener bener keren jgn putus di tengah jalan ya FF nya.
    Semangat author😉

  5. waaahh.. ramee.. tp sedih.. T.T aku sih pengennya soeun sm kimbum aja, tp pengennya kimbum nyesel dulu krn mutusin sso. huhu. ditunggu bgt part 3 nya🙂

  6. Ayo bikin kim bum menderita krn dh bikin eonni ku tersakiti…

    Kyaaaaaaaaaaaa bum ppa jahat banget sih.

  7. hiks..hiks…bumsso P.U.T.U.S,,,Andwae!!!
    Bumppa aishh nappeun namja,sgguh tega skLi kau skti eonnie ku,,chingu next part d tggu,,kgn lama-lama post’y,,ak gk sbr tggu klnjtn’y

  8. Yaa itu smg KB diluar kesadaran ya bcra mnyakitkn sprti itu bknnya dia sdh mulai lu2h,,tp ya sdhlh msh ada malaikat baik hti hyunjung yg mnjga sso,,biar KB sadar akn kslhnny&mnyadari kekeliruanny msti dikasih pljrn jg tuuu!!

  9. kim bum oppa bener* jahan ma sso…. sabar sso… mudahan kim bum oppa cepat sadar akan kesalahannya…..^^ keren thor…di tunggu next part…^^

  10. heuuhhh soe un dibilangin ga percaya.. sahabatmu sudah mengingatkanmu dasar so eun kerasa kepala… :p kim bum semoga kau menyesal…:p

  11. wah daebak”..
    ksyan bnget ji yeon..
    .
    ya ampun songong bnget Ah in oppa..
    gmn klajutan cnta seungyeon??
    .
    chukkae akhir’na hye sun jdyan jg am min hoo..
    .
    omo..
    bumppa jhat bnget..
    ksyan eonnie..
    .
    mdah” bumppa nyesel..
    bkin bumppa cmburu ea chingu..
    .
    next part’na d’tnggu.. ^^
    .

  12. Bumppa kok tega kali sama soeun unnie😦 padahal soeun cinta banget, rasanya baru baca bumsso masa” indah pacarannya. Apa yg akan terjadi selanjutnya ? Baca part selanjutnya😀

  13. Goooddd…I think you have a great talent for writing …
    Hahaahha..playboy, bagiku playboy itu menarik…aku berkeinginan menaklukan seorang playboy suatu hari nanti hahhahah….
    Kim bum i mad with you coz you make so eun broken heart…aku harap dia sadar dengan kesalahannya and bring so eun back to him side ehhehehe..

  14. sso sudh tau… yaaaaa kim bum knpa bgtu tega ma sso😦 awas nnti nyesel loh🙂
    ternyata apa yg min ho ktkan pda hyun joong itu bner lucu pnts dia mlarang hyun joong untuk tertawa🙂

  15. omooo kim bum nyebelin bgt ihhh pengen ku cubitin tuh muka gantengnya wkwkwkwk si min ho lucu bgt dah ah kaga romantis, ck kim bum emg rajanya sombing deeh dgn kata ini “tapi, kau sudah ketinggalan langkah. Aku melangkah lebih dulu dibanding dirimu. Jangan terkejut jika aku bisa mendapatkannya” kata Kim Bum lalu meninggalkan Hyun Joong sendiri nunjukin bgt nih orang sok huh mentang2 ganteng wkwkwk

  16. Bum tega, masa temen sendiri dijadiin saingan… Dan lebih tega lagi ke Sso… Hadeeuuhhh Sso masuk perangkap si playboy Bum… Ah tapi kyk nya Bum’na dah mulai2 ada rasa cinta buat Sso… Pi huwwwwaaaa kok gtu??? Putusss!!!! Huhuhu

  17. Ituh di awal udh seneng pas tau Bum bhkn lupa rncana awal’x ber-“pacar”-an dgn Sso ..
    Trus , lucu pas tau MinSun (Minho-Hyesun) pacaran xD
    Trnyata Ji-Ho (Jiyeon-Seungho) jg pnya mslh dlm hbungan yg gak direstui .
    Hehh ,, nyesek bener liat Sso di akhir😦
    gak kebayang gmna part 3’x .. Lanjut yaa ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s