Secret of Love

Secret Of Love

Part 1

Author           : SangEun Kim

Main Cast     : Kim Sang Bum dan Kim So Eun

Cast                : Goo Hye Sun, Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Joon, Jessica, Suzy, Eun Jung, Kim Soo Hyun

Genre          : Romance, Friendly, Funny #yahh tentuin sendiri lah#

Type               : Chaptered

PENTING!!! : karakter yang ada dalam ff ini, semuanya bukan milik author. Mereka milik keluarga, agensi, dan fans masing – masing. Disini author hanya meminjam saja. Bila ada kesamaan judul, jalan cerita, pemain, dsb, itu merupakan sebuah ketidak sengajaan. Tidak ada maksud untuk meniru (plagiat-kan) karya orang lain.

Annyeong readers😀
ini ff pertama aku, mohon dukungannya yaa.. *bungkukin badan 90°*
mianhae kalo ceritanya GaJe dan ada kesalahan ketik (typo). Berharap semua readers suka..
jangan lupa tinggalin jejak, Arrasso??!!

dari pada banyak abcdefghijklmnopqrstuvwxyz, mending langsung aja yaa
happy reading ****

###

Sepulang sekolah, di depan ruang kepala sekolah Itaewon High School *emang ada???*, terlihat pemandangan yang agak berbeda. Banyak siswa-siswi yang terlihat berharap-harap cemas. Beberapa minggu lalu banyak siswa-siswi Itaewon High School yang mengajukan beasiswa ke Shinhwa University. Termasuk juga dua orang gadis saling menggenggamkan tangan. Terlihat mulut mereka juga berucap tidak jelas. Ya, mereka adalah murid tingkat akhir yang baru saja menyelesaikan Ujian Akhir-nya. Seperti yang diketahui masyarakat umum, Shinhwa University adalah salah satu Universitas terbesar di Korea. Shinhwa University juga masuk kedalam Shinhwa Group yang merupakan perusahaan ternama di Korea.

“Kim So Eun” terdengar sebuah panggilan untuk siswi bernama Kim So Eun. Ternyata ia adalah satu dari dua gadis yang sedari tadi berkomat kamit sambil menggenggam tangan itu.

Hwaithing!!” semangat Goo Hye Sun, sahabat Kim So Eun. Sementara gadis bernama Kim So Eun itu hanya tersenyum. Kemudian ia pun masuk ke dalam ruang kepala sekolah itu.

Tak berapa lama, So Eun keluar dari ruang kepala sekolah sambil membawa sebuah map berwarna putih.

eotteokhae?”tanya Goo Hye Sun sambil berdiri dari tempatnya.

“kenapa diam??” tanya Hye Sun lagi yang melihat sahabat karibnya hanya diam saja

“Hye Sun-ah” gumam So Eun

ne??” sahut Hye Sun

“aku…..mendapatkannya. aku mendapatkan beasiswa itu!!” ucap So Eun sambil memeluk Hye Sun

“aku diterima Hye Sun-ah!!!” riang So Eun dan melepaskan pelukannya

chukkae So Eun-ah” ucap Hye Sun sambil tersenyum

Ditengah keceriaan mereka, tiba-tiba saja nama Hye Sun dipanggil dan kembali menghadirkan rasa kecemasan diantara mereka.

“Goo Hye Sun”

“Optimis!! Kalau aku bisa melakukannya, maka kau pun pasti bisa” semangat So Eun dengan penuh ketulusan.

“do’a kan aku” ucap Hye Sun dengan pelannya. Kemudian masuk ke dalam ruang kepala sekolah.

Tak perlu menunggu lama, So Eun pun sudah bisa melihat Hye Sun yang baru saja keluar dari ruang kepala sekolah. Namun ada yang aneh, mengapa wajah Hye Sun terlihat sedih?? Apakah itu menandakan bahwa Hye Sun tidak bernasib seperti So Eun??

“bagaimana hasilnya??” tanya So Eun

“So Eun..” ucap Hye Sun dengan wajah sedihnya

“jangan katakan jika kau gagal” gumam So Eun yang mencoba menebak hasilnya ekspresi Hye Sun

“kau mendo’a kan aku gagal??” tanya Hye Sun

“ bukan begitu… ah sudahlah katakan saja. Bagaimana??” tanya So Eun yang sudah tidak sabar.

“aku… aku… ah, maafkan aku So Eun”ucap Hye Sun sambil menunduk

“kau…” So Eun menggantungkan kata-katanya

“aku… mendapatkannya juga hahahahaaa”tawa Hye Sun dan langsung memeluk So Eun. Sementara So Eun hanya mematung, karena ia sudah mengira jika Hye Sun gagal.

“yya!! Mengapa diam saja?? Kau tidak senang jika aku sahabatmu yang cantik ini mendapatkan beasiswa juga??” tanya Hye Sun sambil melepaskan pelukannya

“aku senang…” ucap So Eun  dengan nada pelan, namun tiba-tiba ia berteriak

“TAPI EKSPRESIMU TADI MEMBUATKU KETAKUTAN!!!” teriak So Eun

“yya!! Kim So Eun! kecilkan suaramu. Tidak perlu berteriak segala! Lihatlah semua mata tertuju pada kita” protes Hye Sun sambil menutup telinganya dan menunjuk orang-orang yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan heran

“akh!! Aku tidak peduli, mengapa tadi kau menunjukkan wajah sedihmu?? Kau tau?? Aku sudah ketakutan karena ku kira kau tidak mendapatkan beasiswa itu. Goo Hye Sun” kesal So Eun

“ahh.. mian. Aku hanya berniat memberikan sedikit kejutan untukmu” jawab Hye Sun dengan wajah aegyo nya

“kejutan apanya?? Menyebalkan sekali” umpat So Eun

“Kau kira aku tak mendengar ucapanmu,hah?!”ucap Hye Sun yang mendengar ucapan So Eun

“hehehe.. aku hanya bercanda” So Eun hanya tersenyum tidak jelas

“sudahlah, bagaimana kalau kita ke caffe untuk merayakannya, kajja!!” So Eun berjalan mendahului Hye Sun. Namun beberapa detik kemudian So Eun menyadari jika Hye Sun tidak berjalan mengikutinya. Ia pun menoleh kebelakang.

“mengapa diam disitu?? Ayo kita ke caffe” ajak So Eun

“ada sesuatu yang kau lupakan” ucap Hye Sun dengan ketus

“apa?” tanya So Eun

“yya! Kim So Eun, kau lupa atau pura-pura lupa? Kau belum mengucapkan selamat kepadaku” jawab Hye Sun

“omo! Hanya ucapan selamat” gumam So Eun sambil berjalan mendekat ke Hye Sun

“ne.. Goo Hye Sun-ssi selamat atas keberhasilanmu, aku turut bahagia” ucap So Eun dengan lembut dan senyuman manisnya

“sudahkan? Ayo kita ke caffe” sambungnya. Merekapun pergi ke caffe tempat mereka bekerja part time.

Kim So Eun, biasa dipanggil So Eun. Dia adalah gadis berusia 19 tahun. Gadis yang ceria, namun bisa tiba-tiba berubah menjadi gadis pemurung karena suatu hal. Kedua orang tuanya sudah meninggal sejak ia duduk di kelas 1 smp. Kini, ia tinggal berdua dengan kakak laki-lakinya. Kakak laki-laki So Eun bernama kim Soo Hyun. Mereka terpaut usia 2 tahun. Kim Soo Hyun sangat menyayangi adiknya, karena So Eun merupakan harta paling berharga yang ia miliki saat ini. So Eun sangat senang ketika mengetahui bahwa beasiswa yang ia ajukan di Shinhwa University diterima, karena So Eun tau bahwa Shinhwa University merupakan universitas yang besar dan terkenal. Pembelajarannya pun bisa dibilang sangat baik, karena dapat dipastikan bahwa lulusan Shinhwa University adalah orang-orang yang sukses di berbagai bidang. So Eun memang bukan orang kaya, namun ia memiliki otak yang cerdas sehingga ia bisa mendapatkan beasiswa itu. Begitupun dengan sang kakak, kim Soo Hyun dapat menuntut ilmu di Chung Woon University, itupun karena beasiswa. Setiap harinya So Eun bekerja sebagai pelayan di salah satu caffe di daerah apgujeong. Soo Hyun sudah melarangnya berkali-kali, karena menurutnya yang mempunyai kewajiban mencari uang adalah dirinya bukan So Eun. Namun So Eun merupakan orang yang keras kepala dan tetap gigih dengan keinginannya.

Goo Hye Sun, biasa dipanggil Hye Sun. Ia merupakan sahabat So Eun semenjak SMP. Ia mempunyai sifat pemberani. Ketika orang tua So Eun meninggal karena kecelakaan, ia selalu menyemangati So Eun. Hye Sun juga sama seperti So Eun, tidak kaya harta tetapi kaya pengatahuan. Ia adalah anak tunggal, namun ia tidak kesepin karena selalu ada So Eun dan sepupunya yang sering mengunjungi rumahnya, Park Ji Yeon. Orang tuanya merupakan penjual makanan kecil di pasar dongdaemun. Penghasilan orang tua yang tidak mencukupi, memaksa Hye Sun untuk bekerja part time bersama dengan So Eun. Walaupun bukan orang yang berkecukupan, Hye Sun dan So Eun sangat bersyukur karena masih diberikan nafas dan tenaga sampai detik ini.

###

Satu bulan kemudian…

So Eun dan Hye Sun memasuki gedung Shinhwa University yang terbilang megah. Mereka mengamati setiap sudut dengan seksama. Warna putih silver yang mendominasi gedung-pun menambahkan kesan elit dan megah.

“benarkah ini tempatnya”gumam Hye Sun tak percaya

“lebih indah dari yang kubayangkan” sahut So Eun

Merekapun berkeliling gedung untuk melihat keindahan Shinhwa University sekaligus mencari kelas mereka. Setibanya di taman belakang, mereka melihat seorang pria tampan berjas putih yang sedang memainkan gitarnya. Bagaikan pangeran berkuda putih dalam dongeng. Bunyi yang timbul dari petikan senar gitar itu terdengar sangat indah dimainkannya, sampai-sampai mereka tidak sadar jika pria itu memperhatikan mereka juga. So Eun yang menyadari hal itu segera mengeluarkan ucapan.

“permisi…kami sedang mencari kelas kami” jawab So Eun

“kami mahasiswa baru, jurusan administrasi bisnis” sambung Hye Sun

Pria itu hanya menunjukkan sebuah ruangan dengan tangan kanannya tampa mengucapkan sepatah katapun.

“oh itu,, gamsahamnida” ucap So Eun sambil tersenyum. Ia segera menarik Hye Sun untuk mengikutinya.

“dia tampan sekali” ucap Hye Sun ketika mereka sudah berada jauh dari pria itu

“aishh kau ini, tidak bisa melihat pria tampan sedikit” sahut So Eun sambil menjitak pelan kepala Hye Sun

“tak perlu membohongi diri sendiri, aku tau, kau berpendapat yang sama kan’? tapi, mengapa dia tak mengeluarkan kata apapun? Apa dia bisu??” tanya Hye Sun dengan polosnya

“yya! Jangan berkata sembarangan. Bagaimana jika ada yang mendengarnya?” bisik So Eun. Hye Sun pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Merekapun masuk ke kelas. Suasana kelas terlihat berbeda dari kelas mereka di SMA dulu. Banyak orang yang memandang mereka dengan sinis.

“hey semuanya!!!! Lihatlah kedua orang itu… mereka murid beasiswa” ucap gadis dengan rambut dikuncir dua ala Han Ji Eun dalam drama Full House.

“bukankah mereka tidak pantas bergabung dengan kita, kudengar mereka adalah pelayan caffe di daerah apgujeong” ucap gadis dengan rambut terurai

“ya benar. Menurutku, mereka tidak pantas berada di universitas elit seperti ini. Mereka hanya pantas di universitas rendahan” sahut seorang gadis dengan rambut sebahu

“Apa maksud kalian berkata seperti itu,hah?! Apa kalian bermaksud mengejek kami?!” Hye Sun terlihat kesal.

“ternyata kau pintar juga, kau langsung memahami bahwa kami sedang mengejekmu dan temanmu yang miskin itu!” kata gadis berambut sebahu itu sambil menunjuk Hye Sun dan So Eun

“hei.. lebih baik kalian pindah saja dari universitas kami. Cari saja universitas yang lainnya. Pamor universitas kami bisa turun drastis jika mengetahui ada dua gadis miskin didalamnya” sambung gadis dengan rambut terurai

“kami memang miskin, kami memang tidak mempunyai barang-barang bagus seperti yang kalian miliki. Tapi apakah salah jika kami bersekolah disini? Lagipula universitas ini terbuka untuk umum” ucap So Eun

wow… amazing!! Ini memang universitas umum. Universitas umum untuk orang-orang kaya, bukan orang miskin seperti kalian hahaha” tawa gadis dengan rambut terurai

“kalian hanya beruntung saja bisa mendapatkan beasiswa disini, gadis miskin” lanjutnya sambil menatap tajam ke arah Hye Sun dan So Eun

“sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan gadis miskin, aku tak akan diam lagi” ancam Hye Sun

jinjja? Gadis miskin..” gadis itu masih meledek Hye Sun dan So Eun

PLAKK

Hye Sun menampar gadis dengan rambut terurai itu.

“aaaa” spontan gadis itu sambil memegang pipi kirinya

“Suzy, gwaenchanayo??” ucap kedua temannya sambil menghampiri gadis berambut terurai yang ternyata bernama Suzy

“Hye Sun, apa yang kau lakukan? Kita bisa mendapatkan masalah” ucap So Eun pelan dengan wajah terkejutnya

“biarkan saja So Eun! mereka memang kaya, namun sayang, mereka tidak mempunyai sopan santun” ucap Hye Sun dengan penuh amarah

“heh!! Berani-beraninya kalian menampar temanku! Apa kalian tidak tau siapa kami??!” marah gadis berambut sebahu

“perlukah ku tau siapa nama kalian??? Itu tidak penting bagi kami!” jawab Hye Sun

“kalian itu…. akh!! Lihat saja nanti. Kau akan mendapatkan balasannya” kesal gadis berambut sebahu itu

“aku tidak peduli” kata Hye Sun dengan entengnya. Kemudian ia dan So Eun segera ketempat duduk mereka.

Sementara murid-murid di dalam kelas hanya melihat So Eun dan Hye Sun dengan tatapan aneh. Tidak aneh jika So Eun dan Hye Sun mendapatkan tatapan seperti itu dari murid-murid dikelas setelah melakukan aksi (?) tadi. 3 gadis yang baru saja berdebat dengan So Eun dan Hye Sun adalah gadis yang sangat populer di Shinhwa University, walaupun tidak sepopuler FB4. Mereka adalah Bae Suzy, Jessica Jung dan Ham Eun Jung. Mereka terkenal sangat berkuasa di Shinhwa, banyak mahasiswa yang tidak berdaya melawan mereka. Baru Hye Sun dan So Eun lah yang berani berdebat dengan mereka.

“Hye Sun, perbuatanmu tadi itu membuatku takut sekali. Kita ini baru saja masuk ke universitas ini, bagaimana jika hal tadi membuat kita dikeluarkan? Apa kau tidak merasa takut?” tanya So Eun dengan wajah cemas

“santai saja, kau itu terlalu penakut. Jika kau terus seperti itu, maka dimanapun kau berada, kau bisa menjadi bahan ejekan orang lain. Lagi pula mereka duluan yang mengejek kita kan’? tidak ada salahnya jika kita melawannya” sahut Hye Sun dengan satai seolah-olah tidak terjadi apa-apa

“kau itu selalu berbuat tanpa berpikir panjang” umpat So Eun.

“dilihat-lihat kelas ini bagus  juga yaa” kata Hye Sun yang mencoba mengalihkan pembicaraan sambil mengamati seisi kelas

ne, tapi ada yang aneh” jawab So Eun yang mendapati empat kursi yang terlihat berbeda dengan kursi lainnya

waeyo?”tanya Hye Sun

“mengapa kuris itu berbeda?” tanya So Eun sambil menunjuk 4 kursi yang berada paling depan itu. kursi itu terlihat lebih bagus dan nyaman daripada kelas lainnya

“mungkin itu kursi untuk dosen” jawab Hye Sun dengan santainya

Tiba-tiba saja seisi kelas terutama kaum hawa menjadi ganduh. So Eun dan Hye Sun pun mejadi bertanya tanya.

“mengapa menjadi berisik sekali?” tanya So Eun sambil memperhatikan seisi kelas. Ia dan Hye Sun pun kedepan kelas untuk melihat hal apa yang terjadi

“hei.. ada apa??” tanya So Eun pelan sambil menepuk seorang wanita didepannya. Tetapi wanita itu malah mengabaikan So Eun dan terus berteriak “Lee Min Ho”

“aish.. ditanya tapi tidak menjawab” umpat So Eun. ia pun menoleh ke Hye Sun yang berada dibelakangnya.

“apa yang terjadi, sih?” tanya So Eun yang penasaran. Sementara Hye Sun tidak menjawabnya, pandangannya tertuju pada pria di ambang pintu.

“Hye Sun-ah” ucap So Eun lagi sambil menepuk pipi Hye Sun

“sso..So Eun, itu..pria itu” tunjuk Hye Sun pria itu

“pria ap…” ucapan So Eun terputus ketika ia menoleh ke pintu kelas. Ia melihat pria yang memainkan gitar di taman belakang tadi

“dia..dikelas ini?” Hye Sun bertanya-tanya

“sepertinya iya, dia berjalan masuk ke kelas ini” ucap So Eun yang mengalihkan pandangannya ke Hye Sun. Keempat pria tampan itu ingin duduk di tempat mereka tetapi So Eun dan Hye Sun menghalanginya. Salah satu pria itu menatap Hye Sun dengan tajam.

“meng..mengapa kau memandangku seperti itu?” tanya Hye Sun dengan terbata bata. Ia terlihat sudah ketakutan dengan tatapan tajam pria itu.

“minggir!” ucap pria bernama Lee Min Ho itu dengan nada yang bisa disebut ‘kurang sopan’. Hye Sun merasa tidak dihargai dengan intonasi seperti itu

“maaf, bisakah bicara lebih sopan lagi??” tanya Hye Sun yang sudah menahan amarahnya

“sudah minggir sana!!” kata Min Ho dengan nada yang ditinggikan. Karena tidak ingin terjadi hal seperti tadi #waktu Hye Sun nampar Suzy#, akhirnya Hye Sun mengalah dan memberikan jalan untuk Min Ho.

“apa semua orang disini sombong seperti itu??” umpat Hye Sun. Namun, Min Ho mendengar hal itu.

“apa kau bilang?!” Min Ho menghentikan langkahnya didepan Hye Sun dan So Eun berdiri

“APA SEMUA ORANG DISINI SOMBONG SEPERTI ITU??!!” ucap Hye Sun dengan setengah berteriak

“kau..benar-benar mencari mati. Lihat balasanku!!” ucap Min Ho kepada Hye Sun dan So Eun lalu melanjutkan langkahnya

“untuk apa mencari mati?? Tanpa dicaripun akan datang dengan sendirinya” batin So Eun sambil terus mengamati wajah Min Ho

Keempat pria itupun lewat dihadapan Hye Sun dan So Eun, termasuk pria yang memainkan gitar di taman belakang tadi. Namun terjadi hal yang mengherankan, tiba-tiba saja,pria tampan dibarisan ketiga menghentikan langkahnya dihadapan So Eun dan Hye Sun. So Eun sudah ketakutan, sementara Hye Sun malah menantang.

“kenapa memandangi kami??” tanya Hye Sun dengan sinis. Sementara pria itu menatap Hye Sun sekilas lalu segera mengalihkan pandangannya ke So Eun.

“gadis manis.. siapa namamu?” tanya pria tampan itu sambil mengeluarkan killer smile nya. So Eun hanya terpatung, bingung untuk menjawabnya

nae.. nae ireumeun.. Kim So Eun imnida” ucap So Eun dengan kaku

“Kim So Eun.. nama yang cantik. Sama seperti orangnya” ucap pria tampan itu lalu segera melangkahkan kakinya mengikuti 3 orang lainnya.

So Eun dan Hye Sun serta mahasiswi lain kembali ke tempat duduk mereka.

“kudengar, namanya Kim Sang Bum, biasa dipanggil Kim Sang Bum” ucap So Eun

“jangan mudah tergoda” ucap Hye Sun sambil mengeluarkan buku dan pena nya

“apa maksudmu?” tanya So Eun berpura-pura bingung

“setelah 6 tahun berteman denganmu. Kau kira kau akan sukses membohongiku?? Sudahlah, ucapan pria tadi jangan kau pikirkan. Anggap saja angin lalu” Hye Sun memperingatkan.

“tapi dia namja pertama selain appa dan oppa yang menyebutku gadis manis” ucap So Eun pelan

4 pria tadi adalah FB4 alias Flower Boys 4. Sebenarnya kelas mereka bukan disini, mereka mempunyai kelas khusus. Namun, saat ini kelas mereka sedang direnovasi, jadi mereka terpaksa bergabung dengan kelas ini. Selain mempunyai kelas khusus, FB4 juga mempunyai tempat beristirahat khusus. Lee Min Ho, dia yang paling terkenal di kalangan mahasiswi Shinhwa, karena dia adalah pewaris Shinhwa Grup. Dia mempunyai harta yang sangat banyak, bahkan keluarganya tercantum dalam 3 besar orang terkaya se-Korea Selatan. Meskipun berlimpah harta,hidupnya bisa dibilang tidak membahagiakan. Sang ibu selalu mengatur hidupnya, dari mulai teman hingga masa depan. Itu yang mempuat pria yang akrab dipanggil Min Ho ini lebih memilih untuk menghabiskan waktu di markas FB4 daripada di rumahnya yang sebesar istana itu.

Kedua, Kim Hyun Joong. Dia paling pendiam, paling murah senyum, dan selalu mengisi waktu luangnya dengan tidur. Dia adalah pria yang dilihat So Eun dan Hye Sun di taman belakang. Dia mempunyai segudang talent. Dia bisa bermain gitar, biola, dan dia juga menguasai beberapa teori kedokteran. Kakeknya merupakan seorang dokter senior. Sang kakek juga pemilik Kim’s Hospital, itu adalah rumah sakit terbesar di Korea yang sudah memiliki banyak cabang.

Ketiga,  Kim Sang Bum. pria tampan yang akrab disapa Kim Sang Bum ini paling populer ke-2 setelah Min Ho. Dia terkenal sebagai playboy berhati dingin. Biarpun sering bermain wanita, namun sesungguhnya Kim Sang Bum pernah mencintai seorang wanita bernama Jung Eun Ji #gakrela#. Eun Ji adalah wanita yang membuat Kim Sang Bum tak percaya lagi akan cinta. Ia memiliki banyak bakat, baik dibidang musik, seni keramik maupun bisni. Ia merupakan anak tunggal, dan ia tinggal sendiri di sebuah apartemen. Sebenarnya ibu dan ayahnya tidak bercerai, namun mereka tinggal terpisah. Sang ibu sakit-sakitan, sedangkan sang ayah setiap hari hanya bermain permpuan saja. Mungkin sifat Kim Sang Bum yang suka bermain perempuan merupakan turunan dari sang ayah.

Terakhir, Namanya Kim Hyung Joon, namun lebih sering dipanggil Kim Joon. Dia juga seorang playboy, sama seperti Kim Sang Bum. dia anak seorang mafia besar di Korea. Semua ‘preman’ tak kan berani melawannya. Ia mewarisi sebuah perusahaan besar.

###

Sudah saatnya pulang sekolah, So Eun dan Hye Sun bersiap-siap untuk pulang. mereka adalah orang terakhir di dalam kelas.

“hmm” tiba-tiba sweet girl muncul dan menghadang So Eun dan Hye Sun di depan pintu

silyehamnida.. aku mau lewat” kata So Eun dengan sopannya. Namun sweet girl pura pura tidak mendengarnya dan sibuk dengan diri mereka sendiri

“ So Eun sudah bersikap sopan pada kalian. jadi, biarkanlah kami lewat dan minggir dari pintu” ucap Hye Sun

“oh… kalian mau lewat.. baiklah…”kata Jessica tanpa dosa lalu segera memberikan jalan pada So Eun dan Hye Sun. Tiba-tiba Suzy menarik rambut Hye Sun

“kau kira kau bisa lepas begitu saja!” kata Suzy sambil menarik Hye Sun kedalam kelas dengan cara menjambaknya. Sementara So Eun mengikutinya dengan wajah cemas

“kumohon, lepaskan dia..” So Eun memohon

“yya!! Kau, siapa tadi namanya… hmm.. oh ya, Kim So Eun, urusanmu denganku!” kata Jessica sambil mendorong So Eun ke sudut ruangan.

“apa..apa yang ingin kau lakukan?” tanya So Eun dengan tangan yang sudah bergetar

“Ham Eun Jung, tutup pintunya!”perintah Jessica. Eun Jung pun langsung menutup pintunya.

“Kim So Eun.. jangan coba-coba untuk mendekati Kim Sang Bum, karena dia adalah milikku. Jangan pernah menggodanya!”ucap Jessica sambil mencengkram tangan So Eun

“a..anieyo.. aku..aku tidak pernah menggodanya” jawab So Eun

“oh.. kau mencoba mengelak, hah?!” kata Jessica sambil mencengkram tangan So Eun dengan kuat

“heh, kau!! Jangan coba-coba sakiti So Eun!” teriak Hye Sun

“kau diam saja! Urusnmu denganku!” kata Suzy sambil menjambak rambut Hye Sun lagi. Hye Sun dan Suzy pun saling menjambak rambut satu sama lain

*back to So Eun*

“aku tidak mengelak, aku.. aku tidak pernah mendekatinya, apalagi sampai menggodanya” lirih So Eun

“masih saja mengelak. Aku tau, kau ke-GR-an dengan pujian Kim Sang Bum tadi, tapi berkacalah, sebenarnya kau tidak pantas mendapatkan kata-kata itu. baiklah Kim So Eun, sampai aku melihat kau dan Kim Sang Bum dekat-dekatan maka tak ada ampun untukmu” kata Jessica sambil mendorong So Eun ke tembok.

“jaga sikapmu!!” Eun Jung memperingatkan, lalu berjalan menyusul Jessica yang menghampiri Suzy dan Hye Sun *ribet bgt*

“Goo Hye Sun, tunggu balasan lainnya” ancam Suzy sebelum meninggalkan ruang kelas

“Suzy, ayo kita pergi” ajak Jessica. Mereka bertigapun pergi menginggalkan So Eun dan Hye Sun. So Eun berjalan pelan menghampiri Hye Sun yang terduduk di meja paling belakang sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit karena dijambak oleh Suzy.

“Hye Sun-ah, gwaenchanayo??” tanya So Eun

“kepalaku rasanya ingin lepas”kata Hye Sun sambil terus memegangi kepalanya

“sama.. tanganku juga terasa mau putus” kata So Eun sambil mengelus tangannya

“baru hari pertama saja sudah seperti ini, bagaimana dengan hari-hari selanjutnya”lanjutnya

“sudahlah, ayo kita pulang” kata Hye Sun sambil mengambil tasnya yang terlempar di lantai. So Eun pun mengikuti Hye Sun keluar dari kelas.

###

Dimarkas FB4..

“apa yang kau bayangkan?” tanya Kim Joon sambil men

ghampiri Kim Sang Bum yang terlihat senyam-senyum (bahasa mana tuhh??)

“ah..ani.. hanya saja..”omongan Kim Sang Bum dipotong Kim Joon

“gadis tadi. Siapa namanya.. kim…kim..”Kim Joon terlihat berfikir

“Kim So Eun” sahut Kim Sang Bum

“ah iya,, dia, itu maksudku”kata Kim Joon

“dia sangat manis, kau setuju kan’?” Kim Sang Bum memastikan Kim Joon

“ya benar. Tapi jangan kau jadikan dia sebagai korbanmu. Di lihat dari wajahnya, dia sepertinya gadis yang baik. Tidak seperti gadis-gadis yang selalu berada disampingmu itu” kata Hyun Joong yang tiba-tiba saja datang dengan membawa gitar putihnya

“apa maksudmu?” tanya Kim Sang Bum

“aku tau apa yang akan kau lakukan pada gadis itu. sudahlah cari saja gadis lain, jangan dia. Dia terlalu baik”jawab Hyun Joong

“apa kau sedang menghinaku?”tanya Kim Sang Bum dengan sinisnya

“yya! Kalian ini, selalu seperti itu. Sudahlah.. Kim Sang Bum, kau ikut aku saja”ajak Kim Joon yang mencoba melerai adu mulut Kim Sang Bum dan Hyun Joong

“eodikalka??” tanya Kim Sang Bum

“bar” jawab Kim Joon singkat. merekapun pergi ke bar sementara Hyun Joong hanya menatapnya dengan senyuman.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Hyun Joong sambil menghampiri Min Ho yang sendang menatap ke arah luar jendela

“gadis itu!” ucap Min Ho dengan tatapan kesal

“gadis yang mana?” tanya Hyun Joong

“mahasiswi baru itu. gadis yang lancang. Aku harus memberinya pelajaran!”kesal Min Ho

“sudahlah biarkan saja. Dia itu kan’ mahasiswi baru, jadi mungkin dia tidak mengetahui kita dan peraturan dari FB4” kata Hyun Joong menenangkan

“tapi bagaimanapun juga dia harus patuh pada kita. Lihat saja, kartu merah akan dia dapat”kata Min Ho sambil menoleh ke Hyun Joong

“heuhh.. terserah kau saja”kata Hyun Joong sambil mulai memainkan gitarnya.
###

Keesokan harinya, So Eun dan Hye Sun memasuki ruang kelas. Mahasiswa dan mahasiswi didalam kelas melihatnya dengan sinis.

“sudah dimulai” gumam So Eun

“apa?” tanya Hye Sun sambil berjalan kearah loker mereka yang terletak disudut ruangan

“mereka melihat kita dengan sinis” jawab So Eun sambil membuka lokernya

“apa ini?” tanya Hye Sun yang mendapatkan kartu berbentuk tengkorak berwarna merah. So Eun mengambil kartu itu dan memperhatikannya

“hmm,, disini tertulis.. FB4” kata So Eun sambil membolak balik kartu itu

“heii.. apa kalian tahu, ini apa?” teriak So Eun yang menanyakan ‘benda’ itu kepada mahasiswa didalam kelas

“itu kartu merah FB4, bodoh!” kata Jessica sambil berjalan mendekat ke So Eun dan Hye Sun diikuti dengan Suzy dan eunjung

“kartu merah? Apa maksudnya?” tanya So Eun lagi.

“jika kau mendapatkannya, berarti kau telah melanggar peraturan FB4” jawab Eun Jung

“cih.. bodoh sekali. Bagaimana bisa orang sebodoh mereka mendapatkan beasiswa disini” umpat Suzy

“berikan padaku” kata Hye Sun sambil merebut kartu itu dari tangan So Eun. kemudian ia melempar kartu itu kelantai dan menginjaknya. Sweet girl sangat terkejut melihat hal itu begitupun dengan mahasiswa yang ada didalam kelas

“tidak ada gunanya! Untuk apa dia memberikan itu padaku” kesal Hye Sun sambil terus menginjak kartu itu

“yya! Ada apa ini?” teriak pemimpin FB4 diambang pintu

“astaga!!” kaget Suzy yang segera kembali ketempat duduknya diikuti dengan anggota sweet girl lainnya. FB4 melangkah mendekat kearah Hye Sun dan So Eun. Min Ho terkejut melihat kartu merah FB4 yang diinjak Hye Sun

“omo! Kau menginjaknya!” kejut Min Ho

“ne, apa ada yang salah?” tanya Hye Sun dengan nada menantang

“kau..kau benar-benar lancang!!” kesal Min Ho lalu segera ketempat duduknya diikuti dengan anggota FB4 lainnya.

“aku benar-benar tak mengerti dengan semua ini” gumam So Eun sambil menaruh tas didalam lokernya

###

Pembelajaran yang diberikan Park seonsaengnim dirasa sudah cukup. Sekarang adalah waktunya untuk istirahat. So Eun dan Hye Sun berjalan menuju kantin. Mereka kekantin dengan membawa bekal makanan dari rumah, karena makanan yang dijual disini sangat mahal. Dari jauh, terlihat banyak orang yang memperhatikan mereka.

“aneh sekali, mengapa mereka memperhatikan kita seperti itu” kata So Eun sambil menghentikan langkahnya

“sudahlah biarkan saja” kata Hye Sun sambil meneruskan langkahnya

Beberapa detik kemudian, So Eun menemukan jawabannya. Ia melihat mahsiswa dan mahasiswi tersebut menyembunyikan telur dan tepung dibelakang tubuh mereka. So Eun seolah sadar bahwa sasarang mereka adalah Hye Sun, langsung berlari kearah Hye Sun.

“Hye Sun-ah awas!!” kata So Eun sambil mendorong tubuh Hye Sun dari kerumunan orang-orang itu. jadilah So Eun yang terkena lemparan telur dan tepung itu

Ditempat lain..

“ah sial!! Mengapa temannya itu menghancurkan semua rencanaku” kesal Min Ho sambil menatap LED yang berada di ruangan istirahat khusus FB4 itu.

“ada apa?” tanya Kim Joon sambil duduk di samping Min Ho

“wow.. teman yang setia kawan” kata Kim Joon sambil menepuk bahu Min Ho. Hyun Joong meletakkan gitarnya lalu ikut menatap layar LED 70 inch itu

“astaga! Kenapa gadis itu yang kena” kata Hyun Joong lalu segera berlari keluar ruangan

“apa yang ingin dilakukannya?” Min Ho bertanya-tanya

“hmm..mungkin ia ingin menjadi pahlawan” kata Kim Sang Bum yang baru keluar dari kamar mandi. Lalu ia ikut duduk bersama Kim Joon dan Min Ho dan menatap LED itu.

“omo! Kim.. Kim So Eun” kata Kim Sang Bum lalu berlari keluar dari tempat FB4 beristirahat

“cih.. bukankah tadi dia yang mencibir Hyun Joong. Kenapa dia malah ikut-ikutan” gumam Min Ho

Back to So Eun

“kumohon, berhentilah” batin So Eun yang terus memejamkan matanya dan menangis. sayup-sayup terdengar suara Hye Sun yang terus berteriak “berhenti” ditelinga So Eun

“BERHENTI!!!” terdengar suara seorang namja. Mahasiswa dan mahasiswi yang melempari So Eun dengan telur dan tepung itupun segera kembali kekelas mereka masing-masing. So Eun mulai membuka matanya.

“So Eun!!” Hye Sun segera memeluk So Eun

“Kim So Eun.. apa kau baik-baik saja?” tanya seorang namja kepada So Eun. Hye Sun melepaskan pelukannya dan menatap namja itu

“Kim Hyun Joong” gumam So Eun sambil menghapus air matanya

“ini” kata Hyun Joong sambil memberikan saputangannya, ketika So Eun ingin mengambil sapu tangan itu, tiba-tiba Kim Sang Bum datang.

“So Eun, apa kau baik-baik saja?” tanya Kim Sang Bum sambil memegang kedua bahu So Eun. So Eun terkejut diperlakukan seperti itu oleh Kim Sang Bum

“aku.. aku tidak apa-apa” jawab So Eun

“sebaiknya sekarang kau ikut aku” kata Kim Sang Bum sambil membawa So Eun ke atap kampus.

Hyun Joong memandangnya dengan tatapan datar. Ia tau semua trik Kim Sang Bum. sementara Hye Sun kembali ke kelasnya.

Di atap sekolah..

Kim Sang Bum terus membersihkan kotoran di pakaian So Eun. So Eun memandangnya dengan aneh

“Min Ho yang merencanakannya. Sasaran sebenarnya bukan kau, tapi temanmu yang bernama Goo Hye Sun itu” kata Kim Sang Bum

“ne, aku tau” jawab So Eun

“dia beruntung memiliki teman sepertimu, teman yang setia kawan” kata Kim Sang Bum sambil menatap So Eun. jantung So Eun terasa berdetak lebih kencang ketika Kim Sang Bum menatapnya

“apa nanti malam kau ada waktu?” tanya Kim Sang Bum yang sudah selesai membersihkan baju So Eun

“hm… tidak. Nanti malam aku harus bekerja di caffe, memangnya ada apa?” tanya So Eun dengan pelan

“rupanya begitu, kau kerja dicaffe mana?” tanya Kim Sang Bum

“aku bekerja di caffe di daerah apgujeong, memangnya kenapa?” tanya So Eun lagi

“nanti malam aku akan kesana, tunggu aku yaa” jawab Kim Sang Bum lalu segera meninggalkan So Eun

“omo..namja itu membuat jantungku berdetak lebih kencang” kata So Eun sambil memegangi dadanya

“apa ini pertanda bahwa aku…akh itu tidak mungkin, So Eun ingatlah dia terkenal playboy. Jangan sampai kau masuk perangkapnya” kata So Eun. Iapun melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan pakaiannya dengan air.

###

So Eun melangkahkan kakinya kedalam caffe.

“annyeong boss!” sapa So Eun sambil meletakkan tas selempangnya di meja. Bos caffe itu memang terkenal easy going dengan pegawai-pegawainya.

“So Eun-ssi, mengapa kau sudah datang sekarang?” tanya sang bos sambil melihat jam tangannya

“memangnya kenapa?? Tidak boleh jika aku datang lebih cepat?” canda So Eun

“aish,, kau ini. Oh ya, tadi Hye Sun menceritakan tentang kejadian di sekolahmu tadi” kata bos berusia 39 tahunan itu sambil duduk di meja yang berada di depan So Eun

“oh itu..”gumam So Eun sambil tersenyum

“menurutku itu hal yang menyedihkan, tapi mengapa kau tertawa?” tanya bos yang melihat keanehan pada pegawainya itu

“oh ya? Kurasa aku tidak tersenyum” kata So Eun

“ahh.. wajahmu itu sangat mudah untuk ditebak. Apa karena pria tampan itu?” ledek bos bernama Hwang Joon Sik

“apa maksudmu bos?!” ucap So Eun yang terdengar seperti sebuah sangkalan (?)

“oh ya, dimana Hye Sun?aku tidak menemukannya” tanya So Eun mencoba mengalihkan pembicaraan

“bagaimana kau akan menemukannya jika kau masuk melewati pintu dapur. Hye Sun itu seorang pelayan, tempatnya pasti didepan bukan di dapur” jawab Joon Sik

“benar juga” sahut So Eun sambil membuka tasnya

“oh ya bos, ada yang ingin aku tunjukkan” kata So Eun

“apa?” tanya sang bos

“ini, bagaimana menurutmu? Cocok tidak denganku?” tanya So Eun sambil mengeluarkan sebuah gaun selutut tanpa lengan berwarna peach dengan motif bunga lily dibagian bawahnya

“kurasa cocok denganmu, memangnya kenapa?” tanya bos Hwang

“hmm.. boleh tidak jika aku menggunakannya hari ini?” tanya So Eun dengan hati-hati

“maksudmu?” tanya bos Hwang

“aku tidak memakai seragam hari ini, aku memakai gaun ini, apa boleh?” tanya So Eun lagi. Bos Hwang nampak berpikir

“mm.. sebenarnya bukan aku tidak mengijinkanmu, tapi coba kau ingat bulan apa sekarang?” tanya bos Hwang

“bulan Januari” jawab So Eun

“ya benar, bulan Januari. Musim dingin. Apa kau tidak kedinginan memakai pakaian seperti itu?” tanya bos Hwang

“omona! Aku lupa hal itu” kata So Eun sambil menepuk dahinya

“Kau kau tahu bahwa pelayan yang ku miliki hanya kalian berdua. Nanti jika kau sakit, Hye Sun pasti akan kerepotan kerja sore dan malam. Lagipula untuk apa kau membeli pakaian seperti itu di musim dingin?” ucap bos Hwang

“semuanya sia-sia” ucap So Eun

“boss.. aku pekerjaanku sudah selesai” teriak Hye Sun dari ruang ganti yang berada disamping dapur

“ne, kau boleh pulang” teriak sang bos. Hye Sun menghampiri bosnya untuk berpamitan

“eoh, So Eun, kau sudah datang?” tanya Hye Sun

“wae? Apa aneh?” tanya So Eun

“tentu aneh, biasanya kau selalu terlambat” cibir Hye Sun

“kau ini!” umpat So Eun

“So Eun, apa ini?” tanya Hye Sun sambil mengambil gaun yang berada dipangkuan So Eun

“woaa…ini cantik sekali” sambungnya

“coba kau pikir, untuk apa So Eun membeli pakaian seperti itu dimusim dingin” ucap sang bos sambil melipat tangannya didada

“molla. Mungkin ini persediaan untuk 5 bulan kedepan” canda Hye Sun

“yya, kau ini! Kembalikan gaunku!” ucap So Eun sambil merebut gaunnya dari tangan Hye Sun lalu segera pergi ke ruang ganti

“apa dia marah?” tanya sang bos

“padahal aku hanya bercanda” sahut Hye Sun

###

So Eun sedang melayani pelanggannya . tangannya memang melayani para pengunjung caffenya, tapi tidak dengan pikirannya.

“benarkah dia akan datang?” batin So Eun

Kemudian pintu terbuka, dengan otomatis So Eun memberikan salamnya.

“annyeong haseyo” ucap So Eun sambil membungkukkan badannya. Namun ketika ia mengangkat kepalanya…

“Kim Sang Bum” kejut So Eun

“annyeong” kata Kim Sang Bum sambil melambaikan tangannya

“si..silahkan duduk” kata So Eun sambil menunjuk sebuah kursi kosong dengan tangan kanannya. Kim Sang Bum pun melangkahkan kakinya ke tempat itu,diikuti dengan langkah kaki So Eun

“ka..kau mau pesan apa?” gugup So Eun

“sudah, layani saja yang lainnya dulu. Aku belakangan saja” kata Kim Sang Bum dengan senyuman mautnya

“oh.. begitu, ba..baiklah” So Eun segera melangkahkan kakinya ke dapur

“omo.. nafasku hampir habis bertatapan dengannya.”kata So Eun sambil memegangi dadanya

Sampai caffe hampir tutup, Kim Sang Bum tidak memesan apapun. Dia hanya duduk di sebuah kursi dekat pintu. Bos Hwang pun menyuruh So Eun menghampiri Kim Sang Bum dan memberi tahu bahwa caffe ini sudah mau tutup dan Kim Sang Bum diharapkan pindah dari caffe itu.

“hmm.. Kim Sang Bum-ssi, caffe ini sudah mau tutup.” Kata So Eun

“oh begitu, baguslah” kata Kim Sang Bum

“aku sudah menunggu lumayan lama disini” sambungnya

“menunggu?” So Eun tak mengerti

“cepat selesaikan pekerjaanmu” kata Kim Sang Bum

“apa ucapannya di sekolah tadi itu benar?”  So Eun bertanya-tanya

“maaf, aku tak mengerti maksudmu” ucap So Eun yang mencoba mencocokan kata hatinya dengan ucapan Kim Sang Bum

“disini aku menunggumu. Bukankan siang tadi sudah kukatakan, jadi cepatlah selesaikan pekerjaanmu” kata Kim Sang Bum dengan senyuman

“menungguku? Oh, ya.. baiklah akan kuselesaikan dengan segera” ucap So Eun lalu meninggalkan Kim Sang Bum

“responnya lamban sekali” cibir Kim Sang Bum setelah So Eun pergi

Tak lama kemudian So Eun menemui Kim Sang Bum lagi, kali ini dengan pakaian formal bukan seragam yang ia kenakan tadi.

“Kim Sang Bum-ssi” panggil So Eun sambil berjalan ke arah Kim Sang Bum

“sudah? Baiklah ayo kita pergi” kata Kim Sang Bum sambil berdiri dan menggandeng So Eun untuk masuk ke mobilnya

“kita.. mau pergi kemana?” tanya So Eun

“hmm.. bagaimana jika namsan tower. Disana terlihat lebih indah jika malam hari” kata Kim Sang Bum sambil menatap sesekali ke So Eun

“boleh juga” jawab So Eun

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di Namsan tower

“aku tidak menyesal menjadi warga Seoul. ini sungguh indah” kata So Eun sambil menatap pemandangan kota dari ketinggian

“kau menyukainya?” tanya Kim Sang Bum

“ne” jawab So Eun sambil tersenyum

“kau menikmati kencan ini?” tanya Kim Sang Bum

“ne aku…tunggu, mwo? Kencan?” bingung So Eun

“sekarang kita sedang berkencan” jawab Kim Sang Bum

“kencan??” So Eun masih tidak percaya

“kau pikir aku mengajakmu pergi untuk apa kalau bukan kencan? Jadi bagaimana, apa kau menyukainya?” tanya Kim Sang Bum

“eh, itu.. ne, aku menyukainya” jawab So Eun sambil tersenyum

“baguslah. Sekarang ayo kita pergi” kata Kim Sang Bum sambil menarik tangan So Eun untuk keparkiran

“kita mau kemana?” tanya So Eun

“kita ke bar” kata Kim Sang Bum sambil terus menarik tangan So Eun. tiba-tiba So Eun menghentikan langkahnya dan membuat Kim Sang Bum bertanya-tanya.

“kenapa?” tanya Kim Sang Bum sambil menoleh ke So Eun

“aku..aku tidak pernah ketempat itu seumur hidupku. Bagiku, tempat itu bukanlah tempat yang baik (?)” kata So Eun

“jinjja?? Sudahlah tidak apa-apa, aku akan menjagamu. Dan kupastikan kau akan baik-baik saja” kata Kim Sang Bum meyakinkan

dia memang sosok pria idaman” batin So Eun

“mengapa melamun, ayo kita pergi” kata Kim Sang Bum membuyarkan lamunan So Eun. So Eun menganggukan kepalanya pertanda setuju. Kemudian Kim Sang Bum membukakan pintu untuk So Eun.

            “dia sudah mulai masuk perangkapku” batin Kim Sang Bum

Tak perlu memakan waktu lama, Kim Sang Bum dan So Eun sampai di bar langganan Kim Sang Bum dan Kim Joon.

“santai saja. Tidak perlu menunjukkan wajah ketakutan seperti itu” kata Kim Sang Bum sambil merangkul So Eun untuk memasuki bar itu. So Eun membalasnya dengan senyuman manis.

“oppaa” panggil gadis berpakaian minim sambil berjalan mendekat ke Kim Sang Bum

“hai Ji Mi” balas Kim Sang Bum sambil melambaikan tangannya

“oppa, ini siapa?” tanya gadis bernama Ji Mi itu sambil menatap So Eun dengan sinis

“oh dia, dia Kim So Eun, kekasih baruku” ucapan Kim Sang Bum membuat So Eun terkejut

“Kim Sang Bum” bisik So Eun yang merasa terkejut. Sementara Kim Sang Bum hanya memberikan tatapan yang So Eun artikan ‘sudahlah diam saja’

“kekasih barumu? Apa kau bercanda? Dia, dia terlalu biasa oppa” protes Ji Mi

“tak ada urusannya denganmu, Ji Mi”kata Kim Sang Bum sambil menarik So Eun untuk mengikuti langkah kakinya. Kim Sang Bum membawa So Eun ke sebuah sofa panjang.

“Kim Sang Bum, mengapa kau menyebutku sebagai…kekasih mu” ucap So Eun dengan ragu

“apa kau keberatan?” tanya Kim Sang Bum dengan senyuman manisnya

“ah, anieyo” jawab So Eun. beberapa detik terjadi keheningan diantara mereka. Perlahan tangan Kim Sang Bum mulai merangkul bahu So Eun. So Eun sempat terkejut, namun kemudian Kim Sang Bum memberikan senyum yang memastikan untuk So Eun. tiba-tiba saja dua orang gadis datang menghampiri Kim Sang Bum dan So Eun

“oppa” panggil dua gadis itu sambil duduk di samping Kim Sang Bum

“Hye Jung, Shin Kyung, ada apa?” tanya Kim Sang Bum sambil melepaskan rangkulannya pada So Eun

“siapa dia?” tanya gadis bernama Shin Kyung sambil memandang So Eun dengan tatapan tidak suka. So Eun hanya menundukkan kepalanya karena merasa risih dengan gadis-gadis yang menghampiri Kim Sang Bum terus menerus.

“dia Kim So Eun, kekasihku” jawab Kim Sang Bum.

“kekasih? Oppa, kau serius? Gadis seperti ini?” gadis bernama Hye Jung itu berucap tak percaya

“ne. Hari ini kau jangan datang padaku dulu, lain kali saja. Disana ada Kwang Joo dan Dong Chul, hampirilah mereka” kata Kim Sang Bum sambil menunjuk ke arah bartender

“hari ini kau tidak asik” kata Shin Kyung sambil melangkahkan kakinya pergi diikuti dengan Hye Jung. Kim Sang Bum haya menanggapinya dengan senyuman.

“kau mau minum?” tanya Kim Sang Bum menuangkan soju ke gelasnya

“aku tidak minum itu”kata So Eun sambil menunjuk gelas Kim Sang Bum. sementara Kim Sang Bum hanya tersenyum menanggapinya.

###

Keesokan harinya, So Eun terlihat melamun dikursinya sambil tersenyum-senyum. Hye Sun yang merasa heran pun bertanya pada So Eun.

“So Eun” panggil Hye Sun. Namun, tak ada balasan dari So Eun

“So Eun” panggil Hye Sun lagi. So Eun masih berada di alam khayalnya

“Kim So Eun”kata Hye Sun sambil menepuk bahu So Eun. So Eun pun terkejut

“yya! Hye Sun-ah , apa yang kau lakukan? Kau membuatku terkejut” kata So Eun sambil mengelus dadanya

“harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan? Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Hye Sun

“gwaenchanayo (tidak apa-apa)” jawab So Eun sambil tersenyum lagi

“mana mungkin tidak apa-apa, ayo ceritakan padaku” kata Hye Sun

“apa yang harus kuceritakan?? Kenyataannya benar-benar tidak ada apa-apa” kata So Eun diiringi senyum manisnya

“ahh.. kau memikirkan Kim Sang Bum kan’” tebak Hye Sun sambil menatap So Eun dengan curiga

“ah..an..anieyo.. kau ini ada-ada saja” So Eun terlihat gugup dan salah tingkah

“mencoba mengelak! Heh, kuperingatkan, dia itu playboy. Jangan sampai kau masuk kedalam jebakan” Hye Sun memperingatkan untuk kesekian kalinya

“ne..ne..kau cerewet sekali” kata So Eun

Pada saat jam istirahat tiba, seperti biasa So Eun dan Hye Sun pergi kekantin dengan membawa bekal mereka. Ketika mereka baru saja membuka bekalnya, tiba-tiba saja sweet girl datang.

“aigoo..bau apa ini?? Sungguh mengganggu” kata Jessica sambil menyemprotkan parfume nya kesekitar So Eun dan Hye Sun makan.sontak Hye Sun dan So Eun segera menutup bekalnya lagi

“yya!! Apa-apaan ini? Apa kau tidak melihat bahwa kami sedang makan?” kesal So Eun sambil menutupi bekalnya dengan kedua tangannya

“untuk apa kalian membawa bekal. Di kantin itu menyediakan makanan. Jadi untuk apa kalian membawa makanan busuk itu kesini” ucap Suzy

“mwo?! Makanan busuk katamu? Kau ini benar-benar tidak bisa menghargai makanan” protes Hye Sun

“memang apa lagi namanya kalau bukan makanan busuk? Lihat saja tampilannya, benar-benar tidak menarik” cibir Suzy

“kau ini! Sudahlah So Eun,ayo kita pindah saja dari tempat ini” kata Hye Sun.So Eun dan Hye Sun pun pergi mencari tempat duduk lain

Dilain tempat..

Min ho dan kim joon sedang bermain kartu, kim bum sedang memainkan ponselnya, sedangkan hyun joong baru saja menghentikan permainan gitarnya. Hyun joong berjalan menuju kim bum yang sedang duduk di dekat jendela.

“ehmm” hyun joong berdeham (?).

“aku sedang tidak ingin ribut” jawab kim bum tanpa mengalihkan padangannya dari ponse

“aku hanya ingin bicara sebentar denganmu” kata hyun joong

“tentang apa?” tanya kim bum sambil menoleh ke hyun joong

“ikut aku” kata hyun joong sambil melangkahkan kakinya kaluar ruang istirahat FB4

Kim bum menatapnya sebentar lalu mengikuti hyun joong.

TBC

Untuk part 1 segini dulu ya… gomawo udah mau baca.. mianhae kalo ceritanya kependekan/alurnya gaje. jangan lupa untuk komentar yaa.. karena aku butuh banget masukan dari kalian tentang ff pertamaku ini.  JJJJJJJJJJJJ

46 thoughts on “Secret of Love

  1. bgus bnget critanya aQ suka ^^
    cuma mo psen aja sma bumppa jangan mainin eunni ya nanti oppa nyesel lagi ..
    lanjutan nya jngan lama” ya chingu next partnya dtunggu🙂

  2. Wah wah wah
    Bum cuma njebak Sso doank… Ahh tapi kesini-kesini nya bakalan beneran Falling in love🙂

    Perbanya sceen Bumsso nya yah …

  3. Woaaa!! Jdi inget bbf..:D aku suka.. ^^
     ‘ “dia sudah mulai masuk perangkapku” batin Kim Sang Bum ‘ mwo??? Apa kim bum cma mainin so eun??😦
    Trus hyun joong.. apa dia suka so eun??😐
    Huaaa… penasaran penasaran..
    Ditunggu part 2nya jgn lama* ne..:D hhehe
    Fighting!! ‘-‘)9

  4. keren. . .keren. . Aku sk jln crtx. . .daebak thor,bum si playboy n so eun si gdis lugu wlaupn udh bs ketebk jaln crtx tp tetp keren n asyik wt d ikutin.

  5. Wahh ff pertamanya kerenn, terinspirasi dari bbf ya, hehe
    Castnya tetep sama kaya di bbf tapi alurnya diganti, keren deh pokonya,
    Hyun joong jangan2 suka juga ama soeun ya…?? Wah kim bum bener2 terang2an ya, apa kim bum beneran cuma mau maenin soeun?
    Oke, ditunggu next partnya ya…

  6. ada apa knapa hyun joong kaya peduli ma sso ??
    ahh kimbum jiwa playboy’a ga ilang” :p
    lanjut chingu semangat ya🙂

  7. Cieeee icha…
    Iya deh tau yg udh jadi author…
    Sering ya bikin ff hehehe….
    – sekar –

  8. keren3,,, ^_^
    (y) (y) (y)
    memang sdikit mirip sih sama bbf,, bedanya disni yang maincastnya diganti bumsso,, suka3,,,
    penasaran sama motif bum mendekati sso,, apa cuma mempermainkan sso aja,, hemph U_U,,
    next part thor,, ditunggu,,🙂

  9. Crta,a seru chingu,,,,,
    tpi ne crta BBF y,,,
    buat kim bum nysel mainin sso n buat hyun joong ska ma sso,,,
    d tnggu next part

  10. blog baru? waaah.. seneng nemu blog ff kim o eun lagi..^^
    aku suka ceritanya thor. emang ff dgn background bbf tuh ga ngebosenin ya.. apalagi di sini pemeran utamanya soeun.^^
    seru nih, hyun joong sm bum mperebutkan soeun.hihi. penasran bgt sm next part nya. ditunggu ya thor🙂

  11. Ini BBF Sang Eun Kim ya… hehehe…. kim bum hanya mempermainkan so eun kan.. ? disini so eun nya polos banget..mudh terkena rayuan kim bum.. hadeuh..:)

  12. keren chingu….jd penasaran koq hyun joong oppa care ma sso???? di tunggu next part-nya chingu…^^

  13. Wahhh so eun eonni hrus ht” nih……

    Ngakak wktu liat reaksi bum ppa yg langsung lari setelah melihat eonni so eun di siksa… Pdhl kn dia td menciibir hyun jung oppa wkwkw… Labil banget sih..

  14. Anneyong,,wah ada F4 nieh,,aghh bummppa jhat skli mmpermainkan sso gut sja,,next part chingu

  15. Heeemm part awlnya trnyta hyunjung&KB sprtnya jtuh dlm pesona soeun,,sp yg soeun plih nntiny trgantung skp tulus mrka&prjuangan mrka donk,,soeun good girl keep strong n ceria hwaiting!!

  16. Untung mereka berdua (so eun hye sun) jadi bisa saling menolong,,,,, niat bum kayanya G’ bener nich????

  17. aigoo..
    n’ ff’ bner” kren..
    k’inget BBF..
    .
    jdy kngen am BBF..
    tpy lbih seru bis bumsso jdy pmeran utama’na..
    .
    kyk’na hyun joon oppa jg ska am eonnie..
    daebak chingu..
    smangat.. ^^
    .

  18. aigoo..
    n’ ff’ bner” kren..
    k’inget BBF..
    .
    jdy kngen am BBF..
    tpy yg n’lbih seru bis bumsso jdy pmeran utama’na..
    .
    kyk’na hyun joon oppa jg ska am eonnie..
    daebak chingu..
    smangat.. ^^
    .

  19. Annyeong author saya reader baru salam kenal😀 wah bummpa apa cuma jahili soeun aja biar masuk perangkapnya . Kenapa hubungan hyun joong dan bumppa kayaknya kurang baik yaa -_- lanjut mau baca yg selanjutnya😀

  20. Ceritanya bagus…menarik menurut saya sebagai pembaca…
    Untuk kritik saya punya, tapi hanya sedikit…eheheh
    Sebaiknya percakapan dan penjelasannya sedikit di perbaiki. Ehehehe
    Tetapi ngak apalah kan masih belajar, saya jga gitu dulu..maaf jika kamu tersinggung dengan kritik saya.
    Saya mau lanjut baca part dua ya 😀

    • sebelumnya, gomawo karena zaza eonni udah mau mampir😀😀
      seneng banget wp nya dikunjungin sama author kaya zaza eonni🙂 hehhee
      makasih kritiknya, sangat membangun untuk karya-karya selanjutnya😀 * gak tersinggung kok😉 justru makasih banget *

  21. ya ternyata bum cmn mnjbk sso😦
    hyun joong kyknya suka ma sso yah?? waaahhh bkln seru apa lgi lw bum bsa cmburu🙂 keren crtanya🙂

  22. hai hai aku reader baru mu salam kenal hehe aku baru main ke wp ini dan baru baca hehe seru berasa baca versi bbf lainnya aku suka bagian yang kata2 min ho yang ini “cih.. bukankah tadi dia yang mencibir Hyun Joong. Kenapa dia malah ikut-ikutan” gumam Min Ho wkwkwkwkwk salam kenal yaw😄

  23. Ceritanya mirip BBF yah .. Hmmm.. Padahal So eun udah di ingetin kalo kim bum itu playboy.. Semoga aja so eun ga masuk ke jebakan nya kim bum..

  24. Waaa !! Annyeong author-nim .. *bow
    mian baru ngasih komen , aku baru baca soal’x🙂
    Oyaa ,, prkenalkan ! Tetta imnida , 91 line .
    ahh ,, aku suka ff’x . Bner kata readers yg lain . Ini bbf versi BumSso . & aku suka ^^
    Daebak dehh baca’x , bhsa’x ringan & menarik .
    kalo gtuh aku lanjut yaa ke part” brkut’x ..

  25. annyeong aku readers baruu..
    keren deh ff.a menarik bgt
    jadi kangen ma BBF nihh hahaha..
    lanjut ya..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s